13 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Semarak Buka dan Sahur Gratis di “Gubukan” Masjid Bukit Palma Surabaya

Jaswanto by Jaswanto
March 13, 2026
in Khas
Semarak Buka dan Sahur Gratis di “Gubukan” Masjid Bukit Palma Surabaya

Semarak Buka dan Sahur Gratis di “Gubukan” Masjid Bukit Palma Surabaya | Foto: tatkala.co/Jaswanto

MENJELANG magrib selama bulan Ramadan, pelataran Masjid Bukit Palma, Surabaya, berubah menjadi ruang perjumpaan. Orang-orang berdatangan dari berbagai arah: sebagian duduk bersila di atas terpal yang digelar di halaman, sebagian lain memilih berdiam di dalam masjid sambil menyimak kajian. Udara sore membawa aroma makanan yang perlahan menyeruak dari meja-meja panjang di dekat area parkir. Di sana, piring-piring berisi nasi rawon daging mulai disusun rapi oleh panitia.

Hari itu, Rabu, 11 Maret 2026, Ustaz Ditra Ayi Kurniawan tengah menyampaikan ceramah menjelang berbuka. Materinya tentang zakat fitrah dan zakat mal—tema yang terasa akrab sekaligus mendesak setiap Ramadan tiba. Jamaah mendengarkan dengan khidmat, sementara di luar, panitia bergerak cepat menyiapkan hidangan.

“Ini sedang menyiapkan buka puasa,” ujar seorang takmir masjid sambil menata piring-piring makanan. Bapak tua bersarung itu tampak sibuk, dibantu beberapa pemuda masjid yang lalu-lalang membawa wadah makanan.

Semarak Buka dan Sahur Gratis di “Gubukan” Masjid Bukit Palma Surabaya | Foto: tatkala.co/Jaswanto

Di sisi lain, panitia perempuan menyiapkan takjil: kurma, kue, es teh, dan gorengan. Satu per satu nampan diisi, disusun, lalu dipindahkan ke meja saji. Jumlah jamaah terus bertambah. Masjid yang tidak terlalu besar itu terasa penuh. Ratusan orang duduk tertib menunggu azan magrib.

Sesaat sebelum matahari tenggelam, suara muazin mengumandangkan takbir. Ceramah ditutup. Para jamaah mengangkat tangan, mengucapkan tahmid, lalu meneguk air dan es teh yang telah disediakan. Kurma, kue, dan gorengan segera berpindah tangan. Anak-anak tampak paling riang—berebut tempat duduk, bercanda dengan teman-temannya, dan menyantap takjil dengan wajah cerah.

Suasana benar-benar semarak. Program yang dinamai Gubukan Semarak Ramadan 1447 H itu tampaknya memang dimaksudkan untuk menghadirkan kebahagiaan sederhana di bulan suci—memberikan ruang berbuka bersama bagi siapa saja yang datang, tanpa syarat.

Warga antri pada acara Semarak Buka dan Sahur Gratis di “Gubukan” Masjid Bukit Palma Surabaya | Foto: tatkala.co/Jaswanto

Di antara para jamaah yang baru saja menghabiskan seporsi nasi rawon daging, seorang pemuda bernama Muhammad Fairuz Maulana Azara Insan Putra bercerita tentang awal mula program ini.

“Ini sudah yang keempat kalinya, Mas,” ujar Fairuz seusai makan. Wakil Pemuda Masjid Bukit Palma itu menjelaskan bahwa program Gubukan dimulai sejak 2023, tak lama setelah masa pandemi Covid-19 mereda.  “Setelah covid,” tambahnya singkat.

Bagi pengurus masjid, pandemi meninggalkan banyak pelajaran. Salah satunya tentang pentingnya solidaritas sosial. Banyak orang kehilangan pekerjaan, banyak pula yang kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dari situ muncul gagasan sederhana: menjadikan masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga ruang berbagi.

Hal itu dibenarkan oleh Wijayanti, koordinator takjil dalam program tersebut. Perempuan yang akrab dipanggil Wiwit itu mengenang bahwa sebelum pandemi, kegiatan Ramadan di masjid ini relatif sederhana.

“Dulu cuma bagi-bagi takjil saja seperti masjid pada umumnya,” katanya. “Belum ada hidangan khusus.”

Barulah pada 2023 pengurus masjid memutuskan menyediakan menu berbuka lengkap. Awalnya program itu masih terbatas.

“Awalnya seminggu hanya dua kali. Hari Rabu dan Sabtu saja. Tapi mulai tahun ini sudah tiga kali dalam seminggu: Sabtu, Senin, dan Rabu,” terang Wiwit. “Dan tidak hanya berbuka, kami juga menyediakan sahur gratis mulai malam ke dua puluh,” sambungnya.

Semarak Buka dan Sahur Gratis di “Gubukan” Masjid Bukit Palma Surabaya | Foto: tatkala.co/Jaswanto

Perubahan kecil itu ternyata membawa dampak besar. Jamaah semakin banyak yang datang. Bukan hanya warga sekitar, tetapi juga orang-orang yang kebetulan melintas.

Menu yang disajikan pun beragam. Selama Ramadan, panitia menyiapkan setidaknya delapan jenis hidangan: nasi rawon, mie ayam, sayur asem, kare ayam, bakso, soto daging, sup ayam, dan soto ayam. Menu-menu itu disajikan secara bergiliran setiap pekan.

Hari Sabtu, misalnya, jamaah bisa menikmati sayur asem. Senin giliran mie ayam. Sementara Rabu seperti hari itu: nasi rawon yang hangat dan gurih.

Bagi sebagian orang, hidangan tersebut mungkin terasa biasa. Namun bagi mereka yang berbuka setelah seharian bekerja di jalanan—seperti pengemudi ojek online atau pekerja informal—seporsi makanan hangat sering kali menjadi kemewahan kecil yang sangat berarti. Di sinilah program Gubukan menemukan maknanya.

“Kami membayar vendor makanan, Mas. Vendornya ya jamaah masjid sendiri,” kata Wiwit. “Kalau mie ayam atau bakso, kami pesan ke warung yang ada di sekitar masjid.”

Model ini sengaja dipilih. Selain memudahkan koordinasi, cara tersebut juga memberi manfaat ekonomi bagi warga sekitar.

“Ini salah satu bentuk menyejahterakan jamaah masjid dan umat di sekitarnya,” lanjut Wiwit dengan nada bersemangat.

Salah stu menu Semarak Buka dan Sahur Gratis di “Gubukan” Masjid Bukit Palma Surabaya | Foto: tatkala.co/Jaswanto

Dengan kata lain, kegiatan berbuka gratis itu tidak hanya soal memberi makan. Ia juga menjadi cara menggerakkan ekonomi kecil di lingkungan sekitar masjid.

Di banyak tempat, masjid sering dipandang sebatas ruang ritual. Namun di Masjid Bukit Palma, peran itu diperluas. Masjid menjadi titik temu berbagai kegiatan sosial: dari kajian keagamaan, penggalangan dana umat, hingga program pemberdayaan ekonomi sederhana seperti ini.

Pendanaan kegiatan tersebut datang dari berbagai sumber. Panitia mendapat dukungan dari beberapa sponsor, mulai dari perusahaan air minum kemasan hingga lembaga perbankan.

“Kami memang mengajukan proposal ke sana,” ujar Wiwit. “Ada beberapa jamaah yang bekerja di beberapa perusahaan tersebut. Jadi itu lumayan mempermudah prosesnya.”

Selain sponsor, sumbangan jamaah juga mengalir. Ada yang memberi uang, ada pula yang menyumbang bahan makanan atau tenaga. Kolaborasi semacam itu membuat program Gubukan terus bertahan dari tahun ke tahun.

Namun nilai terpenting dari kegiatan ini mungkin bukan sekadar jumlah makanan yang dibagikan. Lebih dari itu, ia membangun rasa kebersamaan—sesuatu yang semakin langka di kota besar.

Setiap sore Ramadan, orang-orang dengan latar belakang berbeda duduk berdampingan di halaman masjid. Ada warga perumahan, pekerja kantoran, pedagang kecil, hingga pengemudi ojek online yang kebetulan singgah.

Mereka berbuka di tempat yang sama, menikmati makanan yang sama, dan mendengar azan yang sama. Beberapa pengemudi ojek online bahkan sudah hafal jadwalnya.

“Sering ada driver ojol yang mampir,” kata Fairuz. “Kalau pas lewat dan belum sempat berbuka di rumah, mereka bisa makan di sini.” Bagi mereka, masjid itu bukan sekadar tempat ibadah. Ia juga menjadi tempat beristirahat, mengisi tenaga, dan bertemu sesama.

Di tengah riuh kota Surabaya, kegiatan kecil seperti ini mungkin tidak selalu terlihat. Namun bagi mereka yang mengalaminya, Gubukan Semarak Ramadan menghadirkan sesuatu yang sederhana sekaligus penting: rasa diterima.

Ketika azan magrib berkumandang dan orang-orang mulai makan bersama, batas-batas sosial yang biasanya memisahkan terasa mengendur. Tidak ada lagi perbedaan status atau profesi. Yang ada hanya orang-orang yang sedang berbuka setelah menahan lapar seharian.

Di situlah, mungkin, makna masjid sebagai pusat kehidupan umat kembali terasa hidup. Bukan hanya tempat bersujud, tetapi juga tempat berbagi.[T]

Penulis: Jaswanto
Editor: Adnyana Ole

Tags: bulan puasaIslamMuslimRamadanSurabaya
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Preliminary Show Jegeg Bagus Buleleng 2026: Bagaimana Ajang Muda-Mudi Mampu Mempromosikan UMKM Lokal

Next Post

Membaca Luka Digital dan Kegelisahan Zaman  —Ulasan Buku Puisi ‘Anak-anak Luka di Dunia Maya’ Karya Yahya Umar

Jaswanto

Jaswanto

Editor/Wartawan tatkala.co

Related Posts

Jari Telunjuk Nakal —Cerita Inspiratif Seorang Dokter

by dr. Putu Sukedana, S.Ked.
March 13, 2026
0
Jari Telunjuk Nakal —Cerita Inspiratif Seorang Dokter

Nittt…Nitttt… Nittt! Suara monitor itu berbunyi di ruangan yang penuh aura kesedihan, harapan, tangisan, dan keikhlasan bercampur aduk. Kulitnya yang...

Read moreDetails

Dari Bara Logam ke Simbol Persatuan: Pengecoran Rupang Buddha Nusantara dalam Peringatan Tahun Kencana Setengah Abad Saṅgha Theravāda Indonesia

by Dede Putra Wiguna
March 13, 2026
0
Dari Bara Logam ke Simbol Persatuan: Pengecoran Rupang Buddha Nusantara dalam Peringatan Tahun Kencana Setengah Abad Saṅgha Theravāda Indonesia

DI tengah lantunan paritta suci dan doa yang khidmat, logam-logam persembahan umat perlahan mencair. Dari bara api itulah sebuah rupang...

Read moreDetails

Bakti Sosial Anand Ashram Youth di Yayasan Pendidikan Anak Tuna Netra Denpasar —Merayakan Kemanusiaan dalam Nada dan Kebersamaan

by Agung Sudarsa
March 2, 2026
0
Bakti Sosial Anand Ashram Youth di Yayasan Pendidikan Anak Tuna Netra Denpasar —Merayakan Kemanusiaan dalam Nada dan Kebersamaan

“Jiwa muda adalah jiwa penuh energi, penuh semangat. Maka, dengan sendirinya penuh gejolak pula. Ia bisa membangkang, bisa memberontak, bisa...

Read moreDetails

Leo Saputra, Perajin Perak Singapadu yang Bertahan di Tengah Arus Modernisasi

by Putu Ayu Ariani
February 27, 2026
0
Leo Saputra, Perajin Perak Singapadu yang Bertahan di Tengah Arus Modernisasi

DESA Singapadu, Kabupaten Gianyar, dikenal sebagai salah satu tempat kerajinan perak di Bali. Di tengah arus modernisasi dan persaingan produk...

Read moreDetails

‘Abhikkama’ – Maju Terus: Komitmen Pemuda Theravāda Indonesia (Patria) Senantiasa Bergerak dan Menumbuhkan Kebajikan

by Dede Putra Wiguna
February 23, 2026
0
‘Abhikkama’ – Maju Terus: Komitmen Pemuda Theravāda Indonesia (Patria) Senantiasa Bergerak dan Menumbuhkan Kebajikan

TIGA dasawarsa bukanlah perjalanan yang singkat. Bagi Pemuda Theravāda Indonesia (Patria), 30 tahun adalah rentang pengabdian, pembelajaran, dan konsistensi dalam...

Read moreDetails

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

by Jaswanto
February 22, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

“SAYA menangis saat survei sekolah setelah lolos seleksi P3K,” ujar Samsul Rizal bercerita kepada saya pada malam yang gerah di...

Read moreDetails

Menanam Pohon Sebelum Berlari —Catatan Menuju Alumni SMANSA Charity Fun Run 2026

by Gading Ganesha
February 22, 2026
0
Menanam Pohon Sebelum Berlari —Catatan Menuju Alumni SMANSA Charity Fun Run 2026

SABTU pagi itu datang dengan suara burung dan kokok ayam yang bersahutan. Di sela suasana yang masih lengang, telepon genggam...

Read moreDetails

Tiba-tiba Konservasi : Melihat Pentingnya Kesadaran Konservasi yang Justru Hadir dari Inisiatif Kolektif

by Made Chandra
February 21, 2026
0
Tiba-tiba Konservasi : Melihat Pentingnya Kesadaran Konservasi yang Justru Hadir dari Inisiatif Kolektif

CATATAN ini berawal dari ajakan Bli Vincent Chandra—seorang pemuda yang berapi-api ketika bercumbu dengan kebudayaan, untuk mengajakku untuk menyambangi Museum...

Read moreDetails

Menulis Opini Bahasa Bali Jangan Seperti Orang “Ngigelang Tapel”! — Dari Lomba Opini Bulan Bahasa Bali 2026

by Nyoman Budarsana
February 19, 2026
0
Menulis Opini Bahasa Bali Jangan Seperti Orang “Ngigelang Tapel”! — Dari Lomba Opini Bulan Bahasa Bali 2026

WIMBAKARA (Lomba) Opini Berbahasa Bali serangkaian Bulan Bahasa Bali mirip sebuah ujian sekripsi atau tesis. Peserta tidak hanya menyelesaikan sebuah...

Read moreDetails

Menjadi Penolong Pertama di Usia Belia: Ketika Para Dokter Kecil Beradu Cerdas di Kesbam Anniversary Contest (KAC) VI

by Dede Putra Wiguna
February 18, 2026
0
Menjadi Penolong Pertama di Usia Belia: Ketika Para Dokter Kecil Beradu Cerdas di Kesbam Anniversary Contest (KAC) VI

WAJAH-wajah kecil itu tampak amat serius pagi itu. Jas dokter kecil yang mereka kenakan terlihat rapi, lengkap dengan pin dan...

Read moreDetails
Next Post
Membaca Luka Digital dan Kegelisahan Zaman  —Ulasan Buku Puisi ‘Anak-anak Luka di Dunia Maya’ Karya Yahya Umar

Membaca Luka Digital dan Kegelisahan Zaman  ---Ulasan Buku Puisi 'Anak-anak Luka di Dunia Maya' Karya Yahya Umar

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sanggar Suara Mustika, Buleleng: Dari Gong Warisan Kakek Menuju Pesta Kesenian Bali

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Membaca Luka Digital dan Kegelisahan Zaman  —Ulasan Buku Puisi ‘Anak-anak Luka di Dunia Maya’ Karya Yahya Umar
Ulas Buku

Membaca Luka Digital dan Kegelisahan Zaman  —Ulasan Buku Puisi ‘Anak-anak Luka di Dunia Maya’ Karya Yahya Umar

SASTRA sering kali menjadi cermin paling jujur bagi kehidupan sosial. Sastra tidak selalu menyampaikan fakta dalam bentuk angka, statistik, atau...

by Dian Suryantini
March 13, 2026
Semarak Buka dan Sahur Gratis di “Gubukan” Masjid Bukit Palma Surabaya
Khas

Semarak Buka dan Sahur Gratis di “Gubukan” Masjid Bukit Palma Surabaya

MENJELANG magrib selama bulan Ramadan, pelataran Masjid Bukit Palma, Surabaya, berubah menjadi ruang perjumpaan. Orang-orang berdatangan dari berbagai arah: sebagian...

by Jaswanto
March 13, 2026
Preliminary Show Jegeg Bagus Buleleng 2026: Bagaimana Ajang Muda-Mudi Mampu Mempromosikan UMKM Lokal
Gaya

Preliminary Show Jegeg Bagus Buleleng 2026: Bagaimana Ajang Muda-Mudi Mampu Mempromosikan UMKM Lokal

LAMPU sorot menyambar dan menerangi panggung Gedung Kesenian Gde Manik yang menampilkan sepuluh pasangan finalis Jegeg Bagus Buleleng 2026. Mereka...

by Radha Dwi Pradnyani
March 13, 2026
Negeri yang Menjual Isi Perutnya | Cerpen Muhammad Khairu Rahman
Cerpen

Negeri yang Menjual Isi Perutnya | Cerpen Muhammad Khairu Rahman

Di negeri itu, tanah tidak lagi disebut tanah. Ia disebut komoditas. Gunung tidak lagi dipandang sebagai punggung yang menyangga langit,...

by Muhammad Khairu Rahman
March 13, 2026
Puisi-Puisi Chusmeru | Lebaran Bersama Tuhan
Puisi

Puisi-Puisi Chusmeru | Lebaran Bersama Tuhan

Lebaran Bersama Tuhan Takbirku menyusup di antara ladang dosa di bawah timbunan mimpiWiridku tak pernah putus oleh genderang duniawi berjibun...

by Chusmeru
March 13, 2026
Bali dan Intelektual yang Hanya Aktif di Media Sosial
Esai

Bali dan Intelektual yang Hanya Aktif di Media Sosial

Di Bali, ada fenomena yang lucu tapi sekaligus menyedihkan. Sebagian intelektual generasi tua yang dulunya produktif menulis, kini hanya aktif...

by Angga Wijaya
March 13, 2026
Jari Telunjuk Nakal —Cerita Inspiratif Seorang Dokter
Khas

Jari Telunjuk Nakal —Cerita Inspiratif Seorang Dokter

Nittt…Nitttt… Nittt! Suara monitor itu berbunyi di ruangan yang penuh aura kesedihan, harapan, tangisan, dan keikhlasan bercampur aduk. Kulitnya yang...

by dr. Putu Sukedana, S.Ked.
March 13, 2026
Dari Bara Logam ke Simbol Persatuan: Pengecoran Rupang Buddha Nusantara dalam Peringatan Tahun Kencana Setengah Abad Saṅgha Theravāda Indonesia
Khas

Dari Bara Logam ke Simbol Persatuan: Pengecoran Rupang Buddha Nusantara dalam Peringatan Tahun Kencana Setengah Abad Saṅgha Theravāda Indonesia

DI tengah lantunan paritta suci dan doa yang khidmat, logam-logam persembahan umat perlahan mencair. Dari bara api itulah sebuah rupang...

by Dede Putra Wiguna
March 13, 2026
Tak Sekadar Bertanding, Gus Joni Rayakan Kreativitas di Kasanga Festival 2026
Persona

Tak Sekadar Bertanding, Gus Joni Rayakan Kreativitas di Kasanga Festival 2026

DI dalam stan pameran Kasanga Festival 2026 di Lapangan Puputan Badung, Denpasar, deretan ogoh-ogoh mini berdiri rapi menunggu penilaian. Suasana...

by Dede Putra Wiguna
March 13, 2026
Buleleng International Rhythm Festival, Ajang Pertunjukan Seni dan Ruang Persahabatan Antar Negara
Budaya

Buleleng International Rhythm Festival, Ajang Pertunjukan Seni dan Ruang Persahabatan Antar Negara

Rasa bangga dan syukur karena Buleleng kembali dipercaya menjadi tuan rumah pertemuan budaya dunia. Buleleng International Rhythm Festival (BIRF) ini...

by tatkala
March 12, 2026
Mlaspas dan Ngenteg Linggih Meru Tumpang Solas di Pura Ulun Danu Batur, Linggastana Ida Bhatari Sakti Dewi Danuh
Budaya

Mlaspas dan Ngenteg Linggih Meru Tumpang Solas di Pura Ulun Danu Batur, Linggastana Ida Bhatari Sakti Dewi Danuh

Masyarakat Desa Adat Batur, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, melaksanakan upacara Mlaspas dan Ngenteg Linggih Meru Tumpang Solas Pura Ulun Danu...

by tatkala
March 12, 2026
Diobati Perempuan Penyembuh
Esai

Diobati Perempuan Penyembuh

DUA bulan belakangan saya sering merasa lelah. Saya pikir mungkin ini burnout, lelah tidak hanya pada fisik tapi juga mental....

by Angga Wijaya
March 12, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co