25 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ketika Imunisasi Terlewat, Campak Mengancam Anak

Ni Made Erika Suciari by Ni Made Erika Suciari
March 10, 2026
in Esai
Ketika Imunisasi Terlewat, Campak Mengancam Anak

Iluistrasi tatkala.co | Canva

KEMAJUAN ilmu kedokteran telah membuat banyak penyakit menular sebenarnya dapat dicegah melalui imunisasi. Namun meningkatnya kembali kasus campak menjadi pengingat bahwa ancaman lama belum sepenuhnya hilang. Ketika cakupan imunisasi menurun atau terlewat, penyakit yang seharusnya dapat dicegah justru kembali muncul dan mengancam kesehatan anak.

Data terbaru dari Organisasi Kesehatan Dunia menunjukkan bahwa Indonesia menempati peringkat kedua tertinggi di dunia dalam jumlah laporan kasus campak dalam enam bulan terakhir, dengan lebih dari 10.700 kasus yang dilaporkan. Fakta ini menunjukkan bahwa campak masih menjadi ancaman nyata bagi kesehatan anak, meskipun penyakit ini sebenarnya dapat dicegah melalui imunisasi.

Situasi tersebut juga tercermin dari kondisi di dalam negeri. Hingga minggu ke-7 tahun 2026 tercatat lebih dari 8.000 kasus suspek campak di Indonesia, dengan ratusan kasus telah terkonfirmasi serta beberapa kematian dilaporkan. Pada periode yang sama, sedikitnya 21 kejadian luar biasa suspek campak dan 13 kejadian luar biasa campak terkonfirmasi terjadi di 17 kabupaten/kota pada 11 provinsi.

Campak merupakan penyakit infeksi virus yang sangat menular. Virus ini menyebar melalui percikan droplet ketika penderita batuk, bersin, atau berbicara. Virus campak bahkan dapat bertahan di udara atau pada permukaan benda selama beberapa jam. Artinya, seseorang yang belum memiliki kekebalan dapat tertular hanya dengan berada di ruangan yang sama dengan penderita, meskipun tanpa kontak langsung. Karena tingkat penularannya yang sangat tinggi, satu orang penderita campak dapat menularkan virus kepada sebagian besar orang yang tidak memiliki perlindungan imunisasi.

Pada sebagian kasus, campak memang dapat sembuh dengan sendirinya. Namun penyakit ini tidak boleh dianggap ringan. Infeksi campak dapat menimbulkan berbagai komplikasi serius, seperti infeksi paru-paru (pneumonia), diare berat, radang telinga, hingga radang otak (ensefalitis). Komplikasi tersebut dapat menyebabkan dampak jangka panjang bahkan kematian, terutama pada anak-anak.

Balita merupakan kelompok yang paling rentan mengalami komplikasi berat akibat campak. Pada usia ini, sistem kekebalan tubuh anak masih dalam tahap perkembangan sehingga belum mampu melawan infeksi virus secara optimal. Ketika terinfeksi campak, daya tahan tubuh anak dapat menurun drastis dan membuka peluang terjadinya komplikasi serius seperti pneumonia, diare berat, atau radang otak. Risiko ini menjadi lebih tinggi pada anak dengan status gizi yang kurang atau yang terlambat mendapatkan penanganan medis.

Selain gangguan layanan kesehatan, keterlambatan atau terlewatnya imunisasi pada anak juga dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor. Pada sebagian kasus, imunisasi tertunda karena kondisi anak yang sedang kurang sehat saat jadwal vaksinasi. Di sisi lain, kesibukan orang tua atau lupa terhadap jadwal imunisasi juga dapat menyebabkan anak tidak mendapatkan vaksin sesuai waktu yang dianjurkan. Faktor lain yang tidak kalah penting adalah terbatasnya pengetahuan sebagian masyarakat mengenai manfaat dan keamanan imunisasi, serta adanya kesalahpahaman mengenai efek samping vaksin yang masih beredar di masyarakat. Situasi pandemi COVID-19 beberapa waktu lalu juga turut memengaruhi keputusan sebagian orang tua untuk menunda membawa anak ke fasilitas kesehatan karena kekhawatiran terhadap risiko penularan penyakit.

Dalam kondisi seperti ini, upaya untuk mengejar ketertinggalan imunisasi menjadi sangat penting. Anak yang melewatkan jadwal vaksinasi masih dapat menerima imunisasi susulan sesuai dengan rekomendasi tenaga kesehatan. Oleh karena itu, orang tua disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter atau tenaga kesehatan guna mendapatkan jadwal imunisasi yang tepat. Di sisi lain, pemerintah dan tenaga kesehatan juga memiliki peran penting dalam meningkatkan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya imunisasi, terutama di daerah dengan akses informasi kesehatan yang masih terbatas.

Imunisasi merupakan cara paling efektif untuk mencegah campak. Vaksin campak mampu memberikan perlindungan tinggi terhadap infeksi serta membantu membentuk kekebalan kelompok di masyarakat. Dalam epidemiologi dikenal konsep kekebalan kelompok atau herd immunity, yaitu kondisi ketika sebagian besar populasi memiliki kekebalan terhadap suatu penyakit sehingga penularan virus menjadi sangat terbatas. Untuk penyakit yang sangat menular seperti campak, cakupan imunisasi yang tinggi menjadi sangat penting agar virus tidak mudah menyebar di masyarakat. Ketika semakin banyak anak tidak mendapatkan imunisasi, perlindungan kolektif tersebut dapat melemah. Akibatnya, wabah campak dapat kembali muncul dan berisiko menyerang kelompok yang paling rentan, seperti bayi, balita, maupun anak dengan kondisi kesehatan tertentu yang tidak dapat menerima vaksin.

Dampak program imunisasi campak juga telah terbukti secara global. Berbagai laporan menunjukkan bahwa vaksinasi campak berkontribusi menurunkan sekitar 75 persen angka kejadian campak dan mengurangi hingga 79 persen kematian akibat penyakit tersebut. Bahkan selama dua dekade terakhir, diperkirakan sekitar 20,3 juta kematian dapat dicegah berkat program imunisasi campak di berbagai negara.

Fakta tersebut menunjukkan bahwa imunisasi merupakan salah satu intervensi kesehatan masyarakat yang paling efektif dalam melindungi anak dari berbagai penyakit menular. Program imunisasi telah terbukti mampu menekan angka kesakitan dan kematian pada anak di berbagai negara selama beberapa dekade terakhir. Oleh karena itu, memastikan anak mendapatkan imunisasi sesuai jadwal merupakan langkah sederhana namun sangat penting untuk menjaga kesehatan mereka sekaligus melindungi masyarakat secara lebih luas. Ketika semakin banyak anak mendapatkan imunisasi, penyebaran penyakit menular dapat ditekan sehingga risiko terjadinya wabah juga dapat diminimalkan.

Campak seharusnya tidak lagi menjadi penyebab kesakitan dan kematian pada anak di era kedokteran modern. Vaksin yang aman dan efektif telah tersedia selama puluhan tahun dan telah digunakan secara luas di berbagai negara. Namun perlindungan tersebut hanya dapat terwujud apabila setiap anak mendapatkan imunisasi secara lengkap dan tepat waktu. Ketika imunisasi terlewat, penyakit yang sebenarnya dapat dicegah dapat kembali menyebar dan mengancam kesehatan bahkan nyawa anak. Karena itu, menjaga cakupan imunisasi tetap tinggi bukan hanya menjadi tanggung jawab tenaga kesehatan atau pemerintah, tetapi juga membutuhkan kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat, terutama para orang tua, untuk memastikan setiap anak memperoleh haknya tumbuh sehat dan terlindungi dari penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi. [T]

Penulis: Erika Suciari
Editor: Adnyana Ole

Tags: anak-anakcampakimunisasikesehatan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pemutakhiran Data Kemiskinan Penting sebagai Basis untuk Mengambil Kebijakan yang Adil bagi Warga Buleleng

Next Post

Marwah yang Tak Terbeli

Ni Made Erika Suciari

Ni Made Erika Suciari

Dokter umum yang menaruh perhatian pada isu kesehatan dan pencegahan penyakit pada anak.

Related Posts

Dua Jalan, Satu Tujuan: Membaca Krishna dan Siddharta melalui Peta Hawkins

by Agung Sudarsa
April 24, 2026
0
Dua Jalan, Satu Tujuan: Membaca Krishna dan Siddharta melalui Peta Hawkins

Ingatan yang Menjadi Wacana Batin Gagasan tentang Krishna dan Siddharta yang muncul dari ingatan terhadap wacana maupun tulisan Guruji Anand...

Read moreDetails

‘Janji-janji Jepang’

by Angga Wijaya
April 23, 2026
0
‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

Read moreDetails

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

by Chusmeru
April 23, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

Read moreDetails

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
0
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

Read moreDetails

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
0
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

Read moreDetails

Kartini Hari Ini, Pertanyaan yang Belum Selesai

by Petrus Imam Prawoto Jati
April 21, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BULAN April, kita kembali secara khidmat mengingat nama Raden Ajeng Kartini dengan penuh hormat. Tentu saja karena jasa beliau yang...

Read moreDetails

NATO: No Action, Talk Only ─Ketika Wacana Menjadi Pelarian dari Tindakan

by Dede Putra Wiguna
April 20, 2026
0
NATO: No Action, Talk Only ─Ketika Wacana Menjadi Pelarian dari Tindakan

PERNAHKAH Anda menjumpai situasi di mana sebuah persoalan dibicarakan berulang-ulang, diperdebatkan panjang lebar, bahkan diposting di berbagai platform, namun tidak...

Read moreDetails

Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

by Agung Sudarsa
April 20, 2026
0
Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

SETIAP peringatan Raden Ajeng Kartini sering kali berhenti pada simbol: kebaya, kutipan surat, dan narasi emansipasi yang diulang. Namun jika...

Read moreDetails

Mungkinkah Budaya Adiluhung Baduy Rusak karena Pengaruh Digitalisasi dan Destinasi Wisata?

by Asep Kurnia
April 20, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

KITA dan siapa pun, akan begitu tercengang dengan berbagai perubahan fisik (lingkungan geografis) yang begitu cepat serta sporadis termasuk perubahan...

Read moreDetails

Tantangan Pariwisata Bali Utara dalam Paradigma Baru Industri Pariwisata

by Jro Gde Sudibya
April 20, 2026
0
Tantangan Pariwisata Bali Utara dalam Paradigma Baru Industri Pariwisata

Paradigma Baru Industri Pariwisata Pasca Pandemi Covid-19 yang meluluhlantakkan perekonomian Bali, Industri Pariwisata Bali "mati suri", tumbuh negatif 9,3 persen...

Read moreDetails
Next Post
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

Marwah yang Tak Terbeli

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dua Jalan, Satu Tujuan: Membaca Krishna dan Siddharta melalui Peta Hawkins
Esai

Dua Jalan, Satu Tujuan: Membaca Krishna dan Siddharta melalui Peta Hawkins

Ingatan yang Menjadi Wacana Batin Gagasan tentang Krishna dan Siddharta yang muncul dari ingatan terhadap wacana maupun tulisan Guruji Anand...

by Agung Sudarsa
April 24, 2026
Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”
Pop

Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

“Untuk saat ini, single-single saja dulu, sama seperti status saya,” ujar Tika Pagraky sambil tertawa, memecah suasana sore itu. Kalimat...

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah
Khas

Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

SEBANYAK 32 mahasiswa PPG Bagi Calon Guru Gelombang I Tahun 2026 di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali mendapatkan pelatihan...

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co