4 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ketika Imunisasi Terlewat, Campak Mengancam Anak

Ni Made Erika Suciari by Ni Made Erika Suciari
March 10, 2026
in Esai
Ketika Imunisasi Terlewat, Campak Mengancam Anak

Iluistrasi tatkala.co | Canva

KEMAJUAN ilmu kedokteran telah membuat banyak penyakit menular sebenarnya dapat dicegah melalui imunisasi. Namun meningkatnya kembali kasus campak menjadi pengingat bahwa ancaman lama belum sepenuhnya hilang. Ketika cakupan imunisasi menurun atau terlewat, penyakit yang seharusnya dapat dicegah justru kembali muncul dan mengancam kesehatan anak.

Data terbaru dari Organisasi Kesehatan Dunia menunjukkan bahwa Indonesia menempati peringkat kedua tertinggi di dunia dalam jumlah laporan kasus campak dalam enam bulan terakhir, dengan lebih dari 10.700 kasus yang dilaporkan. Fakta ini menunjukkan bahwa campak masih menjadi ancaman nyata bagi kesehatan anak, meskipun penyakit ini sebenarnya dapat dicegah melalui imunisasi.

Situasi tersebut juga tercermin dari kondisi di dalam negeri. Hingga minggu ke-7 tahun 2026 tercatat lebih dari 8.000 kasus suspek campak di Indonesia, dengan ratusan kasus telah terkonfirmasi serta beberapa kematian dilaporkan. Pada periode yang sama, sedikitnya 21 kejadian luar biasa suspek campak dan 13 kejadian luar biasa campak terkonfirmasi terjadi di 17 kabupaten/kota pada 11 provinsi.

Campak merupakan penyakit infeksi virus yang sangat menular. Virus ini menyebar melalui percikan droplet ketika penderita batuk, bersin, atau berbicara. Virus campak bahkan dapat bertahan di udara atau pada permukaan benda selama beberapa jam. Artinya, seseorang yang belum memiliki kekebalan dapat tertular hanya dengan berada di ruangan yang sama dengan penderita, meskipun tanpa kontak langsung. Karena tingkat penularannya yang sangat tinggi, satu orang penderita campak dapat menularkan virus kepada sebagian besar orang yang tidak memiliki perlindungan imunisasi.

Pada sebagian kasus, campak memang dapat sembuh dengan sendirinya. Namun penyakit ini tidak boleh dianggap ringan. Infeksi campak dapat menimbulkan berbagai komplikasi serius, seperti infeksi paru-paru (pneumonia), diare berat, radang telinga, hingga radang otak (ensefalitis). Komplikasi tersebut dapat menyebabkan dampak jangka panjang bahkan kematian, terutama pada anak-anak.

Balita merupakan kelompok yang paling rentan mengalami komplikasi berat akibat campak. Pada usia ini, sistem kekebalan tubuh anak masih dalam tahap perkembangan sehingga belum mampu melawan infeksi virus secara optimal. Ketika terinfeksi campak, daya tahan tubuh anak dapat menurun drastis dan membuka peluang terjadinya komplikasi serius seperti pneumonia, diare berat, atau radang otak. Risiko ini menjadi lebih tinggi pada anak dengan status gizi yang kurang atau yang terlambat mendapatkan penanganan medis.

Selain gangguan layanan kesehatan, keterlambatan atau terlewatnya imunisasi pada anak juga dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor. Pada sebagian kasus, imunisasi tertunda karena kondisi anak yang sedang kurang sehat saat jadwal vaksinasi. Di sisi lain, kesibukan orang tua atau lupa terhadap jadwal imunisasi juga dapat menyebabkan anak tidak mendapatkan vaksin sesuai waktu yang dianjurkan. Faktor lain yang tidak kalah penting adalah terbatasnya pengetahuan sebagian masyarakat mengenai manfaat dan keamanan imunisasi, serta adanya kesalahpahaman mengenai efek samping vaksin yang masih beredar di masyarakat. Situasi pandemi COVID-19 beberapa waktu lalu juga turut memengaruhi keputusan sebagian orang tua untuk menunda membawa anak ke fasilitas kesehatan karena kekhawatiran terhadap risiko penularan penyakit.

Dalam kondisi seperti ini, upaya untuk mengejar ketertinggalan imunisasi menjadi sangat penting. Anak yang melewatkan jadwal vaksinasi masih dapat menerima imunisasi susulan sesuai dengan rekomendasi tenaga kesehatan. Oleh karena itu, orang tua disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter atau tenaga kesehatan guna mendapatkan jadwal imunisasi yang tepat. Di sisi lain, pemerintah dan tenaga kesehatan juga memiliki peran penting dalam meningkatkan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya imunisasi, terutama di daerah dengan akses informasi kesehatan yang masih terbatas.

Imunisasi merupakan cara paling efektif untuk mencegah campak. Vaksin campak mampu memberikan perlindungan tinggi terhadap infeksi serta membantu membentuk kekebalan kelompok di masyarakat. Dalam epidemiologi dikenal konsep kekebalan kelompok atau herd immunity, yaitu kondisi ketika sebagian besar populasi memiliki kekebalan terhadap suatu penyakit sehingga penularan virus menjadi sangat terbatas. Untuk penyakit yang sangat menular seperti campak, cakupan imunisasi yang tinggi menjadi sangat penting agar virus tidak mudah menyebar di masyarakat. Ketika semakin banyak anak tidak mendapatkan imunisasi, perlindungan kolektif tersebut dapat melemah. Akibatnya, wabah campak dapat kembali muncul dan berisiko menyerang kelompok yang paling rentan, seperti bayi, balita, maupun anak dengan kondisi kesehatan tertentu yang tidak dapat menerima vaksin.

Dampak program imunisasi campak juga telah terbukti secara global. Berbagai laporan menunjukkan bahwa vaksinasi campak berkontribusi menurunkan sekitar 75 persen angka kejadian campak dan mengurangi hingga 79 persen kematian akibat penyakit tersebut. Bahkan selama dua dekade terakhir, diperkirakan sekitar 20,3 juta kematian dapat dicegah berkat program imunisasi campak di berbagai negara.

Fakta tersebut menunjukkan bahwa imunisasi merupakan salah satu intervensi kesehatan masyarakat yang paling efektif dalam melindungi anak dari berbagai penyakit menular. Program imunisasi telah terbukti mampu menekan angka kesakitan dan kematian pada anak di berbagai negara selama beberapa dekade terakhir. Oleh karena itu, memastikan anak mendapatkan imunisasi sesuai jadwal merupakan langkah sederhana namun sangat penting untuk menjaga kesehatan mereka sekaligus melindungi masyarakat secara lebih luas. Ketika semakin banyak anak mendapatkan imunisasi, penyebaran penyakit menular dapat ditekan sehingga risiko terjadinya wabah juga dapat diminimalkan.

Campak seharusnya tidak lagi menjadi penyebab kesakitan dan kematian pada anak di era kedokteran modern. Vaksin yang aman dan efektif telah tersedia selama puluhan tahun dan telah digunakan secara luas di berbagai negara. Namun perlindungan tersebut hanya dapat terwujud apabila setiap anak mendapatkan imunisasi secara lengkap dan tepat waktu. Ketika imunisasi terlewat, penyakit yang sebenarnya dapat dicegah dapat kembali menyebar dan mengancam kesehatan bahkan nyawa anak. Karena itu, menjaga cakupan imunisasi tetap tinggi bukan hanya menjadi tanggung jawab tenaga kesehatan atau pemerintah, tetapi juga membutuhkan kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat, terutama para orang tua, untuk memastikan setiap anak memperoleh haknya tumbuh sehat dan terlindungi dari penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi. [T]

Penulis: Erika Suciari
Editor: Adnyana Ole

Tags: anak-anakcampakimunisasikesehatan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pemutakhiran Data Kemiskinan Penting sebagai Basis untuk Mengambil Kebijakan yang Adil bagi Warga Buleleng

Next Post

Marwah yang Tak Terbeli

Ni Made Erika Suciari

Ni Made Erika Suciari

Dokter umum yang menaruh perhatian pada isu kesehatan dan pencegahan penyakit pada anak.

Related Posts

Presiden di Dalam Kepala Saya

by Angga Wijaya
August 3, 2026
0
Presiden di Dalam Kepala Saya

"Man is an animal suspended in webs of significance he himself has spun." Manusia adalah makhluk yang bergantung pada jejaring...

Read moreDetails

Korupsi di Indonesia: Persekongkolan Antara Kuasa dan Modal

by Chusmeru
August 3, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

KORUPSI, sebagaimana narkoba dan terorisme bukanlah kejahatan tunggal. Selalu melibatkan orang lain. Korupsi adalah persekongkolan, perselingkuhan, jaringan, dan kongkalikong. Korupsi...

Read moreDetails

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

Read moreDetails

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
0
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

Read moreDetails

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

by Angga Wijaya
August 2, 2026
0
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

Read moreDetails

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
0
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

Read moreDetails

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
0
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

Read moreDetails

𝗣𝗘𝗥𝗜𝗡𝗚𝗔𝗧𝗔𝗡 𝗚𝗨𝗥𝗨𝗛 𝗦𝗨𝗞𝗔𝗥𝗡𝗢𝗣𝗨𝗧𝗥𝗔 𝗨𝗡𝗧𝗨𝗞 𝗕𝗔𝗟𝗜

by Sugi Lanus
July 31, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— 𝗖𝗮𝘁𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗛𝗮𝗿𝗶𝗮𝗻 𝗦𝘂𝗴𝗶 𝗟𝗮𝗻𝘂𝘀, 𝟯𝟬 𝗝𝘂𝗹𝗶 𝟮𝟬𝟮𝟲. 𝗧𝗮𝗵𝘂𝗻 𝟭𝟵𝟳𝟲 𝗚𝘂𝗿𝘂𝗵 𝗦𝘂𝗸𝗮𝗿𝗻𝗼𝗽𝘂𝘁𝗿𝗮 𝘁𝗲𝗹𝗮𝗵 𝗺𝗲𝗺𝗯𝗲𝗿𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗽𝗲𝗿𝗶𝗻𝗴𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗯𝗮𝗵𝘄𝗮: 𝗕𝗲𝗻𝗰𝗮𝗻𝗮 𝗸𝗼𝗺𝗲𝗿𝘀𝗶𝗮𝗹𝗶𝘀𝗮𝘀𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗲𝗸𝘀𝗽𝗹𝗼𝗶𝘁𝗮𝘀𝗶...

Read moreDetails

Latah Pendidikan yang Mencemaskan

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 30, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kita sama-sama paham jika bicara soal pendidikan, semua selalu dimulai dengan niat baik. Setidaknya, begitulah yang...

Read moreDetails

Sasih Karo Kehilangan Made Taro

by I Nyoman Tingkat
July 30, 2026
0
Sasih Karo Kehilangan Made Taro

“UNTUK belajar tentang anatomi gajah, ajaklah murid ke kebun binatang, jangan membawa gajah ke dalam kelas.” Kalimat analogi dari Rabindranath...

Read moreDetails
Next Post
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

Marwah yang Tak Terbeli

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd
Ulas Buku

SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd

Pengantar singkat: Buku puisi Soto Otak ODGJ, tidak pernah menjadi "isu besar" yang cukup menarik perhatian pembela hak asasi manusia,...

by IRZI
August 3, 2026
Presiden di Dalam Kepala Saya
Esai

Presiden di Dalam Kepala Saya

"Man is an animal suspended in webs of significance he himself has spun." Manusia adalah makhluk yang bergantung pada jejaring...

by Angga Wijaya
August 3, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Korupsi di Indonesia: Persekongkolan Antara Kuasa dan Modal

KORUPSI, sebagaimana narkoba dan terorisme bukanlah kejahatan tunggal. Selalu melibatkan orang lain. Korupsi adalah persekongkolan, perselingkuhan, jaringan, dan kongkalikong. Korupsi...

by Chusmeru
August 3, 2026
Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam
Kritik Seni

Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam

SALAH satu paradoks teater modern Bali hari ini adalah ketidakmampuannya mempercayai keheningan. Hampir setiap pertunjukan merasa perlu memenuhi panggung dengan...

by Wayan Gde Yudane
August 3, 2026
‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer
Ulas Musik

‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer

Pada tahun 1979, band rock progresif Inggris Pink Floyd merilis lagu “Another Brick in the Wall” (Part 2) dalam album...

by Ahmad Sihabudin
August 3, 2026
“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran
Pameran

“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran

DI sebuah galeri mungil yang tenang di kawasan Seminyak, langkah pengunjung melambat begitu memasuki ruang pamer. Dinding-dinding putih dipenuhi lukisan...

by Nyoman Budarsana
August 3, 2026
Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co