4 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ketika Imunisasi Terlewat, Campak Mengancam Anak

Ni Made Erika Suciari by Ni Made Erika Suciari
March 10, 2026
in Esai
Ketika Imunisasi Terlewat, Campak Mengancam Anak

Iluistrasi tatkala.co | Canva

KEMAJUAN ilmu kedokteran telah membuat banyak penyakit menular sebenarnya dapat dicegah melalui imunisasi. Namun meningkatnya kembali kasus campak menjadi pengingat bahwa ancaman lama belum sepenuhnya hilang. Ketika cakupan imunisasi menurun atau terlewat, penyakit yang seharusnya dapat dicegah justru kembali muncul dan mengancam kesehatan anak.

Data terbaru dari Organisasi Kesehatan Dunia menunjukkan bahwa Indonesia menempati peringkat kedua tertinggi di dunia dalam jumlah laporan kasus campak dalam enam bulan terakhir, dengan lebih dari 10.700 kasus yang dilaporkan. Fakta ini menunjukkan bahwa campak masih menjadi ancaman nyata bagi kesehatan anak, meskipun penyakit ini sebenarnya dapat dicegah melalui imunisasi.

Situasi tersebut juga tercermin dari kondisi di dalam negeri. Hingga minggu ke-7 tahun 2026 tercatat lebih dari 8.000 kasus suspek campak di Indonesia, dengan ratusan kasus telah terkonfirmasi serta beberapa kematian dilaporkan. Pada periode yang sama, sedikitnya 21 kejadian luar biasa suspek campak dan 13 kejadian luar biasa campak terkonfirmasi terjadi di 17 kabupaten/kota pada 11 provinsi.

Campak merupakan penyakit infeksi virus yang sangat menular. Virus ini menyebar melalui percikan droplet ketika penderita batuk, bersin, atau berbicara. Virus campak bahkan dapat bertahan di udara atau pada permukaan benda selama beberapa jam. Artinya, seseorang yang belum memiliki kekebalan dapat tertular hanya dengan berada di ruangan yang sama dengan penderita, meskipun tanpa kontak langsung. Karena tingkat penularannya yang sangat tinggi, satu orang penderita campak dapat menularkan virus kepada sebagian besar orang yang tidak memiliki perlindungan imunisasi.

Pada sebagian kasus, campak memang dapat sembuh dengan sendirinya. Namun penyakit ini tidak boleh dianggap ringan. Infeksi campak dapat menimbulkan berbagai komplikasi serius, seperti infeksi paru-paru (pneumonia), diare berat, radang telinga, hingga radang otak (ensefalitis). Komplikasi tersebut dapat menyebabkan dampak jangka panjang bahkan kematian, terutama pada anak-anak.

Balita merupakan kelompok yang paling rentan mengalami komplikasi berat akibat campak. Pada usia ini, sistem kekebalan tubuh anak masih dalam tahap perkembangan sehingga belum mampu melawan infeksi virus secara optimal. Ketika terinfeksi campak, daya tahan tubuh anak dapat menurun drastis dan membuka peluang terjadinya komplikasi serius seperti pneumonia, diare berat, atau radang otak. Risiko ini menjadi lebih tinggi pada anak dengan status gizi yang kurang atau yang terlambat mendapatkan penanganan medis.

Selain gangguan layanan kesehatan, keterlambatan atau terlewatnya imunisasi pada anak juga dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor. Pada sebagian kasus, imunisasi tertunda karena kondisi anak yang sedang kurang sehat saat jadwal vaksinasi. Di sisi lain, kesibukan orang tua atau lupa terhadap jadwal imunisasi juga dapat menyebabkan anak tidak mendapatkan vaksin sesuai waktu yang dianjurkan. Faktor lain yang tidak kalah penting adalah terbatasnya pengetahuan sebagian masyarakat mengenai manfaat dan keamanan imunisasi, serta adanya kesalahpahaman mengenai efek samping vaksin yang masih beredar di masyarakat. Situasi pandemi COVID-19 beberapa waktu lalu juga turut memengaruhi keputusan sebagian orang tua untuk menunda membawa anak ke fasilitas kesehatan karena kekhawatiran terhadap risiko penularan penyakit.

Dalam kondisi seperti ini, upaya untuk mengejar ketertinggalan imunisasi menjadi sangat penting. Anak yang melewatkan jadwal vaksinasi masih dapat menerima imunisasi susulan sesuai dengan rekomendasi tenaga kesehatan. Oleh karena itu, orang tua disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter atau tenaga kesehatan guna mendapatkan jadwal imunisasi yang tepat. Di sisi lain, pemerintah dan tenaga kesehatan juga memiliki peran penting dalam meningkatkan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya imunisasi, terutama di daerah dengan akses informasi kesehatan yang masih terbatas.

Imunisasi merupakan cara paling efektif untuk mencegah campak. Vaksin campak mampu memberikan perlindungan tinggi terhadap infeksi serta membantu membentuk kekebalan kelompok di masyarakat. Dalam epidemiologi dikenal konsep kekebalan kelompok atau herd immunity, yaitu kondisi ketika sebagian besar populasi memiliki kekebalan terhadap suatu penyakit sehingga penularan virus menjadi sangat terbatas. Untuk penyakit yang sangat menular seperti campak, cakupan imunisasi yang tinggi menjadi sangat penting agar virus tidak mudah menyebar di masyarakat. Ketika semakin banyak anak tidak mendapatkan imunisasi, perlindungan kolektif tersebut dapat melemah. Akibatnya, wabah campak dapat kembali muncul dan berisiko menyerang kelompok yang paling rentan, seperti bayi, balita, maupun anak dengan kondisi kesehatan tertentu yang tidak dapat menerima vaksin.

Dampak program imunisasi campak juga telah terbukti secara global. Berbagai laporan menunjukkan bahwa vaksinasi campak berkontribusi menurunkan sekitar 75 persen angka kejadian campak dan mengurangi hingga 79 persen kematian akibat penyakit tersebut. Bahkan selama dua dekade terakhir, diperkirakan sekitar 20,3 juta kematian dapat dicegah berkat program imunisasi campak di berbagai negara.

Fakta tersebut menunjukkan bahwa imunisasi merupakan salah satu intervensi kesehatan masyarakat yang paling efektif dalam melindungi anak dari berbagai penyakit menular. Program imunisasi telah terbukti mampu menekan angka kesakitan dan kematian pada anak di berbagai negara selama beberapa dekade terakhir. Oleh karena itu, memastikan anak mendapatkan imunisasi sesuai jadwal merupakan langkah sederhana namun sangat penting untuk menjaga kesehatan mereka sekaligus melindungi masyarakat secara lebih luas. Ketika semakin banyak anak mendapatkan imunisasi, penyebaran penyakit menular dapat ditekan sehingga risiko terjadinya wabah juga dapat diminimalkan.

Campak seharusnya tidak lagi menjadi penyebab kesakitan dan kematian pada anak di era kedokteran modern. Vaksin yang aman dan efektif telah tersedia selama puluhan tahun dan telah digunakan secara luas di berbagai negara. Namun perlindungan tersebut hanya dapat terwujud apabila setiap anak mendapatkan imunisasi secara lengkap dan tepat waktu. Ketika imunisasi terlewat, penyakit yang sebenarnya dapat dicegah dapat kembali menyebar dan mengancam kesehatan bahkan nyawa anak. Karena itu, menjaga cakupan imunisasi tetap tinggi bukan hanya menjadi tanggung jawab tenaga kesehatan atau pemerintah, tetapi juga membutuhkan kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat, terutama para orang tua, untuk memastikan setiap anak memperoleh haknya tumbuh sehat dan terlindungi dari penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi. [T]

Penulis: Erika Suciari
Editor: Adnyana Ole

Tags: anak-anakcampakimunisasikesehatan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pemutakhiran Data Kemiskinan Penting sebagai Basis untuk Mengambil Kebijakan yang Adil bagi Warga Buleleng

Next Post

Marwah yang Tak Terbeli

Ni Made Erika Suciari

Ni Made Erika Suciari

Dokter umum yang menaruh perhatian pada isu kesehatan dan pencegahan penyakit pada anak.

Related Posts

Sekaa Teruna: Menjaga Tradisi, Mencetak Pemimpin

by Kadek Agus Yoga Dwipranata
June 4, 2026
0
Sekaa Teruna: Menjaga Tradisi, Mencetak Pemimpin

DI tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi yang berlangsung begitu cepat, generasi muda Bali menghadapi tantangan yang tidak sederhana. Mereka...

Read moreDetails

Korespondensi, Masihkah Diajarkan di Sekolah Kini?

by Angga Wijaya
June 4, 2026
0
Korespondensi, Masihkah Diajarkan di Sekolah Kini?

SIANG hari beberapa waktu lalu saat pulang kampung, saya membuka sebuah kotak lama berisi tumpukan surat. Kertas-kertas itu mulai menguning....

Read moreDetails

Pertemuan William James dan Vivekananda

by Agung Sudarsa
June 3, 2026
0
Pertemuan William James dan Vivekananda

Dua Biografi: Jalan dari Timur dan Barat SWAMI Vivekananda lahir dengan nama Narendra Nath Datta pada tahun 1863 di Kolkata,...

Read moreDetails

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

by Eril Paizi
June 2, 2026
0
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

Read moreDetails

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

by Early NHS
June 2, 2026
0
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

Read moreDetails

(Tidak Ada) Literasi Digital

by I Wayan Artika
June 2, 2026
0
(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

Read moreDetails

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

by Rsi Suwardana
June 1, 2026
0
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

Read moreDetails

Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

by Agung Sudarsa
June 1, 2026
0
Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

Hari Lahir Pancasila: Merayakan Gagasan Besar Bangsa Setiap tanggal 1 Juni bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila. Pada hari itu,...

Read moreDetails

Awas Ada Pocong!

by Dede Putra Wiguna
May 31, 2026
0
Awas Ada Pocong!

BELAKANGAN ini, masyarakat di berbagai daerah di Indonesia dihebohkan oleh kemunculan ‘pocong jadi-jadian’. Sosok yang biasanya ada dalam cerita horor...

Read moreDetails

Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

by Ahmad Fatoni
May 31, 2026
0
Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

……………..Aku bertanya:Apakah gunanya pendidikanbila hanya akan membuat seseorang menjadi asingdi tengah kenyataan persoalannya?Apakah gunanya pendidikanbila hanya mendorong seseorangmenjadi layang-layang di...

Read moreDetails
Next Post
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

Marwah yang Tak Terbeli

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Nalaskara’, Menafsir Nyala Siat Geni dalam Gerak yang Dinamis dan Penuh Semangat
Panggung

‘Nalaskara’, Menafsir Nyala Siat Geni dalam Gerak yang Dinamis dan Penuh Semangat

SOROT lampu panggung perlahan menghangatkan Wantilan Pura Puseh Desa Adat Batuan, Gianyar, Sabtu malam, 30 Mei 2026. Setelah denting gamelan...

by Dede Putra Wiguna
June 4, 2026
Cukup Telulas?
Bahasa

Cukup Telulas?

BISA jadi telanjur terbentuk stigma tiga belas identik dengan celaka, sial, dan segala bentuk ketidakberuntungan maka sangat penting diupayakan menghindari...

by Komang Berata
June 4, 2026
Sekaa Teruna: Menjaga Tradisi, Mencetak Pemimpin
Esai

Sekaa Teruna: Menjaga Tradisi, Mencetak Pemimpin

DI tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi yang berlangsung begitu cepat, generasi muda Bali menghadapi tantangan yang tidak sederhana. Mereka...

by Kadek Agus Yoga Dwipranata
June 4, 2026
Korespondensi, Masihkah Diajarkan di Sekolah Kini?
Esai

Korespondensi, Masihkah Diajarkan di Sekolah Kini?

SIANG hari beberapa waktu lalu saat pulang kampung, saya membuka sebuah kotak lama berisi tumpukan surat. Kertas-kertas itu mulai menguning....

by Angga Wijaya
June 4, 2026
Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten
Tualang

Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten

SEHARI di Baduy Luarbersama Bandesa/Panglingsir Desa Adat di Badung pada Jumat Paing Gumbreg, 15 Mei 2026, selain merasakan suasana alami...

by I Nyoman Tingkat
June 3, 2026
Dokter Gia: Pilihan Kata Mengolah Rasa
Bahasa

Dokter Gia: Pilihan Kata Mengolah Rasa

DOKTER Gia Pratama (dr. Gia) —seorang dokter dan penulis yang aktif di media sosial untuk mengedukasi masyarakat dalam dunia kesehatan—pernah...

by I Made Sudiana
June 3, 2026
Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah
Khas

Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

DESA Kedisan di Kintamani, Bangli, itu sebenarnya sudah “menjual” tanpa harus banyak usaha. Pemandangan Danau Batur yang tenang, udara sejuk, dan suasana desa yang...

by Ni Luh Putu Intan Nirmalasari
June 3, 2026
Dari Panggung Proklamasi di Desa Depeha: Ketika Siswa SD Mengumandangkan Kembali Teks Proklamasi yang Sakral
Panggung

Dari Panggung Proklamasi di Desa Depeha: Ketika Siswa SD Mengumandangkan Kembali Teks Proklamasi yang Sakral

SELASA pagi, 2 Juni 2026, udara dingin bergerak pelan hingga memenuhi setiap sudut Wantilan Kantor Desa Depeha, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng....

by Komang Sujana
June 3, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Reforma Agraria : Ketika Rakyat Hanya Memegang HGB di Atas HPL Bank Tanah

REFORMA Agraria merupakan salah satu agenda konstitusional yang lahir dari cita-cita besar para pendiri bangsa untuk mewujudkan keadilan sosial di...

by I Made Pria Dharsana
June 3, 2026
‘Ruwating Bumi’ —Tradisi Perang Gandu yang Menjelma Komposisi Semar Pegulingan
Panggung

‘Ruwating Bumi’ —Tradisi Perang Gandu yang Menjelma Komposisi Semar Pegulingan

MALAM itu, di Wantilan Pura Puseh Desa Adat Batuan, Gianyar, karya berjudul ‘Ruwating Bumi’ membuka rangkaian Diseminasi Karya Tugas Akhir...

by Dede Putra Wiguna
June 3, 2026
Refleksi Harmoni dalam Panggung Seni —Ketika Mahasiswa Sendratasik UPMI Bali Merawat Tradisi Melalui Karya Inovatif
Panggung

Refleksi Harmoni dalam Panggung Seni —Ketika Mahasiswa Sendratasik UPMI Bali Merawat Tradisi Melalui Karya Inovatif

DI tengah derasnya arus modernisasi yang terus menguji ketahanan budaya Bali, seni pertunjukan kembali menegaskan perannya sebagai ruang refleksi sekaligus...

by Dede Putra Wiguna
June 3, 2026
Pertemuan William James dan Vivekananda
Esai

Pertemuan William James dan Vivekananda

Dua Biografi: Jalan dari Timur dan Barat SWAMI Vivekananda lahir dengan nama Narendra Nath Datta pada tahun 1863 di Kolkata,...

by Agung Sudarsa
June 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co