10 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Donny Fattah, Arsitek Ritme dan Denyut Nadi Rock Indonesia

I Gede Joni Suhartawan by I Gede Joni Suhartawan
March 9, 2026
in Esai
Donny Fattah, Arsitek Ritme dan Denyut Nadi Rock Indonesia

Donny Fattah | Foto: Instagram God Bless

DALAM bentang sejarah musik rock di tanah air, sulit membayangkan struktur megah genre ini berdiri kokoh tanpa menyebut satu nama penting: Donny Fattah. Sejak fajar rock mulai menyingsing di Indonesia pada dekade 70-an, Donny bukan sekadar pemetik bas; ia adalah arsitek ritme yang memberikan ruh pada setiap dentuman rendah yang kita dengar. Mengenangnya bukan sekadar urusan nostalgia, melainkan upaya memahami bagaimana identitas musik rock Indonesia dibentuk, dirawat, dan diwariskan.

Kontribusi: Presisi dalam Harmoni

Donny Fattah adalah personifikasi dari presisi dan progresivitas. Saat musik rock mulai berakulturasi dengan telinga lokal, Donny membawa teknik bassline yang tidak hanya menjaga tempo, tetapi juga “berbicara”. Bersama God Bless, ia menciptakan standar baru bahwa seorang pemain bas memiliki ruang kreatif yang setara dengan gitaris maupun vokalis.

Ia adalah sosok yang mampu merajut harmoni rumit namun tetap terasa megah. Ia tidak sekadar mengikuti ketukan drum, melainkan mengisi celah melodi dengan frekuensi yang dalam dan berkarakter. Pengaruhnya membentang luas, menjadi referensi bagi generasi musisi setelahnya tentang bagaimana rock seharusnya dimainkan dengan integritas dan skill yang mumpuni tanpa kehilangan sentuhan rasa.

Diskografi Ikonik: Dari Progresif hingga Kritik Sosial

Jejak artistik Donny paling benderang terekam dalam diskografi emas God Bless. Album “Huma di Atas Bukit” (1975) adalah tonggak awal rock progresif Indonesia yang puitis. Simak bagaimana ia membawa kita pada perenungan tentang kesederhanaan alam tanah air:

Seribu rambutmu yang hitam terurai
Seribu cemara seolah mendera
Seribu duka nestapa di wajah nan ayu
Seribu luka yang nyeri di dalam dadaku oh

Nampaknya tiada lagi yang diresahkan
Dan juga tak digelisahkan
Kecuali dihayati
Secara syahdu bersama
Oh selamanya bersama selamanya

Memasuki era 80-an, Donny turut membidangi lahirnya lagu-lagu yang menjadi “anthem” perjuangan sosial. Dalam album “Semut Hitam” (1988), menjadi potret realitas tak lekang  era rezim apa pun negeri ini:

Semut-semut hitam yang berjalan
Melintas segala rintangan
Satu semboyan di dalam tujuan
Cari makan lalu pulang
Yok! Ikut langkah yang terdepan
Yok! Ikut ke kiri ke kanan
Semut-semut seirama
Semut-semut yang senada
Nyanyikan hymne bersama
“Makan! Makan! Makan!”
Semut hitam
Semut hitam
Uh-woo, maju jalan! (semut! semut!), aww!
Semut-semut makan sisa-sisa
Toleransi .peradaban dunia
Sementara yang katanya manusia
Makhluk paling bijaksana
Oh! halalkan segala cara
Oh! menipu soal biasa
Semut-semut menyaksikan
Semut-semut mendengarkan
Teriakan, jerit makian
“Gila! Gila! Gila!”
Semut hitam
Semut hitam
Uh-woo, maju jalan!
Semut hitam
Semut hitam
Uh-woo, maju jalan!

Tak berhenti di sana, melalui proyek Gong 2000, Donny menunjukkan sisi nasionalisme yang gagah. Lagu “Menjilat Matahari” menjadi simbol kegagahan musisi rock Indonesia yang berani menantang keterbatasan dengan kata “menjilat” sebagai diksi multi tafsir yang luar biasa:

Oh matahari didalam dekapan
Bagai darah warnanya merah
Oh panasnya bakar sekujur tubuh
Mengoyak jiwa

Dunia
Simpanlah tangis dan duka
Yang melanda
Harapan sia-sia
Di kehidupan
(Manusia-manusia)
Tak mampu bicara

Refleksi Maestro Masa Kini

Kehebatan Donny Fattah diakui lintas generasi sebagai standar emas industri musik. Dewa Budjana sering kali menekankan betapa pentingnya peran Donny dalam memberikan kedalaman tekstur pada komposisi musik rock—sebuah kualitas yang jarang ditemukan pada pemain bas biasa.

Sementara itu, Ahmad Dhani mengakui bahwa God Bless, dengan Donny Fattah sebagai pilar ritmenya, adalah pengaruh besar bagi musisi generasi 90-an. Bagi Dhani, konsistensi Donny adalah inspirasi tentang bagaimana sebuah grup musik rock tetap bisa relevan dan berwibawa selama berdekade-dekade di tengah perubahan zaman yang cepat.

Penutup: Legacy yang Tak Lekang

Bagi Donny Fattah, menjadi seorang rocker bukan berarti kehilangan jati diri sebagai putra bangsa. Ia membuktikan bahwa musik rock bisa menjadi media untuk mencintai Indonesia lewat kritik yang membangun, kekaguman pada alam, dan semangat pantang menyerah.

Ia telah mewariskan lebih dari sekadar rekaman lagu; ia meninggalkan sebuah standar estetika dan semangat untuk terus bereksplorasi. Namanya akan tetap bergema setiap kali kita mendengar dentuman rendah bas yang berwibawa—sebuah detak jantung musik rock yang takkan pernah berhenti berdenyut di tanah air.

Jakarta, 8/3/26

Penulis: I Gede Joni Suhartawan
Editor: Adnyana Ole

Tags: God Blessin memoriammusik
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Mudik Lebaran dan Komunikasi Intrabudaya

Next Post

Umbu Landu Paranggi Datang dalam Mimpi: ‘Kembali ke Huma’

I Gede Joni Suhartawan

I Gede Joni Suhartawan

Penulis tinggal di Prambanan Klaten Jawa Tengah. Pernah bekerja di SCTV dan pernah menjadi Head of Production Creative Development Center di Trans Corp (TransTV and Trans|7)

Related Posts

SIAPA BHATARA GURU DI KEMULAN (?) — MEMAHAMI KAWITAN DAN PITARA: Antara Atma yang Universal dan Jiwa yang Personal — [Bagian 2]

by Sugi Lanus
March 9, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

Orang Bali memuja leluhur sebagai Jiwa Suci Personal (Pitara-Pitari) dan memuja leluhur sebagai Asal Muasal Kehidupan dan sekaligus Guru Kehidupan...

Read moreDetails

Perlukah Kita Marah Ketika Karya Seni Tidak Seperti yang Biasa Kita Lihat? –Membaca Ogoh-Ogoh di Bali Hari Ini

by Satria Aditya
March 9, 2026
0
Ogoh-ogoh “Ulian Manuse” di Kubutambahan, Tentang Ulah Manusia, Dibuat dari Limbah Plastik

SETIAP menjelang hari raya nyepi, masyarakat bali dan para pelancong yang sengaja datang ke bali menantinkan satu peristiwa yang meriah...

Read moreDetails

MEMAHAMI KAWITAN DAN PITARA: Antara Atma yang Universal dan Jiwa yang Personal  — [Bagian 1]

by Sugi Lanus
March 9, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

DALAM tradisi spiritual di Bali, seringkali terjadi penyempitan makna mengenai pemujaan "Kawitan". Banyak yang mengidentikkan Kawitan hanya sebatas tokoh sejarah...

Read moreDetails

Umbu Landu Paranggi Datang dalam Mimpi: ‘Kembali ke Huma’

by Angga Wijaya
March 9, 2026
0
Umbu Landu Paranggi Datang dalam Mimpi: ‘Kembali ke Huma’

SEMINGGU lalu, mendiang Umbu Landu Paranggi datang lagi dalam mimpi malam saya. Ia berdiri tidak jauh dari saya. Wajahnya seperti...

Read moreDetails

Mudik Lebaran dan Komunikasi Intrabudaya

by Chusmeru
March 9, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

KERIUHAN selalu akan terjadi menjelang Lebaran di Indonesia. Seperti biasa, mereka yang bekerja di instansi pemerintah maupun swasta selalu menunggu...

Read moreDetails

Keseimbangan Rasio dan Rasa

by Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG
March 8, 2026
0
Puasa, Kebutuhan dan Hari Kelahiran

PERHATIKAN orang yang berselancar, begitu menikmatinya. Justru semakin besar gelombang, semakin peselancar itu menikmati rasanya. Kenapa orang itu bisa melakukannya?...

Read moreDetails

Simakrama: Ruang Bersama yang Hilang

by Agung Sudarsa
March 7, 2026
0
Simakrama: Ruang Bersama yang Hilang

SETIAP Sabtu pagi di akhir bulan, Wantilan DPRD Renon bukan sekadar bangunan terbuka dengan tiang-tiang kokoh dan lantai semen yang...

Read moreDetails

Etika Universal: Menembus Batas Agama, Merajut Persahabatan Global

by Agung Sudarsa
March 6, 2026
0
Etika Universal: Menembus Batas Agama, Merajut Persahabatan Global

“I am not a man of religion, but religion alone cannot solve all our problem.” (Beyond Religion: Ethics for a...

Read moreDetails

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
0
Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

Read moreDetails

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

Read moreDetails
Next Post
Umbu Landu Paranggi Datang dalam Mimpi: ‘Kembali ke Huma’

Umbu Landu Paranggi Datang dalam Mimpi: 'Kembali ke Huma'

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sanggar Suara Mustika, Buleleng: Dari Gong Warisan Kakek Menuju Pesta Kesenian Bali

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pemutakhiran Data Kemiskinan Penting sebagai Basis untuk Mengambil Kebijakan yang Adil bagi Warga Buleleng
Pemerintahan

Pemutakhiran Data Kemiskinan Penting sebagai Basis untuk Mengambil Kebijakan yang Adil bagi Warga Buleleng

DEWAN Perwakilan Rakyat daerah (DPRD) Buleleng mengelar pertemuan penting guna membahas arah pembangunan daerah ke depan serta validasi data sosial....

by tatkala
March 9, 2026
‘Gangga Maya’ Antar Garas Prahmantara Juara 1 Lomba Sketsa Ogoh-Ogoh Kasanga Festival 2026
Panggung

‘Gangga Maya’ Antar Garas Prahmantara Juara 1 Lomba Sketsa Ogoh-Ogoh Kasanga Festival 2026

DI antara deretan karya dalam Lomba Sketsa Ogoh-ogoh pada Kasanga Festival 2026, sebuah gambar berjudul “Gangga Maya” menarik perhatian dewan...

by Dede Putra Wiguna
March 9, 2026
Menanggalkan Mental ‘Parekan’: Reorientasi Strategi Bali di Rimba Raya Jakarta  —Tanggapan untuk Esai ‘Lakon Lobi Pedidian’ I Gede Joni Suhartawan
Opini

Menanggalkan Mental ‘Parekan’: Reorientasi Strategi Bali di Rimba Raya Jakarta —Tanggapan untuk Esai ‘Lakon Lobi Pedidian’ I Gede Joni Suhartawan

TULISAN I Gede Joni Suhartawan mengenai Lakon Lobi Pedidian Bali di Pusat di tatkala.co membuka kotak pandora yang selama ini...

by Jro Gde Sudibya
March 9, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

SIAPA BHATARA GURU DI KEMULAN (?) — MEMAHAMI KAWITAN DAN PITARA: Antara Atma yang Universal dan Jiwa yang Personal — [Bagian 2]

Orang Bali memuja leluhur sebagai Jiwa Suci Personal (Pitara-Pitari) dan memuja leluhur sebagai Asal Muasal Kehidupan dan sekaligus Guru Kehidupan...

by Sugi Lanus
March 9, 2026
Ogoh-ogoh “Ulian Manuse” di Kubutambahan, Tentang Ulah Manusia, Dibuat dari Limbah Plastik
Esai

Perlukah Kita Marah Ketika Karya Seni Tidak Seperti yang Biasa Kita Lihat? –Membaca Ogoh-Ogoh di Bali Hari Ini

SETIAP menjelang hari raya nyepi, masyarakat bali dan para pelancong yang sengaja datang ke bali menantinkan satu peristiwa yang meriah...

by Satria Aditya
March 9, 2026
Di Balik Meriahnya Kasanga Festival 2026, Ada Sampah yang Dipilah
Panggung

Di Balik Meriahnya Kasanga Festival 2026, Ada Sampah yang Dipilah

DI tengah riuh pengunjung dan hiruk-pikuk festival, sekelompok pemuda-pemudi justru sibuk memilah sampah. Di Kasanga Festival 2026, pengelolaan sampah bukan...

by Dede Putra Wiguna
March 9, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

MEMAHAMI KAWITAN DAN PITARA: Antara Atma yang Universal dan Jiwa yang Personal  — [Bagian 1]

DALAM tradisi spiritual di Bali, seringkali terjadi penyempitan makna mengenai pemujaan "Kawitan". Banyak yang mengidentikkan Kawitan hanya sebatas tokoh sejarah...

by Sugi Lanus
March 9, 2026
Lakon “Lobi Pedidian” Bali di Pusat —Catatan Tentang Lobi Bali Terkini
Opini

Lakon “Lobi Pedidian” Bali di Pusat —Catatan Tentang Lobi Bali Terkini

ADA nada genting yang terselip dalam pernyataan Gubernur Bali Wayan Koster belakangan ini. Saat ia meminta para wakil Bali di...

by I Gede Joni Suhartawan
March 9, 2026
Ketika Para Bocah Mengarak Ogoh-Ogoh di Kasanga Festival 2026
Panggung

Ketika Para Bocah Mengarak Ogoh-Ogoh di Kasanga Festival 2026

HARI itu, Minggu pagi, 8 Maret 2026, langkah-langkah kecil berbaris rapi. Lapangan Puputan Badung, Denpasar berubah menjadi arena budaya yang...

by Dede Putra Wiguna
March 9, 2026
Dari Sketsa, Tapel, hingga Ogoh-Ogoh Mini: Ketika Generasi Muda Denpasar Adu Kreativitas di Kasanga Festival 2026
Panggung

Dari Sketsa, Tapel, hingga Ogoh-Ogoh Mini: Ketika Generasi Muda Denpasar Adu Kreativitas di Kasanga Festival 2026

PULUHAN sketsa, tapel, dan ogoh-ogoh mini berjajar di dalam tenda pameran Kasanga Festival 2026 di Lapangan Puputan Badung, Denpasar. Di...

by Dede Putra Wiguna
March 9, 2026
Umbu Landu Paranggi Datang dalam Mimpi: ‘Kembali ke Huma’
Esai

Umbu Landu Paranggi Datang dalam Mimpi: ‘Kembali ke Huma’

SEMINGGU lalu, mendiang Umbu Landu Paranggi datang lagi dalam mimpi malam saya. Ia berdiri tidak jauh dari saya. Wajahnya seperti...

by Angga Wijaya
March 9, 2026
Donny Fattah, Arsitek Ritme dan Denyut Nadi Rock Indonesia
Esai

Donny Fattah, Arsitek Ritme dan Denyut Nadi Rock Indonesia

DALAM bentang sejarah musik rock di tanah air, sulit membayangkan struktur megah genre ini berdiri kokoh tanpa menyebut satu nama...

by I Gede Joni Suhartawan
March 9, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co