24 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Refleksi Pendidikan dalam Bioskop India Jalan-Jalan di Karangasem

Ni Kadek Grace Vernita by Ni Kadek Grace Vernita
March 7, 2026
in Panggung
Refleksi Pendidikan dalam Bioskop India Jalan-Jalan di Karangasem

Bioskop India Jalan-Jalan di aula Yayasan Yasa Kerthi, Karangasem | Foto: Grace

LAYAR putih besar sudah terpasang di panggung aula Yayasan Yasa Kerthi, Karangasem, Jumat (6/3) malam. Gedung seluas 500 m2 yang biasanya sepi dan hening di malam hari ini, mendadak ramai dihadiri hampir 500 orang. Di sinilah, Boomba Ride akan diputar. Film India berdurasi 70 menit ini akan menemani masyarakat Karangasem hingga pukul 20.30 Wita.

Penonton yang terdiri dari komunitas teater, siswa, mahasiswa, dan masyarakat umum datang dengan sumringah. Malam ini terasa sangat istimewa karna sudah sangat jarang, bahkan mungkin tidak pernah lagi, komunitas film mengadakan kegiatan nonton bersama. Pada dekade sebelum 2000-an, layar tancap memang sering diadakan, bahkan hingga ke desa-desa. Namun, setelah TV semakin marak dan digitalisasi ferfilman semakin merebak, layar tancap sangat jarang ditemukan. Ini mungkin menjadi kesenangan tersendiri bagi ratusan penonton yang hadir.

Bioskop India Jalan-Jalan di aula Yayasan Yasa Kerthi, Karangasem | Foto: Grace

Kegiatan menonton film ini merupakan program penguatan kebudayaan India oleh Consulat General of India, Bali bersama Teater Garaka dan Singaraja Menonton. Tajuknya adalah Bioskop India Jalan-Jalan.

Ada sesi menarik sebelum film India itu diputar, yaitu pemutaran film pendek karya siswa. Ada dua film pendek yang diputar, yaitu Terjebak karya Teater Garaka SMA Negeri 1 Amlapura dan Sebelum Cahaya Itu Padam karya Teater Galang Kangin SMA Negeri 2 Amlapura. Sesudah kedua dilm ini diputar, Tarania, selaku host dalam acara ini memanggil Kardian Narayana, filmmaker dari Singaraja Menonton untuk memberikan kritik atas kedua karya tersebut.

Orisinalitas dan isu adalah hal utama yang disoroti oleh Kardian. Praktisi film yang aktivitasnya sudah menasional ini mengungkapkan, semasih menjadi siswa, tidak apa-apa karya kita jelak, kurang bagus, tetapi jujur, termasuk juga pemuatan musik. Kejujuran akan menjadi fondasi baik dalam berkarya.

Dua film pendek karya siswa

Bagi Kardian, kelemahan lainnya dari dua film itu adalah kekritisan atas isu yang menjadi dasar pembuatan film. Baginya, isu kedua film di atas: narkoba dan keluarga, belum cukup kritis. Pola alurnya pun masih template, misalnya seorang pemuda dijebak memakai narkoba lalu ditangkap polisi. Pun dalam film kedua, seorang anak yang kuliah, lalu kembali ke rumah dengan ibu yang sudah meninggal.

Tepat pukul 19.00 Wita saat perwakilan Konsul India selesai menyampaikan pidatonya, lampu sorot mulai di padamkan. Semua mata pun tertuju pada layar putih besar di depan mereka.

Boomba Ride diputar. Film diawali dengan komedi dari tokoh Boomba sehingga penonton berhasil dibuat tertawa bersama. Namun, hingga beberapa menit berukutnya, penonton mulai paham bahwa flim ini bukan komedi biasa.

Boomba Ride mengisahkan realitas pendidikan yang dijalankan di daerah pelosok. Berkisah tentang sebuah sekolah dasar di pedesaan Assam yang hanya memiliki satu-satunya murid yaitu “Boomba”. Para guru di sana terus berjuang mempertahankan sekolah agar tidak tutup. Namun, sayangnya, motifnya sesungguhnya bukan untuk pendidikan, bukan untuk melihat anak didiknya sukses di masa depan, melainkan tujuan ekonomi agar mereka tidak kehilangan uang yang diberikan pemerintah untuk mengelola sekolah itu. Boomba sendiri tahu posisinya sebagai kunci bisnis guru-gurunya. Ia pun dengan sengaja menyusahkan mereka, misalnya dengan enggan datang ke sekolah. Agar mau datang ke sekolah, guru-gurunya terus membujuknya dengan makanan, ayam kampung, bahkan uang.

Pemutaran film Boomba Ride | Foto: Grace

Meskipun bernada komedi, film ini menyoroti realitas kenyataan pahit mengenai buruknya infrastruktur sekolah di pedesaan dan pelosok terpencil. Film ini juga juga merupakan satire terkait korupsi di tingkat bawah. Memberikan gambaran bahwa permasalahan pendidikan itu sistemik, dari pemerintah paling atas, lewat kebijakan politik pendidikannya, hingga pelaksana paling bawah melalui korupsi-korupsinya. Kisah dalam film ini memang sederhana, tetapi ada peristiwa yang menyentuh hati, sekaligus menyindir, menunjukkan bagaimana pendidikan seharusnya mentransformasi kehidupan, namun justru dijadikan alat korupsi menerima uang.

Boomba Ride berakhir dipukul 20.20 Wita. Namun, aktivitas tidak berhenti. Rintik hujan memang turun di malam itu, tetapi antusiasme penonton takturun. Di Akhir flim, penonton diajak berdiskusi.

“Dari flim yang saya nonton, itu sangat memotivasi saya sendiri. Saya menyadari bagaimana ketimpangan pendidikan antara daerah perkotaan dan di pelosok pedasaan. Karenanya saya berharap besar, ketika saya astungkara berhasil menjadi seorang guru. Saya sangat berharap sekali nantinya saya akan di tempatkan di daerah pelosok-pelosok kecil. Tidak masalah mengenai jarak tetapi mengenai bagaimana saya memberikan pendidikan yang layak bagi anak-anak disana.” Ucap Dayu salah satu Mahasiswa STKIP Agama Hindu yang merupakan salah satu penonton setia dalam acara itu.

Penonton pada acara Bioskop India Jalan-Jalan di aula Yayasan Yasa Kerthi, Karangasem | Foto: Grace

Di akhir penyampaiannya, Aries Pidrawan, salah satu fasilitator dalam kegiatan “Bioskop India Jalana-Jalan” mengungkapkan, dari beberapa film yang ditentukan, ia memilih Boomba Ride karena dianggap sangat selaras dengan kondisi pendidikan saat ini di Indonesia, termasuk juga di Karangasem. Yayasan Yasa Kerti sangat dekat dengan kampus pendidikan, juga dihadiri oleh siswa dan praktisi pendidikan. Jadi, menurutnya, pemutaran Boomba Ride bisa menjadi bahan refleksi bagi penguatan pendidikan di Karangasem. Boomba Ride adalah pemantik kesadaran bahwa di Karangasem sendiri, penguatan kualitas pendidikan masih perlu ditingkatkan. [T]

Penulis: Ni Kadek Grace Vernita
Editor: Adnyana Ole

Tags: film Indiafilm indiefilm pendekindiakarangasemSingaraja MenontonSMAN 1 AmlapuraSMAN 2 Amlapura
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Rampung Sebelum Penghabisan | Cerpen Kadek Indra Putra

Next Post

Simakrama: Ruang Bersama yang Hilang

Ni Kadek Grace Vernita

Ni Kadek Grace Vernita

Siswa SMA Negeri 1 Amlapura. Menekuni bidang sastra, utamanya cerpen sejak duduk di bangku SMP. Saat ini mengembangkan kemampuan sastra di Teater Garaka dan dunia penulisan jurnalistik di Tika Smansapura.

Related Posts

Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud

by Nyoman Budarsana
August 23, 2026
0
Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud

KETIKA musik itu dimainkan, nadanya terasa enak, liriknya menyentuh hati, dan langsung terbayang cerita drama seri yang sangat populer. Melodinya...

Read moreDetails

150 Penari Buka Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
150 Penari Buka Buleleng Festival 2026

KEMEGAHAN menyambut malam pembukaan Buleleng Festival 2026. Sebanyak 150 penari tampil memukau dalam kolaborasi akbar, mengawali peresmian festival yang dibuka...

Read moreDetails

Cara Anak Muda Menikmati Spirit Masa Lalu di Praja Mandala Singa Ambara Raja; Dari “Suara Senja” ke “Buleleng Festival”

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
Cara Anak Muda Menikmati Spirit Masa Lalu di Praja Mandala Singa Ambara Raja; Dari “Suara Senja” ke “Buleleng Festival”

LELAKI muda duduk di sebuah kursi panjang di bawah pohon kamboja di Palemahan Kangin, Kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja,...

Read moreDetails

“Maborbor” : Menyimak Kesakralan Tari Sanghyang Janger di Desa Metra dalam Perspektif Etnoestetika

by I Putu Gede Pradipta Utama
August 17, 2026
0
“Maborbor” : Menyimak Kesakralan Tari Sanghyang Janger di Desa Metra dalam Perspektif Etnoestetika

DI tengah kehidupan masyarakat Desa Metra, Yang Api, Kecamatan Tembuku, Kabupaten Bangli, masih lestari sebuah seni pertunjukan ritual yang memiliki...

Read moreDetails

Dari Matahari Terbit hingga Kecak: Sanur Menjadi Panggung Kemerdekaan

by Nyoman Budarsana
August 17, 2026
0
Dari Matahari Terbit hingga Kecak: Sanur Menjadi Panggung Kemerdekaan

MATAHARI perlahan muncul ketika alunan musik mulai mengisi udara pagi di Pantai Sanur. Di antara suara ombak dan cahaya matahari...

Read moreDetails

Gerak Ceria Nusantara, Menanamkan Kebhinekaan Sejak Dini Lewat Seni Tari

by Nyoman Budarsana
August 17, 2026
0
Gerak Ceria Nusantara, Menanamkan Kebhinekaan Sejak Dini Lewat Seni Tari

ANAK-ANAK bergerak mengikuti irama. Ada yang mengepakkan tangan seperti burung, melangkah dalam barisan, memainkan properti, hingga berpindah formasi bersama teman-temannya....

Read moreDetails

Gelar Karya “Lihat Kebunku”: Anak-Anak yang Bertumbuh melalui Permainan dan Kesenian

by Nyoman Budarsana
August 16, 2026
0
Gelar Karya “Lihat Kebunku”: Anak-Anak yang Bertumbuh melalui Permainan dan Kesenian

ANAK-ANAK itu menebar senyum ceria. Di tengah halaman hijau yang teduh, mereka berlari, bermain, bernyanyi, dan berinteraksi bersama teman-temannya. Ruang...

Read moreDetails

Nenden Shintawati di SUVJF 2026: Dari Penyanyi Cilik ke Jazz Kelas Dunia

by Dede Putra Wiguna
August 15, 2026
0
Nenden Shintawati di SUVJF 2026: Dari Penyanyi Cilik ke Jazz Kelas Dunia

SALAH satu momen menarik ketika Salamander Big Band tampil membuka Sthala Ubud Village Jazz Festival (SUVJF) 2026 pada Jumat, 7...

Read moreDetails

Sebelum Merah Putih Berkibar, SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar Sudah Riuh Lebih Awal Lewat Panggung Ekspresi

by Dede Putra Wiguna
August 15, 2026
0
Sebelum Merah Putih Berkibar, SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar Sudah Riuh Lebih Awal Lewat Panggung Ekspresi

SORAK sorai suporter terdengar dari sudut aula. Tepuk tangan menyambut setiap penampilan, sementara tawa pecah di antara adegan-adegan drama yang...

Read moreDetails

Ubud FolkFest 2026: Menanam Seni dan Budaya untuk Masa Depan

by Nyoman Budarsana
August 15, 2026
0
Ubud FolkFest 2026: Menanam Seni dan Budaya untuk Masa Depan

KETIKA suling mulai dimainkan, suasana seketika berubah. Para pemain Genjek Pondok Pekak, Ubud, bergerak dengan ekspresi yang kuat. Penari laki-laki...

Read moreDetails
Next Post
Simakrama: Ruang Bersama yang Hilang

Simakrama: Ruang Bersama yang Hilang

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Telur Segara, Bibit Kehidupan”, Metafora Jika Laut Adalah Makhluk Hidup
Ulas Rupa

“Telur Segara, Bibit Kehidupan”, Metafora Jika Laut Adalah Makhluk Hidup

PADA tahun 2023, terdapat sebuah pameran seni rupa yang mengangkat tentang laut dan ekosistemnya. Pameran tersebut berjudul “Surya Segara Rupa”...

by Savitri Sastrawan
August 24, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [6]: Algoritma sebagai Kurator yang Tak Pernah Membaca

ADA satu paradoks yang jarang diucapkan dalam diskusi tentang ekosistem sastra digital, bahwa kurator terbesar sastra Indonesia hari ini adalah...

by Andre Syahreza
August 24, 2026
105 UMKM Lokal Raup Untung, Perputaran Ekonomi Buleleng Festival 2026 Tembus Rp3,091 Miliar  —— Bupati Sutjidra Ucapkan Terima Kasih
Ekonomi

105 UMKM Lokal Raup Untung, Perputaran Ekonomi Buleleng Festival 2026 Tembus Rp3,091 Miliar  —— Bupati Sutjidra Ucapkan Terima Kasih

PELAKSANAAN Buleleng Festival 2026 resmi ditutup Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra didampingi Wakil Bupati Gede Supriatna dari Panggung Utama Kawasan...

by tatkala
August 24, 2026
Ketika Kampus Negeri Bergeser Menjadi Arena Pasar Bebas
Opini

Ketika Kampus Negeri Bergeser Menjadi Arena Pasar Bebas

Masuk perguruan tinggi negeri (PTN) dulu sering dianggap seperti menembus gerbang prestise akademik. Seleksinya ketat, persaingannya tinggi, dan keberhasilannya sering...

by I Kadek Adhi Dwipayana
August 24, 2026
Sakrum: Sebuah Proses Meretas Jarak Duduk Ayah
Ulas Pentas

Sakrum: Sebuah Proses Meretas Jarak Duduk Ayah

SEBAGAI penari, aku bergerak dari kode satu ke kode gerak lainnya, sementara ayahku yang merupakan seorang pematung, bergerak dalam duduknya....

by Yanik Parta
August 24, 2026
Tikungan Desa Taro Dilengkapi Reflektor, Mahasiswa KKN-PPM XXXIII Udayana Dorong Keselamatan Pengguna Jalan
Pendidikan

Tikungan Desa Taro Dilengkapi Reflektor, Mahasiswa KKN-PPM XXXIII Udayana Dorong Keselamatan Pengguna Jalan

TIKUNGAN dengan jarak pandang terbatas menjadi titik yang membutuhkan perhatian lebih dari pengguna jalan. Karena itu, sejumlah tikungan di Desa...

by Dede Putra Wiguna
August 24, 2026
“Jangan Lupakanku”, Single Kedua Thalia Gunawan dalam Balutan Koplo
Pop

“Jangan Lupakanku”, Single Kedua Thalia Gunawan dalam Balutan Koplo

SETELAH pop upbeat menjadi langkah pertamanya, Thalia Gunawan memilih koplo untuk melanjutkan perjalanan. Penyanyi muda asal Denpasar, Bali, itu menghadirkan...

by Dede Putra Wiguna
August 24, 2026
Pendatang, Keamanan, dan Kebijaksanaan: Menjaga Bali Tanpa Kehilangan Dharma
Esai

Pendatang, Keamanan, dan Kebijaksanaan: Menjaga Bali Tanpa Kehilangan Dharma

Bali Sebagai Rumah yang Terbuka Bali sejak dahulu dikenal sebagai ruang perjumpaan. Laut yang mengelilinginya bukanlah tembok yang memisahkan, melainkan...

by Agung Sudarsa
August 24, 2026
Telenovela
Esai

Mengantar Saut Situmorang ke Salon

MENJADI panitia Kongres Cerpen II di Negara, Jembrana, Bali, pada 2001, ada satu kejadian yang hingga kini masih saya ingat....

by Angga Wijaya
August 24, 2026
Keringnya Iklim Diskursif Seni Rupa Bali Hari Ini
Kritik Seni

Keringnya Iklim Diskursif Seni Rupa Bali Hari Ini

“Everybody In Bali Seems to be an artist” Kutipan itu persis terlontar 89 tahun lalu dari Miguel Covarrubias. Seorang seniman...

by Made Chandra
August 24, 2026
Bupati Sutjidra dan Wabup Supriatna Larut dalam Kemeriahan Seni Bersama Masyarakat di Bulfest 2026
Budaya

Bupati Sutjidra dan Wabup Supriatna Larut dalam Kemeriahan Seni Bersama Masyarakat di Bulfest 2026

Semarak Buleleng Festival 2026 terus memuncak. Pada malam kelima, suasana Kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja dipenuhi canda, musik, dan...

by tatkala
August 23, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [5]: Penerbit yang Tidak Pernah Menolak

Buka KBM App, atau Wattpad, atau NovelToon, atau GoodNovel, atau salah satu dari selusin platform serupa yang tumbuh dalam ekosistem...

by Andre Syahreza
August 24, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co