25 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Refleksi Pendidikan dalam Bioskop India Jalan-Jalan di Karangasem

Ni Kadek Grace Vernita by Ni Kadek Grace Vernita
March 7, 2026
in Panggung
Refleksi Pendidikan dalam Bioskop India Jalan-Jalan di Karangasem

Bioskop India Jalan-Jalan di aula Yayasan Yasa Kerthi, Karangasem | Foto: Grace

LAYAR putih besar sudah terpasang di panggung aula Yayasan Yasa Kerthi, Karangasem, Jumat (6/3) malam. Gedung seluas 500 m2 yang biasanya sepi dan hening di malam hari ini, mendadak ramai dihadiri hampir 500 orang. Di sinilah, Boomba Ride akan diputar. Film India berdurasi 70 menit ini akan menemani masyarakat Karangasem hingga pukul 20.30 Wita.

Penonton yang terdiri dari komunitas teater, siswa, mahasiswa, dan masyarakat umum datang dengan sumringah. Malam ini terasa sangat istimewa karna sudah sangat jarang, bahkan mungkin tidak pernah lagi, komunitas film mengadakan kegiatan nonton bersama. Pada dekade sebelum 2000-an, layar tancap memang sering diadakan, bahkan hingga ke desa-desa. Namun, setelah TV semakin marak dan digitalisasi ferfilman semakin merebak, layar tancap sangat jarang ditemukan. Ini mungkin menjadi kesenangan tersendiri bagi ratusan penonton yang hadir.

Bioskop India Jalan-Jalan di aula Yayasan Yasa Kerthi, Karangasem | Foto: Grace

Kegiatan menonton film ini merupakan program penguatan kebudayaan India oleh Consulat General of India, Bali bersama Teater Garaka dan Singaraja Menonton. Tajuknya adalah Bioskop India Jalan-Jalan.

Ada sesi menarik sebelum film India itu diputar, yaitu pemutaran film pendek karya siswa. Ada dua film pendek yang diputar, yaitu Terjebak karya Teater Garaka SMA Negeri 1 Amlapura dan Sebelum Cahaya Itu Padam karya Teater Galang Kangin SMA Negeri 2 Amlapura. Sesudah kedua dilm ini diputar, Tarania, selaku host dalam acara ini memanggil Kardian Narayana, filmmaker dari Singaraja Menonton untuk memberikan kritik atas kedua karya tersebut.

Orisinalitas dan isu adalah hal utama yang disoroti oleh Kardian. Praktisi film yang aktivitasnya sudah menasional ini mengungkapkan, semasih menjadi siswa, tidak apa-apa karya kita jelak, kurang bagus, tetapi jujur, termasuk juga pemuatan musik. Kejujuran akan menjadi fondasi baik dalam berkarya.

Dua film pendek karya siswa

Bagi Kardian, kelemahan lainnya dari dua film itu adalah kekritisan atas isu yang menjadi dasar pembuatan film. Baginya, isu kedua film di atas: narkoba dan keluarga, belum cukup kritis. Pola alurnya pun masih template, misalnya seorang pemuda dijebak memakai narkoba lalu ditangkap polisi. Pun dalam film kedua, seorang anak yang kuliah, lalu kembali ke rumah dengan ibu yang sudah meninggal.

Tepat pukul 19.00 Wita saat perwakilan Konsul India selesai menyampaikan pidatonya, lampu sorot mulai di padamkan. Semua mata pun tertuju pada layar putih besar di depan mereka.

Boomba Ride diputar. Film diawali dengan komedi dari tokoh Boomba sehingga penonton berhasil dibuat tertawa bersama. Namun, hingga beberapa menit berukutnya, penonton mulai paham bahwa flim ini bukan komedi biasa.

Boomba Ride mengisahkan realitas pendidikan yang dijalankan di daerah pelosok. Berkisah tentang sebuah sekolah dasar di pedesaan Assam yang hanya memiliki satu-satunya murid yaitu “Boomba”. Para guru di sana terus berjuang mempertahankan sekolah agar tidak tutup. Namun, sayangnya, motifnya sesungguhnya bukan untuk pendidikan, bukan untuk melihat anak didiknya sukses di masa depan, melainkan tujuan ekonomi agar mereka tidak kehilangan uang yang diberikan pemerintah untuk mengelola sekolah itu. Boomba sendiri tahu posisinya sebagai kunci bisnis guru-gurunya. Ia pun dengan sengaja menyusahkan mereka, misalnya dengan enggan datang ke sekolah. Agar mau datang ke sekolah, guru-gurunya terus membujuknya dengan makanan, ayam kampung, bahkan uang.

Pemutaran film Boomba Ride | Foto: Grace

Meskipun bernada komedi, film ini menyoroti realitas kenyataan pahit mengenai buruknya infrastruktur sekolah di pedesaan dan pelosok terpencil. Film ini juga juga merupakan satire terkait korupsi di tingkat bawah. Memberikan gambaran bahwa permasalahan pendidikan itu sistemik, dari pemerintah paling atas, lewat kebijakan politik pendidikannya, hingga pelaksana paling bawah melalui korupsi-korupsinya. Kisah dalam film ini memang sederhana, tetapi ada peristiwa yang menyentuh hati, sekaligus menyindir, menunjukkan bagaimana pendidikan seharusnya mentransformasi kehidupan, namun justru dijadikan alat korupsi menerima uang.

Boomba Ride berakhir dipukul 20.20 Wita. Namun, aktivitas tidak berhenti. Rintik hujan memang turun di malam itu, tetapi antusiasme penonton takturun. Di Akhir flim, penonton diajak berdiskusi.

“Dari flim yang saya nonton, itu sangat memotivasi saya sendiri. Saya menyadari bagaimana ketimpangan pendidikan antara daerah perkotaan dan di pelosok pedasaan. Karenanya saya berharap besar, ketika saya astungkara berhasil menjadi seorang guru. Saya sangat berharap sekali nantinya saya akan di tempatkan di daerah pelosok-pelosok kecil. Tidak masalah mengenai jarak tetapi mengenai bagaimana saya memberikan pendidikan yang layak bagi anak-anak disana.” Ucap Dayu salah satu Mahasiswa STKIP Agama Hindu yang merupakan salah satu penonton setia dalam acara itu.

Penonton pada acara Bioskop India Jalan-Jalan di aula Yayasan Yasa Kerthi, Karangasem | Foto: Grace

Di akhir penyampaiannya, Aries Pidrawan, salah satu fasilitator dalam kegiatan “Bioskop India Jalana-Jalan” mengungkapkan, dari beberapa film yang ditentukan, ia memilih Boomba Ride karena dianggap sangat selaras dengan kondisi pendidikan saat ini di Indonesia, termasuk juga di Karangasem. Yayasan Yasa Kerti sangat dekat dengan kampus pendidikan, juga dihadiri oleh siswa dan praktisi pendidikan. Jadi, menurutnya, pemutaran Boomba Ride bisa menjadi bahan refleksi bagi penguatan pendidikan di Karangasem. Boomba Ride adalah pemantik kesadaran bahwa di Karangasem sendiri, penguatan kualitas pendidikan masih perlu ditingkatkan. [T]

Penulis: Ni Kadek Grace Vernita
Editor: Adnyana Ole

Tags: film Indiafilm indiefilm pendekindiakarangasemSingaraja MenontonSMAN 1 AmlapuraSMAN 2 Amlapura
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Rampung Sebelum Penghabisan | Cerpen Kadek Indra Putra

Next Post

Simakrama: Ruang Bersama yang Hilang

Ni Kadek Grace Vernita

Ni Kadek Grace Vernita

Siswa SMA Negeri 1 Amlapura. Menekuni bidang sastra, utamanya cerpen sejak duduk di bangku SMP. Saat ini mengembangkan kemampuan sastra di Teater Garaka dan dunia penulisan jurnalistik di Tika Smansapura.

Related Posts

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
0
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

Read moreDetails

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
0
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

Read moreDetails

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
0
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

Read moreDetails

“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

by Dede Putra Wiguna
October 8, 2026
0
“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

MEMAHAMI orang lain tidak selalu mudah. Apalagi ketika perbedaan pandangan semakin sering memisahkan, percakapan berubah menjadi perdebatan, dan orang lebih...

Read moreDetails

“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

by Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi
October 5, 2026
0
“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

INDONESIA Comic Con merupakan salah satu event yang mempertemukan berbagai unsur budaya populer. Di dalamnya terdapat berbagai kegiatan yang berkaitan...

Read moreDetails

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

by tatkala
October 4, 2026
0
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

Read moreDetails

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
0
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

Read moreDetails

Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

SENJA masih menyisakan cahayanya. Anak-anak penuh canda dan tawa duduk melingkar di bibir panggung yang telah dihias. Dengan santai, mereka...

Read moreDetails

Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

Ketika malam mulai turun, suasana Open Stage Museum ARMA, Ubud, berubah semarak. Kreativitas anak-anak muda tumpah dalam Lomba Baleganjur Ngarap...

Read moreDetails

21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

by Nyoman Budarsana
September 16, 2026
0
21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

Kabupaten Badung tampil dominan pada Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 dengan memborong 21 dari 37 gelar juara...

Read moreDetails
Next Post
Simakrama: Ruang Bersama yang Hilang

Simakrama: Ruang Bersama yang Hilang

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co