24 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

I Putu Suiraoka by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
in Esai
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

Ilustrasi tatkala.co | Canva

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran besar. Siang harinya ia duduk berjam-jam di kelas, sore dihabiskan dengan gawai. Di rumah, makan malam serba praktis karena orang tua lelah bekerja. Tanpa terasa, lingkar perut perlahan bertambah. Tekanan darah mulai naik. Gula darah merangkak pelan.

Inilah wajah obesitas hari ini—bukan drama, tetapi nyata.

Setiap 4 Maret, dunia memperingati World Obesity Day yang diprakarsai oleh World Obesity Federation. Data dari World Health Organization menunjukkan tren obesitas global terus meningkat pada anak maupun dewasa. Hal ini tentunya bukan lagi isu kosmetik, yang mencakup estetika dan penampilan saja, melainkan pintu masuk berbagai penyakit tidak menular yang membebani keluarga dan negara.

Obesitas kini diakui sebagai penyakit kronis yang kompleks, yang bukan semata-mata hasil dari kurangnya kemauan individu untuk mengatur makan atau berolahraga. Faktor genetik, lingkungan obesogenik, sistem pangan modern, urbanisasi, paparan iklan makanan ultra-proses, hingga ketimpangan sosial berkontribusi besar terhadap peningkatan prevalensinya. Dalam konteks global, laporan dari World Health Organization menunjukkan bahwa angka obesitas terus meningkat baik pada kelompok dewasa maupun anak-anak. Kondisi ini memperbesar risiko penyakit tidak menular seperti diabetes melitus tipe 2, hipertensi, penyakit jantung koroner, hingga beberapa jenis kanker.

Obesitas dan Paradoks Gizi Modern

Menariknya, banyak negara berkembang menghadapi fenomena double burden of malnutrition—kekurangan gizi dan kelebihan gizi (obesitas) terjadi secara bersamaan dalam satu populasi, bahkan dalam satu rumah tangga. Pola konsumsi tinggi energi namun rendah zat gizi mikro menjadi ciri umum masyarakat urban dan semi-urban. Makanan cepat saji dan minuman berpemanis semakin mudah diakses dibandingkan pangan segar lokal.

Di sisi lain, perubahan gaya hidup akibat digitalisasi turut meningkatkan perilaku sedentari. Anak-anak dan remaja menghabiskan lebih banyak waktu di depan layar dibandingkan aktivitas fisik di luar ruangan. Lingkungan yang kurang ramah pejalan kaki, minimnya ruang terbuka hijau, serta sistem transportasi yang tidak mendukung mobilitas aktif semakin memperburuk situasi.

Dampak Ekonomi dan Sosial

Obesitas juga membawa beban ekonomi yang signifikan. Biaya pengobatan penyakit terkait obesitas menyedot anggaran kesehatan nasional. Produktivitas kerja menurun akibat komplikasi kesehatan jangka panjang. Lebih jauh lagi, stigma terhadap individu dengan obesitas seringkali memperburuk kondisi psikologis mereka, menciptakan lingkaran setan antara stres emosional dan pola makan tidak sehat.

Pendekatan yang hanya menekankan “diet dan olahraga” ternyata tidaklah cukup. Yang dibutuhkan adalah perubahan sistem: kebijakan fiskal terhadap minuman berpemanis (misalnya penerapan pajak khusus), regulasi pemasaran makanan kepada anak (tidak menggunakan bahasa promosi yang menggiring atau menjebak), pelabelan gizi yang jelas (dan tentunya harus mudah dipahami), hingga integrasi edukasi gizi dalam kurikulum sekolah.

Peran Strategis Sektor Kesehatan dan Pendidikan

Tenaga kesehatan memiliki peran penting dalam melakukan skrining dini, konseling berbasis bukti, serta pendampingan berkelanjutan. Hasil skrining juga sebaiknya disampaikan kepada sasaran. Sehingga intervensi klinis dapat dilaksanakan berjalan beriringan dengan pendekatan promotif-preventif berbasis komunitas. Sekolah, keluarga, dan tempat kerja menjadi arena strategis untuk membangun budaya makan sehat dan aktif bergerak.

Dalam konteks pendidikan tinggi kesehatan, penguatan kurikulum berbasis life-course approach menjadi krusial. Obesitas perlu dipahami sejak periode prakonsepsi, kehamilan, masa anak, remaja, hingga dewasa dan lansia. Pencegahan obesitas tidak bisa dilakukan secara parsial dan sesaat.

Dari Kesadaran Menuju Komitmen

World Obesity Day 2026 seharusnya tidak berhenti pada kampanye simbolik, melainkan perlu diterjemahkan menjadi komitmen lintas sektor: pemerintah, akademisi, organisasi profesi, industri pangan, dan masyarakat sipil. Pendekatan pentahelix menjadi relevan untuk memastikan intervensi yang komprehensif dan berkelanjutan. Kita perlu menggeser narasi dari menyalahkan individu menjadi memperbaiki sistem. Dari sekadar slogan “kurangi makan, perbanyak olahraga” menjadi kebijakan konkret yang menciptakan lingkungan sehat. Dari pendekatan kuratif menuju pencegahan berbasis bukti.

Kabar baiknya: obesitas bisa dicegah, dan pencegahan selalu dimulai dari langkah kecil—yang bila dilakukan bersama, berubah menjadi gerakan besar.

Mari kita lakukan perubahan sistemik memang penting, tetapi fondasinya ada di rumah. Beberapa hal kecil yang dapat dilakukan antara lain :

  • Ubah isi gelas, bukan hanya isi piring.

    Mengganti minuman manis dengan air putih atau infused water adalah langkah sederhana yang langsung menurunkan asupan gula harian. Satu gelas minuman berpemanis (teh, kopi, syrup, jus dan yang lainnya) yang dihilangkan setiap hari dapat mengurangi ribuan kalori dalam sebulan.

    • Atur ulang tampilan dapur.

    Menyimpan cemilan buah di meja makan, sebagai pengganti biskuit atau keripik. Penataan visual memengaruhi pilihan makan secara tidak sadar.

    • Terapkan “jam makan tanpa gawai.”

    Makan sambil menonton atau bermain ponsel meningkatkan risiko makan berlebihan. Makan sadar (mindful eating) membantu mengenali rasa kenyang.

    • Gerak 30 menit, tanpa harus ke gym.

    Melakukan aktivitas berjalan kaki keliling kompleks, bersepeda bersama anak, berkebun, atau kerja bakti lingkungan sudah cukup untuk memulai. Hal yang dilakukan secara konsistens jauh lebih penting daripada intensitas ekstrem.

    • Bekal dari rumah.

    Membawakan anak bekal sederhana—nasi, lauk protein, sayur, dan buah—mengurangi paparan jajanan tinggi gula, garam, dan lemak.

    Langkah-langkah ini tampak kecil. Tetapi bila dilakukan oleh jutaan keluarga, dampaknya luar biasa. Pada akhirnya World Obesity Day 2026 adalah panggilan untuk bertindak, bukan nanti, bukan besok, tapi sekarang. [T]

    Penulis: I Putu Suiraoka
    Editor: Adnyana Ole

    Tags: giziobesitas
    ShareTweetSendShareSend
    Previous Post

    Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

    Next Post

    ‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

    I Putu Suiraoka

    I Putu Suiraoka

    Dr. I Putu Suiraoka, M.Kes., dosen di jurusan Gizi, Poltekkes Denpasar

    Related Posts

    Karnaval dan Kemacetan Sosial

    by Ahmad Fatoni
    August 24, 2026
    0
    Karnaval dan Kemacetan Sosial

    ADA sesuatu yang terasa ganjil setiap kali bulan Agustus tiba. Bendera Merah Putih berkibar di depan rumah, umbul-umbul menghiasi gang,...

    Read moreDetails

    Pendatang, Keamanan, dan Kebijaksanaan: Menjaga Bali Tanpa Kehilangan Dharma

    by Agung Sudarsa
    August 24, 2026
    0
    Pendatang, Keamanan, dan Kebijaksanaan: Menjaga Bali Tanpa Kehilangan Dharma

    Bali Sebagai Rumah yang Terbuka Bali sejak dahulu dikenal sebagai ruang perjumpaan. Laut yang mengelilinginya bukanlah tembok yang memisahkan, melainkan...

    Read moreDetails

    Mengantar Saut Situmorang ke Salon

    by Angga Wijaya
    August 24, 2026
    0
    Telenovela

    MENJADI panitia Kongres Cerpen II di Negara, Jembrana, Bali, pada 2001, ada satu kejadian yang hingga kini masih saya ingat....

    Read moreDetails

    Wajah Indonesia Bopeng

    by Petrus Imam Prawoto Jati
    August 23, 2026
    0
    Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

    SIDANG pembaca yang budiman, kemarin saya melihat di medsos, di daerah Banjarbaru, Kalimantan Selatan, seorang ibu bernama Riri Jayanti membagikan...

    Read moreDetails

    Renungan Meja Makan

    by Angga Wijaya
    August 22, 2026
    0
    Renungan Meja Makan

    DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

    Read moreDetails

    Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

    by I Ketut Suar Adnyana
    August 22, 2026
    0
    Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

    DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

    Read moreDetails

    Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

    by I Ketut Suar Adnyana
    August 21, 2026
    0
    Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

    BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

    Read moreDetails

    Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

    by I Wayan Yudana
    August 21, 2026
    0
    Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

    ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

    Read moreDetails

    Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

    by Tri Nugroho Adi
    August 21, 2026
    0
    Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

    ---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

    Read moreDetails

    JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

    by I Nyoman Gede Maha Putra
    August 21, 2026
    0
    JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

    SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

    Read moreDetails
    Next Post
    Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

    ‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

    Please login to join discussion

    Ads

    POPULER

    • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

      Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

      22 shares
      Share 22 Tweet 0
    • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

      5 shares
      Share 5 Tweet 0
    • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

      43 shares
      Share 43 Tweet 0

    ARTIKEL TERKINI

    Karnaval dan Kemacetan Sosial
    Esai

    Karnaval dan Kemacetan Sosial

    ADA sesuatu yang terasa ganjil setiap kali bulan Agustus tiba. Bendera Merah Putih berkibar di depan rumah, umbul-umbul menghiasi gang,...

    by Ahmad Fatoni
    August 24, 2026
    “Telur Segara, Bibit Kehidupan”, Metafora Jika Laut Adalah Makhluk Hidup
    Ulas Rupa

    “Telur Segara, Bibit Kehidupan”, Metafora Jika Laut Adalah Makhluk Hidup

    PADA tahun 2023, terdapat sebuah pameran seni rupa yang mengangkat tentang laut dan ekosistemnya. Pameran tersebut berjudul “Surya Segara Rupa”...

    by Savitri Sastrawan
    August 24, 2026
    Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
    Kritik Sastra

    Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [6]: Algoritma sebagai Kurator yang Tak Pernah Membaca

    ADA satu paradoks yang jarang diucapkan dalam diskusi tentang ekosistem sastra digital, bahwa kurator terbesar sastra Indonesia hari ini adalah...

    by Andre Syahreza
    August 24, 2026
    105 UMKM Lokal Raup Untung, Perputaran Ekonomi Buleleng Festival 2026 Tembus Rp3,091 Miliar  —— Bupati Sutjidra Ucapkan Terima Kasih
    Ekonomi

    105 UMKM Lokal Raup Untung, Perputaran Ekonomi Buleleng Festival 2026 Tembus Rp3,091 Miliar  —— Bupati Sutjidra Ucapkan Terima Kasih

    PELAKSANAAN Buleleng Festival 2026 resmi ditutup Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra didampingi Wakil Bupati Gede Supriatna dari Panggung Utama Kawasan...

    by tatkala
    August 24, 2026
    Ketika Kampus Negeri Bergeser Menjadi Arena Pasar Bebas
    Opini

    Ketika Kampus Negeri Bergeser Menjadi Arena Pasar Bebas

    Masuk perguruan tinggi negeri (PTN) dulu sering dianggap seperti menembus gerbang prestise akademik. Seleksinya ketat, persaingannya tinggi, dan keberhasilannya sering...

    by I Kadek Adhi Dwipayana
    August 24, 2026
    Sakrum: Sebuah Proses Meretas Jarak Duduk Ayah
    Ulas Pentas

    Sakrum: Sebuah Proses Meretas Jarak Duduk Ayah

    SEBAGAI penari, aku bergerak dari kode satu ke kode gerak lainnya, sementara ayahku yang merupakan seorang pematung, bergerak dalam duduknya....

    by Yanik Parta
    August 24, 2026
    Tikungan Desa Taro Dilengkapi Reflektor, Mahasiswa KKN-PPM XXXIII Udayana Dorong Keselamatan Pengguna Jalan
    Pendidikan

    Tikungan Desa Taro Dilengkapi Reflektor, Mahasiswa KKN-PPM XXXIII Udayana Dorong Keselamatan Pengguna Jalan

    TIKUNGAN dengan jarak pandang terbatas menjadi titik yang membutuhkan perhatian lebih dari pengguna jalan. Karena itu, sejumlah tikungan di Desa...

    by Dede Putra Wiguna
    August 24, 2026
    “Jangan Lupakanku”, Single Kedua Thalia Gunawan dalam Balutan Koplo
    Pop

    “Jangan Lupakanku”, Single Kedua Thalia Gunawan dalam Balutan Koplo

    SETELAH pop upbeat menjadi langkah pertamanya, Thalia Gunawan memilih koplo untuk melanjutkan perjalanan. Penyanyi muda asal Denpasar, Bali, itu menghadirkan...

    by Dede Putra Wiguna
    August 24, 2026
    Pendatang, Keamanan, dan Kebijaksanaan: Menjaga Bali Tanpa Kehilangan Dharma
    Esai

    Pendatang, Keamanan, dan Kebijaksanaan: Menjaga Bali Tanpa Kehilangan Dharma

    Bali Sebagai Rumah yang Terbuka Bali sejak dahulu dikenal sebagai ruang perjumpaan. Laut yang mengelilinginya bukanlah tembok yang memisahkan, melainkan...

    by Agung Sudarsa
    August 24, 2026
    Telenovela
    Esai

    Mengantar Saut Situmorang ke Salon

    MENJADI panitia Kongres Cerpen II di Negara, Jembrana, Bali, pada 2001, ada satu kejadian yang hingga kini masih saya ingat....

    by Angga Wijaya
    August 24, 2026
    Keringnya Iklim Diskursif Seni Rupa Bali Hari Ini
    Kritik Seni

    Keringnya Iklim Diskursif Seni Rupa Bali Hari Ini

    “Everybody In Bali Seems to be an artist” Kutipan itu persis terlontar 89 tahun lalu dari Miguel Covarrubias. Seorang seniman...

    by Made Chandra
    August 24, 2026
    Bupati Sutjidra dan Wabup Supriatna Larut dalam Kemeriahan Seni Bersama Masyarakat di Bulfest 2026
    Budaya

    Bupati Sutjidra dan Wabup Supriatna Larut dalam Kemeriahan Seni Bersama Masyarakat di Bulfest 2026

    Semarak Buleleng Festival 2026 terus memuncak. Pada malam kelima, suasana Kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja dipenuhi canda, musik, dan...

    by tatkala
    August 23, 2026

    TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

    • Penulis
    • Tentang & Redaksi
    • Kirim Naskah
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Desclaimer

    Copyright © 2016-2025, tatkala.co

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password?

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In
    No Result
    View All Result
    • Beranda
    • Feature
      • Khas
      • Tualang
      • Persona
      • Historia
      • Milenial
      • Kuliner
      • Pop
      • Gaya
      • Pameran
      • Panggung
    • Berita
      • Ekonomi
      • Pariwisata
      • Pemerintahan
      • Budaya
      • Hiburan
      • Politik
      • Hukum
      • Kesehatan
      • Olahraga
      • Pendidikan
      • Pertanian
      • Lingkungan
      • Liputan Khusus
    • Kritik & Opini
      • Esai
      • Opini
      • Ulas Buku
      • Ulas Film
      • Ulas Rupa
      • Ulas Pentas
      • Kritik Sastra
      • Kritik Seni
      • Bahasa
      • Ulas Musik
    • Fiksi
      • Cerpen
      • Puisi
      • Dongeng
    • English Column
      • Essay
      • Fiction
      • Poetry
      • Features
    • Penulis
    • Buku
      • Buku Mahima
      • Buku Tatkala

    Copyright © 2016-2025, tatkala.co