25 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

I Putu Suiraoka by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
in Esai
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

Ilustrasi tatkala.co | Canva

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran besar. Siang harinya ia duduk berjam-jam di kelas, sore dihabiskan dengan gawai. Di rumah, makan malam serba praktis karena orang tua lelah bekerja. Tanpa terasa, lingkar perut perlahan bertambah. Tekanan darah mulai naik. Gula darah merangkak pelan.

Inilah wajah obesitas hari ini—bukan drama, tetapi nyata.

Setiap 4 Maret, dunia memperingati World Obesity Day yang diprakarsai oleh World Obesity Federation. Data dari World Health Organization menunjukkan tren obesitas global terus meningkat pada anak maupun dewasa. Hal ini tentunya bukan lagi isu kosmetik, yang mencakup estetika dan penampilan saja, melainkan pintu masuk berbagai penyakit tidak menular yang membebani keluarga dan negara.

Obesitas kini diakui sebagai penyakit kronis yang kompleks, yang bukan semata-mata hasil dari kurangnya kemauan individu untuk mengatur makan atau berolahraga. Faktor genetik, lingkungan obesogenik, sistem pangan modern, urbanisasi, paparan iklan makanan ultra-proses, hingga ketimpangan sosial berkontribusi besar terhadap peningkatan prevalensinya. Dalam konteks global, laporan dari World Health Organization menunjukkan bahwa angka obesitas terus meningkat baik pada kelompok dewasa maupun anak-anak. Kondisi ini memperbesar risiko penyakit tidak menular seperti diabetes melitus tipe 2, hipertensi, penyakit jantung koroner, hingga beberapa jenis kanker.

Obesitas dan Paradoks Gizi Modern

Menariknya, banyak negara berkembang menghadapi fenomena double burden of malnutrition—kekurangan gizi dan kelebihan gizi (obesitas) terjadi secara bersamaan dalam satu populasi, bahkan dalam satu rumah tangga. Pola konsumsi tinggi energi namun rendah zat gizi mikro menjadi ciri umum masyarakat urban dan semi-urban. Makanan cepat saji dan minuman berpemanis semakin mudah diakses dibandingkan pangan segar lokal.

Di sisi lain, perubahan gaya hidup akibat digitalisasi turut meningkatkan perilaku sedentari. Anak-anak dan remaja menghabiskan lebih banyak waktu di depan layar dibandingkan aktivitas fisik di luar ruangan. Lingkungan yang kurang ramah pejalan kaki, minimnya ruang terbuka hijau, serta sistem transportasi yang tidak mendukung mobilitas aktif semakin memperburuk situasi.

Dampak Ekonomi dan Sosial

Obesitas juga membawa beban ekonomi yang signifikan. Biaya pengobatan penyakit terkait obesitas menyedot anggaran kesehatan nasional. Produktivitas kerja menurun akibat komplikasi kesehatan jangka panjang. Lebih jauh lagi, stigma terhadap individu dengan obesitas seringkali memperburuk kondisi psikologis mereka, menciptakan lingkaran setan antara stres emosional dan pola makan tidak sehat.

Pendekatan yang hanya menekankan “diet dan olahraga” ternyata tidaklah cukup. Yang dibutuhkan adalah perubahan sistem: kebijakan fiskal terhadap minuman berpemanis (misalnya penerapan pajak khusus), regulasi pemasaran makanan kepada anak (tidak menggunakan bahasa promosi yang menggiring atau menjebak), pelabelan gizi yang jelas (dan tentunya harus mudah dipahami), hingga integrasi edukasi gizi dalam kurikulum sekolah.

Peran Strategis Sektor Kesehatan dan Pendidikan

Tenaga kesehatan memiliki peran penting dalam melakukan skrining dini, konseling berbasis bukti, serta pendampingan berkelanjutan. Hasil skrining juga sebaiknya disampaikan kepada sasaran. Sehingga intervensi klinis dapat dilaksanakan berjalan beriringan dengan pendekatan promotif-preventif berbasis komunitas. Sekolah, keluarga, dan tempat kerja menjadi arena strategis untuk membangun budaya makan sehat dan aktif bergerak.

Dalam konteks pendidikan tinggi kesehatan, penguatan kurikulum berbasis life-course approach menjadi krusial. Obesitas perlu dipahami sejak periode prakonsepsi, kehamilan, masa anak, remaja, hingga dewasa dan lansia. Pencegahan obesitas tidak bisa dilakukan secara parsial dan sesaat.

Dari Kesadaran Menuju Komitmen

World Obesity Day 2026 seharusnya tidak berhenti pada kampanye simbolik, melainkan perlu diterjemahkan menjadi komitmen lintas sektor: pemerintah, akademisi, organisasi profesi, industri pangan, dan masyarakat sipil. Pendekatan pentahelix menjadi relevan untuk memastikan intervensi yang komprehensif dan berkelanjutan. Kita perlu menggeser narasi dari menyalahkan individu menjadi memperbaiki sistem. Dari sekadar slogan “kurangi makan, perbanyak olahraga” menjadi kebijakan konkret yang menciptakan lingkungan sehat. Dari pendekatan kuratif menuju pencegahan berbasis bukti.

Kabar baiknya: obesitas bisa dicegah, dan pencegahan selalu dimulai dari langkah kecil—yang bila dilakukan bersama, berubah menjadi gerakan besar.

Mari kita lakukan perubahan sistemik memang penting, tetapi fondasinya ada di rumah. Beberapa hal kecil yang dapat dilakukan antara lain :

  • Ubah isi gelas, bukan hanya isi piring.

    Mengganti minuman manis dengan air putih atau infused water adalah langkah sederhana yang langsung menurunkan asupan gula harian. Satu gelas minuman berpemanis (teh, kopi, syrup, jus dan yang lainnya) yang dihilangkan setiap hari dapat mengurangi ribuan kalori dalam sebulan.

    • Atur ulang tampilan dapur.

    Menyimpan cemilan buah di meja makan, sebagai pengganti biskuit atau keripik. Penataan visual memengaruhi pilihan makan secara tidak sadar.

    • Terapkan “jam makan tanpa gawai.”

    Makan sambil menonton atau bermain ponsel meningkatkan risiko makan berlebihan. Makan sadar (mindful eating) membantu mengenali rasa kenyang.

    • Gerak 30 menit, tanpa harus ke gym.

    Melakukan aktivitas berjalan kaki keliling kompleks, bersepeda bersama anak, berkebun, atau kerja bakti lingkungan sudah cukup untuk memulai. Hal yang dilakukan secara konsistens jauh lebih penting daripada intensitas ekstrem.

    • Bekal dari rumah.

    Membawakan anak bekal sederhana—nasi, lauk protein, sayur, dan buah—mengurangi paparan jajanan tinggi gula, garam, dan lemak.

    Langkah-langkah ini tampak kecil. Tetapi bila dilakukan oleh jutaan keluarga, dampaknya luar biasa. Pada akhirnya World Obesity Day 2026 adalah panggilan untuk bertindak, bukan nanti, bukan besok, tapi sekarang. [T]

    Penulis: I Putu Suiraoka
    Editor: Adnyana Ole

    Tags: giziobesitas
    ShareTweetSendShareSend
    Previous Post

    Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

    Next Post

    ‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

    I Putu Suiraoka

    I Putu Suiraoka

    Dr. I Putu Suiraoka, M.Kes., dosen di jurusan Gizi, Poltekkes Denpasar

    Related Posts

    Banalitas Dialog dan Demokrasi Cuci Piring

    by Azhari M. Latief
    June 24, 2026
    0
    Banalitas Dialog dan Demokrasi Cuci Piring

    SUDAH sejak lama demokrasi kita direduksi semata-mata dialog, dan ia berhenti tepat di tingkatan yang oleh generasi hari ini sebut...

    Read moreDetails

    Membaca Demokrasi Abu-Abu Indonesia

    by Chusmeru
    June 24, 2026
    0
    Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

    LAPORAN V-Dem (Varieties of Democracy) 2025 menarik untuk disimak. Lembaga riset politik paling besar di dunia soal demokrasi yang berbasis...

    Read moreDetails

    Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

    by Angga Wijaya
    June 23, 2026
    0
    Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

    TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

    Read moreDetails

    Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

    by Vito Prasetyo
    June 22, 2026
    0
    Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

    Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

    Read moreDetails

    Titik Nol, Titik Awal Singaraja —Membangun Kota, Memuliakan Ingatan

    by Dewa Rhadea
    June 21, 2026
    0
    Tawuran SD dan Gagalnya Pendidikan Holistik: Cermin Retak Indonesia Emas 2045

    "Selama ini kita membangun sekolah di dalam kota. Sudah saatnya kita membangun kota sebagai sekolah." Kalimat itu mungkin terdengar sederhana....

    Read moreDetails

    Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

    by Made Chandra
    June 21, 2026
    0
    Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

    10 tahun lalu, rubrik perihal kritik seni masih tersusun padat, dengan desain layout yang sebisa mungkin berpihak pada kelengkapan informasi...

    Read moreDetails

    Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

    by I Nyoman Tingkat
    June 21, 2026
    0
    Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

    PESTA Kesenian Bali (PKB)ke-48 pada 2026 telah dibuka pada Sabtu, 13 Juni 2026 oleh Gubernur Bali Wayan Koster. Pembukaan tanpa...

    Read moreDetails

    Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

    by Angga Wijaya
    June 21, 2026
    0
    Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

    MAMED Wedanta adalah salah satu pemuda paling jenaka yang pernah lahir di Jembrana. Melihat wajahnya saja orang sudah ingin tertawa....

    Read moreDetails

    KLAKSON

    by Hartanto
    June 20, 2026
    0
    KLAKSON

    SETENGAH abad yang lalu, saya paling benci mendengar suara klakson (dulu disebut tuter), mobil atau motor. Pasalnya, manakala itu saya...

    Read moreDetails

    Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

    by Agung Sudarsa
    June 20, 2026
    0
    Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

    Spiritualitas Bukan Pelarian dari Kehidupan Salah satu kesalahpahaman terbesar tentang spiritualitas adalah anggapan bahwa orang spiritual harus menjauh dari urusan...

    Read moreDetails
    Next Post
    Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

    ‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

    Please login to join discussion

    Ads

    POPULER

    • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

      Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

      22 shares
      Share 22 Tweet 0
    • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

      0 shares
      Share 0 Tweet 0

    ARTIKEL TERKINI

    Kolaborasi Osaka Gakugei High School Jepang dengan Toska
    Khas

    Kolaborasi Osaka Gakugei High School Jepang dengan Toska

    SEBANYAK 48 siswa Osaka Gakugei High School Jepang mengunjungi SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska)  pada Selasa, 23 Juni 2026...

    by I Nyoman Tingkat
    June 24, 2026
    Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil
    Persona

    Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

    GARA-GARA video di TikTok 2023 silam, Aubrey Nova kini jadi salah seorang seniman―atau sebut saja montir―muda yang lihai dalam memodifikasi...

    by Jaswanto
    June 24, 2026
    Banalitas Dialog dan Demokrasi Cuci Piring
    Esai

    Banalitas Dialog dan Demokrasi Cuci Piring

    SUDAH sejak lama demokrasi kita direduksi semata-mata dialog, dan ia berhenti tepat di tingkatan yang oleh generasi hari ini sebut...

    by Azhari M. Latief
    June 24, 2026
    ‘Menapaki Jejak-jejak Bukit Daha, Demulih, Bangli’ —Catatan Proses Pengkaryaan Sekaa Gong Anak-Anak Santika Murti di Pesta Kesenian Bali 2026
    Ulas Pentas

    ‘Menapaki Jejak-jejak Bukit Daha, Demulih, Bangli’ —Catatan Proses Pengkaryaan Sekaa Gong Anak-Anak Santika Murti di Pesta Kesenian Bali 2026

    RIUH penonton memadati pelantaran kursi beton panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali. Kala itu, 15 Juni 2026, di...

    by Yudi Laksana
    June 24, 2026
    Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
    Opini

    Topeng Politik dan Ujian Demokrasi Indonesia

    SITUASI politik akhir-akhir ini Kembali menghangat dengan turun nya beberapa komponen mahasiswa (BEM) mempersoalkan kondisi penurunan ekonomi, gugatan terhadap pelaksanaan...

    by I Made Pria Dharsana
    June 24, 2026
    Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
    Esai

    Membaca Demokrasi Abu-Abu Indonesia

    LAPORAN V-Dem (Varieties of Democracy) 2025 menarik untuk disimak. Lembaga riset politik paling besar di dunia soal demokrasi yang berbasis...

    by Chusmeru
    June 24, 2026
    Duri Akar dan “Sungga”
    Bahasa

    Duri Akar dan “Sungga”

    SAYA bukan tukang panen umbi yang cakap. Memanen umbi gembili, dua kali ujung linggis yang saya ayunkan justru menghunjam dan...

    by Komang Berata
    June 24, 2026
    Bubarkan DPR: Amarah Publik, Krisis Representasi, dan Ancaman Demokrasi
    Opini

    Penangguhan Tahanan dan Ujian Kesetaraan Hukum

    PENANGGUHAN penahanan terhadap tersangka dalam perkara dugaan pencemaran nama baik, fitnah, dan penyebaran informasi elektronik kembali membuka perdebatan lama dalam...

    by Ruben Cornelius Siagian
    June 24, 2026
    Kawasan Titik Nol Sudah Menyala —Sentuhan Bupati Percantik Wajah Malam Kota Singaraja
    Pemerintahan

    Kawasan Titik Nol Sudah Menyala —Sentuhan Bupati Percantik Wajah Malam Kota Singaraja

    SINGARAJA – TATKALA.CO | Wajah baru kawasan Titik Nol Kota Singaraja mulai terlihat. Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, didampingi Wakil...

    by tatkala
    June 24, 2026
    Drama Gong “Nong Nong Kling” Mainkan “Mantri Bongol” yang memikat di Pesta Kesenian Bali 2026
    Panggung

    Drama Gong “Nong Nong Kling” Mainkan “Mantri Bongol” yang memikat di Pesta Kesenian Bali 2026

    DRAMA gong ternyata masih memiliki tempat di hati masyarakat Bali. Hal itu terlihat saat Sanggar Seni Nong Nong Kling dari...

    by Nyoman Budarsana
    June 23, 2026
    Bupati Sutjidra Dukung Singaraja Literary Festival dan Siap Menyambut Para Penulis yang Hadir di Bali Utara
    Budaya

    Bupati Sutjidra Dukung Singaraja Literary Festival dan Siap Menyambut Para Penulis yang Hadir di Bali Utara

    SINGARAJA – TATKALA.CO | Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra mendukung terselenggaranya Singaraja Literary Festival (SLF) ke-4 tahun 2026 yang diadakan...

    by tatkala
    June 23, 2026
    Musim Garam, Musim Menunggu —Cerita dari Desa Les, Buleleng
    Khas

    Musim Garam, Musim Menunggu —Cerita dari Desa Les, Buleleng

    PETANI garam dan musim panas ibarat dua sejoli yang saling merindukan. Setelah berbulan-bulan berpisah oleh hujan, mendung, dan gelombang yang...

    by Nyoman Nadiana
    June 23, 2026

    TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

    • Penulis
    • Tentang & Redaksi
    • Kirim Naskah
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Desclaimer

    Copyright © 2016-2025, tatkala.co

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password?

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In
    No Result
    View All Result
    • Beranda
    • Feature
      • Khas
      • Tualang
      • Persona
      • Historia
      • Milenial
      • Kuliner
      • Pop
      • Gaya
      • Pameran
      • Panggung
    • Berita
      • Ekonomi
      • Pariwisata
      • Pemerintahan
      • Budaya
      • Hiburan
      • Politik
      • Hukum
      • Kesehatan
      • Olahraga
      • Pendidikan
      • Pertanian
      • Lingkungan
      • Liputan Khusus
    • Kritik & Opini
      • Esai
      • Opini
      • Ulas Buku
      • Ulas Film
      • Ulas Rupa
      • Ulas Pentas
      • Kritik Sastra
      • Kritik Seni
      • Bahasa
      • Ulas Musik
    • Fiksi
      • Cerpen
      • Puisi
      • Dongeng
    • English Column
      • Essay
      • Fiction
      • Poetry
      • Features
    • Penulis
    • Buku
      • Buku Mahima
      • Buku Tatkala

    Copyright © 2016-2025, tatkala.co