24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ketika Pelajar SMP se-Bali Membaca Puisi dalam Dua Bahasa di Kesbam Anniversary Contest (KAC) VI

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
February 21, 2026
in Panggung
Ketika Pelajar SMP se-Bali Membaca Puisi dalam Dua Bahasa di Kesbam Anniversary Contest (KAC) VI

Lomba Baca Puisi di KAC VI│Foto: Dok. OSIS Kesbam

SELASA pagi, 10 Februari 2026, ruang rapat Gedung A lantai 2 SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) mendadak berubah fungsi. Bukan lagi tempat diskusi formal, melainkan ruang perjumpaan antara remaja dan puisi. Satu per satu peserta berdiri di depan mikrofon, selembar kertas di tangan, napas ditata sebelum larik demi larik mengalir. Di hadapannya, dewan juri menyimak tanpa berkedip. Di kursi-kursi belakang, peserta lain menunggu giliran dengan raut tegang bercampur harap.

Hari itu, adalah pelaksanaan Lomba Baca Puisi tingkat SMP/MTs se-Provinsi Bali, bagian dari Kesbam Anniversary Contest (KAC) VI, serangkaian HUT Kesbam ke-17. Sebanyak 25 peserta ambil bagian dalam kompetisi ini. Pendaftaran telah dibuka sejak 1 Desember hingga 31 Januari, sementara kompetisi dilaksanakan pada 10 Februari 2026, pukul 09.00 WITA dalam suasana yang tertib dan hangat.

Tahun ini, format lomba menghadirkan tantangan berbeda. Setiap sekolah diperbolehkan mengirimkan lebih dari satu peserta. Masing-masing peserta wajib membacakan dua puisi: satu puisi berbahasa Indonesia dan satu puisi berbahasa Bali. Dari total lima puisi yang telah dikurasi untuk masing-masing bahasa, peserta bebas memilih satu judul. Waktu maksimal 15 menit diberikan untuk membacakan keduanya.

Lomba Baca Puisi di KAC VI│Foto: Dok. OSIS Kesbam

Empat aspek penilaian menjadi fokus dewan juri: penafsiran, penghayatan, vokal, serta totalitas penampilan dari awal hingga akhir. Tiga juri yang mengawal jalannya penilaian adalah I Gede Aries Pidrawan, S.Pd., M.Pd., I Wayan Esa Bhaskara, S.Pd., dan Mohammad Hasbi Romadhoni, S.S. ─ guru Kesbam sekaligus koordinator lomba.

Menurut Mohammad Hasbi Romadhoni, kesan pertama terhadap para peserta sangat positif. “Para peserta sangat lihai dalam membacakan puisi, terkhusus pembacaan bahasa Indonesia. Pemilihan puisinya sudah sangat tepat dan padu. Ini kebanggaan mendalam bagi kami para juri karena menemukan generasi muda masih getol dan aktif mencintai dunia sastra dan kepenyairan,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa penambahan puisi berbahasa Bali menjadi langkah penting dalam perhelatan tahun ini. “Kami menambahkan puisi berbahasa Bali dalam rangka momentum perayaan Bulan Bahasa Bali. Kami sangat mengapresiasi Kesbam yang peduli terhadap hal tersebut. Banyak sekolah tidak merayakan Bulan Bahasa Bali, apalagi mengolaborasikannya dengan ulang tahun sekolah. Ini langkah unik dan menarik,” kata Hasbi.

Lomba Baca Puisi di KAC VI│Foto: Dok. OSIS Kesbam

Dalam proses kurasi puisi, Hasbi mengakui mendapat tantangan tersendiri. Untuk puisi bahasa Indonesia, ia menyusun sepuluh judul awal sebelum akhirnya dipilih lima puisi terbaik setelah berdiskusi dan meminta masukan dari gurunya, Wayan Jengki Sunarta. Sementara untuk puisi bahasa Bali, proses kurasi dilakukan bersama I Made Sunaryana, S.Pd., selaku Ketua Panitia KAC VI dan pengajar Bahasa Bali di Kesbam.

Di atas panggung, dinamika pilihan puisi pun menjadi catatan tersendiri. Mayoritas peserta perempuan memilih puisi ‘Calonarang’ karya Pranita Dewi. Sementara hanya satu peserta laki-laki yang tampil dalam lomba ini. Dua puisi bahasa Indonesia, yakni ‘Mesin Tik’ karya Wayan Jengki Sunarta dan ‘Museum’ karya Frans Nadjira, tidak dipilih sama sekali.

“Puisi Calonarang sebenarnya sulit dibawakan karena karakternya sangat melekat pada penciptanya. Kami bersyukur karena dibawakan dengan berbagai gaya dan penafsiran berbeda, walau ada yang masih menduplikasi cara pembacaan penyairnya. Saya selalu menekankan, saat membaca puisi jangan berlarut seperti penciptanya. Setiap orang punya ciri khas, tapi tetap harus membawakan puisi sebagaimana puisi ingin dibawakan, bukan semau kita,” jelas Hasbi.

Evaluasi oleh para juri ─ dari kiri ke kanan: Mohammad Hasbi Romadhoni, S.S., I Gede Aries Pidrawan, S.Pd., M.Pd., dan I Wayan Esa Bhaskara, S.Pd.│Foto: Dok. OSIS Kesbam

Pada sesi puisi bahasa Bali, pilihan peserta lebih merata. Namun dewan juri mencatat kecenderungan teknik pembacaan yang kurang tepat. Beberapa peserta menggunakan gaya teatrikal, teknik mesatua (mendongeng), bahkan deklamasi.

“Puisi bahasa Bali yang kami pilih adalah puisi modern. Maka seharusnya dibawakan sebagaimana puisi modern, bukan secara baku dan kaku. Mau sehafal apa pun, tetap harus dibaca dan membawa naskah,” tegas Hasbi.

Menariknya, banyak peserta mengaku baru pertama kali membawakan dua puisi sekaligus dalam satu kompetisi. Hal ini menjadi indikator bahwa format tahun ini memberi pengalaman baru bagi sebagian besar peserta.

Sesi foto bersama para finalis, dewan juri, dan Kepala SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar│Foto: Dok. OSIS Kesbam

Setelah melalui diskusi dan akumulasi nilai, para pemenang akhirnya diumumkan. Juara 1 diraih oleh Ni Putu Vidya Radhani dari SMPN 5 Denpasar. Juara 2 diraih Desak Ayu Kayla Anastasia dari SMPN 6 Denpasar. Juara 3 diraih Ni Luh Putu Rai Sukma Dewi dari SMP Dharma Wiweka Denpasar.

Untuk kategori Harapan, Harapan 1 diraih Putu Anuradha Devicallyst dari SMPN 1 Singaraja, Harapan 2 diraih Putu Anggy Myiesha Ayu dari SMPN 1 Singaraja, dan Harapan 3 diraih Putu Dena Tisya Kasih Sudira, juga dari SMPN 1 Singaraja.

Pada sesi evaluasi, ketiga dewan juri menyebut lomba ini bukan sekadar kompetisi, melainkan penegasan bahwa api kepenyairan generasi muda Bali masih menyala. Harapan pun disampaikan agar ke depan format lomba semakin variatif ─ tidak hanya membaca, tetapi barangkali juga mencipta puisi.

Di penghujung acara, satu per satu peserta meninggalkan panggung. Mikrofon kembali senyap. Namun larik-larik yang telah diucapkan pagi itu seolah masih menggema di ruang rapat Gedung A lantai 2 Kesbam. Dari ruang itu, sastra kembali menemukan ruangnya ─ dari para remaja yang berani membacakan kata-kata dengan sepenuh rasa. [T]

Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Budarsana

Tags: PendidikanPuisiseni baca puisiSMK Kesehatan Bali Medika
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Berkaca Pada Prambanan

Next Post

Rush to Paradise: Tumbal Menuju “Surga”

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
0
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

Read moreDetails

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
0
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

Read moreDetails

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
0
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

Read moreDetails

“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

by Dede Putra Wiguna
October 8, 2026
0
“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

MEMAHAMI orang lain tidak selalu mudah. Apalagi ketika perbedaan pandangan semakin sering memisahkan, percakapan berubah menjadi perdebatan, dan orang lebih...

Read moreDetails

“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

by Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi
October 5, 2026
0
“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

INDONESIA Comic Con merupakan salah satu event yang mempertemukan berbagai unsur budaya populer. Di dalamnya terdapat berbagai kegiatan yang berkaitan...

Read moreDetails

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

by tatkala
October 4, 2026
0
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

Read moreDetails

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
0
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

Read moreDetails

Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

SENJA masih menyisakan cahayanya. Anak-anak penuh canda dan tawa duduk melingkar di bibir panggung yang telah dihias. Dengan santai, mereka...

Read moreDetails

Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

Ketika malam mulai turun, suasana Open Stage Museum ARMA, Ubud, berubah semarak. Kreativitas anak-anak muda tumpah dalam Lomba Baleganjur Ngarap...

Read moreDetails

21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

by Nyoman Budarsana
September 16, 2026
0
21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

Kabupaten Badung tampil dominan pada Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 dengan memborong 21 dari 37 gelar juara...

Read moreDetails
Next Post
Rush to Paradise: Tumbal Menuju “Surga”

Rush to Paradise: Tumbal Menuju “Surga”

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co