10 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

‘Japatuan ka Suargan’, Dari Geguritan ke Seni Pertunjukan di Bulan Bahasa Bali VIII: Kreatif, Komunikatif, Sarat Pesan

Nyoman Budarsana by Nyoman Budarsana
February 2, 2026
in Panggung
‘Japatuan ka Suargan’, Dari Geguritan ke Seni Pertunjukan di Bulan Bahasa Bali VIII:  Kreatif, Komunikatif, Sarat Pesan

Sasolahan (pergelaran/pertunjukan) berjudul "Japatuan ka Suargan" yang disajikan Sanggar Seni KOKAR Bali SMKN 3 Sukawati pada Pembukaan Bulan Bahasa Bali VIII di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali, Minggu 1 Pebruari 2026

Saat tabuh pengawit dimainkan, beberapa penonton masih ada yang mengurus tempat duduk. Maklum, orang yang hadir pagi itu melebihi kapasitas gedung pertunjukan tergolong modern itu. Sinar lampu pun mulai berubah sedikit gelap, berbeda dengan di atas stage cahayanya yang semakin terang. Seorang penari laki-laki kemudian menari penuh rasa cinta. Sedang di belakang panggung, di layar besar, penari wanita menebar gerak cinta yang memikat.

Itulah awal sasolahan (pergelaran/pertunjukan) berjudul “Japatuan ka Suargan” yang disajikan Sanggar Seni KOKAR Bali SMKN 3 Sukawati pada Pembukaan Bulan Bahasa Bali VIII di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali, Minggu 1 Pebruari 2026. Garapan sendratari ini berlangsung setelah Gubernur Bali Wayan Koster membuka festival bahasa, aksara dan sastra Bali yang ditandai dengan menarik tali, sehingga kepompong terbelah menjadi kupu-kupu.

Geguritan Japatuan diangkat sebagai lakon dari sasolahan itu. Menariknya, sendratari yang didukung sekitar 90 seniman muda dari sekolah seni itu memang tampil pada saat pembukaan Bulan Bahasa Bali itu dikemas luwes, tidak terlalu formal. Garapan itu lebih kreatif dan komunikatif, sehingga seakan tak ada batas. Kisah ini dibeber dengan ekpresi jiwa yang kuat, sehingga mampu menarik emosi penonton untuk masuk ke dalam setiap adegan.

Garapan seni kolosal ini memadukan teknologi (elidi) untuk dapat menciptakan pengalaman yang lebih imersif, dan pesan bisa disampaikan dengan lebih mudah dipahami dan diingat. Memang dua panggung itu memiliki sifat yang berbeda, tetapi antara satu dengan lainnya saling mendukung. Kisah mula-mula dibeber di panggung, lalu berlanjut di dalam layar. Demikian sebaliknya, yang sangat membantu penonton dalam menikmati pesan dalam sajian itu.

Sasolahan (pergelaran/pertunjukan) berjudul “Japatuan ka Suargan” yang disajikan Sanggar Seni KOKAR Bali SMKN 3 Sukawati pada Pembukaan Bulan Bahasa Bali VIII di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali, Minggu 1 Pebruari 2026

Sasolahan ini bermula dari Japatuan tidak mau berpisah dengan Ratnaningrat, istrinya yang sudah meninggal. Semenjak kematian istrinya, Japatuan bahkan ingin mengakhiri hidupnya, namun niat buruknya dihalangi oleh kakaknya Gagak Turas. I Gagakturas menasihati adiknya bahwa perbuatan bunuh diri adalah tidak baik. I Japatuan sadar atas nasihat yang diberikan oleh kakak- nya, sehingga ia mengurungkan niatnya untuk bunuh diri

Dengan rasa duka yang begitu mendalam Japatuan tidak mau pisah dari mayat istrinya, dia memeluk mayat itu erat entah berapa hari lamanya sehingga tetangga dan masyarakat tidak tahan dengan bau busuk yang begitu menyengat. Atas kejadian ini Mekel (Kepala Desa) minta nasehat kepada Pendeta untuk mencari jalan keluar dan atas seizin Raja, balai dan mayat Ratnaningrat diangkut ke kuburan. Sesampai di kuburan Japatuan masih dalam posisi memeluk mayat istrinya, seketika itu terdengar suara gaib agar mayat istrinya dikubur dengan baik.

Setelah suara gaib itu menghilang tiba-tiba kuburan meledak dan keluarlah Sang Hyang Tunggal memberi tau Japatuan bahwa istrinya menjadi penari legong di sorga. Sanghyang Tunggal juga menyarankan, jika hendak mencari ruh (atma) istrinya agar datang saja ke sorga, tetapi sebelumnya harus minta izin dari Dewa Wisnu yang bersemayam di sungai Serayu. Japatuan dan Gagak Turas segera berangkat ke Sorga mencari arwah istrinya Ratnaningrat.

Sasolahan (pergelaran/pertunjukan) berjudul “Japatuan ka Suargan” yang disajikan Sanggar Seni KOKAR Bali SMKN 3 Sukawati pada Pembukaan Bulan Bahasa Bali VIII di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali, Minggu 1 Pebruari 2026

Di tengah jalan mereka dihadang oleh para penghuni sorga berupa raksasa. Godaan itu, ujian dari Sang Suratmalah yang paling menakutkan. Para pengjaga itu mengizinkan masuk dengan selamat sampai di tempat Dewa Indra bersemayam. Japatuan menuturkan kedatangannya ke sorga adalah untuk mencari istrinya Ni Ratnaningrat. Dewa Indra menyuruh I Japatuan untuk memilih di antaranya bidadari itu adalah istrinya, namun tidak ditemukan. Di antara Dewata yang datang, ada yang membawa seekor babi yang terikat lehernya, I Japatuan segera mengambilnya dan mengatakan bahwa babi itulah istrinya yang sejati.

Dewa Indra yang menyatakan Japatuan sebagai orang utama, kemudian disuruh kembali ke dunia untuk menjadi raja di Kerajaan Daha. Mereka bertiga kembali ke dunia, lalu disambut rasa gembira oleh raja dan rakyat Daha dengan suka cita. Atas perkenan raja dan rakyatnya, Japatuan selanjutnya menggantikan tahta kerajaan Daha.

Sajian seni yang atraktif

Penonton kemudian diajak merasakan kerinduan Japatuan terhadap istrinya tersayang. Ia menari dengan gelisah, selalu ingin dekat dengan istrinya. Wujud kerinduannya itu digambarkan dalam layar, dimana istrinya menari lembut menggambarkan rasa cinta. Padahal, istrinya sudah berbaring dan membusuk di bale dangin. Saking cintanya, ia tak hanya mengekpresikan gerak rindu, tetapi seperti orang gila.

Japatuan kemudian memastikan apakah istrinya ada diantara penonton, khususnya wanita. Barisan penonton kemudian pecah, sebab kedatangannya ke area penonton membuat beberapa orang merasa degdegan, takut diperiksa Japatuan. Keterlibatan penonton secara emosi itu membuat garapan tersebut menjadi lebih hidup. Kekuatan ekpresi penari dipadu dengan dialog-gialog duka sang Dalang yang mampu menyulap suasana menjadi sedih.

Sasolahan (pergelaran/pertunjukan) berjudul “Japatuan ka Suargan” yang disajikan Sanggar Seni KOKAR Bali SMKN 3 Sukawati pada Pembukaan Bulan Bahasa Bali VIII di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali, Minggu 1 Pebruari 2026

Suasana sedih itu berlanjut ketika mayat Ratnaningrat yang terus membusuk hingga mengeluarkan bau tak sedap. Suasana itu, ditunjukan dengan penari laki-laki dan perempuan yang menarikan parfum atau minyak wangi. Penari itu memerankan warga desa yang tidak kuat menghirup bau busuk. Parfum itu ditarikan dengan pola-pola yang estetik, sehingga bukan menjadi property yang sekadar tempelan saja.

Warga desa mendatangi Kelian Desa Mekel untuk menyampaikan keberadaan riuh desa akibat ulah Japatuan. Seijin Mekel, warga kemudian melaksanakan upacara penguburan secara paksa.

Warga menyiapkan segala sarana dan prasarana upacara itu. Adegan ini kembali lahir dari sebuah kreativitas. Berbagai property bambu ditarikan oleh para penari, tiba-tiba berubah menjadi tandu mayat yang digotong warga ke kuburan.

Japatuan bersedia dan tetap berada di samping istrinya. melodi iringan berubah menjadi lebih cepat. Warga bersorak menuju kuburan. Ratnaningrat dikubur, bersamaan dengan bale tempat mayat itu berada. Warga kemudian pulang bersama-sama. Tetapi, Japatuan dalam kondisi sedih mendekati kuburan dan ikut masuk ke dalam lobang tanah bersama mayat istrinya. Seseorang yang berperan sebagai tokoh sekaligus dalang kedua menegaskan kisah itu kepada penonton.

Tiba-tiba, seorang penonton protes. Ia tidak setuju dengan cerita Japatuan yang masuk ke dalam kuburan. Itu mirip kisah Sampik Ingtai, bukan kisah Japatuan. Dalang itu, kemudian meminta maaf, dan meminta kepada penabuh dan penari untuk mengulangnya. Pengulangan adegan ini seperti mengembalikan film di vedio. Semua penari bergerak cepat dan patah-patah, dan musiknya dipikul tanpa melodi, juga patah-patah. Adegan itu mendapat apresiai penonton. Tepuk tangan dan tawa penonton berpadu membuat gedung pertunjukan itu lebih meriah.

Japatuan didampingi oleh Gagakturas tetap memeluk mayat istrinya sambil menangis sejadi-jadinya. Malam harinya, mereka mendengar suara gaib dari angkasa, mereka disuruh mengubur mayat Ni Ratnaningrat dengan baik. Suara gaib itu lenyap, tiba-tiba tanah kuburan itu meledak, keluar Sanghyang Tunggal (Tuhan) memberitahukan bahwa Ni Ratnaningrat telah dijadikan penari legong di sorga Dewa Indra.

Dua bersaudara itu pergi menuju sungai Serayu untuk melaksanakan semadi dan memohon anugerah dari Dewa Wisnu agar mengabulkan permohonannya pergi ke sorga. Perjalanan menuju sorga, mereka dihadang oleh para penghuni sorga yang berupa raksasa. Dalam adegan ini kental nilai-nilai, ajaran kehidupan dan pesan moral.

Sasolahan (pergelaran/pertunjukan) berjudul “Japatuan ka Suargan” yang disajikan Sanggar Seni KOKAR Bali SMKN 3 Sukawati pada Pembukaan Bulan Bahasa Bali VIII di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali, Minggu 1 Pebruari 2026

Setelah sampai di sorga, Japatuan diterima Dewa Indra. Ia menuturkan bahwa kedatangan- nya ke sorga adalah untuk mencari istrinya Ni Ratnaningrat. Japatuan diberikan memilih bidadari di antaranya adalah istrinya, namun tiada ditemukan. Dewa Indra mengundang para dewata agar segera datang ke tempat Dewa Indra. Di antara Dewata itu ada yang membawa seekor babi yang terikat lehernya.

Melihat babi itu, Japatuan segera mengambilnya dan mengatakan bahwa babi itulah istrinya yang sejati. Dewa Indra mengangap Japatuan orang utama karena mengetahui istrinya, walau dalam wujud lain. Adegan ini mula-mula diatas panggung, kemudian Japatuan muncul di layar menyayangi babi itu yang tidak lain adalah istrinya. Dewa Indra kemudian menyuruh Japatuan kembali ke dunia untuk menjadi raja di kerajaan Daha. [T]

Reporter/Penulis: Budarsana
Editor: Adnyana Ole

Tags: Bulan Bahasa BaliBulan Bahasa Bali 2026Dinas Kebudayaan Baligeguritangeguritan japatuanseni pertunjukan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Mengurai Ke-Aku-An Seorang Wayan Suja : Catatan pinggir dari kacamata Gen-z dalam membaca relasi otonom-heteronom seorang seniman Gen-X

Next Post

Apa Keunggulan Novel ‘Lampah Sang Pragina’ Hingga Raih Hadiah Sastra Rancage 2026?

Nyoman Budarsana

Nyoman Budarsana

Editor/wartawan tatkala.co

Related Posts

Komunitas Seni Baturenggong Ulas Sejarah dan Keunikan Desa Mengwi Lewat Seni untuk PKB 2026

by Nyoman Budarsana
May 10, 2026
0
Komunitas Seni Baturenggong Ulas Sejarah dan Keunikan Desa Mengwi Lewat Seni untuk PKB 2026

DESA Mengwi yang dulunya sebagai pusat kerajaan mewarisi berbagai kebudayaan, tradisi dan nilai-nilai luhur yang sangat penting bagi kehidupan bermasyarakat...

Read moreDetails

Lomba Tapel Ogoh-ogoh di UPMI Bali: Menumbuhkan Kreativitas Tanpa Batas

by Dede Putra Wiguna
May 4, 2026
0
Lomba Tapel Ogoh-ogoh di UPMI Bali: Menumbuhkan Kreativitas Tanpa Batas

“Ogoh-ogoh itu bukan lagi kesenian musiman. Tetapi kesenian yang dikerjakan sepanjang masa.” Kalimat pembuka itu meluncur dari Dr. I Made...

Read moreDetails

Dialog Dini Hari Rilis ‘Di Jumah’: Lagu Tentang Rumah yang Tak Sederhana  

by Dede Putra Wiguna
April 30, 2026
0
Dialog Dini Hari Rilis ‘Di Jumah’: Lagu Tentang Rumah yang Tak Sederhana  

SEJAK dibentuk pada 2008 di Bali, Dialog Dini Hari konsisten mempertahankan pendekatan musik yang tenang dan reflektif. Kini, band indie...

Read moreDetails

Diseminasi dan Penayangan Perdana Film Dokumenter “Dibia – Hanuman Hitam”: Menelusuri Laku Kesenian Bali melalui Sosok Maestro

by Dede Putra Wiguna
April 29, 2026
0
Diseminasi dan Penayangan Perdana Film Dokumenter “Dibia – Hanuman Hitam”: Menelusuri Laku Kesenian Bali melalui Sosok Maestro

CINEPOLIS Plaza Renon menjadi titik temu antara ingatan, penghormatan, dan refleksi. Di sanalah BALIDOC menggelar diseminasi sekaligus penayangan perdana film...

Read moreDetails

Peringatan Hari Tari Sedunia di UPMI: Lomba Tari Bali Jadi Ruang Menjaga Tradisi dan Menggerakkan Generasi

by Dede Putra Wiguna
April 27, 2026
0
Peringatan Hari Tari Sedunia di UPMI: Lomba Tari Bali Jadi Ruang Menjaga Tradisi dan Menggerakkan Generasi

LOMBA Tari Bali yang digelar pada 25–26 April 2026 di Auditorium Redha Gunawan, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI Bali), menjadi...

Read moreDetails

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
0
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

Read moreDetails

Ketika Musik, Lukisan, dan Kesadaran Bertemu dalam Nyanyian Dharma

by Pranita Dewi
April 20, 2026
0
Ketika Musik, Lukisan, dan Kesadaran Bertemu dalam Nyanyian Dharma

Pertunjukan Nyanyian Dharma digelar di Ruang Taksu, Gedung Dharma Negara Alaya (DNA), Denpasar, Minggu (19/4) malam, menampilkan kolaborasi musik dengan...

Read moreDetails

‘Wellnes Conference’ di Bali Spirit Festival: Preventif Ciri ‘Wellness Tourism’, Kuratif Tujuan ‘Medical Tourism’

by I Nyoman Darma Putra
April 19, 2026
0
‘Wellnes Conference’ di Bali Spirit Festival: Preventif Ciri ‘Wellness Tourism’, Kuratif Tujuan ‘Medical Tourism’

Perbedaan antara wellness tourism dengan medical tourism menjadi salah satu pertanyaan dalam dalam Wellness Conference (Wellness Talk Show), Kamis, 16 April 2026, di Pelataran Hotel, Ubud....

Read moreDetails

Eksplorasi Material dan Gerak, Serangkai Inovasi Komunitas Wayang Ental di Festival Wayang Bali Utara 2026

by Komang Puja Savitri
April 14, 2026
0
Eksplorasi Material dan Gerak, Serangkai Inovasi Komunitas Wayang Ental di Festival Wayang Bali Utara 2026

SEJAK awal, ada rasa penasaran yang menggantung di antara penonton yang duduk lesehan di wantilan Museum Soenda Ketjil. Wayang, dalam...

Read moreDetails

Membaca Buleleng dalam Museum Soenda Ketjil —Catatan Kecil dari Festival Wayang Bali Utara 2026

by Son Lomri
April 12, 2026
0
Membaca Buleleng dalam Museum Soenda Ketjil —Catatan Kecil dari Festival Wayang Bali Utara 2026

MALAM itu, Kamis, 9 April 2026, ada pertunjukan wayang kulit serangkaian Festival Wayang Bali Utara (FWB) di Wantilan Pelabuhan Tua...

Read moreDetails
Next Post
Apa Keunggulan Novel ‘Lampah Sang Pragina’ Hingga Raih Hadiah Sastra Rancage 2026?

Apa Keunggulan Novel 'Lampah Sang Pragina' Hingga Raih Hadiah Sastra Rancage 2026?

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna
Cerpen

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
Gagal Itu Indah
Esai

Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud
Ulas Film

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026
Mawar dan Air Mata Haru di Pelepasan Angkatan Ke-15 SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar
Khas

Mawar dan Air Mata Haru di Pelepasan Angkatan Ke-15 SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

LAMPU-lampu ruangan mendadak padam. Suasana di ballroom yang sedari awal riuh perlahan berubah sunyi. Ratusan pasang mata menoleh ke belakang...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
Komunitas Seni Baturenggong Ulas Sejarah dan Keunikan Desa Mengwi Lewat Seni untuk PKB 2026
Panggung

Komunitas Seni Baturenggong Ulas Sejarah dan Keunikan Desa Mengwi Lewat Seni untuk PKB 2026

DESA Mengwi yang dulunya sebagai pusat kerajaan mewarisi berbagai kebudayaan, tradisi dan nilai-nilai luhur yang sangat penting bagi kehidupan bermasyarakat...

by Nyoman Budarsana
May 10, 2026
Di Bawah Matahari yang Tak Pernah Menuntut | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Di Bawah Matahari yang Tak Pernah Menuntut | Cerpen Ahmad Sihabudin

PAGI di Desa Batu Pangeran selalu datang dengan langkah pelan, seolah ia tahu bahwa tempat itu tidak suka tergesa-gesa. Langit...

by Ahmad Sihabudin
May 10, 2026
Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca
Esai

Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

DI tanganku ada sebuah buku. Aku baru membacanya setelah membelinya dari toko buku daring sekitar seminggu lalu. Buku itu kubeli...

by Angga Wijaya
May 10, 2026
Empat Perupa Bali Pamerkan ‘Vernal Artistic’ di Santrian Art Gallery: Pemaknaan atas Musim Semi
Pameran

Empat Perupa Bali Pamerkan ‘Vernal Artistic’ di Santrian Art Gallery: Pemaknaan atas Musim Semi

Jauh sebelum para undangan itu hadir, karya seni rupa berbagai ukuran sudah terpasang rapi pada dinding tembok putih. Lampu sorot...

by Nyoman Budarsana
May 10, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

MKN Bukan Tameng Impunitas: Notaris Berintegritas, Penegak Hukum  Taati Prosedur

MAHKAMAH Konstitusi melalui Putusan Nomor 65/PUU-XXIV/2026 menegaskan bahwa persetujuan Majelis Kehormatan Notaris (MKN) sebagaimana diatur dalam Pasal 66 Undang-Undang Nomor...

by I Made Pria Dharsana
May 9, 2026
Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna
Esai

Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

SELALU ada hal-hal pertama dalam hidup kita. Hal-hal pertama yang memberi pengalaman berharga di masa depan nanti. Kali pertama bersepeda,...

by Putu Nata Kusuma
May 9, 2026
Puting Beliung | Cerpen Supartika
Cerpen

Puting Beliung | Cerpen Supartika

Sial! Neraka dilanda puting beliung. Porak-poranda. Api neraka yang berkobar-kobar ikut tersapu puting beliung yang hebat itu. Angin membuat api...

by I Putu Supartika
May 9, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

BAKAR SAMPAH BERTENTANGAN DENGAN PRINSIP HINDU BALI

— Catatan Harian Sugi Lanus, 8 Mei 2026 Pemimpin umat atau pemimpin masyarakat yang membiarkan masyarakat membakar sampah secara terbuka...

by Sugi Lanus
May 9, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co