23 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Wianta & Legacy”: Perayaan Warisan Kosmik Made Wianta di The Apurva Kempinski Bali

I Gede Made Surya Darma by I Gede Made Surya Darma
January 25, 2026
in Pameran
“Wianta & Legacy”: Perayaan Warisan Kosmik Made Wianta di The Apurva Kempinski Bali

Pameran “Wianta & Legacy” di Gallery of Art, The Apurva Kempinski Bali | Foto: Ferry Prasta

Pameran “Wianta & Legacy” resmi dibuka pada tanggal 23 Januari 2026 di Gallery of Art, The Apurva Kempinski Bali, menghadirkan sebuah peristiwa seni yang melampaui fungsi pameran semata.

Ia bukan hanya menampilkan karya, tetapi merayakan spirit, warisan intelektual, serta denyut kosmik dari salah satu maestro seni rupa Indonesia paling berpengaruh, Made Wianta (1949–2020).

Pembukaan pameran berlangsung dalam suasana sakral dan khusyuk. Asap kemenyan perlahan membumbung, menyebarkan aroma yang menenangkan, berpadu dengan tarian kosmik yang dibawakan oleh seorang penari perempuan. Gerakannya lincah namun terkendali, seolah merespons irama semesta yang tak kasatmata.

Di tengah jamuan wine yang tersaji secara elegan, para penikmat seni baik dari kalangan lokal maupun ekspatriat memenuhi ruang pamer. Alunan musik piano yang mengiringi semakin memperkuat atmosfer pembukaan yang anggun dan kontemplatif, menjadi pengantar yang selaras dengan semesta visual Made Wianta.

Dalam momen penuh makna tersebut, Ibu Intan Kirana, istri almarhum Made Wianta, hadir mewakili sang maestro. Dengan busana yang anggun dan sikap yang teduh, kehadirannya menjadi simbol keberlanjutan ruh kreatif Wianta.

Sambutan disampaikan oleh Burat Wangi, yang hadir mewakili keluarga Made Wianta. Dalam penyampaiannya, dalam pameran kali ini Bapak Wianta menghadirkan sebelas lukisan, ia menegaskan komitmen keluarga dalam merawat, menjaga, dan meneruskan warisan pemikiran serta spirit kreatif almarhum Made Wianta agar tetap hidup dan relevan lintas generasi. Turut hadir pula Sanjiwani, putri bungsu almarhum, yang dengan keramahan menyambut para tamu.

Turut hadir pula Sanjiwani, putri bungsu almarhum, yang dengan keramahan menyambut para tamu.

General Manager (GM) The Apurva Kempinski Vincent Guironnet bersama keluarga Made Wianta | Foto: Ferry prasta

Kehadiran keluarga menegaskan bahwa meskipun sang seniman telah berpulang, energi artistiknya tetap hidup berdenyut dan berbicara melalui karya-karya yang kini dipamerkan.

Charles Octoriano Seran-PR & Marketing Manager. Magister dari University of Cambera Australia, yang lagi Saat ini mendalami ilmu permuseuman serta perkembangan seni rupa kontemporer, memaparkan visi Gallery of Art sebagai jembatan antara seniman Bali dan dunia seni internasional.
Ia menekankan komitmen Kempinski dalam memperkenalkan karya-karya seniman Indonesia ke panggung global melalui pendekatan kuratorial yang serius dan berkelanjutan. Baginya, dukungan terhadap seniman lokal bukan sekadar strategi budaya, melainkan sebuah tanggung jawab moral mengingat kesenian merupakan fondasi utama lahirnya pariwisata Bali.

Sementara itu, Vincent Guironnet, General Manager The Apurva Kempinski Bali, dalam sambutannya menegaskan bahwa pameran ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang Kempinski dalam mendukung seni dan kebudayaan Bali. Ia mengingatkan bahwa pariwisata Bali sejak awal tumbuh dari kesenian, dan melalui inisiatif seperti ini, sudah selayaknya pariwisata dikembalikan kepada akar budayanya. “Melalui pameran ini, kami ingin menciptakan ruang yang bermartabat bagi seni bukan hanya sebagai tontonan, tetapi sebagai fondasi peradaban,” ungkapnya.

Pameran “Wianta & Legacy” di Gallery of Art, The Apurva Kempinski Bali | Foto: Ferry Prasta

Pameran “Wianta & Legacy” merupakan bagian dari program Gallery of Art yang sejalan dengan kampanye budaya “Powerful Indonesia: Spice Route Legacy”.

Galeri ini berfungsi sebagai ruang kuratorial yang menampilkan kehalusan kriya, kedalaman warisan artistik, serta keberagaman ekspresi seni Indonesia. Melalui kolaborasi dengan mitra-mitra yang memiliki visi sejalan, The Apurva Kempinski Bali membangun sebuah ekosistem budaya yang menekankan rasa saling menghormati, inklusivitas, dan perayaan potensi manusia.

Inti pameran ini terletak pada eksplorasi ritme titik dan garis sebuah praktik repetitif yang digunakan Made Wianta sebagai proses meditasi dan pemusatan energi.

Meski periode ini kerap hadir dalam berbagai pameran, seri tersebut belum pernah dipresentasikan secara khusus dalam satu pameran tunggal. Karena itu, “Wianta & Legacy” menjadi kesempatan langka untuk menyelami dunia visual Wianta yang tertata, penuh kesabaran, dan sarat kontemplasi.

Pameran “Wianta & Legacy” di Gallery of Art, The Apurva Kempinski Bali | Foto: Ferry Prasta

Made Wianta dikenal sebagai sosok visioner yang melampaui batas-batas tradisi klasik Bali. Lahir di Tabanan, ia menjadi figur penting dalam mendorong pergeseran seni Bali menuju paradigma modern yang lebih terbuka dan kosmopolitan.

Pengalaman hidup dan berpameran di Brussel, Belgia (1975–1977) memperkaya wawasannya, memungkinkan ia memadukan pengaruh seni Barat termasuk Kubisme dengan filosofi Bali seperti mandala, pangider-ider, sebagai simbul energi alam semesta.

Sepanjang kariernya, Made Wianta tampil di berbagai panggung internasional, termasuk mewakili Indonesia di Venice Biennale 2003 dan berpameran di Mike Weiss Gallery, New York.

Karyanya terdokumentasi dalam berbagai publikasi penting dan terus dibaca sebagai jembatan antara tradisi leluhur dan inovasi modern.

Pameran “Wianta & Legacy” di Gallery of Art, The Apurva Kempinski Bali | Foto: Ferry Prasta

Melalui “Wianta & Legacy”, Gallery of Art tidak hanya mengenang seorang maestro, tetapi juga menegaskan bahwa seni adalah denyut kehidupan itu sendiri sebuah bahasa universal yang melampaui zaman.

Pameran ini menjadi pengingat bahwa Made Wianta tidak sekadar melukis bentuk, melainkan menangkap getaran eksistensi, menjadikan karyanya abadi dalam lanskap seni modern Indonesia dan dunia. [T]

Jimbaran, 24 Januari 2026

Penulis: I Gede Made Surya Darma
Editor: Adnyana Ole

Tags: di The Apurva Kempinski BalilukisanMade WiantaPameran Seni RupaSeni Rupa
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Berhati-hati Dengan Rekayasa Genetika

Next Post

‘Mens Rea’: Ketika Kritik Menguji Pengkritiknya Sendiri

I Gede Made Surya Darma

I Gede Made Surya Darma

Pelukis. Lulusan ISI Yogyakarta. Founder Lepud Art Management

Related Posts

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
0
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

Read moreDetails

Enam Perupa Asal Yogyakarta Pamerkan ‘Togetherness’: Berbeda Arah, Warna, Bentuk dan Latar Budaya

by Nyoman Budarsana
March 9, 2026
0
Enam Perupa Asal Yogyakarta Pamerkan ‘Togetherness’: Berbeda Arah, Warna, Bentuk dan Latar Budaya

Enam perupa dari berbagai wilayah di Indonesia menggelar pameran bertajuk “Togetherness” di Artspace, ARTOTEL Sanur Bali. Pameran lukisan dan patung...

Read moreDetails

Pameran Foto “Magic in the Waves” Menjadi Pengingat Perlunya Menjaga Pantai di Bali

by tatkala
February 19, 2026
0
Pameran Foto “Magic in the Waves” Menjadi Pengingat Perlunya Menjaga Pantai di Bali

Foto-foto karya yang dipertunjukkan Bagus Made Irawan alias Piping dalam pameran Magic in the Waves di Warung Kubukopi, Denpasar, 18-28...

Read moreDetails

Merespon Isu Interseksionalitas dan Merayakan Keragaman Manusia pada Pameran MANUSIA 4.0: Diver(city)

by tatkala
January 18, 2026
0
Merespon Isu Interseksionalitas dan Merayakan Keragaman Manusia pada Pameran MANUSIA 4.0: Diver(city)

RIUH ramai terdengar berbeda di salah satu venue Berbagi Ruang & Kopi, Denpasar, Sabtu 17 Januari 2026. Jika biasanya ia...

Read moreDetails

Menengok Lukisan Bercorak ‘Young Artist Style’ di The 1O1 Bali Oasis Sanur

by Nyoman Budarsana
January 17, 2026
0
Menengok Lukisan Bercorak ‘Young Artist Style’ di The 1O1 Bali Oasis Sanur

Wisatawan yang sedang melakukan check in ataupun check out di The 1O1 Bali Oasis Sanur tiba-tiba terhenti sejenak. Mereka bukan...

Read moreDetails

Ayo, Pameran “Simbiosa Kreatif: dari Norma Objektif ke Ekspresi Kreatif” Sudah Dibuka di Kencu Ruang Seni, Kuta, Bali

by tatkala
January 5, 2026
0
Ayo, Pameran “Simbiosa Kreatif: dari Norma Objektif ke Ekspresi Kreatif” Sudah Dibuka di Kencu Ruang Seni, Kuta, Bali

DI Kencu Ruang Seni di Kuta, Bali, pameran "Simbiosa Kreatif: dari Norma Objektif ke Ekspresi Kreatif", sebuah rekonstruksi perjalanan kreatif...

Read moreDetails

Pulang ke Palung: Estetika yang Meraba-raba

by Made Chandra
January 4, 2026
0
Pulang ke Palung: Estetika yang Meraba-raba

---Sebuah catatan reflektif tentang pameran yang meleburkan batas-batas kelokalan MENJELANG satu purnama, sejak kami—para peraba mimpi—dipertemukan oleh sebuah perhelatan kebudayaan...

Read moreDetails

Menelisik Ketimpangan dan Ketergantungan Melalui Pameran “Revolusi Setangkai Jerami”

by I Komang Sucita
December 7, 2025
0
Menelisik Ketimpangan dan Ketergantungan Melalui Pameran “Revolusi Setangkai Jerami”

“Dua serigala terjaga dalam kalut kekhawatiranakan tingkah gembala BELOGyang kian menggiring domba dombaMenuju keterasingan” -- Secarik puisi metafor pembuka KALA...

Read moreDetails

Enam Perupa Sad Rasa Pamerkan ‘Paradiso’ di ARMA Ubud: Ungkap ‘Surga’ yang Kian Compang-camping

by Nyoman Budarsana
December 6, 2025
0
Enam Perupa Sad Rasa Pamerkan ‘Paradiso’ di ARMA Ubud: Ungkap ‘Surga’ yang Kian Compang-camping

Sad Rasa yang terdiri dari enam perupa Bali menggelar pameran bersama di Museum Agung Rai (ARMA) Ubud. Pameran bertajuk “Paradiso”...

Read moreDetails

Pameran ‘BUMI’ di Surabaya: Ajak Publik Menyentuh Ulang Hubungan Manusia dan Tanah

by Arief Rahzen
December 4, 2025
0
Pameran ‘BUMI’ di Surabaya: Ajak Publik Menyentuh Ulang Hubungan Manusia dan Tanah

Gelaran seni bertajuk BUMI: Integralitas Tubuh–Rasa resmi dibuka di Galeri Dewan Kesenian Surabaya (DKS) pada 1 Desember 2025 malam. Pameran...

Read moreDetails
Next Post
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

‘Mens Rea’: Ketika Kritik Menguji Pengkritiknya Sendiri

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi
Esai

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil
Lingkungan

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

by Son Lomri
April 21, 2026
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan
Persona

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co