23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mewaspadai Grooming dengan Penguatan Komunikasi Keluarga

Wisnu Widjanarko by Wisnu Widjanarko
January 18, 2026
in Esai
Mempertanyakan Cinta : Meniti Rasa, Menata Jiwa

Wisnu Widjanarko

Prolog

Ramai pemberitaan media massa serta percakapan warganet di dunia maya tentang grooming. Penelusuran pun ramai di internet tentang child grooming khususnya.  Tidak hanya tentang kisahnya yang menyeruak dan mengambil porsi perhatian serta emosi khalayak, tetapi sejatinya juga menjadi pemantik pengetahuan dan diskursus baru tentang hal tersebut.

Ketika itu menyeruak, maka terlebih dahulu menjadi penting adalah untuk tahu, apakah sebenarnya grooming tersebut? Mengapa kita perlu mengetahuinya, serta lebih khusus lagi, mengapa kita perlu mewaspadainya? Hal ini penting, karena saat ini kita tidak hanya berada di era informasi tetapi justru ‘tsunami’ informasi. Sehingga, menjadi penting untuk mengetahui dan alasan pentingnya mengetahui hal tersebut, untuk kemudian menjadi sebuah pengetahuan yang bermanfaat bagi kehidupan dan keseharian kita.

Grooming: Serigala Berbulu Domba

Jadi, sebenarnya apa yang dimaksud dengan Grooming? Merujuk pada berbagai sumber, istilah ini berasosiasi pada upaya pengkondisian anak melalui sebuah proses di mana pelaku membangun hubungan dengan seorang anak – terkadang juga dengan keluarga besarnya – sehingga mendapatkan landasan kepercayaan dan posisi kuasa terhadap anak tersebut, di mana landasan tersebut dijadikan sarana persiapan untuk memanfaatkan anak tersebut, untuk kepentingan pelaku, seperti eksploitasi, kekerasan seksual, termasuk radikalisasi.

Tindakan grooming yang dilakukan pelaku merupakan suatu upaya manipulasi psikologis, karena bersifat terencana, bertahap, tidak konfrontatif, serta penuh kamuflase, sehingga membuat korban – termasuk orang tua dan keluarga – tidak menyadarinya sama sekali.

Grooming didesain untuk membuat mereka yang dijadikan target mempercayai sepenuhnya kepada pelaku, memberikan otoritas kuasa pada si pelaku. Setelah dia mendapatkan kepercayaan tersebut, mulailah dia melakukan upaya-upaya untuk menciptakan ketergantungan emosional melalui bentuk atensi, hadiah, apresiasi, sehingga ketika pelaku melakukan tindakan terkutuk tersebut, para korban terkadang tidak menyadari, merasa bingung, dan kemudian dimanipulasi oleh pelaku sebagai sesuatu yang ‘normal’. Atau, manakala anak sudah menyadari bahwa ‘ada sesuatu yang salah’, maka kerap anak mengalami tindakan untuk membungkamnya, mulai dari bujukan hingga ancaman.

Nah, pada titik ini, maka kita dapat menyepakati bahwa grooming adalah sesuatu yang perlu diwaspadai dan diantisipasi. Apa yang dilakukan pelaku atau groomer, sangatlah jahat! Mengapa, anak yang ditargetkan akan menjadi korban eksploitasi, terpapar radikalisasi, hingga mengalami kekerasan seksual. Ini tentunya akan menyebabkan pengalaman traumatis yang merugikan anak pada saat terjadi dan pasca kejadian.

Selain itu, kejahatan grooming yang tidak kalah biadabnya adalah, membuat orang-orang yang menjadi korban, kehilangan kepercayaan terhadap nilai-nilai kebaikan yang sejatinya benar adanya, namun karena hal tersebut pernah dimanipulasi oleh groomer, maka mereka akan membutuhkan upaya yang sangat besar untuk tidak salah persepsi tentang hal-hal baik namun diselewengkan oleh pelaku grooming.

Maka, siapakah yang rentan untuk dijadikan target grooming? Mereka adalah anak-anak hingga remaja yang punya kecenderungan kurang percaya diri, kerap merasa kesepian, jauh atau kurang pengawasan dari orang tua namun memiliki sikap hormat kepada mereka yang dituakan atau dewasa.

Pada saat yang sama, orang tua pun juga menjadi sasaran dari pelaku grooming, khususnya mereka yang karena situasi dan kondisi tertentu tidak memiliki waktu yang banyak serta berkualitas dengan anak, termasuk mereka yang kurang intens dalam berkomunikasi dengan anak.   

Keadaan anak dan orang tua sebagaimana di atas, akan menjadi ‘mangsa empuk’ bagi si pelaku manipulatif grooming.  Pelaku biasanya akan berpura-pura menjadi pribadi yang ramah, dapat dipercaya, dan kerap memberi pertolongan, bantuan, atau dukungan.  Orang tua dan keluarga menjadi terkelabui dan secara tidak sadar ‘mempercayakan’ anak kepada orang tersebut tanpa bercadang sama sekali. Begitu pula dengan anak, ketika dia merasa mendapatkan orang yang peduli, perhatian, apresiatif dari orang lain yang bukan keluarga tadi, maka dia akan ‘mempercayakan’ hidupnya pada orang tersebut, dan pada titik itulah, pelaku akan memanfaatkan dengan tanpa belas kasihan. 

Komunikasi Keluarga: Sebuah Pendekatan Antisipatif

Menghadapi groomer dan perilaku grooming pada anak, maka pencegahan menjadi kata kunci. Menjadi tugas bersama untuk sama-sama mengetahui sebagai bagian dari pencegahan dan penangkalan mereka yang hendak melakukan grooming, apalagi sampai dinormalisasi. Harus berangkat, bahwa sangat mungkin grooming terjadi pada anak dan sanak keluarga kita, sehingga kita harus peka terhadap situasi tersebut.

Solusinya tentu saja bersifat multifaktor, namun yang bisa dipastikan, salah satunya adalah penguatan komunikasi keluarga. Mengapa demikian? Karena keluargalah yang menjadi benteng pertahanan yang hakiki menghadapi hal tersebut. Selama semua merasa menjadi bagian dari keluarga, selama setiap anggota keluarga saling peduli dan terus berinteraksi satu sama lain, maka potensi ancaman grooming dapat dilemahkan sejak awal.  Nah, bentuk komunikasi keluarga seperti apa yang diupayakan?

Pertama, penguatan identifikasi diri sebagai keluarga. Pelaku grooming menyasar mereka yang rentan perhatian. Nah, di sini anak harus selalu dipupuk keyakinan bahwa dia adalah bagian dari keluarga, namun dengan senantiasa memperhatikan perkembangan psikologis dan usianya. 

Meyakini bahwa keluarganya adalah tempat yang aman dan nyaman untuk tumbuh dan berkembang, dapat dilakukan dengan selalu berbagi cerita tentang apa yang dirasakan atau melakukan aktivitas bersama, seperti eating out, liburan atau merayakan momen keagamaan bersama.  Studi komunikasi keluarga percaya, identifikasi diri adalah proses rasa kepemilikan dan keterikatan yang akan terbangun pada seluruh anggota keluarga – dalam hal ini anak dan orangtua – sehingga dirinya tidak merasa sendirian, kesepian dan tidak ada tempat untuk berbagi.

Kedua, membangun budaya pola komunikasi keluarga yang berorientasi pada percakapan. Groomer mengincar mereka yang rendah diri, sehingga dengan keluarga yang terbiasa memberi ruang artikulatif, maka anak akan menjadi pribadi percaya diri, mampu mempertimbangkan secara rasional dan tidak mudah terjebak dengan hal-hal manipulatif. 

Komunikasi terbuka antara anak dengan orang tua bisa menyesuaikan dengan tradisi masing-masing keluarga, ada yang memilih dengan pendekatan pluralistik sebagaimana ada juga yang bersifat konsesual. Keduanya sama-sama membangun cara interaksi di mana orang tua memberi kesempatan pada anak untuk berani menyampaikan pandangan didasari alasan dan pertimbangan, dengan senantiasa disertai adab tentang cara menyampaikannya.

Ketiga, pemanfaatan media untuk memperkuat peran orang tua. Grooming terjadi karena terdapat situasi di mana orang tua tidak selalu dapat hadir dalam aktivitas anak, seperti perbedaan lokasi tempat tinggal atau tersitanya waktu untuk bekerja.  Untuk menyiasati hal ini, maka orang tua harus tetap menghadirkan diri dengan menggunakan media komunikasi, seperti menelpon atau bertukar pesan.

Orang tua harus menciptakan cipta kondisi waktu untuk koordinasi dengan anak, mulai menanyakan kabar, apakah sudah makan, apakah ada keluhan. Mungkin saja, tidak selalu anak menjawab langsung sebagaimana harapan. Tetapi anak harus terbangun kesadaran, bahwa orang tua selalu membersamai aktivitas dan mendukung dirinya berproses, sehingga dia tidak pernah sedikit pun berpikir bahwa dirinya harus menjalani apa adanya sendiri.

Epilog

Keluarga bagi anak adalah sebuah keterberian. Menjadi tugas orang tua untuk menghadirkan iklim komunikasi yang memampukan mereka sebagai pribadi yang percaya diri, jauh dari rasa kesunyian, dan tidak berfikir dirinya tidak dicintai oleh keluarga. Komunikasi keluarga bisa menjadi salah satu benteng untuk melindungi anak-anak dari upaya grooming yang dengan cara manipulatifnya, bisa merebut dan menghancurkan impian akan masa depan cita-cita sang anak. [T]

Penulis: Wisnu Widjanarko
Editor: Adnyana Ole

Tags: groomingkomunikasikomunikasi keluarga
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

FANTASMAGORIE

Next Post

Puisi-puisi Kardanis Mudawi Jaya | Puisi yang Aku Tulis di Akhir Tahun

Wisnu Widjanarko

Wisnu Widjanarko

Dosen Psikologi Komunikasi dan Komunikasi Keluarga pada Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah

Related Posts

Renungan Meja Makan

by Angga Wijaya
August 22, 2026
0
Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

Read moreDetails

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
0
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

Read moreDetails

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
0
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

Read moreDetails

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
0
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

Read moreDetails

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

Read moreDetails

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
0
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

Read moreDetails

Lampu Merah dan Mental Menerabas

by Angga Wijaya
August 20, 2026
0
Lampu Merah dan Mental Menerabas

SETIAP hari, ketika berada di jalan raya, saya seperti menyaksikan sebuah pertunjukan kecil tentang manusia Indonesia. Pertunjukan itu tidak berlangsung...

Read moreDetails

Mata Air yang Kehilangan Sungai: Kemakmuran yang Tersesat

by Ahmad Sihabudin
August 19, 2026
0
’Pers Hijau’ dan Tanggung Jawab Ekologis Publik

"Di desa di kota tumbuh dan gelisah, seperti kembang dalam belukar, seperti mata air kehilangan sungai."— Franky Sahilatua Ada negeri...

Read moreDetails

Merawat Warisan Budaya Kolonial…

by Pande Susan
August 19, 2026
0
Merawat Warisan Budaya Kolonial…

“Berapa lama Belanda menjajah Indonesia?” Adalah sebuah pertanyaan wajib ketika mulai belajar tentang sejarah Indonesia setelah bab Kerajaan-Kerajaan Hindu-Budha dan...

Read moreDetails

Pasukan Berpeluh, Pejabat Berteduh

by Dede Putra Wiguna
August 18, 2026
0
Pasukan Berpeluh, Pejabat Berteduh

SETIAP kali upacara bendera dimulai, ada orang-orang yang berdiri di bawah matahari dan ada pula yang di bawah tenda. Yang...

Read moreDetails
Next Post
Puisi-puisi Kardanis Mudawi Jaya | Puisi yang Aku Tulis di Akhir Tahun

Puisi-puisi Kardanis Mudawi Jaya | Puisi yang Aku Tulis di Akhir Tahun

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co