25 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Puisi-puisi Kardanis Mudawi Jaya | Puisi yang Aku Tulis di Akhir Tahun

Kardanis Mudawi Jaya by Kardanis Mudawi Jaya
January 18, 2026
in Puisi
Puisi-puisi Kardanis Mudawi Jaya | Puisi yang Aku Tulis di Akhir Tahun

Kardanis Mudawi Jaya

PUISI YANG AKU TULIS DI AKHIR TAHUN

12 bulan mengambang gentayangan
panas membentang dengan getir
tak ada alir air
kaliku kering.
Hujan lahir
waktu waktu pandir digerus ketakpastian
janji janji harus dicatat pada penanggalan
senyum tegar harus berkibar
berlayar angin.

Betapa sering mendengar jerit lagu pilu
hantu hantu bertamasya dengan riang
tumbuh diantara kembang yang rentan
air ditawarkan jadi suguhan tak berarti
air mata merembes aku reguk sendiri
cara hargai diri tanpa perlu dipahami

Aku menyaring pikiran
dari pinggiran sungai kecil
aku melihat
kau menjelma mata air
aku wadah kosong siap menampung
tapi kau begitu saja melintas.

Di tepian sungai aku terdiam
kau beriak melintas
tanpa tanda
tanpa senyum menyapa
tidak kuasa aku minta airmu.

12 bulan timbul tenggelam di air mata
365 matahari ditempa kesadaran
berwaktu waktu sujudkan kesabaran
pada bumi
suaraku menjadi lebih liar berjaga
tapi suaramu lebih liar untuk lupa.

Aku diam dalam ruang
menyusuri bulan bulan yang mengalir
aku hidup menjadi kali
dan kau yang menemani
tahun demi tahun
menjadi air
kaliku yang yang dulu mati
aku melihat kesegaran kembali
berkali-kali.

SKENO AKHIR TAHUN

  • tiba pd Jeniffer

Desember terakhir kita tak lagi bicara
semua sudah kita kemas
di atas panggung
tentang kekurangan
-kelebihan
yang tak perlu
lagi dicatat.

Di mataku semua telah dihapus
oleh hujan semalam
juga sisa gerimis yang jatuh
ke dalam kamar
aku reguk kehangatan nasib
paling pahit
dengan kopi hitam
paling kental.

Di akhir desember aku memilih masuk
hening menikmati suara-suara sakit
yang diledakkan di atas kepala
keriangan yang direncanakan
orang-orang memecahkan penatnya
penuh bahagia.

Aku menyaksikan dari jendela
ada yang menganga sesekali tertawa
melihat cahaya di langit kalang kabut
kunang-kunang dalam pesta
musik gaduh mencari tempatnya.

Aku mengingat wajah wajah
yang mungkin riang terjerat bahagia
ikut merayakan harapan yang terpaksa
aku mengirim pesan
kusampaikan salam doa-doa harapan
orang-orang aku kasihi sedang bahagia.

Seorang gadis mengirim pesan bahagia
doa doa sederhana
ia ledakkan di kepalaku
air mata mengalir
aku reguk ditemani suara batin
sehat sehat bapak tetap semangat
selalu terlihat lebih muda.

Suara itu suara cinta
suara perih yang keras
aku tunjukkan kata-kata kehidupan
suara yang sempat melewati demam
suara yang sakit memanjati nilai nilai

Aku terbiasa membuat nasib lebih baik
aku terbiasa melepas diri dari perhatian
malam itu di awal tahun
kau pelan pelan membuat. gerimis kuat
sepahit kopi
dengan bahagia aku habis mereguknya.

Di TERAS MENJAGA USIA


: tiba pd Keyzia

adakah usia membuat jarak
sementara signal yang jauh
susah menerima
frekuensi yang sama.

maukah kau memelukku
dengan senyum paling tulus.

Di kalender mu tampak
warna warna bergerak
penuh gemerlap emosi remaja
begitu mata tertutup
semua berbenturan
pada kalenderku
sisa usia makin tampak pusat
nyalanya

Mungkin aku tanpa rasa malu
meminta
pelukan senyum kecil
paling tulus
sebab
begitu jauh perjalanan
jarak usia
sementara tanganku
terbiasa menjaga
nyala api yang membakar
apa saja.

Usiaku jauh
mengira masih muda
masih membawa banyak cinta
hingga lupa di luar
banyak orang begitu masif
membawa kecurigaan
tentang kejahatan seksualitas.

Aku juga membawa
perasaan malu
begitu angin gairah berbeturan
berbeturan berebut tempat
taklukan hati

Aku tak ingin marebut
perasaan cinta
fitrah sesungguhnya
yang bersemayam
yang kau bawa
untuk seseorang
juga untuk dua kekasih
yang menjaga dari lahir.

maukah kau memelukku
dengan senyum paling tulus
dengan jarak usia yang jauh
seperti juga dua kekasihmu
menjaga api yang kau bawa
sebagai penerang
penghangat
pengingat
usia
agar aku tetap semangat
mengingat
aku bercinta
pada karya
agar tetap
menyala.

MULAT SARIRA

  • ruang teater di akhir tahun

Sini nak, dekatlah!

Kita duduk saling membuka diri
dan bertukar tangkap pandangan.

Aku ingin bicara
tentang nafas yang keluar
dari setiap mulut yang bersuara.

Seberapa lama kita membahagiakan diri
dengan kata kata yang membuat bahagia
sebelum air mata menembus ruang gelap
jantung dipacu mengacaukan perasaan.

Nafas bahagia selalu menyegarkan wajah
tapi kilatan luka yang buat sesak nafas
berlarut larut membawa tubuh pucat takut
menyentuh timbunan air mata. jadi gelap
kita diam tapi tidak sedang dalam bahagia.

Ada kedua tangan kasih yang memelukmu
sekarang sedang melesat mempersiapkan
jejak jejak kakinya bagai kuda api melesat
keduanya tidak ingin melihat kau terpaku
gerak dan lompatan tubuhnya yang lelah
tak dikatan lelah semua cepat melesat.

Lihat nafas waktu melintasi lelah wajahnya
matanya dibuka untuk lepas memandang
batu sandungan penghalang untuk terbang
air matanya dipenuh kilauan cahaya cinta
Ia terus berpacu menenggelamkan lelah
Ia melesat mengatur nafas menuju satu
teriakannya diam hingga dipuncak. tujuan.

Mari nak saling belajar membuka diri
kau dan aku bertukar tangkap pandangan
aku ingin bicara tentang nafas yang keluar
dari mulut suara yang datang lebih tenang
dengan kata kata yang membuat bahagia
seberapa lama kita memahami rasa cinta
dari dua kekasih yang menghadirkan kita
belajar mengatur ritme nafas panjang.

Setia itu janji lurus
akan menempuh jalan gelap juga
kata-kata indah diagungkan
akan juga melintasi kilau lukanya
hitam putih saling memergoki
tapi keyakinan menguatkan hati
langkah tegas membekas jejak
terbaca kesanggupan hidup
jadi manusia merdeka.

.

Penulis: Kardanis Mudawi Jaya
Editor: Adnyana Ole

Tags: Puisi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Mewaspadai Grooming dengan Penguatan Komunikasi Keluarga

Next Post

Capres Tanpa Kepala | Cerpen Depri  Ajopan

Kardanis Mudawi Jaya

Kardanis Mudawi Jaya

Penyair. Tinggal di Denpasar.

Related Posts

Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

by Sholihul Mubarok
June 28, 2026
0
Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

MENJELMA KATA DI KURUSETRA BERANDA mata-mata telingasulih gaduh suaralahir ribuan kekata jemari adalah ujung belatirobek halus di layar tanduskebajikan serta...

Read moreDetails

Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

by Andi Wirambara
June 27, 2026
0
Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

KUCING aku seekor kucing yang memanjat jendelamukau penghuni yang selalu menutupnya,bersantai menenteng cangkir teh yang pekat. aku mengeong dan mengamuk,...

Read moreDetails

Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

by IBW Widiasa Keniten
June 26, 2026
0
Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

Tuhan Beri Aku Waktu Tuhan, di sisa napas ini beri aku mengadudalam gelombang hidup yang tak pernah pastiTuhan, beri aku...

Read moreDetails

Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

by Mahesa Putra
June 21, 2026
0
Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

Pelancong Gersang Aku berhenti memikirkanmu.Jam-jam yang meruntuhkan angka-angka;berlarian masuk rumah. Aku berhenti memikirkanmu.Sejak kamu menggulir layar begitu pagi,memanen percakapan tentang...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Chusmeru | Sajak Purnatugas

by Chusmeru
June 20, 2026
0
Puisi-Puisi Chusmeru | Sajak Purnatugas

Yang Tua yang Tak Mau Purna Segara punya pantai sebagai batas gelombangSungai punya sempadan untuk batas aliranTetapi tidak bagi yang...

Read moreDetails

Puisi-puisi Putu Intan Juliantika | Lintang Perahu Pegat

by Putu Intan Juliantika
June 14, 2026
0
Puisi-puisi Putu Intan Juliantika | Lintang Perahu Pegat

LINTANG PERAHU PEGAT Dari perut bundaPertama kalinya aku hidupDari perut bundaPertama kali aku dipeluknya Tak ingat apa yang terjadi sebelumnyaTak...

Read moreDetails

Puisi-puisi IRZI | Jazz Buat Para Puan

by IRZI
June 13, 2026
0
Puisi-puisi IRZI | Jazz Buat Para Puan

JESS BUAT PRANITA DEWI Meong-meong alih je bikule—suara itu melintas dari pelataran purake satelit, kabel bawah laut, ruang transit;atma mengikutinya...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | sore di gerbang tim.

by Selendang Sulaiman
June 7, 2026
0
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | sore di gerbang tim.

sore di gerbang tim. jam tiga sore, matahari pucat di belakang mendung,angin kencang menyapu sisa pohonan di cikini.aku duduk di...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Angga Wijaya | Doa untuk Tetangga

by Angga Wijaya
June 6, 2026
0
Puisi-Puisi Angga Wijaya | Doa untuk Tetangga

DOA UNTUK TETANGGA Di beranda kos, aku kerap duduk sendiri. Dalam hatimengucap doa. Aku berdoa, semoga semua tetanggadiberi rezeki yang...

Read moreDetails

Puisi-puisi Ama Gaspar

by Ama Gaspar
June 5, 2026
0
Puisi-puisi Ama Gaspar

Sajak Tentang Air IDari perut bumi, riwayat meambat di selasar masa;menjelma buih, pecik, riak, arus, dan air. Dari kulit tanah,...

Read moreDetails
Next Post
Capres Tanpa Kepala | Cerpen Depri  Ajopan

Capres Tanpa Kepala | Cerpen Depri  Ajopan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?
Opini

Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

DI kelas Bahasa Indonesia SMA, siswa bergerak dari laporan hasil observasi, anekdot, hikayat, negosiasi, biografi, dan puisi; lalu berjumpa argumentasi,...

by Gede Sidi Artajaya
August 25, 2026
Tanah Lot Art & Food Festival 2026, Merayakan Tradisi dari Gebogan hingga Kuliner Tabanan
Panggung

Tanah Lot Art & Food Festival 2026, Merayakan Tradisi dari Gebogan hingga Kuliner Tabanan

TANAH LOT kembali menjadi ruang perjumpaan seni, tradisi, dan kuliner dalam Tanah Lot Art & Food Festival ke-7. Festival yang...

by Nyoman Budarsana
August 25, 2026
Utsawa Dharmagita XXXIII, Merawat Tradisi Lisan dan Menanamkan Dharma kepada Generasi Muda
Budaya

Utsawa Dharmagita XXXIII, Merawat Tradisi Lisan dan Menanamkan Dharma kepada Generasi Muda

UTSAWA Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 kembali digelar. Itu artinya, lantunan sloka, palawakya, kakawin, kidung, hingga gaguritan kembali...

by Nyoman Budarsana
August 25, 2026
Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]
Tualang

Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]

ADA kalanya kita tidak membutuhkan perjalanan yang jauh untuk menemukan kebahagiaan. Kita hanya membutuhkan kesempatan untuk berhenti sejenak dari rutinitas,...

by Ahmad Sihabudin
August 25, 2026
Melalui “Samarasā”, UWRF 2026 Mengajak Kita Memahami Diri Sendiri, Mendengarkan Sudut Pandang Orang Lain, Membangun Empati, dan Bersama-Sama Menciptakan Perubahan
Panggung

Melalui “Samarasā”, UWRF 2026 Mengajak Kita Memahami Diri Sendiri, Mendengarkan Sudut Pandang Orang Lain, Membangun Empati, dan Bersama-Sama Menciptakan Perubahan

UBUD Writers & Readers Festival (UWRF) 2026 segera digelar. Memasuki tahun ke-23, salah satu festival sastra terbesar dan paling berpengaruh...

by Dede Putra Wiguna
August 25, 2026
Karnaval dan Kemacetan Sosial
Esai

Karnaval dan Kemacetan Sosial

ADA sesuatu yang terasa ganjil setiap kali bulan Agustus tiba. Bendera Merah Putih berkibar di depan rumah, umbul-umbul menghiasi gang,...

by Ahmad Fatoni
August 24, 2026
“Telur Segara, Bibit Kehidupan”, Metafora Jika Laut Adalah Makhluk Hidup
Ulas Rupa

“Telur Segara, Bibit Kehidupan”, Metafora Jika Laut Adalah Makhluk Hidup

PADA tahun 2023, terdapat sebuah pameran seni rupa yang mengangkat tentang laut dan ekosistemnya. Pameran tersebut berjudul “Surya Segara Rupa”...

by Savitri Sastrawan
August 24, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [6]: Algoritma sebagai Kurator yang Tak Pernah Membaca

ADA satu paradoks yang jarang diucapkan dalam diskusi tentang ekosistem sastra digital, bahwa kurator terbesar sastra Indonesia hari ini adalah...

by Andre Syahreza
August 24, 2026
105 UMKM Lokal Raup Untung, Perputaran Ekonomi Buleleng Festival 2026 Tembus Rp3,091 Miliar  —— Bupati Sutjidra Ucapkan Terima Kasih
Ekonomi

105 UMKM Lokal Raup Untung, Perputaran Ekonomi Buleleng Festival 2026 Tembus Rp3,091 Miliar  —— Bupati Sutjidra Ucapkan Terima Kasih

PELAKSANAAN Buleleng Festival 2026 resmi ditutup Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra didampingi Wakil Bupati Gede Supriatna dari Panggung Utama Kawasan...

by tatkala
August 24, 2026
Ketika Kampus Negeri Bergeser Menjadi Arena Pasar Bebas
Opini

Ketika Kampus Negeri Bergeser Menjadi Arena Pasar Bebas

Masuk perguruan tinggi negeri (PTN) dulu sering dianggap seperti menembus gerbang prestise akademik. Seleksinya ketat, persaingannya tinggi, dan keberhasilannya sering...

by I Kadek Adhi Dwipayana
August 24, 2026
Sakrum: Sebuah Proses Meretas Jarak Duduk Ayah
Ulas Pentas

Sakrum: Sebuah Proses Meretas Jarak Duduk Ayah

SEBAGAI penari, aku bergerak dari kode satu ke kode gerak lainnya, sementara ayahku yang merupakan seorang pematung, bergerak dalam duduknya....

by Yanik Parta
August 24, 2026
Tikungan Desa Taro Dilengkapi Reflektor, Mahasiswa KKN-PPM XXXIII Udayana Dorong Keselamatan Pengguna Jalan
Pendidikan

Tikungan Desa Taro Dilengkapi Reflektor, Mahasiswa KKN-PPM XXXIII Udayana Dorong Keselamatan Pengguna Jalan

TIKUNGAN dengan jarak pandang terbatas menjadi titik yang membutuhkan perhatian lebih dari pengguna jalan. Karena itu, sejumlah tikungan di Desa...

by Dede Putra Wiguna
August 24, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co