24 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Puisi-puisi Kardanis Mudawi Jaya | Puisi yang Aku Tulis di Akhir Tahun

Kardanis Mudawi Jaya by Kardanis Mudawi Jaya
January 18, 2026
in Puisi
Puisi-puisi Kardanis Mudawi Jaya | Puisi yang Aku Tulis di Akhir Tahun

Kardanis Mudawi Jaya

PUISI YANG AKU TULIS DI AKHIR TAHUN

12 bulan mengambang gentayangan
panas membentang dengan getir
tak ada alir air
kaliku kering.
Hujan lahir
waktu waktu pandir digerus ketakpastian
janji janji harus dicatat pada penanggalan
senyum tegar harus berkibar
berlayar angin.

Betapa sering mendengar jerit lagu pilu
hantu hantu bertamasya dengan riang
tumbuh diantara kembang yang rentan
air ditawarkan jadi suguhan tak berarti
air mata merembes aku reguk sendiri
cara hargai diri tanpa perlu dipahami

Aku menyaring pikiran
dari pinggiran sungai kecil
aku melihat
kau menjelma mata air
aku wadah kosong siap menampung
tapi kau begitu saja melintas.

Di tepian sungai aku terdiam
kau beriak melintas
tanpa tanda
tanpa senyum menyapa
tidak kuasa aku minta airmu.

12 bulan timbul tenggelam di air mata
365 matahari ditempa kesadaran
berwaktu waktu sujudkan kesabaran
pada bumi
suaraku menjadi lebih liar berjaga
tapi suaramu lebih liar untuk lupa.

Aku diam dalam ruang
menyusuri bulan bulan yang mengalir
aku hidup menjadi kali
dan kau yang menemani
tahun demi tahun
menjadi air
kaliku yang yang dulu mati
aku melihat kesegaran kembali
berkali-kali.

SKENO AKHIR TAHUN

  • tiba pd Jeniffer

Desember terakhir kita tak lagi bicara
semua sudah kita kemas
di atas panggung
tentang kekurangan
-kelebihan
yang tak perlu
lagi dicatat.

Di mataku semua telah dihapus
oleh hujan semalam
juga sisa gerimis yang jatuh
ke dalam kamar
aku reguk kehangatan nasib
paling pahit
dengan kopi hitam
paling kental.

Di akhir desember aku memilih masuk
hening menikmati suara-suara sakit
yang diledakkan di atas kepala
keriangan yang direncanakan
orang-orang memecahkan penatnya
penuh bahagia.

Aku menyaksikan dari jendela
ada yang menganga sesekali tertawa
melihat cahaya di langit kalang kabut
kunang-kunang dalam pesta
musik gaduh mencari tempatnya.

Aku mengingat wajah wajah
yang mungkin riang terjerat bahagia
ikut merayakan harapan yang terpaksa
aku mengirim pesan
kusampaikan salam doa-doa harapan
orang-orang aku kasihi sedang bahagia.

Seorang gadis mengirim pesan bahagia
doa doa sederhana
ia ledakkan di kepalaku
air mata mengalir
aku reguk ditemani suara batin
sehat sehat bapak tetap semangat
selalu terlihat lebih muda.

Suara itu suara cinta
suara perih yang keras
aku tunjukkan kata-kata kehidupan
suara yang sempat melewati demam
suara yang sakit memanjati nilai nilai

Aku terbiasa membuat nasib lebih baik
aku terbiasa melepas diri dari perhatian
malam itu di awal tahun
kau pelan pelan membuat. gerimis kuat
sepahit kopi
dengan bahagia aku habis mereguknya.

Di TERAS MENJAGA USIA


: tiba pd Keyzia

adakah usia membuat jarak
sementara signal yang jauh
susah menerima
frekuensi yang sama.

maukah kau memelukku
dengan senyum paling tulus.

Di kalender mu tampak
warna warna bergerak
penuh gemerlap emosi remaja
begitu mata tertutup
semua berbenturan
pada kalenderku
sisa usia makin tampak pusat
nyalanya

Mungkin aku tanpa rasa malu
meminta
pelukan senyum kecil
paling tulus
sebab
begitu jauh perjalanan
jarak usia
sementara tanganku
terbiasa menjaga
nyala api yang membakar
apa saja.

Usiaku jauh
mengira masih muda
masih membawa banyak cinta
hingga lupa di luar
banyak orang begitu masif
membawa kecurigaan
tentang kejahatan seksualitas.

Aku juga membawa
perasaan malu
begitu angin gairah berbeturan
berbeturan berebut tempat
taklukan hati

Aku tak ingin marebut
perasaan cinta
fitrah sesungguhnya
yang bersemayam
yang kau bawa
untuk seseorang
juga untuk dua kekasih
yang menjaga dari lahir.

maukah kau memelukku
dengan senyum paling tulus
dengan jarak usia yang jauh
seperti juga dua kekasihmu
menjaga api yang kau bawa
sebagai penerang
penghangat
pengingat
usia
agar aku tetap semangat
mengingat
aku bercinta
pada karya
agar tetap
menyala.

MULAT SARIRA

  • ruang teater di akhir tahun

Sini nak, dekatlah!

Kita duduk saling membuka diri
dan bertukar tangkap pandangan.

Aku ingin bicara
tentang nafas yang keluar
dari setiap mulut yang bersuara.

Seberapa lama kita membahagiakan diri
dengan kata kata yang membuat bahagia
sebelum air mata menembus ruang gelap
jantung dipacu mengacaukan perasaan.

Nafas bahagia selalu menyegarkan wajah
tapi kilatan luka yang buat sesak nafas
berlarut larut membawa tubuh pucat takut
menyentuh timbunan air mata. jadi gelap
kita diam tapi tidak sedang dalam bahagia.

Ada kedua tangan kasih yang memelukmu
sekarang sedang melesat mempersiapkan
jejak jejak kakinya bagai kuda api melesat
keduanya tidak ingin melihat kau terpaku
gerak dan lompatan tubuhnya yang lelah
tak dikatan lelah semua cepat melesat.

Lihat nafas waktu melintasi lelah wajahnya
matanya dibuka untuk lepas memandang
batu sandungan penghalang untuk terbang
air matanya dipenuh kilauan cahaya cinta
Ia terus berpacu menenggelamkan lelah
Ia melesat mengatur nafas menuju satu
teriakannya diam hingga dipuncak. tujuan.

Mari nak saling belajar membuka diri
kau dan aku bertukar tangkap pandangan
aku ingin bicara tentang nafas yang keluar
dari mulut suara yang datang lebih tenang
dengan kata kata yang membuat bahagia
seberapa lama kita memahami rasa cinta
dari dua kekasih yang menghadirkan kita
belajar mengatur ritme nafas panjang.

Setia itu janji lurus
akan menempuh jalan gelap juga
kata-kata indah diagungkan
akan juga melintasi kilau lukanya
hitam putih saling memergoki
tapi keyakinan menguatkan hati
langkah tegas membekas jejak
terbaca kesanggupan hidup
jadi manusia merdeka.

.

Penulis: Kardanis Mudawi Jaya
Editor: Adnyana Ole

Tags: Puisi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Mewaspadai Grooming dengan Penguatan Komunikasi Keluarga

Next Post

Capres Tanpa Kepala | Cerpen Depri  Ajopan

Kardanis Mudawi Jaya

Kardanis Mudawi Jaya

Penyair. Tinggal di Denpasar.

Related Posts

Sajak-sajak Wayan Esa Bhaskara | Begitulah Aku Mencintaimu

by Wayan Esa Bhaskara
April 18, 2026
0
Sajak-sajak Wayan Esa Bhaskara | Begitulah Aku Mencintaimu

Irama Nada Hujan aroma tanah selepas hujansisakan nafasnya yang gemetardingin pagikekecewaan yang bersandar yang tak pernah dicapai mataharitak berikan waktu...

Read moreDetails

Puisi-puisi Ida Bagus Gde Surya Bharata | Meseh Lawang

by Gus Surya Bharata
April 12, 2026
0
Puisi-puisi Ida Bagus Gde Surya Bharata | Meseh Lawang

MESEH LAWANG Nuju dinane anulampahe napak lawangannilar pekaranganngapti segere tan mari lali napak lawangane di arepanggane matureksasungkan tan pasangkanmeduuh aduh...

Read moreDetails

Puisi-puisi Senny Suzanna Alwasilah | Antara Jakarta dan Seoul

by Senny Suzanna Alwasilah
April 12, 2026
0
Puisi-puisi Senny Suzanna Alwasilah | Antara Jakarta dan Seoul

ANTARA JAKARTA DAN SEOUL Aku tiba di negerimu yang terik di bulan Agustussaat Jakarta telah jauh kutinggalkan dalam larik-larik sajakSejenak...

Read moreDetails

Puisi-puisi Kim Young Soo | Melintasi Langit Kalimantan

by Kim Young Soo
April 12, 2026
0
Puisi-puisi Kim Young Soo | Melintasi Langit Kalimantan

MELINTASI LANGIT KALIMANTAN Pada puncak antara umur 20-an dan 30-an aku pernah lihatair anak sungai berwarna tanah liat merah mengalir...

Read moreDetails

Puisi-puisi Zahra Vatim | Perahu Kata

by Zahra Vatim
April 11, 2026
0
Puisi-puisi Zahra Vatim | Perahu Kata

PERAHU KATA Ingin kau tatap ombak dari tepi gunungterlintas segala pelayaran yang usai dan landaidaun kering terpantul cahayabatu pijak dipeluk...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Chusmeru | Lagu Terlewat

by Chusmeru
April 10, 2026
0
Puisi-Puisi Chusmeru | Lagu Terlewat

Lagu Terlewat Tak mengapa bila senyum itu bukan untukkuKarena tawa usai berpestaTapi cinta adakah meranaBila setapak pernah bersamaSemai akan tetap...

Read moreDetails

Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Di Altar Sucimu, Tuhan

by IBW Widiasa Keniten
April 5, 2026
0
Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Di Altar Sucimu, Tuhan

Beri Aku Tuhan beri aku bersimpuh, tuhandi kaki padma sucimu beri aku bersujud, tuhanjiwa raga terselimuti jelaga kehidupan beri aku...

Read moreDetails

Puisi-puisi Made Bryan Mahararta | Perang Teluk

by Made Bryan Mahararta
April 4, 2026
0
Puisi-puisi Made Bryan Mahararta | Perang Teluk

Perang Teluk Peristiwa penting dalam babak sejarah duniaGeopolitik modern yang tersirat krisis internasionalKonflik regional yang penuh ambisi dan amarahNegara kawasan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Iwan Setiawan | Senja yang Tersesat di Rambut Seorang Perempuan

by Iwan Setiawan
March 28, 2026
0
Puisi-puisi Iwan Setiawan | Senja yang Tersesat di Rambut Seorang Perempuan

SENJA YANG TERSESAT DI RAMBUT SEORANG PEREMPUAN Puisi ini aku dedikasikan untuk Lea Kathe Ritonga di rambutnya, senja tersesat seperti...

Read moreDetails

Puisi-puisi Alfiansyah Bayu Wardhana | Taman yang Diam-diam Bersemi

by Alfiansyah Bayu Wardhana
March 27, 2026
0
Puisi-puisi Alfiansyah Bayu Wardhana | Taman yang Diam-diam Bersemi

Taman yang Diam-diam Bersemi Maka pada suatu pagi yang heningkutemukan namamu tumbuh di dalam hatiku,sebagaimana benih yang lama tersembunyitiba-tiba mengenal...

Read moreDetails
Next Post
Capres Tanpa Kepala | Cerpen Depri  Ajopan

Capres Tanpa Kepala | Cerpen Depri  Ajopan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi
Esai

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil
Lingkungan

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

by Son Lomri
April 21, 2026
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan
Persona

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co