25 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Puisi-puisi Kardanis Mudawi Jaya | Puisi yang Aku Tulis di Akhir Tahun

Kardanis Mudawi Jaya by Kardanis Mudawi Jaya
January 18, 2026
in Puisi
Puisi-puisi Kardanis Mudawi Jaya | Puisi yang Aku Tulis di Akhir Tahun

Kardanis Mudawi Jaya

PUISI YANG AKU TULIS DI AKHIR TAHUN

12 bulan mengambang gentayangan
panas membentang dengan getir
tak ada alir air
kaliku kering.
Hujan lahir
waktu waktu pandir digerus ketakpastian
janji janji harus dicatat pada penanggalan
senyum tegar harus berkibar
berlayar angin.

Betapa sering mendengar jerit lagu pilu
hantu hantu bertamasya dengan riang
tumbuh diantara kembang yang rentan
air ditawarkan jadi suguhan tak berarti
air mata merembes aku reguk sendiri
cara hargai diri tanpa perlu dipahami

Aku menyaring pikiran
dari pinggiran sungai kecil
aku melihat
kau menjelma mata air
aku wadah kosong siap menampung
tapi kau begitu saja melintas.

Di tepian sungai aku terdiam
kau beriak melintas
tanpa tanda
tanpa senyum menyapa
tidak kuasa aku minta airmu.

12 bulan timbul tenggelam di air mata
365 matahari ditempa kesadaran
berwaktu waktu sujudkan kesabaran
pada bumi
suaraku menjadi lebih liar berjaga
tapi suaramu lebih liar untuk lupa.

Aku diam dalam ruang
menyusuri bulan bulan yang mengalir
aku hidup menjadi kali
dan kau yang menemani
tahun demi tahun
menjadi air
kaliku yang yang dulu mati
aku melihat kesegaran kembali
berkali-kali.

SKENO AKHIR TAHUN

  • tiba pd Jeniffer

Desember terakhir kita tak lagi bicara
semua sudah kita kemas
di atas panggung
tentang kekurangan
-kelebihan
yang tak perlu
lagi dicatat.

Di mataku semua telah dihapus
oleh hujan semalam
juga sisa gerimis yang jatuh
ke dalam kamar
aku reguk kehangatan nasib
paling pahit
dengan kopi hitam
paling kental.

Di akhir desember aku memilih masuk
hening menikmati suara-suara sakit
yang diledakkan di atas kepala
keriangan yang direncanakan
orang-orang memecahkan penatnya
penuh bahagia.

Aku menyaksikan dari jendela
ada yang menganga sesekali tertawa
melihat cahaya di langit kalang kabut
kunang-kunang dalam pesta
musik gaduh mencari tempatnya.

Aku mengingat wajah wajah
yang mungkin riang terjerat bahagia
ikut merayakan harapan yang terpaksa
aku mengirim pesan
kusampaikan salam doa-doa harapan
orang-orang aku kasihi sedang bahagia.

Seorang gadis mengirim pesan bahagia
doa doa sederhana
ia ledakkan di kepalaku
air mata mengalir
aku reguk ditemani suara batin
sehat sehat bapak tetap semangat
selalu terlihat lebih muda.

Suara itu suara cinta
suara perih yang keras
aku tunjukkan kata-kata kehidupan
suara yang sempat melewati demam
suara yang sakit memanjati nilai nilai

Aku terbiasa membuat nasib lebih baik
aku terbiasa melepas diri dari perhatian
malam itu di awal tahun
kau pelan pelan membuat. gerimis kuat
sepahit kopi
dengan bahagia aku habis mereguknya.

Di TERAS MENJAGA USIA


: tiba pd Keyzia

adakah usia membuat jarak
sementara signal yang jauh
susah menerima
frekuensi yang sama.

maukah kau memelukku
dengan senyum paling tulus.

Di kalender mu tampak
warna warna bergerak
penuh gemerlap emosi remaja
begitu mata tertutup
semua berbenturan
pada kalenderku
sisa usia makin tampak pusat
nyalanya

Mungkin aku tanpa rasa malu
meminta
pelukan senyum kecil
paling tulus
sebab
begitu jauh perjalanan
jarak usia
sementara tanganku
terbiasa menjaga
nyala api yang membakar
apa saja.

Usiaku jauh
mengira masih muda
masih membawa banyak cinta
hingga lupa di luar
banyak orang begitu masif
membawa kecurigaan
tentang kejahatan seksualitas.

Aku juga membawa
perasaan malu
begitu angin gairah berbeturan
berbeturan berebut tempat
taklukan hati

Aku tak ingin marebut
perasaan cinta
fitrah sesungguhnya
yang bersemayam
yang kau bawa
untuk seseorang
juga untuk dua kekasih
yang menjaga dari lahir.

maukah kau memelukku
dengan senyum paling tulus
dengan jarak usia yang jauh
seperti juga dua kekasihmu
menjaga api yang kau bawa
sebagai penerang
penghangat
pengingat
usia
agar aku tetap semangat
mengingat
aku bercinta
pada karya
agar tetap
menyala.

MULAT SARIRA

  • ruang teater di akhir tahun

Sini nak, dekatlah!

Kita duduk saling membuka diri
dan bertukar tangkap pandangan.

Aku ingin bicara
tentang nafas yang keluar
dari setiap mulut yang bersuara.

Seberapa lama kita membahagiakan diri
dengan kata kata yang membuat bahagia
sebelum air mata menembus ruang gelap
jantung dipacu mengacaukan perasaan.

Nafas bahagia selalu menyegarkan wajah
tapi kilatan luka yang buat sesak nafas
berlarut larut membawa tubuh pucat takut
menyentuh timbunan air mata. jadi gelap
kita diam tapi tidak sedang dalam bahagia.

Ada kedua tangan kasih yang memelukmu
sekarang sedang melesat mempersiapkan
jejak jejak kakinya bagai kuda api melesat
keduanya tidak ingin melihat kau terpaku
gerak dan lompatan tubuhnya yang lelah
tak dikatan lelah semua cepat melesat.

Lihat nafas waktu melintasi lelah wajahnya
matanya dibuka untuk lepas memandang
batu sandungan penghalang untuk terbang
air matanya dipenuh kilauan cahaya cinta
Ia terus berpacu menenggelamkan lelah
Ia melesat mengatur nafas menuju satu
teriakannya diam hingga dipuncak. tujuan.

Mari nak saling belajar membuka diri
kau dan aku bertukar tangkap pandangan
aku ingin bicara tentang nafas yang keluar
dari mulut suara yang datang lebih tenang
dengan kata kata yang membuat bahagia
seberapa lama kita memahami rasa cinta
dari dua kekasih yang menghadirkan kita
belajar mengatur ritme nafas panjang.

Setia itu janji lurus
akan menempuh jalan gelap juga
kata-kata indah diagungkan
akan juga melintasi kilau lukanya
hitam putih saling memergoki
tapi keyakinan menguatkan hati
langkah tegas membekas jejak
terbaca kesanggupan hidup
jadi manusia merdeka.

.

Penulis: Kardanis Mudawi Jaya
Editor: Adnyana Ole

Tags: Puisi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Mewaspadai Grooming dengan Penguatan Komunikasi Keluarga

Next Post

Capres Tanpa Kepala | Cerpen Depri  Ajopan

Kardanis Mudawi Jaya

Kardanis Mudawi Jaya

Penyair. Tinggal di Denpasar.

Related Posts

Puisi-Puisi Chusmeru | Pagi September 1965 di Suatu Desa

by Chusmeru
September 27, 2026
0
Puisi-Puisi Chusmeru | Pagi September 1965 di Suatu Desa

Pagi September 1965 di Suatu Desa Suara derit terdengar dari pintu rumah kakek di suatu desa yang sejukAnak-anak mengajak bermain...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

by Selendang Sulaiman
September 13, 2026
0
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

0,63 dolar pada siapa kami percayakan cintasaat kemiskinan menjelma komoditas digitaldiperdagangkan antar-platform dan benuadalam kardus air mata paling banal? negara...

Read moreDetails

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
0
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Salman Alade | Memelihara Kesepian

by Salman Alade
September 6, 2026
0
Puisi-puisi Salman Alade | Memelihara Kesepian

Memelihara Kesepian 1.letakkan kesepiandi tempat yang teduh. jauhkan dari suaraorang-orang yang terlalu bahagia. 2.beri makansetiap malam. sedikit kenangan.sedikit musik. jangan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Ni Putu Puspa Trisnawati | Mother’s Bakery

by Ni Putu Puspa Trisnawati
September 5, 2026
0
Puisi-puisi Ni Putu Puspa Trisnawati | Mother’s Bakery

Mother's Bakery Hari-hari terasa menghisap paracetamolPahitnya mengendap hingga ke ujung hatiBumi menyediakan sirup, namun maple pun sulit menyatukan yang retakIbu...

Read moreDetails

Puisi-puisi Supali Kasim | Air di Daun Talas

by Supali Kasim
August 30, 2026
0
Puisi-puisi Supali Kasim | Air di Daun Talas

Air di Daun Talas seberapa waktu bertahanair di daun talas dapat menerimakenyataan demi kenyataan tarian anginlantai licin dan tetabuhan riuhtanpa...

Read moreDetails

Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

by Sholihul Mubarok
June 28, 2026
0
Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

MENJELMA KATA DI KURUSETRA BERANDA mata-mata telingasulih gaduh suaralahir ribuan kekata jemari adalah ujung belatirobek halus di layar tanduskebajikan serta...

Read moreDetails

Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

by Andi Wirambara
June 27, 2026
0
Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

KUCING aku seekor kucing yang memanjat jendelamukau penghuni yang selalu menutupnya,bersantai menenteng cangkir teh yang pekat. aku mengeong dan mengamuk,...

Read moreDetails

Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

by IBW Widiasa Keniten
June 26, 2026
0
Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

Tuhan Beri Aku Waktu Tuhan, di sisa napas ini beri aku mengadudalam gelombang hidup yang tak pernah pastiTuhan, beri aku...

Read moreDetails

Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

by Mahesa Putra
June 21, 2026
0
Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

Pelancong Gersang Aku berhenti memikirkanmu.Jam-jam yang meruntuhkan angka-angka;berlarian masuk rumah. Aku berhenti memikirkanmu.Sejak kamu menggulir layar begitu pagi,memanen percakapan tentang...

Read moreDetails
Next Post
Capres Tanpa Kepala | Cerpen Depri  Ajopan

Capres Tanpa Kepala | Cerpen Depri  Ajopan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co