16 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Puisi-puisi Kardanis Mudawi Jaya | Puisi yang Aku Tulis di Akhir Tahun

Kardanis Mudawi Jaya by Kardanis Mudawi Jaya
January 18, 2026
in Puisi
Puisi-puisi Kardanis Mudawi Jaya | Puisi yang Aku Tulis di Akhir Tahun

Kardanis Mudawi Jaya

PUISI YANG AKU TULIS DI AKHIR TAHUN

12 bulan mengambang gentayangan
panas membentang dengan getir
tak ada alir air
kaliku kering.
Hujan lahir
waktu waktu pandir digerus ketakpastian
janji janji harus dicatat pada penanggalan
senyum tegar harus berkibar
berlayar angin.

Betapa sering mendengar jerit lagu pilu
hantu hantu bertamasya dengan riang
tumbuh diantara kembang yang rentan
air ditawarkan jadi suguhan tak berarti
air mata merembes aku reguk sendiri
cara hargai diri tanpa perlu dipahami

Aku menyaring pikiran
dari pinggiran sungai kecil
aku melihat
kau menjelma mata air
aku wadah kosong siap menampung
tapi kau begitu saja melintas.

Di tepian sungai aku terdiam
kau beriak melintas
tanpa tanda
tanpa senyum menyapa
tidak kuasa aku minta airmu.

12 bulan timbul tenggelam di air mata
365 matahari ditempa kesadaran
berwaktu waktu sujudkan kesabaran
pada bumi
suaraku menjadi lebih liar berjaga
tapi suaramu lebih liar untuk lupa.

Aku diam dalam ruang
menyusuri bulan bulan yang mengalir
aku hidup menjadi kali
dan kau yang menemani
tahun demi tahun
menjadi air
kaliku yang yang dulu mati
aku melihat kesegaran kembali
berkali-kali.

SKENO AKHIR TAHUN

  • tiba pd Jeniffer

Desember terakhir kita tak lagi bicara
semua sudah kita kemas
di atas panggung
tentang kekurangan
-kelebihan
yang tak perlu
lagi dicatat.

Di mataku semua telah dihapus
oleh hujan semalam
juga sisa gerimis yang jatuh
ke dalam kamar
aku reguk kehangatan nasib
paling pahit
dengan kopi hitam
paling kental.

Di akhir desember aku memilih masuk
hening menikmati suara-suara sakit
yang diledakkan di atas kepala
keriangan yang direncanakan
orang-orang memecahkan penatnya
penuh bahagia.

Aku menyaksikan dari jendela
ada yang menganga sesekali tertawa
melihat cahaya di langit kalang kabut
kunang-kunang dalam pesta
musik gaduh mencari tempatnya.

Aku mengingat wajah wajah
yang mungkin riang terjerat bahagia
ikut merayakan harapan yang terpaksa
aku mengirim pesan
kusampaikan salam doa-doa harapan
orang-orang aku kasihi sedang bahagia.

Seorang gadis mengirim pesan bahagia
doa doa sederhana
ia ledakkan di kepalaku
air mata mengalir
aku reguk ditemani suara batin
sehat sehat bapak tetap semangat
selalu terlihat lebih muda.

Suara itu suara cinta
suara perih yang keras
aku tunjukkan kata-kata kehidupan
suara yang sempat melewati demam
suara yang sakit memanjati nilai nilai

Aku terbiasa membuat nasib lebih baik
aku terbiasa melepas diri dari perhatian
malam itu di awal tahun
kau pelan pelan membuat. gerimis kuat
sepahit kopi
dengan bahagia aku habis mereguknya.

Di TERAS MENJAGA USIA


: tiba pd Keyzia

adakah usia membuat jarak
sementara signal yang jauh
susah menerima
frekuensi yang sama.

maukah kau memelukku
dengan senyum paling tulus.

Di kalender mu tampak
warna warna bergerak
penuh gemerlap emosi remaja
begitu mata tertutup
semua berbenturan
pada kalenderku
sisa usia makin tampak pusat
nyalanya

Mungkin aku tanpa rasa malu
meminta
pelukan senyum kecil
paling tulus
sebab
begitu jauh perjalanan
jarak usia
sementara tanganku
terbiasa menjaga
nyala api yang membakar
apa saja.

Usiaku jauh
mengira masih muda
masih membawa banyak cinta
hingga lupa di luar
banyak orang begitu masif
membawa kecurigaan
tentang kejahatan seksualitas.

Aku juga membawa
perasaan malu
begitu angin gairah berbeturan
berbeturan berebut tempat
taklukan hati

Aku tak ingin marebut
perasaan cinta
fitrah sesungguhnya
yang bersemayam
yang kau bawa
untuk seseorang
juga untuk dua kekasih
yang menjaga dari lahir.

maukah kau memelukku
dengan senyum paling tulus
dengan jarak usia yang jauh
seperti juga dua kekasihmu
menjaga api yang kau bawa
sebagai penerang
penghangat
pengingat
usia
agar aku tetap semangat
mengingat
aku bercinta
pada karya
agar tetap
menyala.

MULAT SARIRA

  • ruang teater di akhir tahun

Sini nak, dekatlah!

Kita duduk saling membuka diri
dan bertukar tangkap pandangan.

Aku ingin bicara
tentang nafas yang keluar
dari setiap mulut yang bersuara.

Seberapa lama kita membahagiakan diri
dengan kata kata yang membuat bahagia
sebelum air mata menembus ruang gelap
jantung dipacu mengacaukan perasaan.

Nafas bahagia selalu menyegarkan wajah
tapi kilatan luka yang buat sesak nafas
berlarut larut membawa tubuh pucat takut
menyentuh timbunan air mata. jadi gelap
kita diam tapi tidak sedang dalam bahagia.

Ada kedua tangan kasih yang memelukmu
sekarang sedang melesat mempersiapkan
jejak jejak kakinya bagai kuda api melesat
keduanya tidak ingin melihat kau terpaku
gerak dan lompatan tubuhnya yang lelah
tak dikatan lelah semua cepat melesat.

Lihat nafas waktu melintasi lelah wajahnya
matanya dibuka untuk lepas memandang
batu sandungan penghalang untuk terbang
air matanya dipenuh kilauan cahaya cinta
Ia terus berpacu menenggelamkan lelah
Ia melesat mengatur nafas menuju satu
teriakannya diam hingga dipuncak. tujuan.

Mari nak saling belajar membuka diri
kau dan aku bertukar tangkap pandangan
aku ingin bicara tentang nafas yang keluar
dari mulut suara yang datang lebih tenang
dengan kata kata yang membuat bahagia
seberapa lama kita memahami rasa cinta
dari dua kekasih yang menghadirkan kita
belajar mengatur ritme nafas panjang.

Setia itu janji lurus
akan menempuh jalan gelap juga
kata-kata indah diagungkan
akan juga melintasi kilau lukanya
hitam putih saling memergoki
tapi keyakinan menguatkan hati
langkah tegas membekas jejak
terbaca kesanggupan hidup
jadi manusia merdeka.

.

Penulis: Kardanis Mudawi Jaya
Editor: Adnyana Ole

Tags: Puisi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Mewaspadai Grooming dengan Penguatan Komunikasi Keluarga

Next Post

Capres Tanpa Kepala | Cerpen Depri  Ajopan

Kardanis Mudawi Jaya

Kardanis Mudawi Jaya

Penyair. Tinggal di Denpasar.

Related Posts

Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

by Sholihul Mubarok
June 28, 2026
0
Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

MENJELMA KATA DI KURUSETRA BERANDA mata-mata telingasulih gaduh suaralahir ribuan kekata jemari adalah ujung belatirobek halus di layar tanduskebajikan serta...

Read moreDetails

Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

by Andi Wirambara
June 27, 2026
0
Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

KUCING aku seekor kucing yang memanjat jendelamukau penghuni yang selalu menutupnya,bersantai menenteng cangkir teh yang pekat. aku mengeong dan mengamuk,...

Read moreDetails

Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

by IBW Widiasa Keniten
June 26, 2026
0
Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

Tuhan Beri Aku Waktu Tuhan, di sisa napas ini beri aku mengadudalam gelombang hidup yang tak pernah pastiTuhan, beri aku...

Read moreDetails

Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

by Mahesa Putra
June 21, 2026
0
Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

Pelancong Gersang Aku berhenti memikirkanmu.Jam-jam yang meruntuhkan angka-angka;berlarian masuk rumah. Aku berhenti memikirkanmu.Sejak kamu menggulir layar begitu pagi,memanen percakapan tentang...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Chusmeru | Sajak Purnatugas

by Chusmeru
June 20, 2026
0
Puisi-Puisi Chusmeru | Sajak Purnatugas

Yang Tua yang Tak Mau Purna Segara punya pantai sebagai batas gelombangSungai punya sempadan untuk batas aliranTetapi tidak bagi yang...

Read moreDetails

Puisi-puisi Putu Intan Juliantika | Lintang Perahu Pegat

by Putu Intan Juliantika
June 14, 2026
0
Puisi-puisi Putu Intan Juliantika | Lintang Perahu Pegat

LINTANG PERAHU PEGAT Dari perut bundaPertama kalinya aku hidupDari perut bundaPertama kali aku dipeluknya Tak ingat apa yang terjadi sebelumnyaTak...

Read moreDetails

Puisi-puisi IRZI | Jazz Buat Para Puan

by IRZI
June 13, 2026
0
Puisi-puisi IRZI | Jazz Buat Para Puan

JESS BUAT PRANITA DEWI Meong-meong alih je bikule—suara itu melintas dari pelataran purake satelit, kabel bawah laut, ruang transit;atma mengikutinya...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | sore di gerbang tim.

by Selendang Sulaiman
June 7, 2026
0
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | sore di gerbang tim.

sore di gerbang tim. jam tiga sore, matahari pucat di belakang mendung,angin kencang menyapu sisa pohonan di cikini.aku duduk di...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Angga Wijaya | Doa untuk Tetangga

by Angga Wijaya
June 6, 2026
0
Puisi-Puisi Angga Wijaya | Doa untuk Tetangga

DOA UNTUK TETANGGA Di beranda kos, aku kerap duduk sendiri. Dalam hatimengucap doa. Aku berdoa, semoga semua tetanggadiberi rezeki yang...

Read moreDetails

Puisi-puisi Ama Gaspar

by Ama Gaspar
June 5, 2026
0
Puisi-puisi Ama Gaspar

Sajak Tentang Air IDari perut bumi, riwayat meambat di selasar masa;menjelma buih, pecik, riak, arus, dan air. Dari kulit tanah,...

Read moreDetails
Next Post
Capres Tanpa Kepala | Cerpen Depri  Ajopan

Capres Tanpa Kepala | Cerpen Depri  Ajopan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Korupsi, Kekuasaan dan Keserakahan —Ketika Alam Sedang Bersih-Bersih
Esai

Korupsi, Kekuasaan dan Keserakahan —Ketika Alam Sedang Bersih-Bersih

"Power tends to corrupt, and absolute power corrupts absolutely." Kalimat legendaris dari Lord Acton itu kembali terasa relevan ketika bangsa...

by Agung Sudarsa
July 15, 2026
Sekolah Rakyat Vs Sekolah Reguler   
Esai

Dari Sekolah Sepi Menuju Sekolah Rakyat: Pendidikan Bukan Sekadar Transfer Informasi, tetapi Transformasi Kesadaran

Ironi Pendidikan di Tengah Semangat Membangun Masa Depan Berita tentang SDN 6 Bhuana Giri di Bali yang selama empat tahun...

by Agung Sudarsa
July 15, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Lelang Bank dan Kepastian Hukum: Antara Peluang Investasi dan Risiko Lapangan

BARANG lelang bank sering dipandang sebagai peluang mendapatkan aset murah dengan potensi keuntungan besar. Rumah, tanah, ruko, kendaraan, hingga aset...

by I Made Pria Dharsana
July 15, 2026
Nyoman Suma Argawa, Penjaga Rupa Utara —Menelusuri Jejak Maestro yang Setia pada Karakter Buleleng
Khas

Nyoman Suma Argawa, Penjaga Rupa Utara —Menelusuri Jejak Maestro yang Setia pada Karakter Buleleng

RUMAH itu kembali ramai, tetapi bukan karena bunyi pahat atau aroma cat yang biasa mengisi ruang-ruangnya. Sabtu, 11 Juli 2026...

by Komang Puja Savitri
July 15, 2026
Membaca Hiper-Femininitas Melalui Lensa Politik Tubuh di Era Digital
Esai

Membaca Hiper-Femininitas Melalui Lensa Politik Tubuh di Era Digital

DALAM beberapa tahun terakhir, lanskap media sosial seperti Instagram dan TikTok didominasi oleh proliferasi estetika “baddie”. Secara visual, seorang baddie...

by Surfian Rahmat AP
July 15, 2026
Kajian 100 Tahun Kepariwisataan Budaya Bali (1927–2027)
Khas

Kajian 100 Tahun Kepariwisataan Budaya Bali (1927–2027)

Tema: Menelusuri Jejak Awal Kepariwisataan Budaya Bali dalam Perspektif Sejarah dan Kebudayaan Focus Group Discussion (FGD) Kajian 100 Tahun Pariwisata...

by Nyoman Mariyana
July 15, 2026
Kitab yang Ditulis Alam —Membaca “The Sacred Text of Padma” karya Sumino dan Sarah Kasuhardi
Ulas Rupa

Kitab yang Ditulis Alam —Membaca “The Sacred Text of Padma” karya Sumino dan Sarah Kasuhardi

TIDAK semua pengetahuan lahir dari buku. Jauh sebelum manusia mengenal aksara, alam telah lebih dahulu menjadi ruang belajar. Pohon mengajarkan...

by Angga Wijaya
July 15, 2026
Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka
Esai

Membaca Made Budhiana dari Sebuah Puisi

SAYA tidak mengenal Made Budhiana pertama kali melalui sebuah pameran lukisan. Bukan pula dari buku sejarah seni rupa Bali. Saya...

by Angga Wijaya
July 15, 2026
Hari Pertama Sekolah, Awal Membangun Budaya Sekolah yang Aman dan Inklusif
Esai

Hari Pertama Sekolah, Awal Membangun Budaya Sekolah yang Aman dan Inklusif

Pagi itu, gerbang-gerbang sekolah kembali dipenuhi wajah-wajah penuh harap. Ada anak yang dengan antusias mengenakan seragam baru, ada yang menggenggam...

by Lailatus Sholihah
July 15, 2026
Ketika Kisah CEO Menyamar ala Drama Korea Hadir dalam Lawak Bali
Panggung

Ketika Kisah CEO Menyamar ala Drama Korea Hadir dalam Lawak Bali

KISAH CEO yang menyamar lazimnya identik dengan drama Korea yang dipenuhi ketegangan, romansa, dan konflik keluarga. Namun, cerita yang akrab...

by Nyoman Budarsana
July 15, 2026
“Unity in Harmony”Orkestra Brass Band ISI Bali dan Crescendo, Energi Baru di Festival Seni Bali Jani 2026
Panggung

“Unity in Harmony”Orkestra Brass Band ISI Bali dan Crescendo, Energi Baru di Festival Seni Bali Jani 2026

Gemuruh tiupan saksofon, dentuman drum, dan lengking gitar listrik memenuhi Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Bali, Senin (13/7/2026) malam. Melalui pertunjukan...

by Nyoman Budarsana
July 15, 2026
Bali Megarupa VIII: Saat Spiritualitas, Tradisi, dan Seni Kontemporer Bertemu dalam Satu Ruang
Pameran

Bali Megarupa VIII: Saat Spiritualitas, Tradisi, dan Seni Kontemporer Bertemu dalam Satu Ruang

MEMASUKI Gedung Kriya, Taman Budaya Provinsi Bali, pengunjung seolah diajak melintasi beragam dunia. Di satu sudut, akar kayu menjelma simbol...

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co