23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mewaspadai Grooming dengan Penguatan Komunikasi Keluarga

Wisnu Widjanarko by Wisnu Widjanarko
January 18, 2026
in Esai
Mempertanyakan Cinta : Meniti Rasa, Menata Jiwa

Wisnu Widjanarko

Prolog

Ramai pemberitaan media massa serta percakapan warganet di dunia maya tentang grooming. Penelusuran pun ramai di internet tentang child grooming khususnya.  Tidak hanya tentang kisahnya yang menyeruak dan mengambil porsi perhatian serta emosi khalayak, tetapi sejatinya juga menjadi pemantik pengetahuan dan diskursus baru tentang hal tersebut.

Ketika itu menyeruak, maka terlebih dahulu menjadi penting adalah untuk tahu, apakah sebenarnya grooming tersebut? Mengapa kita perlu mengetahuinya, serta lebih khusus lagi, mengapa kita perlu mewaspadainya? Hal ini penting, karena saat ini kita tidak hanya berada di era informasi tetapi justru ‘tsunami’ informasi. Sehingga, menjadi penting untuk mengetahui dan alasan pentingnya mengetahui hal tersebut, untuk kemudian menjadi sebuah pengetahuan yang bermanfaat bagi kehidupan dan keseharian kita.

Grooming: Serigala Berbulu Domba

Jadi, sebenarnya apa yang dimaksud dengan Grooming? Merujuk pada berbagai sumber, istilah ini berasosiasi pada upaya pengkondisian anak melalui sebuah proses di mana pelaku membangun hubungan dengan seorang anak – terkadang juga dengan keluarga besarnya – sehingga mendapatkan landasan kepercayaan dan posisi kuasa terhadap anak tersebut, di mana landasan tersebut dijadikan sarana persiapan untuk memanfaatkan anak tersebut, untuk kepentingan pelaku, seperti eksploitasi, kekerasan seksual, termasuk radikalisasi.

Tindakan grooming yang dilakukan pelaku merupakan suatu upaya manipulasi psikologis, karena bersifat terencana, bertahap, tidak konfrontatif, serta penuh kamuflase, sehingga membuat korban – termasuk orang tua dan keluarga – tidak menyadarinya sama sekali.

Grooming didesain untuk membuat mereka yang dijadikan target mempercayai sepenuhnya kepada pelaku, memberikan otoritas kuasa pada si pelaku. Setelah dia mendapatkan kepercayaan tersebut, mulailah dia melakukan upaya-upaya untuk menciptakan ketergantungan emosional melalui bentuk atensi, hadiah, apresiasi, sehingga ketika pelaku melakukan tindakan terkutuk tersebut, para korban terkadang tidak menyadari, merasa bingung, dan kemudian dimanipulasi oleh pelaku sebagai sesuatu yang ‘normal’. Atau, manakala anak sudah menyadari bahwa ‘ada sesuatu yang salah’, maka kerap anak mengalami tindakan untuk membungkamnya, mulai dari bujukan hingga ancaman.

Nah, pada titik ini, maka kita dapat menyepakati bahwa grooming adalah sesuatu yang perlu diwaspadai dan diantisipasi. Apa yang dilakukan pelaku atau groomer, sangatlah jahat! Mengapa, anak yang ditargetkan akan menjadi korban eksploitasi, terpapar radikalisasi, hingga mengalami kekerasan seksual. Ini tentunya akan menyebabkan pengalaman traumatis yang merugikan anak pada saat terjadi dan pasca kejadian.

Selain itu, kejahatan grooming yang tidak kalah biadabnya adalah, membuat orang-orang yang menjadi korban, kehilangan kepercayaan terhadap nilai-nilai kebaikan yang sejatinya benar adanya, namun karena hal tersebut pernah dimanipulasi oleh groomer, maka mereka akan membutuhkan upaya yang sangat besar untuk tidak salah persepsi tentang hal-hal baik namun diselewengkan oleh pelaku grooming.

Maka, siapakah yang rentan untuk dijadikan target grooming? Mereka adalah anak-anak hingga remaja yang punya kecenderungan kurang percaya diri, kerap merasa kesepian, jauh atau kurang pengawasan dari orang tua namun memiliki sikap hormat kepada mereka yang dituakan atau dewasa.

Pada saat yang sama, orang tua pun juga menjadi sasaran dari pelaku grooming, khususnya mereka yang karena situasi dan kondisi tertentu tidak memiliki waktu yang banyak serta berkualitas dengan anak, termasuk mereka yang kurang intens dalam berkomunikasi dengan anak.   

Keadaan anak dan orang tua sebagaimana di atas, akan menjadi ‘mangsa empuk’ bagi si pelaku manipulatif grooming.  Pelaku biasanya akan berpura-pura menjadi pribadi yang ramah, dapat dipercaya, dan kerap memberi pertolongan, bantuan, atau dukungan.  Orang tua dan keluarga menjadi terkelabui dan secara tidak sadar ‘mempercayakan’ anak kepada orang tersebut tanpa bercadang sama sekali. Begitu pula dengan anak, ketika dia merasa mendapatkan orang yang peduli, perhatian, apresiatif dari orang lain yang bukan keluarga tadi, maka dia akan ‘mempercayakan’ hidupnya pada orang tersebut, dan pada titik itulah, pelaku akan memanfaatkan dengan tanpa belas kasihan. 

Komunikasi Keluarga: Sebuah Pendekatan Antisipatif

Menghadapi groomer dan perilaku grooming pada anak, maka pencegahan menjadi kata kunci. Menjadi tugas bersama untuk sama-sama mengetahui sebagai bagian dari pencegahan dan penangkalan mereka yang hendak melakukan grooming, apalagi sampai dinormalisasi. Harus berangkat, bahwa sangat mungkin grooming terjadi pada anak dan sanak keluarga kita, sehingga kita harus peka terhadap situasi tersebut.

Solusinya tentu saja bersifat multifaktor, namun yang bisa dipastikan, salah satunya adalah penguatan komunikasi keluarga. Mengapa demikian? Karena keluargalah yang menjadi benteng pertahanan yang hakiki menghadapi hal tersebut. Selama semua merasa menjadi bagian dari keluarga, selama setiap anggota keluarga saling peduli dan terus berinteraksi satu sama lain, maka potensi ancaman grooming dapat dilemahkan sejak awal.  Nah, bentuk komunikasi keluarga seperti apa yang diupayakan?

Pertama, penguatan identifikasi diri sebagai keluarga. Pelaku grooming menyasar mereka yang rentan perhatian. Nah, di sini anak harus selalu dipupuk keyakinan bahwa dia adalah bagian dari keluarga, namun dengan senantiasa memperhatikan perkembangan psikologis dan usianya. 

Meyakini bahwa keluarganya adalah tempat yang aman dan nyaman untuk tumbuh dan berkembang, dapat dilakukan dengan selalu berbagi cerita tentang apa yang dirasakan atau melakukan aktivitas bersama, seperti eating out, liburan atau merayakan momen keagamaan bersama.  Studi komunikasi keluarga percaya, identifikasi diri adalah proses rasa kepemilikan dan keterikatan yang akan terbangun pada seluruh anggota keluarga – dalam hal ini anak dan orangtua – sehingga dirinya tidak merasa sendirian, kesepian dan tidak ada tempat untuk berbagi.

Kedua, membangun budaya pola komunikasi keluarga yang berorientasi pada percakapan. Groomer mengincar mereka yang rendah diri, sehingga dengan keluarga yang terbiasa memberi ruang artikulatif, maka anak akan menjadi pribadi percaya diri, mampu mempertimbangkan secara rasional dan tidak mudah terjebak dengan hal-hal manipulatif. 

Komunikasi terbuka antara anak dengan orang tua bisa menyesuaikan dengan tradisi masing-masing keluarga, ada yang memilih dengan pendekatan pluralistik sebagaimana ada juga yang bersifat konsesual. Keduanya sama-sama membangun cara interaksi di mana orang tua memberi kesempatan pada anak untuk berani menyampaikan pandangan didasari alasan dan pertimbangan, dengan senantiasa disertai adab tentang cara menyampaikannya.

Ketiga, pemanfaatan media untuk memperkuat peran orang tua. Grooming terjadi karena terdapat situasi di mana orang tua tidak selalu dapat hadir dalam aktivitas anak, seperti perbedaan lokasi tempat tinggal atau tersitanya waktu untuk bekerja.  Untuk menyiasati hal ini, maka orang tua harus tetap menghadirkan diri dengan menggunakan media komunikasi, seperti menelpon atau bertukar pesan.

Orang tua harus menciptakan cipta kondisi waktu untuk koordinasi dengan anak, mulai menanyakan kabar, apakah sudah makan, apakah ada keluhan. Mungkin saja, tidak selalu anak menjawab langsung sebagaimana harapan. Tetapi anak harus terbangun kesadaran, bahwa orang tua selalu membersamai aktivitas dan mendukung dirinya berproses, sehingga dia tidak pernah sedikit pun berpikir bahwa dirinya harus menjalani apa adanya sendiri.

Epilog

Keluarga bagi anak adalah sebuah keterberian. Menjadi tugas orang tua untuk menghadirkan iklim komunikasi yang memampukan mereka sebagai pribadi yang percaya diri, jauh dari rasa kesunyian, dan tidak berfikir dirinya tidak dicintai oleh keluarga. Komunikasi keluarga bisa menjadi salah satu benteng untuk melindungi anak-anak dari upaya grooming yang dengan cara manipulatifnya, bisa merebut dan menghancurkan impian akan masa depan cita-cita sang anak. [T]

Penulis: Wisnu Widjanarko
Editor: Adnyana Ole

Tags: groomingkomunikasikomunikasi keluarga
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

FANTASMAGORIE

Next Post

Puisi-puisi Kardanis Mudawi Jaya | Puisi yang Aku Tulis di Akhir Tahun

Wisnu Widjanarko

Wisnu Widjanarko

Dosen Psikologi Komunikasi dan Komunikasi Keluarga pada Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah

Related Posts

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails
Next Post
Puisi-puisi Kardanis Mudawi Jaya | Puisi yang Aku Tulis di Akhir Tahun

Puisi-puisi Kardanis Mudawi Jaya | Puisi yang Aku Tulis di Akhir Tahun

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co