2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mewaspadai Grooming dengan Penguatan Komunikasi Keluarga

Wisnu Widjanarko by Wisnu Widjanarko
January 18, 2026
in Esai
Mempertanyakan Cinta : Meniti Rasa, Menata Jiwa

Wisnu Widjanarko

Prolog

Ramai pemberitaan media massa serta percakapan warganet di dunia maya tentang grooming. Penelusuran pun ramai di internet tentang child grooming khususnya.  Tidak hanya tentang kisahnya yang menyeruak dan mengambil porsi perhatian serta emosi khalayak, tetapi sejatinya juga menjadi pemantik pengetahuan dan diskursus baru tentang hal tersebut.

Ketika itu menyeruak, maka terlebih dahulu menjadi penting adalah untuk tahu, apakah sebenarnya grooming tersebut? Mengapa kita perlu mengetahuinya, serta lebih khusus lagi, mengapa kita perlu mewaspadainya? Hal ini penting, karena saat ini kita tidak hanya berada di era informasi tetapi justru ‘tsunami’ informasi. Sehingga, menjadi penting untuk mengetahui dan alasan pentingnya mengetahui hal tersebut, untuk kemudian menjadi sebuah pengetahuan yang bermanfaat bagi kehidupan dan keseharian kita.

Grooming: Serigala Berbulu Domba

Jadi, sebenarnya apa yang dimaksud dengan Grooming? Merujuk pada berbagai sumber, istilah ini berasosiasi pada upaya pengkondisian anak melalui sebuah proses di mana pelaku membangun hubungan dengan seorang anak – terkadang juga dengan keluarga besarnya – sehingga mendapatkan landasan kepercayaan dan posisi kuasa terhadap anak tersebut, di mana landasan tersebut dijadikan sarana persiapan untuk memanfaatkan anak tersebut, untuk kepentingan pelaku, seperti eksploitasi, kekerasan seksual, termasuk radikalisasi.

Tindakan grooming yang dilakukan pelaku merupakan suatu upaya manipulasi psikologis, karena bersifat terencana, bertahap, tidak konfrontatif, serta penuh kamuflase, sehingga membuat korban – termasuk orang tua dan keluarga – tidak menyadarinya sama sekali.

Grooming didesain untuk membuat mereka yang dijadikan target mempercayai sepenuhnya kepada pelaku, memberikan otoritas kuasa pada si pelaku. Setelah dia mendapatkan kepercayaan tersebut, mulailah dia melakukan upaya-upaya untuk menciptakan ketergantungan emosional melalui bentuk atensi, hadiah, apresiasi, sehingga ketika pelaku melakukan tindakan terkutuk tersebut, para korban terkadang tidak menyadari, merasa bingung, dan kemudian dimanipulasi oleh pelaku sebagai sesuatu yang ‘normal’. Atau, manakala anak sudah menyadari bahwa ‘ada sesuatu yang salah’, maka kerap anak mengalami tindakan untuk membungkamnya, mulai dari bujukan hingga ancaman.

Nah, pada titik ini, maka kita dapat menyepakati bahwa grooming adalah sesuatu yang perlu diwaspadai dan diantisipasi. Apa yang dilakukan pelaku atau groomer, sangatlah jahat! Mengapa, anak yang ditargetkan akan menjadi korban eksploitasi, terpapar radikalisasi, hingga mengalami kekerasan seksual. Ini tentunya akan menyebabkan pengalaman traumatis yang merugikan anak pada saat terjadi dan pasca kejadian.

Selain itu, kejahatan grooming yang tidak kalah biadabnya adalah, membuat orang-orang yang menjadi korban, kehilangan kepercayaan terhadap nilai-nilai kebaikan yang sejatinya benar adanya, namun karena hal tersebut pernah dimanipulasi oleh groomer, maka mereka akan membutuhkan upaya yang sangat besar untuk tidak salah persepsi tentang hal-hal baik namun diselewengkan oleh pelaku grooming.

Maka, siapakah yang rentan untuk dijadikan target grooming? Mereka adalah anak-anak hingga remaja yang punya kecenderungan kurang percaya diri, kerap merasa kesepian, jauh atau kurang pengawasan dari orang tua namun memiliki sikap hormat kepada mereka yang dituakan atau dewasa.

Pada saat yang sama, orang tua pun juga menjadi sasaran dari pelaku grooming, khususnya mereka yang karena situasi dan kondisi tertentu tidak memiliki waktu yang banyak serta berkualitas dengan anak, termasuk mereka yang kurang intens dalam berkomunikasi dengan anak.   

Keadaan anak dan orang tua sebagaimana di atas, akan menjadi ‘mangsa empuk’ bagi si pelaku manipulatif grooming.  Pelaku biasanya akan berpura-pura menjadi pribadi yang ramah, dapat dipercaya, dan kerap memberi pertolongan, bantuan, atau dukungan.  Orang tua dan keluarga menjadi terkelabui dan secara tidak sadar ‘mempercayakan’ anak kepada orang tersebut tanpa bercadang sama sekali. Begitu pula dengan anak, ketika dia merasa mendapatkan orang yang peduli, perhatian, apresiatif dari orang lain yang bukan keluarga tadi, maka dia akan ‘mempercayakan’ hidupnya pada orang tersebut, dan pada titik itulah, pelaku akan memanfaatkan dengan tanpa belas kasihan. 

Komunikasi Keluarga: Sebuah Pendekatan Antisipatif

Menghadapi groomer dan perilaku grooming pada anak, maka pencegahan menjadi kata kunci. Menjadi tugas bersama untuk sama-sama mengetahui sebagai bagian dari pencegahan dan penangkalan mereka yang hendak melakukan grooming, apalagi sampai dinormalisasi. Harus berangkat, bahwa sangat mungkin grooming terjadi pada anak dan sanak keluarga kita, sehingga kita harus peka terhadap situasi tersebut.

Solusinya tentu saja bersifat multifaktor, namun yang bisa dipastikan, salah satunya adalah penguatan komunikasi keluarga. Mengapa demikian? Karena keluargalah yang menjadi benteng pertahanan yang hakiki menghadapi hal tersebut. Selama semua merasa menjadi bagian dari keluarga, selama setiap anggota keluarga saling peduli dan terus berinteraksi satu sama lain, maka potensi ancaman grooming dapat dilemahkan sejak awal.  Nah, bentuk komunikasi keluarga seperti apa yang diupayakan?

Pertama, penguatan identifikasi diri sebagai keluarga. Pelaku grooming menyasar mereka yang rentan perhatian. Nah, di sini anak harus selalu dipupuk keyakinan bahwa dia adalah bagian dari keluarga, namun dengan senantiasa memperhatikan perkembangan psikologis dan usianya. 

Meyakini bahwa keluarganya adalah tempat yang aman dan nyaman untuk tumbuh dan berkembang, dapat dilakukan dengan selalu berbagi cerita tentang apa yang dirasakan atau melakukan aktivitas bersama, seperti eating out, liburan atau merayakan momen keagamaan bersama.  Studi komunikasi keluarga percaya, identifikasi diri adalah proses rasa kepemilikan dan keterikatan yang akan terbangun pada seluruh anggota keluarga – dalam hal ini anak dan orangtua – sehingga dirinya tidak merasa sendirian, kesepian dan tidak ada tempat untuk berbagi.

Kedua, membangun budaya pola komunikasi keluarga yang berorientasi pada percakapan. Groomer mengincar mereka yang rendah diri, sehingga dengan keluarga yang terbiasa memberi ruang artikulatif, maka anak akan menjadi pribadi percaya diri, mampu mempertimbangkan secara rasional dan tidak mudah terjebak dengan hal-hal manipulatif. 

Komunikasi terbuka antara anak dengan orang tua bisa menyesuaikan dengan tradisi masing-masing keluarga, ada yang memilih dengan pendekatan pluralistik sebagaimana ada juga yang bersifat konsesual. Keduanya sama-sama membangun cara interaksi di mana orang tua memberi kesempatan pada anak untuk berani menyampaikan pandangan didasari alasan dan pertimbangan, dengan senantiasa disertai adab tentang cara menyampaikannya.

Ketiga, pemanfaatan media untuk memperkuat peran orang tua. Grooming terjadi karena terdapat situasi di mana orang tua tidak selalu dapat hadir dalam aktivitas anak, seperti perbedaan lokasi tempat tinggal atau tersitanya waktu untuk bekerja.  Untuk menyiasati hal ini, maka orang tua harus tetap menghadirkan diri dengan menggunakan media komunikasi, seperti menelpon atau bertukar pesan.

Orang tua harus menciptakan cipta kondisi waktu untuk koordinasi dengan anak, mulai menanyakan kabar, apakah sudah makan, apakah ada keluhan. Mungkin saja, tidak selalu anak menjawab langsung sebagaimana harapan. Tetapi anak harus terbangun kesadaran, bahwa orang tua selalu membersamai aktivitas dan mendukung dirinya berproses, sehingga dia tidak pernah sedikit pun berpikir bahwa dirinya harus menjalani apa adanya sendiri.

Epilog

Keluarga bagi anak adalah sebuah keterberian. Menjadi tugas orang tua untuk menghadirkan iklim komunikasi yang memampukan mereka sebagai pribadi yang percaya diri, jauh dari rasa kesunyian, dan tidak berfikir dirinya tidak dicintai oleh keluarga. Komunikasi keluarga bisa menjadi salah satu benteng untuk melindungi anak-anak dari upaya grooming yang dengan cara manipulatifnya, bisa merebut dan menghancurkan impian akan masa depan cita-cita sang anak. [T]

Penulis: Wisnu Widjanarko
Editor: Adnyana Ole

Tags: groomingkomunikasikomunikasi keluarga
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

FANTASMAGORIE

Next Post

Puisi-puisi Kardanis Mudawi Jaya | Puisi yang Aku Tulis di Akhir Tahun

Wisnu Widjanarko

Wisnu Widjanarko

Dosen Psikologi Komunikasi dan Komunikasi Keluarga pada Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
Puisi-puisi Kardanis Mudawi Jaya | Puisi yang Aku Tulis di Akhir Tahun

Puisi-puisi Kardanis Mudawi Jaya | Puisi yang Aku Tulis di Akhir Tahun

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co