6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tahun Baru, Semangat Baru: Menata Kesadaran Pangan dan ‘Palemahan’

I Wayan Yudana by I Wayan Yudana
January 11, 2026
in Esai
Tahun Baru, Semangat Baru: Menata Kesadaran Pangan dan ‘Palemahan’

PERGANTIAN tahun selalu membawa ruang jeda yang penting. Di dalamnya tersirat tentang waktu untuk berhenti sejenak, menoleh ke belakang, lalu melangkah dengan kesadaran baru. Dalam dunia pendidikan, tahun baru seharusnya tidak hanya dirayakan dengan target dan seremonial saja. Tahun baru selayaknya dimasuki melalui refleksi mendalam tentang relasi manusia, alam, dan pengetahuan. Apalagi saat ini ketika kehidupan kita kian terdesak, bukan hanya oleh krisis pangan, tetapi juga oleh tumpukan sampah yang terus meningkat.

Di Bali, refleksi ini sesungguhnya memiliki akar yang sangat kuat. Pertanian bukan sekadar aktivitas ekonomi. Pertanian Bali merupakan bagian dari tatanan hidup yang menyatu dengan nilai spiritual dan sosial. Sistem subak yang telah diakui dunia, adalah bukti bahwa pengelolaan pangan di Bali sejak awal berdiri di atas keseimbangan sekala dan niskala, antara kerja manusia dan kehendak alam, antara teknis dan spiritualitas.

Namun di tengah perubahan zaman, pertanian perlahan menjauh dari ruang kesadaran generasi muda. Pertanian dikalahkan oleh gemerlap sektor lain. Pertanian seolah-olah tidak lagi relevan dengan kehidupan nyata. Padahal, dalam falsafah Bali, pertanian justru merupakan inti palemahan. Pertanian merupakanrelasi harmonis manusia dengan alam. Ketika palemahan rapuh, maka pawongan dan parhyangan pun ikut terguncang.

Pemerintah telah merespons situasi ini melalui berbagai program ketahanan pangan, pemanfaatan pekarangan, hingga pengendalian kerawanan pangan. Di saat yang sama, program pengelolaan sampah, pengurangan plastik sekali pakai, bank sampah, dan ekonomi sirkular juga digalakkan sebagai jawaban atas krisis lingkungan yang kian mendesak. Namun tantangan terbesar bukan pada ketiadaan program, melainkan pada sejauh mana program-program tersebut berakar dalam budaya dan praktik keseharian masyarakat.

Gema Tanam Jagung di Kebun Sekolah | Foto Dok. SMKN 1 Petang

Dalam konteks Bali, pendidikan memiliki peluang besar untuk menjembatani kebijakan dengan kearifan lokal. Sekolah dapat menjadi ruang hidup nilai-nilai subak dalam skala kecil, yaitu kebun sekolah sebagai laboratorium palemahan, pengelolaan air yang adil, serta kerja kolektif yang menumbuhkan rasa tanggung jawab bersama. Di sinilah pertanian kembali menjadi bagian dari pendidikan karakter, bukan sekadar materi ajar.

Lebih dari itu, tradisi Bali sesungguhnya telah lama mengenal konsep ketahanan pangan dan pengelolaan lingkungan melalui ruang-ruang rumah tangga. Teba—halaman belakang—bukan hanya tempat sisa, tetapi menjadi ruang produksi: ternak kecil, tanaman pangan, dan pengolahan limbah organik. Telajakan yang merupakanruang di depan rumah, adalah ruang hijau yang memperindah sekaligus menyejukkan lingkungan. Dua ruang ini kini banyak hilang, tergeser oleh beton dan gaya hidup instan. Padahal di sanalah pendidikan lingkungan dan pangan bisa tumbuh secara alami.

Isu sampah yang kini begitu masif sesungguhnya menandai terputusnya hubungan manusia dengan palemahan. Sampah organik yang dahulu kembali ke tanah kini bercampur dengan plastik dan residu tak terurai. Di sinilah, pendidikan dapat mengambil peran strategis dengan menghidupkan kembali praktik pengelolaan sampah berbasis rumah dan sekolah, dari memilah, mengomposkan, dan mengembalikan yang organik ke tanah. Dalam perspektif Bali, ini bukan sekadar teknis, melainkan upaya memulihkan keseimbangan sekala dan niskala.

Selain itu, konsep jaba–jero juga memberi pelajaran penting. Dalam tatanan tradisional Bali, jaba (luar) dan jero (dalam), bukan sekadar pembagian ruang fisik, melainkan sebagai simbol kesadaran etika dan spiritual. Ketika palemahan di jaba diabaikan—lingkungan kotor, sampah menumpuk—maka keharmonisan jero pun ikut terganggu. Pendidikan yang mengajarkan pertanian dan pengelolaan sampah sejatinya sedang menata ulang jaba, agar jero kehidupan tetap lestari.

Dalam konteks inilah, peran guru menjadi sangat strategis. Guru tidak harus menjadi ahli subak atau pengelolaan lingkungan. Akan tetapi, guru perlu menyadari bahwa pertanian dan sampah adalah bahasa kehidupan yang dekat dengan budaya Bali. Dalam pembelajaran, guru bahasa dapat mengajak siswa menulis refleksi tentang teba dan telajakan. Guru sains mengkaji siklus kompos. Guru seni merekam estetika alam dan guru agama menautkannya dengan nilai keseimbangan sekala–niskala.

Persiapan Gema Tanam Jagung di Kebun Sekolah | Foto Dok. SMKN 1 Petang

Untuk itulah, tahun baru semestinya menjadi titik balik cara pandang. Pendidikan pertanian dan lingkungan perlu ditempatkan sebagai upaya merawat palemahan secara sadar dan berkelanjutan. Ketahanan pangan tidak akan tercapai jika tanah ditinggalkan. Persoalan sampah tidak akan selesai jika pendidikan gagal menghidupkan kembali nilai-nilai lokal yang telah lama kita miliki.

Pada akhirnya, refleksi ini mengajak kita kembali ke akar kebijaksanaan Bali: bahwa hidup adalah soal menjaga keseimbangan. Dari subak hingga telajakan, dari teba hingga jaba–jero, dari ruang kelas hingga pekarangan rumah—pendidikan memiliki peran kunci untuk menanam kembali kesadaran itu. Tahun baru bukan sekadar awal waktu, tetapi kesempatan untuk menata ulang hubungan kita dengan tanah, pangan, dan kehidupan itu sendiri. [T]

Penulis: I Wayan Yudana
Editor: Adnyana Ole

Tags: panganPendidikantahun baru
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Feminisme, Poskolonialisme, dan Sunyi dalam ’Indian Girl’

Next Post

Khairun Nisa dan Made Kusuma Ardana :  Seragam Palsu dan Jembatan Sunyi

I Wayan Yudana

I Wayan Yudana

Kepala SMKN 1 Petang, Badung, Bali

Related Posts

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
0
Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

Read moreDetails

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

Read moreDetails

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
0
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

Read moreDetails

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

Read moreDetails

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
0
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

Read moreDetails

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
0
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

Read moreDetails

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

Read moreDetails

Suryak Siu

by Dede Putra Wiguna
March 2, 2026
0
Suryak Siu

DALAM bahasa Bali, ‘suryak’ berarti bersorak dan ‘siu’ berarti seribu. ‘Suryak siu’ secara harfiah berarti ‘sorakan seribu’ ─ gambaran tentang...

Read moreDetails

Konflik Iran dan Ujian Kedewasaan Diplomasi Indonesia

by Elpeni Fitrah
March 2, 2026
0
Refleksi di Hari Media Sosial Nasional

SAYA menulis ini pada Minggu, 1 Maret 2026, tepat sehari setelah dunia dikejutkan oleh serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel...

Read moreDetails

Tatkala Duta Pariwisata Indonesia Mengulik Bali

by Chusmeru
March 1, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

MENJELANG tutup tahun 2025 jagat media sosial diramaikan dengan unggahan video yang mengabarkan Bali sepi wisatawan. Langsung saja memicu perdebatan....

Read moreDetails
Next Post
Khairun Nisa dan Made Kusuma Ardana :  Seragam Palsu dan Jembatan Sunyi

Khairun Nisa dan Made Kusuma Ardana :  Seragam Palsu dan Jembatan Sunyi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co