12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tahun Baru, Semangat Baru: Menata Kesadaran Pangan dan ‘Palemahan’

I Wayan Yudana by I Wayan Yudana
January 11, 2026
in Esai
Tahun Baru, Semangat Baru: Menata Kesadaran Pangan dan ‘Palemahan’

PERGANTIAN tahun selalu membawa ruang jeda yang penting. Di dalamnya tersirat tentang waktu untuk berhenti sejenak, menoleh ke belakang, lalu melangkah dengan kesadaran baru. Dalam dunia pendidikan, tahun baru seharusnya tidak hanya dirayakan dengan target dan seremonial saja. Tahun baru selayaknya dimasuki melalui refleksi mendalam tentang relasi manusia, alam, dan pengetahuan. Apalagi saat ini ketika kehidupan kita kian terdesak, bukan hanya oleh krisis pangan, tetapi juga oleh tumpukan sampah yang terus meningkat.

Di Bali, refleksi ini sesungguhnya memiliki akar yang sangat kuat. Pertanian bukan sekadar aktivitas ekonomi. Pertanian Bali merupakan bagian dari tatanan hidup yang menyatu dengan nilai spiritual dan sosial. Sistem subak yang telah diakui dunia, adalah bukti bahwa pengelolaan pangan di Bali sejak awal berdiri di atas keseimbangan sekala dan niskala, antara kerja manusia dan kehendak alam, antara teknis dan spiritualitas.

Namun di tengah perubahan zaman, pertanian perlahan menjauh dari ruang kesadaran generasi muda. Pertanian dikalahkan oleh gemerlap sektor lain. Pertanian seolah-olah tidak lagi relevan dengan kehidupan nyata. Padahal, dalam falsafah Bali, pertanian justru merupakan inti palemahan. Pertanian merupakanrelasi harmonis manusia dengan alam. Ketika palemahan rapuh, maka pawongan dan parhyangan pun ikut terguncang.

Pemerintah telah merespons situasi ini melalui berbagai program ketahanan pangan, pemanfaatan pekarangan, hingga pengendalian kerawanan pangan. Di saat yang sama, program pengelolaan sampah, pengurangan plastik sekali pakai, bank sampah, dan ekonomi sirkular juga digalakkan sebagai jawaban atas krisis lingkungan yang kian mendesak. Namun tantangan terbesar bukan pada ketiadaan program, melainkan pada sejauh mana program-program tersebut berakar dalam budaya dan praktik keseharian masyarakat.

Gema Tanam Jagung di Kebun Sekolah | Foto Dok. SMKN 1 Petang

Dalam konteks Bali, pendidikan memiliki peluang besar untuk menjembatani kebijakan dengan kearifan lokal. Sekolah dapat menjadi ruang hidup nilai-nilai subak dalam skala kecil, yaitu kebun sekolah sebagai laboratorium palemahan, pengelolaan air yang adil, serta kerja kolektif yang menumbuhkan rasa tanggung jawab bersama. Di sinilah pertanian kembali menjadi bagian dari pendidikan karakter, bukan sekadar materi ajar.

Lebih dari itu, tradisi Bali sesungguhnya telah lama mengenal konsep ketahanan pangan dan pengelolaan lingkungan melalui ruang-ruang rumah tangga. Teba—halaman belakang—bukan hanya tempat sisa, tetapi menjadi ruang produksi: ternak kecil, tanaman pangan, dan pengolahan limbah organik. Telajakan yang merupakanruang di depan rumah, adalah ruang hijau yang memperindah sekaligus menyejukkan lingkungan. Dua ruang ini kini banyak hilang, tergeser oleh beton dan gaya hidup instan. Padahal di sanalah pendidikan lingkungan dan pangan bisa tumbuh secara alami.

Isu sampah yang kini begitu masif sesungguhnya menandai terputusnya hubungan manusia dengan palemahan. Sampah organik yang dahulu kembali ke tanah kini bercampur dengan plastik dan residu tak terurai. Di sinilah, pendidikan dapat mengambil peran strategis dengan menghidupkan kembali praktik pengelolaan sampah berbasis rumah dan sekolah, dari memilah, mengomposkan, dan mengembalikan yang organik ke tanah. Dalam perspektif Bali, ini bukan sekadar teknis, melainkan upaya memulihkan keseimbangan sekala dan niskala.

Selain itu, konsep jaba–jero juga memberi pelajaran penting. Dalam tatanan tradisional Bali, jaba (luar) dan jero (dalam), bukan sekadar pembagian ruang fisik, melainkan sebagai simbol kesadaran etika dan spiritual. Ketika palemahan di jaba diabaikan—lingkungan kotor, sampah menumpuk—maka keharmonisan jero pun ikut terganggu. Pendidikan yang mengajarkan pertanian dan pengelolaan sampah sejatinya sedang menata ulang jaba, agar jero kehidupan tetap lestari.

Dalam konteks inilah, peran guru menjadi sangat strategis. Guru tidak harus menjadi ahli subak atau pengelolaan lingkungan. Akan tetapi, guru perlu menyadari bahwa pertanian dan sampah adalah bahasa kehidupan yang dekat dengan budaya Bali. Dalam pembelajaran, guru bahasa dapat mengajak siswa menulis refleksi tentang teba dan telajakan. Guru sains mengkaji siklus kompos. Guru seni merekam estetika alam dan guru agama menautkannya dengan nilai keseimbangan sekala–niskala.

Persiapan Gema Tanam Jagung di Kebun Sekolah | Foto Dok. SMKN 1 Petang

Untuk itulah, tahun baru semestinya menjadi titik balik cara pandang. Pendidikan pertanian dan lingkungan perlu ditempatkan sebagai upaya merawat palemahan secara sadar dan berkelanjutan. Ketahanan pangan tidak akan tercapai jika tanah ditinggalkan. Persoalan sampah tidak akan selesai jika pendidikan gagal menghidupkan kembali nilai-nilai lokal yang telah lama kita miliki.

Pada akhirnya, refleksi ini mengajak kita kembali ke akar kebijaksanaan Bali: bahwa hidup adalah soal menjaga keseimbangan. Dari subak hingga telajakan, dari teba hingga jaba–jero, dari ruang kelas hingga pekarangan rumah—pendidikan memiliki peran kunci untuk menanam kembali kesadaran itu. Tahun baru bukan sekadar awal waktu, tetapi kesempatan untuk menata ulang hubungan kita dengan tanah, pangan, dan kehidupan itu sendiri. [T]

Penulis: I Wayan Yudana
Editor: Adnyana Ole

Tags: panganPendidikantahun baru
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Feminisme, Poskolonialisme, dan Sunyi dalam ’Indian Girl’

Next Post

Khairun Nisa dan Made Kusuma Ardana :  Seragam Palsu dan Jembatan Sunyi

I Wayan Yudana

I Wayan Yudana

Kepala SMKN 1 Petang, Badung, Bali

Related Posts

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

by Sugi Lanus
September 12, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

Read moreDetails

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

Read moreDetails

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

Read moreDetails

Kita Salah Menghitung Kesunyian

by Angga Wijaya
September 10, 2026
0
Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

Read moreDetails

Tubuh yang Saya Suruh Begadang

by Angga Wijaya
September 9, 2026
0
Tubuh yang Saya Suruh Begadang

SELAMA kira-kira sepuluh tahun terakhir, saya punya kebiasaan yang barangkali tidak terlalu baik bagi tubuh, yakni, begadang. Saya menulis pada...

Read moreDetails

Hari Olahraga Nasional: Dari Lapangan ke FYP, dari Medali ke “Endorse”

by Chusmeru
September 9, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

SEPULUH hingga dua puluh tahun silam perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tanggal 9 September identik dengan kegiatan senam di lapangan....

Read moreDetails

Kepemimpinan Feminis sebagai Strategi Rekonsiliasi Sosial di Tengah Polarisasi Politik

by Jerry Indrawan
September 8, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

POLARISASI politik yang menguat dalam konteks demokrasi kontemporer telah memicu fragmentasi sosial yang sangat mengkhawatirkan di berbagai belahan dunia, termasuk...

Read moreDetails

Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

by Wayan Gde Yudane
September 7, 2026
0
Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

SELAMAT datang di era di mana kedalaman berpikir resmi digantikan oleh kecepatan reaksi. Sebuah masa yang sangat efisien, di mana...

Read moreDetails

Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

by Adwan SA
September 6, 2026
0
Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

JAUH sebelum Tuan Gubernur mendorong pengadaan puluhan unit motor trail sebab helikopter kebanggaannya kewalahan dalam menangani kebakaran hutan dan lahan,...

Read moreDetails

Jangan-Jangan Kita Semua Mbah Darmi, 25 Ribu Hari ini, 10 Juta Esok Hari

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 5, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BAGI Mbah Darmi, KTP mungkin hanyalah kartu identitas. Benda kecil yang disimpan di dompet atau tempat aman, diperlukan ketika mengurus...

Read moreDetails
Next Post
Khairun Nisa dan Made Kusuma Ardana :  Seragam Palsu dan Jembatan Sunyi

Khairun Nisa dan Made Kusuma Ardana :  Seragam Palsu dan Jembatan Sunyi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

by Sugi Lanus
September 12, 2026
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Ulas Buku

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak
Panggung

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya
Puisi

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co