23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Dari Kebun ke Mimbar Guru Besar: Prof. I Wayan Suanda dan Ilmu yang Tetap Membumi

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
January 10, 2026
in Persona
Dari Kebun ke Mimbar Guru Besar: Prof. I Wayan Suanda dan Ilmu yang Tetap Membumi

Prof. Suanda dikukuhkan sebagai Guru Besar│Foto: Dok. UPMI/Bagus

TAHUN 2026 baru berjalan beberapa hari ketika Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali mencatat peristiwa penting dalam sejarah akademiknya. Rabu, 7 Januari 2026, UPMI Bali secara resmi mengukuhkan Prof. Dr. Drs. I Wayan Suanda, S.P., M.Si., sebagai Guru Besar Tetap dalam bidang Ilmu Mikrobiologi Pertanian. Ia menjadi profesor kelima dari UPMI Bali.

Pengukuhan berlangsung dalam Rapat Senat Terbuka di Auditorium Redha Gunawan, UPMI Bali. Sedari pagi, ruangan itu sudah dipenuhi civitas akademika dan tamu undangan. Suasana terasa khidmat nan hangat. Rangkaian acara dibuka dengan Tari Mahadewa ─ tari kebesaran UPMI Bali ─ yang dibawakan lima mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni, Drama, Tari, dan Musik (Sendratasik). Geraknya tegas dan ritmenya tertata, menjadi pembuka yang tepat bagi sebuah upacara akademik yang sarat makna.

Usai penayangan video profil Prof. Suanda, doa dipanjatkan dan lagu Indonesia Raya dikumandangkan, disusul penayangan teks Pancasila. Setelah itu, Ketua Senat UPMI Bali, Prof. Dr. I Wayan Widana, S.Pd., M.Pd., membuka upacara pengukuhan secara resmi. Pembacaan Surat Keputusan Guru Besar oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Dr. Ida Ayu Agung Ekasriadi, S.Pd., M.Hum., membuat suasana auditorium sejenak hening. Di titik itulah perjalanan panjang seorang dosen dan peneliti mendapatkan pengakuan formal tertinggi di dunia akademik.

Prof. Dr. Drs. I Wayan Suanda, S.P., M.Si.│Foto: Dok. UPMI/Bagus

Puncak upacara terjadi ketika Rektor UPMI Bali, Prof. Dr. Drs. I Made Suarta, SH., M.Hum., mengenakan kalung jabatan Guru Besar kepada Prof. Suanda. Prosesi tersebut turut didampingi Ketua LLDIKTI Wilayah VIII dan Ketua YPLP Perguruan Tinggi IKIP PGRI Bali. Tepuk tangan hadirin mengiringi momen itu. Bukan hanya sebagai ungkapan selamat, tetapi juga penghormatan atas tanggung jawab keilmuan yang kini dipikul.

Dalam orasi pengukuhannya, Prof. Suanda tidak memulai dengan istilah ilmiah yang rumit. Ia justru mengajak hadirin kembali pada praktik-praktik lokal yang selama ini hidup di masyarakat Bali. Orasi yang ia beri judul “Pemanfaatan ‘Lekesan’ sebagai Kearifan Lokal Bali dalam Pengendalian Jamur Patogen Stroberi (Fragaria sp.) Menuju Agrowisata Sehat dan Berkelanjutan” itu menjadi jembatan antara sains modern dan pengetahuan tradisional.

Prof. Suanda menjelaskan bahwa lekesan adalah kearifan lokal yang telah lama digunakan petani sebagai upaya menjaga kesehatan tanaman. “Lekesan merupakan kearifan lokal yang mengandung tiga unsur penting,” Unsur pertama adalah nilai religius dan etika sosial yang menempatkan alam sebagai bagian dari kehidupan yang harus dijaga keseimbangannya. Unsur kedua adalah norma dan aturan adat yang mengatur hubungan manusia dengan lingkungan. Sementara unsur ketiga adalah pengetahuan dan keterampilan lokal yang terbentuk dari pengalaman empirik masyarakat selama ratusan tahun mengelola sumber daya hayati.

Prof. Dr. Drs. I Wayan Suanda, S.P., M.Si.│Foto: Dok. UPMI/Bagus

Ia kemudian menguraikan lekesan tidak hanya sebagai simbol budaya, tetapi sebagai formulasi alami yang memiliki dasar ilmiah. Dalam penelitiannya, lekesan tersusun atas lima bahan utama. Sirih hijau mengandung senyawa fenol, flavonoid, saponin, dan minyak atsiri seperti eugenol yang mampu menghambat pertumbuhan jamur patogen seperti Colletotrichum sp., Geotrichum sp., dan Fusarium oxysporum. Sementara tembakau, mengandung flavonoid yang terbukti merusak dinding sel jamur dan menghambat perkembangannya.

Bahan berikutnya adalah kapur tohor yang berfungsi meningkatkan populasi mikroba tanah serta membantu ketersediaan unsur hara bagi tanaman. Gambir, yang kaya akan senyawa polifenol, menunjukkan aktivitas zona hambat terhadap mikroorganisme patogen. Sementara daging biji pinang mengandung flavonoid, tanin, fenolik, alkaloid, dan asam galat yang turut memperkuat daya hambat terhadap jamur penyebab penyakit tanaman.

Dari serangkaian uji laboratorium dan pengamatan lapangan, Prof. Suanda menyimpulkan bahwa ekstrak lekesan memiliki kemampuan menghambat pertumbuhan koloni patogen stroberi mulai dari konsentrasi 15 persen. “Daya hambat menjadi lebih besar pada konsentrasi ekstrak yang lebih tinggi,” jelasnya. Temuan ini, menurutnya, membuka peluang penggunaan lekesan sebagai biopestisida yang ramah lingkungan, sejalan dengan konsep agrowisata sehat dan berkelanjutan.

Dari kiri ke kanan (Rektor UPMI Bali, Prof. Suanda, Kepala LLDIKTI Wilayah VII, Ketua YPLP PT IKIP PGRI Bali)│Foto: Dok. UPMI/Bagus

Namun, di hadapan senat dan tamu undangan, Prof. Suanda juga menegaskan keterbatasan penelitiannya. Ia menyebut riset tersebut masih perlu dikembangkan dengan memvariasikan perbandingan bahan lekesan. Untuk meningkatkan efektivitasnya, ekstrak lekesan perlu dimurnikan agar menghasilkan senyawa tunggal melalui metode kromatografi kolom yang dilanjutkan dengan analisis LCMS (Liquid Chromatography–Mass Spectrometry).

Dengan nada tenang, Prof. Suanda menutup orasinya dengan menekankan bahwa riset ini bukan sekadar upaya akademik, melainkan bentuk penghormatan terhadap pengetahuan lokal. Baginya, sains tidak berdiri untuk menggantikan kearifan tradisional, melainkan untuk memahaminya, mengujinya, dan menguatkannya agar tetap relevan di tengah tantangan pertanian modern.

Seusai sesi orasi, acara dilanjutkan dengan sambutan oleh Rektor UPMI Bali. Prof. Dr. Drs. I Made Suarta, S.H., M.Hum., menyebut Prof. Suanda sebagai teman seperjuangan dan sepenanggungan sejak masa sekolah menengah hingga kini.

“Ini merupakan kebahagiaan bersama bagi kami, karena seorang dosen kami meraih gelar guru besar,” ujarnya.

Prof. Suarta juga menyoroti sisi lain Prof. Suanda sebagai peneliti lapangan. “Beliau menyewa kebun di Pancasari dan masuk bukan sebagai profesor, tapi seperti petani. Back to nature, kembali ke alam. Di mana ada penyakit tanaman, di situ ada obatnya,” ucap Prof. Suarta.

Prof. Dr. Drs. I Made Suarta, S.H., M.Hum.│Foto: Dok. UPMI/Bagus

Ketua Yayasan IKIP PGRI Bali, Drs. I Gusti Bagus Arthanegara, S.H., M.H., M.Pd., menegaskan bahwa pengukuhan ini memiliki arti penting bagi institusi. Prof. Suanda merupakan profesor ketiga lulusan IKIP PGRI Bali sebelum bertransformasi menjadi UPMI Bali.

“Saat ini UPMI Bali resmi memiliki lima profesor, dan sebentar lagi bakal menyusul lagi beberapa calon guru besar,” ujarnya.

Ia menggambarkan Prof. Suanda sebagai pribadi yang low profile, tekun, dan konsisten, meskipun tidak memegang jabatan struktural. “Terbukti hari ini beliau meraih gelar akademik tertinggi,” katanya.

Perjalanan akademik Prof. Dr. Drs. I Wayan Suanda, S.P., M.Si., menunjukkan bahwa ilmu pengetahuan akan tumbuh dari ketekunan, kesabaran, dan keberanian untuk tetap membumi. Di situlah gelar guru besar menemukan maknanya yang paling sederhana, sekaligus paling penting. [T]

Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

Tags: guru besarPendidikanPendidikan TinggiUniversitas PGRI Mahadewa IndonesiaUPMI Bali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kopi Maut | Cerpen Heski Dewabrata

Next Post

Digital Living Museum: ‘Menghidupkan Koleksi Diam’

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Rumah Kata di Jalan Nangka

by Angga Wijaya
July 9, 2026
0
Rumah Kata di Jalan Nangka

SIANG itu, rolling door Pustaka Bali Seni di Jalan Nangka No. 103,  Denpasar, Bali, terbuka lebar. Dari luar, tempat itu...

Read moreDetails

Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

by Jaswanto
June 24, 2026
0
Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

GARA-GARA video di TikTok 2023 silam, Aubrey Nova kini jadi salah seorang seniman―atau sebut saja montir―muda yang lihai dalam memodifikasi...

Read moreDetails

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
0
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

Read moreDetails

Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

by Dede Putra Wiguna
May 30, 2026
0
Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

TANGIS itu pecah di tengah tepuk tangan panjang audiens Ubud Food Festival 2026. Di perhelatan yang selama ini menjadi ruang...

Read moreDetails

Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

by I Gede Made Surya Darma
May 22, 2026
0
Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

Nama I Made Kaek bukanlah sosok asing dalam perkembangan seni rupa kontemporer Bali dan Indonesia. Perjalanannya sebagai seniman tumbuh dari...

Read moreDetails

Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

by Nyoman Budarsana
May 20, 2026
0
Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

CITRA  Sasmita, seniman perempuan asal Bali menjadi seniman Indonesia pertama yang  meraih penghargaan utama, Grand Prize Winner, pada ajang seni...

Read moreDetails

Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

by Dede Putra Wiguna
May 4, 2026
0
Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

DI antara deretan tapel ogoh-ogoh yang dipajang rapi di ruang lomba UPMI Bali, sosok Bagus Dedy Permata Putra (13) tampak...

Read moreDetails

Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

by Dede Putra Wiguna
April 27, 2026
0
Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

DI sela waktu istirahat Lomba Tari Bali di UPMI Bali, Sabtu (25/4), sosok Putu Dian Tristiana Dewi berdiri mendampingi anak...

Read moreDetails

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026
0
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

Read moreDetails

I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

by Made Susanta Dwitanaya
March 26, 2026
0
I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

NYALUK Sandi Kala (memasuki peralihan dari siang ke malam) di hari Pangrupukan di Desa  Tampaksiring, yang semakin tahun  semakin dikenal...

Read moreDetails
Next Post
Digital Living Museum: ‘Menghidupkan Koleksi Diam’

Digital Living Museum: 'Menghidupkan Koleksi Diam'

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [5]: Penerbit yang Tidak Pernah Menolak

Buka KBM App, atau Wattpad, atau NovelToon, atau GoodNovel, atau salah satu dari selusin platform serupa yang tumbuh dalam ekosistem...

by Andre Syahreza
August 23, 2026
PWI Bali Gelar OKK, Perkuat Profesionalisme dan Etika Pers
Pendidikan

PWI Bali Gelar OKK, Perkuat Profesionalisme dan Etika Pers

SEBANYAK 102 anggota dan calon anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bali mengikuti Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) di Gedung PWI...

by Dede Putra Wiguna
August 23, 2026
Ironi Pemalakan dalam Dunia Pendidikan   
Opini

Ironi Pemalakan dalam Dunia Pendidikan   

IRONI yang sulit diterima ketika seseorang yang berdiri di puncak lembaga pendidikan justru berhadapan dengan hukum karena dugaan praktik yang...

by I Ketut Suar Adnyana
August 23, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Wajah Indonesia Bopeng

SIDANG pembaca yang budiman, kemarin saya melihat di medsos, di daerah Banjarbaru, Kalimantan Selatan, seorang ibu bernama Riri Jayanti membagikan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
August 23, 2026
Sastra Tuli: Kesusastraan dari Komunitas Tuli yang Selama Ini Dilihat Semata sebagai Disabilitas
Kritik Sastra

Sastra Tuli: Kesusastraan dari Komunitas Tuli yang Selama Ini Dilihat Semata sebagai Disabilitas

ADA satu kesalahpahaman yang terlalu lama mengiringi cara kita memandang Tuli: seolah-olah Tuli hanya dapat dibicarakan dari apa yang tidak...

by Bagja Wiranandhika Prawira
August 23, 2026
Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud
Panggung

Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud

KETIKA musik itu dimainkan, nadanya terasa enak, liriknya menyentuh hati, dan langsung terbayang cerita drama seri yang sangat populer. Melodinya...

by Nyoman Budarsana
August 23, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co