25 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Dari Kebun ke Mimbar Guru Besar: Prof. I Wayan Suanda dan Ilmu yang Tetap Membumi

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
January 10, 2026
in Persona
Dari Kebun ke Mimbar Guru Besar: Prof. I Wayan Suanda dan Ilmu yang Tetap Membumi

Prof. Suanda dikukuhkan sebagai Guru Besar│Foto: Dok. UPMI/Bagus

TAHUN 2026 baru berjalan beberapa hari ketika Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali mencatat peristiwa penting dalam sejarah akademiknya. Rabu, 7 Januari 2026, UPMI Bali secara resmi mengukuhkan Prof. Dr. Drs. I Wayan Suanda, S.P., M.Si., sebagai Guru Besar Tetap dalam bidang Ilmu Mikrobiologi Pertanian. Ia menjadi profesor kelima dari UPMI Bali.

Pengukuhan berlangsung dalam Rapat Senat Terbuka di Auditorium Redha Gunawan, UPMI Bali. Sedari pagi, ruangan itu sudah dipenuhi civitas akademika dan tamu undangan. Suasana terasa khidmat nan hangat. Rangkaian acara dibuka dengan Tari Mahadewa ─ tari kebesaran UPMI Bali ─ yang dibawakan lima mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni, Drama, Tari, dan Musik (Sendratasik). Geraknya tegas dan ritmenya tertata, menjadi pembuka yang tepat bagi sebuah upacara akademik yang sarat makna.

Usai penayangan video profil Prof. Suanda, doa dipanjatkan dan lagu Indonesia Raya dikumandangkan, disusul penayangan teks Pancasila. Setelah itu, Ketua Senat UPMI Bali, Prof. Dr. I Wayan Widana, S.Pd., M.Pd., membuka upacara pengukuhan secara resmi. Pembacaan Surat Keputusan Guru Besar oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Dr. Ida Ayu Agung Ekasriadi, S.Pd., M.Hum., membuat suasana auditorium sejenak hening. Di titik itulah perjalanan panjang seorang dosen dan peneliti mendapatkan pengakuan formal tertinggi di dunia akademik.

Prof. Dr. Drs. I Wayan Suanda, S.P., M.Si.│Foto: Dok. UPMI/Bagus

Puncak upacara terjadi ketika Rektor UPMI Bali, Prof. Dr. Drs. I Made Suarta, SH., M.Hum., mengenakan kalung jabatan Guru Besar kepada Prof. Suanda. Prosesi tersebut turut didampingi Ketua LLDIKTI Wilayah VIII dan Ketua YPLP Perguruan Tinggi IKIP PGRI Bali. Tepuk tangan hadirin mengiringi momen itu. Bukan hanya sebagai ungkapan selamat, tetapi juga penghormatan atas tanggung jawab keilmuan yang kini dipikul.

Dalam orasi pengukuhannya, Prof. Suanda tidak memulai dengan istilah ilmiah yang rumit. Ia justru mengajak hadirin kembali pada praktik-praktik lokal yang selama ini hidup di masyarakat Bali. Orasi yang ia beri judul “Pemanfaatan ‘Lekesan’ sebagai Kearifan Lokal Bali dalam Pengendalian Jamur Patogen Stroberi (Fragaria sp.) Menuju Agrowisata Sehat dan Berkelanjutan” itu menjadi jembatan antara sains modern dan pengetahuan tradisional.

Prof. Suanda menjelaskan bahwa lekesan adalah kearifan lokal yang telah lama digunakan petani sebagai upaya menjaga kesehatan tanaman. “Lekesan merupakan kearifan lokal yang mengandung tiga unsur penting,” Unsur pertama adalah nilai religius dan etika sosial yang menempatkan alam sebagai bagian dari kehidupan yang harus dijaga keseimbangannya. Unsur kedua adalah norma dan aturan adat yang mengatur hubungan manusia dengan lingkungan. Sementara unsur ketiga adalah pengetahuan dan keterampilan lokal yang terbentuk dari pengalaman empirik masyarakat selama ratusan tahun mengelola sumber daya hayati.

Prof. Dr. Drs. I Wayan Suanda, S.P., M.Si.│Foto: Dok. UPMI/Bagus

Ia kemudian menguraikan lekesan tidak hanya sebagai simbol budaya, tetapi sebagai formulasi alami yang memiliki dasar ilmiah. Dalam penelitiannya, lekesan tersusun atas lima bahan utama. Sirih hijau mengandung senyawa fenol, flavonoid, saponin, dan minyak atsiri seperti eugenol yang mampu menghambat pertumbuhan jamur patogen seperti Colletotrichum sp., Geotrichum sp., dan Fusarium oxysporum. Sementara tembakau, mengandung flavonoid yang terbukti merusak dinding sel jamur dan menghambat perkembangannya.

Bahan berikutnya adalah kapur tohor yang berfungsi meningkatkan populasi mikroba tanah serta membantu ketersediaan unsur hara bagi tanaman. Gambir, yang kaya akan senyawa polifenol, menunjukkan aktivitas zona hambat terhadap mikroorganisme patogen. Sementara daging biji pinang mengandung flavonoid, tanin, fenolik, alkaloid, dan asam galat yang turut memperkuat daya hambat terhadap jamur penyebab penyakit tanaman.

Dari serangkaian uji laboratorium dan pengamatan lapangan, Prof. Suanda menyimpulkan bahwa ekstrak lekesan memiliki kemampuan menghambat pertumbuhan koloni patogen stroberi mulai dari konsentrasi 15 persen. “Daya hambat menjadi lebih besar pada konsentrasi ekstrak yang lebih tinggi,” jelasnya. Temuan ini, menurutnya, membuka peluang penggunaan lekesan sebagai biopestisida yang ramah lingkungan, sejalan dengan konsep agrowisata sehat dan berkelanjutan.

Dari kiri ke kanan (Rektor UPMI Bali, Prof. Suanda, Kepala LLDIKTI Wilayah VII, Ketua YPLP PT IKIP PGRI Bali)│Foto: Dok. UPMI/Bagus

Namun, di hadapan senat dan tamu undangan, Prof. Suanda juga menegaskan keterbatasan penelitiannya. Ia menyebut riset tersebut masih perlu dikembangkan dengan memvariasikan perbandingan bahan lekesan. Untuk meningkatkan efektivitasnya, ekstrak lekesan perlu dimurnikan agar menghasilkan senyawa tunggal melalui metode kromatografi kolom yang dilanjutkan dengan analisis LCMS (Liquid Chromatography–Mass Spectrometry).

Dengan nada tenang, Prof. Suanda menutup orasinya dengan menekankan bahwa riset ini bukan sekadar upaya akademik, melainkan bentuk penghormatan terhadap pengetahuan lokal. Baginya, sains tidak berdiri untuk menggantikan kearifan tradisional, melainkan untuk memahaminya, mengujinya, dan menguatkannya agar tetap relevan di tengah tantangan pertanian modern.

Seusai sesi orasi, acara dilanjutkan dengan sambutan oleh Rektor UPMI Bali. Prof. Dr. Drs. I Made Suarta, S.H., M.Hum., menyebut Prof. Suanda sebagai teman seperjuangan dan sepenanggungan sejak masa sekolah menengah hingga kini.

“Ini merupakan kebahagiaan bersama bagi kami, karena seorang dosen kami meraih gelar guru besar,” ujarnya.

Prof. Suarta juga menyoroti sisi lain Prof. Suanda sebagai peneliti lapangan. “Beliau menyewa kebun di Pancasari dan masuk bukan sebagai profesor, tapi seperti petani. Back to nature, kembali ke alam. Di mana ada penyakit tanaman, di situ ada obatnya,” ucap Prof. Suarta.

Prof. Dr. Drs. I Made Suarta, S.H., M.Hum.│Foto: Dok. UPMI/Bagus

Ketua Yayasan IKIP PGRI Bali, Drs. I Gusti Bagus Arthanegara, S.H., M.H., M.Pd., menegaskan bahwa pengukuhan ini memiliki arti penting bagi institusi. Prof. Suanda merupakan profesor ketiga lulusan IKIP PGRI Bali sebelum bertransformasi menjadi UPMI Bali.

“Saat ini UPMI Bali resmi memiliki lima profesor, dan sebentar lagi bakal menyusul lagi beberapa calon guru besar,” ujarnya.

Ia menggambarkan Prof. Suanda sebagai pribadi yang low profile, tekun, dan konsisten, meskipun tidak memegang jabatan struktural. “Terbukti hari ini beliau meraih gelar akademik tertinggi,” katanya.

Perjalanan akademik Prof. Dr. Drs. I Wayan Suanda, S.P., M.Si., menunjukkan bahwa ilmu pengetahuan akan tumbuh dari ketekunan, kesabaran, dan keberanian untuk tetap membumi. Di situlah gelar guru besar menemukan maknanya yang paling sederhana, sekaligus paling penting. [T]

Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

Tags: guru besarPendidikanPendidikan TinggiUniversitas PGRI Mahadewa IndonesiaUPMI Bali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kopi Maut | Cerpen Heski Dewabrata

Next Post

Digital Living Museum: ‘Menghidupkan Koleksi Diam’

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Dari Wayang Wong Tejakula, Hoga Wiratmaja Ciptakan Logo Porprov Bali 2027, dan Ia Juara

by Made Adnyana Ole
October 17, 2026
0
Dari Wayang Wong Tejakula, Hoga Wiratmaja Ciptakan Logo Porprov Bali 2027, dan Ia Juara

APA hubungan wayang wong Tejakula dengan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali tahun 2027 yang akan digelar di Buleleng? Secara langsung,...

Read moreDetails

Mengulik Pengalaman Citra Sasmita di Cornell University

by Wayan Jengki Sunarta
October 9, 2026
0
Mengulik Pengalaman Citra Sasmita di Cornell University

APA yang terjadi ketika tradisi dipakai sebagai ruang dialog dan ruang untuk bertanya secara kritis? Pertanyaan semacam itu terasa penting...

Read moreDetails

Maria Margarheta Indrawati: Dari NTT, Menikmati Proses dan Menjemput Mimpi di Negeri Orang

by Yohana Purnama Fajar
September 2, 2026
0
Maria Margarheta Indrawati: Dari NTT, Menikmati Proses dan Menjemput Mimpi di Negeri Orang

“Saya adalah seorang anak yang tumbuh tanpa kasih sayang seorang ayah,” kata Maria Margarheta Indrawati dengan wajah sendu ketika mengenang...

Read moreDetails

Rumah Kata di Jalan Nangka

by Angga Wijaya
July 9, 2026
0
Rumah Kata di Jalan Nangka

SIANG itu, rolling door Pustaka Bali Seni di Jalan Nangka No. 103,  Denpasar, Bali, terbuka lebar. Dari luar, tempat itu...

Read moreDetails

Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

by Jaswanto
June 24, 2026
0
Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

GARA-GARA video di TikTok 2023 silam, Aubrey Nova kini jadi salah seorang seniman―atau sebut saja montir―muda yang lihai dalam memodifikasi...

Read moreDetails

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
0
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

Read moreDetails

Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

by Dede Putra Wiguna
May 30, 2026
0
Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

TANGIS itu pecah di tengah tepuk tangan panjang audiens Ubud Food Festival 2026. Di perhelatan yang selama ini menjadi ruang...

Read moreDetails

Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

by I Gede Made Surya Darma
May 22, 2026
0
Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

Nama I Made Kaek bukanlah sosok asing dalam perkembangan seni rupa kontemporer Bali dan Indonesia. Perjalanannya sebagai seniman tumbuh dari...

Read moreDetails

Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

by Nyoman Budarsana
May 20, 2026
0
Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

CITRA  Sasmita, seniman perempuan asal Bali menjadi seniman Indonesia pertama yang  meraih penghargaan utama, Grand Prize Winner, pada ajang seni...

Read moreDetails

Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

by Dede Putra Wiguna
May 4, 2026
0
Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

DI antara deretan tapel ogoh-ogoh yang dipajang rapi di ruang lomba UPMI Bali, sosok Bagus Dedy Permata Putra (13) tampak...

Read moreDetails
Next Post
Digital Living Museum: ‘Menghidupkan Koleksi Diam’

Digital Living Museum: 'Menghidupkan Koleksi Diam'

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co