28 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Samskriti Sindhu: Merayakan Kebersamaan di Hari Meditasi Sedunia ke-2 di Anand Ashram Ubud

Agung Sudarsa by Agung Sudarsa
December 26, 2025
in Khas
Samskriti Sindhu: Merayakan Kebersamaan di Hari Meditasi Sedunia ke-2 di Anand Ashram Ubud

Solstis, Keheningan, dan Panggilan Kesadaran Global

Tanggal 21 Desember menandai winter solstice, saat malam mencapai puncak terpanjang dan siang berada pada titik terpendek. Dalam banyak tradisi kuno, momen ini dipandang bukan sebagai kemenangan kegelapan, melainkan sebagai rahim keheningan tempat cahaya baru dilahirkan. Dari kesenyapan terdalam, kesadaran justru menemukan jalannya kembali.

Makna kosmis inilah yang mengiringi penetapan 21 Desember sebagai Hari Meditasi Sedunia oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa melalui Resolusi A/RES/79/137, tahun 2024 lalu. Penetapan ini bukan kebetulan kalender, melainkan pernyataan simbolik yang kuat: dunia modern yang bising, cepat, dan terfragmentasi membutuhkan jeda batin—bukan sekadar solusi instan, tetapi transformasi kesadaran.

Meditasi sebagai Kejadian, Bukan Sekadar Duduk Diam

Meditasi kerap disalahpahami sebagai aktivitas fisik: duduk bersila, memejamkan mata, mengatur napas. Padahal, sebagaimana ditegaskan Guruji Anand Krishna, meditasi bukanlah sesuatu yang kita lakukan, melainkan sesuatu yang terjadi, sebuah kejadian, suatu keadaan. Ia bukan duduk diam berjam-jam tanpa gerakan, melainkan kejadian batin ketika pikiran berhenti berpikir dan kesadaran melampaui manomaya kosha, yang dimaknai Guruji sebagai gugusan pikiran dan perasaan dengan segala anak pinaknya seperti obsesi, memori, halusinasi dan sebagainya. Ini sejalan dengan ungkapan Osho (Bhagavan Shree Rajnesh): Meditation is beyond mind. No mind.

Bahkan, dalam sebuah model Yoga Sutra Patanjali yang sangat populer, angga atau bagian ke satu sampai ke enam: Yama, Niyama, Asana, Pranayama, Pratyahara dan Dharana, dikatakan sebagai: Thing you do, sedangkan bagian ke tujuh dan ke delapan yakni: Dhyan atau meditasi dan Samadhi dikatakan: Thing happens to you. Artinya Meditasi dan Samadhi sebagai hasil dari disiplin yang terjadi setelah melakoni keenam angga secara holistik, khususnya Yama dan Niyama sebagai pondasi utama. Bukan sekedar Asana, dan dengan mengantongi beberapa sertifikat, sudah menyebut diri seorang Yogi, serta kebelet ingin mengajar Yoga.

Dalam keadaan meditativeness ini, tindakan manusia tidak lagi lahir dari reaksi otomatis, ego, atau ambisi sempit. Ia mengalir selaras dengan alam dan kehidupan—yang oleh berbagai tradisi spiritual dipahami sebagai manifestasi dari Dia Hyang Satu adanya, Hyang hadir dalam segala sesuatu di atas bumi ini, flora, fauna, gunung, sungai, laut, dan seisi alam lainnya.

Karena itu, Hari Meditasi Sedunia bukan perayaan ritual biasa, melainkan perayaan kemungkinan manusia untuk hidup menggapai tujuan tertinggi, melalui jalan meniti ke dalam diri. Perayaan yang mengingatkan kita semua bahwa kebahagiaan itu sudah ada dalam diri, tetapi kita justeru mencarinya di luar diri. Inilah perayaan universal yang melampaui sekat keyakinan, kebangsaan, ideologi dan melampaui sekat negara. Perayaan Warga Bumi.

Anand Ashram dan Komitmen Sejak 1991

Dalam lanskap kesadaran global inilah Yayasan Anand Ashram menempati posisi penting. Sejak tahun 1991—tahun transformasi spiritual Guruji Anand Krishna—Anand Ashram berkomitmen menyebarkan meditasi sebagai gaya hidup, bukan ritual eksklusif, apalagi dogma keagamaan.

Meditasi bukan duduk diam, tarik napas perlahan, bukan pelarian dari dunia, melainkan cara hadir sepenuhnya di dalam dunia: bekerja dengan perhatian, berbicara dengan welas asih, dan bertindak tanpa kekerasan—baik terhadap sesama, alam, maupun diri sendiri. Melalui yayasan dan jaringan kegiatannya, Anand Ashram juga berkontribusi dalam ekosistem Perserikatan Bangsa-Bangsa, khususnya pada isu perdamaian, pendidikan nilai, dan kesehatan holistik. Ini menegaskan meditasi sebagai praktik kemanusiaan universal.

Samskriti Sindhu: Merayakan Akar Peradaban Bersama

Minggu, 21 Desember 2025, Boddhicitta Hall di Anand Ashram Ubud dipenuhi lebih dari seratus peserta. Mereka datang dari berbagai penjuru Bali—Ubud, Denpasar, Kuta, Tabanan, Singaraja—bahkan dari Jakarta dan kota-kota lain di Indonesia. Perayaan Hari Meditasi Sedunia ke-2 ini mengusung tema: Samskriti Sindhu. Sebuah perayaan kebersamaan warga bumi sebagai pewaris budaya Nusantara dan sekaligus peradaban agung Sunda Sindhu Saraswati.

Sebagaimana dijelaskan Guruji Anand Krishna dalam Sindhu Samskriti, Sindhu—yang jejaknya hadir dalam kata Shintuh, Shinto, Hindu, Indus, Indo, hingga Hindia—merupakan peradaban tertua di dunia yang masih hidup. Ia membentang dari Persia, Asia Selatan, Tibet, Asia Tenggara, hingga Nusantara. Lebih dari sekadar wilayah geografis, Sindhu adalah filsafat hidup atau Dharma yang bersifat Sanatana: langgeng dan universal.

Sebagai pewaris Sindhu, manusia diajak melampaui fanatisme, membebaskan diri dari rasa takut dan dogma, serta bertanggung jawab atas setiap perbuatan melalui hukum sebab-akibat. Dalam doa-doa Sindhu, yang dimohonkan bukan hanya keselamatan kelompok sendiri, tetapi kesejahteraan seluruh umat manusia, Sarve Bhavantu Sukinah.

Ritual sebagai Persembahan, Bukan Pertunjukan

Perayaan Samskriti Sindhu diisi dengan latihan meditasi, chanting, aarati, fire purification, musik, dan tari. Namun suasana yang terasa bukanlah pertunjukan satu arah. Setiap nyanyian dan gerak adalah persembahan kepada Dia Hyang Satu adanya, dengan nama apa pun Ia disapa.

Pengisi acara berasal dari berbagai kalangan: anak-anak One Earth School, peserta Anand Krishna Center Singaraja, Kuta dan Tabanan, serta para pemuda dari Youth Anand Ashram. Musik dan tarian yang ditampilkan merentang dari Sumatra hingga Papua, dari Nusantara hingga Persia dan India—sebuah penegasan bahwa keberagaman bukan pemisah, melainkan ekspresi dari satu sumber yang sama.

Dari Keheningan Menuju Tindakan Selaras

Perayaan ini ditutup dengan santap malam bersama—sebuah simbol sederhana namun bermakna tentang kebersamaan. Meditasi, dalam semangat Anand Ashram, tidak berhenti di ruang hening. Ia diuji justru ketika kita kembali ke kehidupan sehari-hari: di dapur, di kantor, di jalan raya, bahkan di ruang konflik.

Hari Meditasi Sedunia adalah pengingat bahwa krisis global berakar pada krisis kesadaran. Tanpa transformasi batin, perubahan struktural hanya akan mengulang pola lama dengan wajah baru. Meditasi sebagai kejadian kesadaran memungkinkan lahirnya tindakan yang tidak merusak, tidak rakus, dan tidak memaksa—tindakan yang selaras dengan hukum alam.

Satu Bumi, Satu Langit, Satu Kemanusiaan

Selain di Anand Ashram Ubud, perayaan Hari Meditasi Sedunia juga berlangsung di One Earth Yoga & Meditation Retreat Centre Ciawi Bogor serta Anand Krishna Centre Joglosemar, yang mewadahi Jogyakarta, Solo dan Semarang. Semua terhubung oleh satu visi: One Earth One Sky One Humankind  (Satu Bumi Satu Langit Satu Kemanusiaan), dan satu misi: Inner Peace Communal Love Global Harmony (Kedamaian Diri, Cinta Kasih Harmoni Global).

Maka, Hari Meditasi Sedunia bukan sekadar seremoni tahunan. Ia adalah undangan lembut untuk menjaga keadaan meditasi tetap hidup—bukan sekali setahun, tetapi setiap hari. Dalam cara kita berjalan, berbicara, memilih, dan bertindak. Dalam kesadaran bahwa kita semua berada dalam tarian kosmik yang sama. [T]

Penulis: Agung Sudarsa
Editor: Adnyana Ole

Tags: Anand Krishnameditasi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Isn’t It a Pity: Ratapan Cinta dan Kesunyian Spiritual George Harrison

Next Post

Komunikasi Pasangan Suami-Istri: Sebuah Upaya Preventif dalam Dialektika Perkawinan

Agung Sudarsa

Agung Sudarsa

Agung Sudarsa, SE, SH, MH adalah Wakil Ketua Prajaniti Hindu Indonesia Provinsi Bali bidang Sosial Budaya, Direktur LBH Manusia Merdeka, jurnalis indonesiaexpose.co.id, dan kandidat doktor di UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar dengan disertasi: Inner Peace, Communal Love, Global Harmony: Yoga, Meditasi, dan Visi Anand Krishna tentang One Earth, One Sky, One Humankind

Related Posts

Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026

by Rusdy Ulu
October 26, 2026
0
Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026

SEPERTI apa kekuatan penuturan kisah lokal dalam karya sastra? Bagaimana seorang penulis memanfaatkan lanskap, identitas, dan pengalaman lokal untuk menciptakan...

Read moreDetails

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

by Wahyu Mahaputra
October 25, 2026
0
Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

RATUSAN krama Desa Adat Kusamba berjalan beriringan dari Pura Puseh menuju Pura Segara, Minggu (25/10/2026). Mereka mengikuti tradisi mapeed, mengiringi...

Read moreDetails

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
0
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

Read moreDetails

“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

by Ingga Adelia
October 18, 2026
0
“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

Siang itu, Flow Workspace di kawasan Sanur, Denpasar, dipenuhi anak-anak muda, terutama pencinta film dan para aktor. Mereka berkumpul, bercakap-cakap,...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails
Next Post
Mempertanyakan Cinta : Meniti Rasa, Menata Jiwa

Komunikasi Pasangan Suami-Istri: Sebuah Upaya Preventif dalam Dialektika Perkawinan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Tatkala Seniman Tak Lagi Bersuara
Opini

Tatkala Seniman Tak Lagi Bersuara

SENIN pagi, 26 Oktober 2026, saya mengikuti sebuah diskusi di Markas Besar UNESCO, Paris, yang bertajuk Artists at Risk: Voices...

by I.G.A.K. Satrya Wibawa
October 27, 2026
Sudah di Lajur Kiri, Malah Mau Disalip dari Kiri
Esai

Sudah di Lajur Kiri, Malah Mau Disalip dari Kiri

BERKENDARA di jalanan Denpasar dan Badung, Bali, belakangan ini membuat saya ketar-ketir. Saya beberapa kali mengalami situasi ketika sudah berkendara...

by Angga Wijaya
October 27, 2026
Bulan Bahasa: Jangan Hanya Ramai di Atas Panggung
Esai

Bulan Bahasa: Jangan Hanya Ramai di Atas Panggung

Oktober selalu menjadi bulan istimewa bagi dunia pendidikan. Sekolah-sekolah menyelenggarakan Bulan Bahasa melalui berbagai kegiatan, mulai dari lomba membaca puisi,...

by I Wayan Yudana
October 27, 2026
Membaca  Ulang “Ubud is Winter”
Ulas Rupa

Membaca  Ulang “Ubud is Winter”

SORE menjelang senja di Gajah Mas Gallery, Pengosekan, Ubud-Gianyar, matahari kian sorong ke batas laut. Cahaya jingga yang kerap memantul...

by I Wayan Westa
October 27, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Ditutup, Samarasā Dirayakan lewat Tari, Puisi, dan Musik
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Ditutup, Samarasā Dirayakan lewat Tari, Puisi, dan Musik

HUJAN mengguyur Ubud ketika malam penutupan Ubud Writers & Readers Festival (UWRF) hendak dimulai. Namun, hujan perlahan mereda seiring berlangsungnya...

by Dede Putra Wiguna
October 27, 2026
Dari Bambu Petung, Desa Tembok Membangun Akses Digital
Liputan Khusus

Dari Bambu Petung, Desa Tembok Membangun Akses Digital

TELEPON belum lama ditutup ketika Luh Sukerti kembali sibuk di depan tungku. Puluhan tusuk sate dibolak-balik di atas bara, dilumuri...

by Jaswanto
October 26, 2026
Kami Bukan Pajangan —Suara Seniman Berpendidikan yang Terlupakan
Esai

Ketakutan terhadap Seniman Eksperimental dan Tekanan Perubahan Zaman

KETAKUTAN terhadap perubahan dalam dunia seni tidak hanya muncul dari kekhawatiran meninggalkan tradisi, tetapi juga dari kehadiran bentuk-bentuk seni eksperimental...

by Ahmad Prasetya Hady
October 26, 2026
Ketika “Mendidik Tidak Mendadak” Bertemu “Tidik” dan “Nidik”
Bahasa

Ketika “Mendidik Tidak Mendadak” Bertemu “Tidik” dan “Nidik”

ADA seorang guru sekaligus penulis senior asal Bali yang bernama Nyoman Tingkat. Suatu ketika, dengan permainan kata yang cerdas dan menggelitik, melalui unggahan...

by I Made Sudiana
October 26, 2026
Belajar dari Senat, Menyapa Semeru
Tualang

Belajar dari Senat, Menyapa Semeru

ADA perjalanan yang kita tempuh karena tugas. Ada perjalanan yang kita jalani karena kewajiban. Namun, sering kali justru di balik...

by Ahmad Sihabudin
October 26, 2026
Mungkinkah Korut Serang AS?
Esai

Restrukturisasi Politik Tata Kelola Karhutla

DALAM perspektif ilmu politik dan studi kebijakan publik, krisis kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia bukan sekadar fenomena meteorologis...

by Jerry Indrawan
October 26, 2026
Deru Mesin di Pesisir Tabanan: Keseruan Swank Rally Tutup Rangkaian Slidetober Fest 2026
Olahraga

Deru Mesin di Pesisir Tabanan: Keseruan Swank Rally Tutup Rangkaian Slidetober Fest 2026

SUASANA siang di kawasan dekat Pantai Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Bali, mendadak bergemuruh pada Minggu 25 Oktober 2026....

by Nyoman Budarsana
October 26, 2026
Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan
Esai

Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan

Di tengah perlombaan mencari perhatian, kita perlu bertanya: ketika penderitaan seseorang menjadi konsumsi publik, apakah kita sedang menunjukkan kepedulian atau...

by Hairunnisa Br. Sagala
October 26, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co