24 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Denpasar Festival ke-18 Siap Digelar: Merawat Pesta Kota Saat Alam Tak Selalu Bersahabat

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
December 19, 2025
in Panggung
Denpasar Festival ke-18 Siap Digelar: Merawat Pesta Kota Saat Alam Tak Selalu Bersahabat

Suasana Panggung Budaya di Denfest 2024 | Foto: tatkala.co/Dede

AKHIR tahun di Denpasar selalu punya dua wajah. Di satu sisi, ia menjadi ruang perayaan, temu kreativitas, dan etalase budaya yang hidup. Di sisi lain, langit kerap menyimpan kejutan. Hujan datang tiba-tiba, angin bertiup lebih kencang dari biasanya, bahkan badai singkat dapat mengubah rencana matang menjadi kepanikan kecil. Dalam suasana seperti itulah Denpasar Festival ke-18 tahun 2025 akan digelar.

Pada 20–23 Desember mendatang, kawasan Catur Muka akan kembali menjadi tempat perayaan. Denpasar Festival (Denfest) bukan sekadar agenda tahunan, melainkan denyut kota. Ia merangkum wajah Denpasar yang berlapis. Tradisi, seni pertunjukan, ekonomi rakyat, kreativitas anak muda, dan kesadaran lingkungan. Namun, ada satu pertanyaan yang mengendap di benak banyak orang: akankah Denfest tahun ini berjalan lancar dan tenang di tengah cuaca ekstrem yang belakangan makin sering hadir?

Pertanyaan itu bukan tanpa dasar. Ingatan kolektif publik masih menyimpan cerita tentang Denfest 2024. Curah hujan sebenarnya tidak terlampau besar, tetapi cukup mengganggu kenyamanan pengunjung. Beberapa pertunjukan tersendat, aktivitas UMKM melambat, dan pengunjung memilih berteduh lebih lama daripada berkeliling, atau lebih banyak memilih di rumah saja. Mundur lebih jauh ke 2022, bahkan lebih dramatis. Hujan deras disertai badai datang tanpa aba-aba. Beberapa agenda terpaksa dibatalkan. Sejumlah kegiatan dipindahkan ke ruang indoor ─ ke Gedung Dharma Negara Alaya (DNA). Denfest 2022 memang tetap berjalan, tetapi dengan wajah yang tak seperti biasanya.

Pembukaan Denfest ke-17, tahun 2024│Foto: Dok. Pemkot Denpasar

Risiko itu selalu mengintai setiap perhelatan akhir tahun. Denpasar memahami betul konsekuensinya. Justru dalam situasi semacam inilah, Denfest ke-18 mencoba menegaskan sikap. Bukan dengan menghindari musim hujan, melainkan dengan menyiapkan diri secara lebih sadar dan reflektif.

Tema yang diusung tahun ini, “Mulat Sarira: Hening Jiwa – Eling Rasa”, terasa seperti cermin. Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, menjelaskan makna itu dalam konferensi pers Denfest ke-18 di Graha Yowana Suci, Kamis, 18 Desember 2025.

“Mulat Sarira bermakna introspeksi diri. Sejalan dengan usia Denfest ke-18, yang memasuki gerbang kedewasaan, ditandai dengan tumbuhnya kesadaran, rasa eling, dan mawas diri. Denfest dihadirkan sebagai ruang kota dengan jati diri yang lekat pada nilai tradisi, budaya, serta semangat Vasudhaiva Kutumbhakam, yakni menyama braya,” ungkapnya.

Introspeksi itu relevan bukan hanya bagi penyelenggara, tetapi juga bagi kota yang kian sering berhadapan dengan perubahan iklim. Cuaca ekstrem tidak lagi bisa dianggap anomali sesaat. Ia menjadi bagian dari ancaman baru. Denfest tahun ini seolah mengakui kenyataan tersebut. Alih-alih melawan alam, festival ini mencoba berjalan berdampingan, setidaknya dengan kesiapan mental dan teknis yang lebih matang.

Penonton mengabadikan pertunjukan Barong Landung di Panggung Budaya, Denfest 2024│Foto: tatkala.co/Dede

Sebanyak 174 pelaku UMKM yang telah lolos seleksi dan kurasi akan terlibat. Mereka datang dari berbagai sektor, mulai dari kuliner dan kopi, kerajinan, sandang, industri logam, fesyen, kriya, hingga produk agro. Angka itu bukan sekadar statistik. Di baliknya ada ratusan cerita tentang harapan, kerja keras, dan ketergantungan pada cuaca. Hujan deras bisa berarti pengunjung berkurang. Angin kencang bisa membuat stan goyah. Namun Denfest tetap menjadi panggung penting bagi ekonomi kerakyatan.

Ratusan UMKM tersebut akan tersebar di tiga zona utama di sekitar Catur Muka. Zona pertama, yakni Zona Lapangan yang mencakup Lapangan Puputan Badung dan Wantilan Museum Bali. Di sinilah inaugurasi pembukaan digelar, lengkap dengan panggung musik, panggung budaya, serta deretan UMKM kuliner kekinian. Wantilan Museum Bali juga akan menjadi ruang workshop dan lomba fotografi.

Zona kedua, Zona Gajah Mada, meliputi area Patung Catur Muka hingga sepanjang Jalan Gajah Mada bagian barat. Kawasan ini diperuntukkan bagi UMKM kuliner heritage dan kopi. Di titik ikonik Patung Catur Muka, fashion show dan cosplay walk parade akan berlangsung. Aktivitas luar ruang ini tentu sangat bergantung pada cuaca. Namun justru di situlah daya uji Denfest 2025 berada.

Zona ketiga berada di Jalan Veteran, rumah bagi UMKM fesyen, kriya, dan agro. Seperti biasa, dengan pembagian zona ini, Denfest mencoba menyebar keramaian dan meminimalkan kepadatan. Sebuah strategi yang juga berguna ketika hujan datang dan pengunjung harus mencari ruang yang lebih aman.

Salah satu pementasan seni di Panggung Budaya, Denfest 2024│Foto: tatkala.co/Dede

“Denfest adalah milik publik. Denfest merupakan wujud komitmen Pemerintah Kota Denpasar yang didukung seluruh elemen masyarakat untuk menjaga keseimbangan antara pelestarian budaya dan pengembangan kreativitas di era modernisasi,” ujar Arya Wibawa. Pernyataan itu mengandung makna bahwa festival ini bukan hanya soal kemeriahan, tetapi juga soal tanggung jawab bersama.

Tanggung jawab itu tampak jelas dalam pencanangan Denfest ke-18 sebagai role model Festival Zero Waste. Pemkot Denpasar menggandeng 17 komunitas lingkungan yang terlibat langsung dalam seluruh rangkaian kegiatan. Seluruh sampah yang dihasilkan selama festival akan dipilah dan dikelola di lokasi. Sampah organik diolah menjadi eco enzyme. Sementara sampah anorganik dipadatkan menggunakan mesin pengepres. Para relawan tidak hanya bekerja di balik layar, tetapi juga akan aktif mengedukasi pengunjung tentang pengelolaan sampah yang bertanggung jawab.

Tempat sampah bergambar mural di Denpasar Festival 2024│Foto: tatkala.co/Dede

Kembali lagi dalam konteks cuaca ekstrem, pendekatan ini menjadi semakin relevan. Hujan sering kali memperparah persoalan sampah. Plastik hanyut, saluran tersumbat, genangan bertahan lebih lama. Dengan pengelolaan yang lebih disiplin, Denfest 2025 berusaha mengurangi dampak lanjutan dari hujan itu sendiri.

“Melalui upaya ini, Denpasar Festival diharapkan menjadi event percontohan pengelolaan sampah berkelanjutan di Kota Denpasar,” tegas Arya Wibawa.

Lalu, kembali ke pertanyaan awal. Akankah Denfest 2025 akan berjalan lancar dan tenang? Tentu saja tidak ada jawaban pasti. Cuaca tetap berada di luar kendali manusia. Namun yang bisa dibaca dari persiapan tahun ini adalah sikap yang lebih dewasa. Denfest tidak lagi sekadar berharap langit cerah. Ia bersiap menghadapi kemungkinan terburuk, sembari tetap merayakan yang terbaik dari perhelatan tahunan Denpasar.

Barangkali hujan akan turun. Mungkin angin akan bertiup kencang di beberapa malam. Tetapi, jika Denfest 2025 mampu tetap hidup, adaptif, dan bermakna di tengah kondisi itu, maka perayaan ini telah melampaui sekadar festival. Ia menjadi cermin kota yang belajar berdamai dengan perubahan, tanpa kehilangan jati diri yang selama ini dibangun. [T]

Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

Tags: denfestdenpasar festival
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

I Love You More Than You’ll Ever Know: Mahakarya dari Improvisasi

Next Post

Hari Pertama Jegog Spirit Festival 2025: Edukatif dan Kompetitif

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
0
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

Read moreDetails

Ketika Musik, Lukisan, dan Kesadaran Bertemu dalam Nyanyian Dharma

by Pranita Dewi
April 20, 2026
0
Ketika Musik, Lukisan, dan Kesadaran Bertemu dalam Nyanyian Dharma

Pertunjukan Nyanyian Dharma digelar di Ruang Taksu, Gedung Dharma Negara Alaya (DNA), Denpasar, Minggu (19/4) malam, menampilkan kolaborasi musik dengan...

Read moreDetails

‘Wellnes Conference’ di Bali Spirit Festival: Preventif Ciri ‘Wellness Tourism’, Kuratif Tujuan ‘Medical Tourism’

by I Nyoman Darma Putra
April 19, 2026
0
‘Wellnes Conference’ di Bali Spirit Festival: Preventif Ciri ‘Wellness Tourism’, Kuratif Tujuan ‘Medical Tourism’

Perbedaan antara wellness tourism dengan medical tourism menjadi salah satu pertanyaan dalam dalam Wellness Conference (Wellness Talk Show), Kamis, 16 April 2026, di Pelataran Hotel, Ubud....

Read moreDetails

Eksplorasi Material dan Gerak, Serangkai Inovasi Komunitas Wayang Ental di Festival Wayang Bali Utara 2026

by Komang Puja Savitri
April 14, 2026
0
Eksplorasi Material dan Gerak, Serangkai Inovasi Komunitas Wayang Ental di Festival Wayang Bali Utara 2026

SEJAK awal, ada rasa penasaran yang menggantung di antara penonton yang duduk lesehan di wantilan Museum Soenda Ketjil. Wayang, dalam...

Read moreDetails

Membaca Buleleng dalam Museum Soenda Ketjil —Catatan Kecil dari Festival Wayang Bali Utara 2026

by Son Lomri
April 12, 2026
0
Membaca Buleleng dalam Museum Soenda Ketjil —Catatan Kecil dari Festival Wayang Bali Utara 2026

MALAM itu, Kamis, 9 April 2026, ada pertunjukan wayang kulit serangkaian Festival Wayang Bali Utara (FWB) di Wantilan Pelabuhan Tua...

Read moreDetails

Museum Soenda Ketjil: Kebanggaan Budaya atau Sekadar Ketakutan Akan Kehilangan?

by I Nengah Juliawan
April 11, 2026
0
Museum Soenda Ketjil: Kebanggaan Budaya atau Sekadar Ketakutan Akan Kehilangan?

MUSEUM Soenda Ketjil di Singaraja tidak hanya menjadi ruang sunyi yang menyimpan masa lalu, melainkan juga ruang publik yang terus...

Read moreDetails

Tradisi yang Mulai Bernegosiasi dengan Zaman —Dari Pentas Wayang Bungkulan di Festival Wayang Bali Utara 2026

by Komang Puja Savitri
April 11, 2026
0
Tradisi yang Mulai Bernegosiasi dengan Zaman —Dari Pentas Wayang Bungkulan di Festival Wayang Bali Utara 2026

WAYANG sebagai produk masa lalu yang kini diratapi, ditangisi oleh orang-orang karena hampir hilang di tengah hiburan dunia digital. Pertunjukan...

Read moreDetails

Ubud Artisan Market dalam Kehangatan Paskah, Rayakan Kreativitas, Komunitas, dan Akhir Pekan di Ubud

by tatkala
April 5, 2026
0
Ubud Artisan Market dalam Kehangatan Paskah, Rayakan Kreativitas, Komunitas, dan Akhir Pekan di Ubud

Yayasan Mudra Swari Saraswati dengan bangga kembali menghadirkan Ubud Artisan Market (UAM), curated market yang merayakan kreativitas, komunitas, dan kerajinan...

Read moreDetails

Api yang Tak Pernah Kenyang: Ketika ‘Lobha’ Menjelma dalam Ogoh-Ogoh STT Eka Budhi, Banjar Danginjalan, Guwang, Sukawati 2026

by Dede Putra Wiguna
March 24, 2026
0
Api yang Tak Pernah Kenyang: Ketika ‘Lobha’ Menjelma dalam Ogoh-Ogoh STT Eka Budhi, Banjar Danginjalan, Guwang, Sukawati 2026

DI Banjar Danginjalan, Desa Guwang, Sukawati, Gianyar, kreativitas anak muda kembali menemukan bentuknya dalam karya ogoh-ogoh untuk menyambut Nyepi Caka...

Read moreDetails

Les Ngembak Festival 2026: Merawat Jejak dari Bukit ke Laut

by Nyoman Nadiana
March 23, 2026
0
Les Ngembak Festival 2026: Merawat Jejak dari Bukit ke Laut

PANGGUNG itu kecil saja. Tapi cukup untuk menampung ekspresi masyarakat Desa Les, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng. Di atas panggung kecil...

Read moreDetails
Next Post
Hari Pertama Jegog Spirit Festival 2025: Edukatif dan Kompetitif

Hari Pertama Jegog Spirit Festival 2025: Edukatif dan Kompetitif

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi
Esai

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil
Lingkungan

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

by Son Lomri
April 21, 2026
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan
Persona

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co