12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Denpasar Festival ke-18 Siap Digelar: Merawat Pesta Kota Saat Alam Tak Selalu Bersahabat

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
December 19, 2025
in Panggung
Denpasar Festival ke-18 Siap Digelar: Merawat Pesta Kota Saat Alam Tak Selalu Bersahabat

Suasana Panggung Budaya di Denfest 2024 | Foto: tatkala.co/Dede

AKHIR tahun di Denpasar selalu punya dua wajah. Di satu sisi, ia menjadi ruang perayaan, temu kreativitas, dan etalase budaya yang hidup. Di sisi lain, langit kerap menyimpan kejutan. Hujan datang tiba-tiba, angin bertiup lebih kencang dari biasanya, bahkan badai singkat dapat mengubah rencana matang menjadi kepanikan kecil. Dalam suasana seperti itulah Denpasar Festival ke-18 tahun 2025 akan digelar.

Pada 20–23 Desember mendatang, kawasan Catur Muka akan kembali menjadi tempat perayaan. Denpasar Festival (Denfest) bukan sekadar agenda tahunan, melainkan denyut kota. Ia merangkum wajah Denpasar yang berlapis. Tradisi, seni pertunjukan, ekonomi rakyat, kreativitas anak muda, dan kesadaran lingkungan. Namun, ada satu pertanyaan yang mengendap di benak banyak orang: akankah Denfest tahun ini berjalan lancar dan tenang di tengah cuaca ekstrem yang belakangan makin sering hadir?

Pertanyaan itu bukan tanpa dasar. Ingatan kolektif publik masih menyimpan cerita tentang Denfest 2024. Curah hujan sebenarnya tidak terlampau besar, tetapi cukup mengganggu kenyamanan pengunjung. Beberapa pertunjukan tersendat, aktivitas UMKM melambat, dan pengunjung memilih berteduh lebih lama daripada berkeliling, atau lebih banyak memilih di rumah saja. Mundur lebih jauh ke 2022, bahkan lebih dramatis. Hujan deras disertai badai datang tanpa aba-aba. Beberapa agenda terpaksa dibatalkan. Sejumlah kegiatan dipindahkan ke ruang indoor ─ ke Gedung Dharma Negara Alaya (DNA). Denfest 2022 memang tetap berjalan, tetapi dengan wajah yang tak seperti biasanya.

Pembukaan Denfest ke-17, tahun 2024│Foto: Dok. Pemkot Denpasar

Risiko itu selalu mengintai setiap perhelatan akhir tahun. Denpasar memahami betul konsekuensinya. Justru dalam situasi semacam inilah, Denfest ke-18 mencoba menegaskan sikap. Bukan dengan menghindari musim hujan, melainkan dengan menyiapkan diri secara lebih sadar dan reflektif.

Tema yang diusung tahun ini, “Mulat Sarira: Hening Jiwa – Eling Rasa”, terasa seperti cermin. Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, menjelaskan makna itu dalam konferensi pers Denfest ke-18 di Graha Yowana Suci, Kamis, 18 Desember 2025.

“Mulat Sarira bermakna introspeksi diri. Sejalan dengan usia Denfest ke-18, yang memasuki gerbang kedewasaan, ditandai dengan tumbuhnya kesadaran, rasa eling, dan mawas diri. Denfest dihadirkan sebagai ruang kota dengan jati diri yang lekat pada nilai tradisi, budaya, serta semangat Vasudhaiva Kutumbhakam, yakni menyama braya,” ungkapnya.

Introspeksi itu relevan bukan hanya bagi penyelenggara, tetapi juga bagi kota yang kian sering berhadapan dengan perubahan iklim. Cuaca ekstrem tidak lagi bisa dianggap anomali sesaat. Ia menjadi bagian dari ancaman baru. Denfest tahun ini seolah mengakui kenyataan tersebut. Alih-alih melawan alam, festival ini mencoba berjalan berdampingan, setidaknya dengan kesiapan mental dan teknis yang lebih matang.

Penonton mengabadikan pertunjukan Barong Landung di Panggung Budaya, Denfest 2024│Foto: tatkala.co/Dede

Sebanyak 174 pelaku UMKM yang telah lolos seleksi dan kurasi akan terlibat. Mereka datang dari berbagai sektor, mulai dari kuliner dan kopi, kerajinan, sandang, industri logam, fesyen, kriya, hingga produk agro. Angka itu bukan sekadar statistik. Di baliknya ada ratusan cerita tentang harapan, kerja keras, dan ketergantungan pada cuaca. Hujan deras bisa berarti pengunjung berkurang. Angin kencang bisa membuat stan goyah. Namun Denfest tetap menjadi panggung penting bagi ekonomi kerakyatan.

Ratusan UMKM tersebut akan tersebar di tiga zona utama di sekitar Catur Muka. Zona pertama, yakni Zona Lapangan yang mencakup Lapangan Puputan Badung dan Wantilan Museum Bali. Di sinilah inaugurasi pembukaan digelar, lengkap dengan panggung musik, panggung budaya, serta deretan UMKM kuliner kekinian. Wantilan Museum Bali juga akan menjadi ruang workshop dan lomba fotografi.

Zona kedua, Zona Gajah Mada, meliputi area Patung Catur Muka hingga sepanjang Jalan Gajah Mada bagian barat. Kawasan ini diperuntukkan bagi UMKM kuliner heritage dan kopi. Di titik ikonik Patung Catur Muka, fashion show dan cosplay walk parade akan berlangsung. Aktivitas luar ruang ini tentu sangat bergantung pada cuaca. Namun justru di situlah daya uji Denfest 2025 berada.

Zona ketiga berada di Jalan Veteran, rumah bagi UMKM fesyen, kriya, dan agro. Seperti biasa, dengan pembagian zona ini, Denfest mencoba menyebar keramaian dan meminimalkan kepadatan. Sebuah strategi yang juga berguna ketika hujan datang dan pengunjung harus mencari ruang yang lebih aman.

Salah satu pementasan seni di Panggung Budaya, Denfest 2024│Foto: tatkala.co/Dede

“Denfest adalah milik publik. Denfest merupakan wujud komitmen Pemerintah Kota Denpasar yang didukung seluruh elemen masyarakat untuk menjaga keseimbangan antara pelestarian budaya dan pengembangan kreativitas di era modernisasi,” ujar Arya Wibawa. Pernyataan itu mengandung makna bahwa festival ini bukan hanya soal kemeriahan, tetapi juga soal tanggung jawab bersama.

Tanggung jawab itu tampak jelas dalam pencanangan Denfest ke-18 sebagai role model Festival Zero Waste. Pemkot Denpasar menggandeng 17 komunitas lingkungan yang terlibat langsung dalam seluruh rangkaian kegiatan. Seluruh sampah yang dihasilkan selama festival akan dipilah dan dikelola di lokasi. Sampah organik diolah menjadi eco enzyme. Sementara sampah anorganik dipadatkan menggunakan mesin pengepres. Para relawan tidak hanya bekerja di balik layar, tetapi juga akan aktif mengedukasi pengunjung tentang pengelolaan sampah yang bertanggung jawab.

Tempat sampah bergambar mural di Denpasar Festival 2024│Foto: tatkala.co/Dede

Kembali lagi dalam konteks cuaca ekstrem, pendekatan ini menjadi semakin relevan. Hujan sering kali memperparah persoalan sampah. Plastik hanyut, saluran tersumbat, genangan bertahan lebih lama. Dengan pengelolaan yang lebih disiplin, Denfest 2025 berusaha mengurangi dampak lanjutan dari hujan itu sendiri.

“Melalui upaya ini, Denpasar Festival diharapkan menjadi event percontohan pengelolaan sampah berkelanjutan di Kota Denpasar,” tegas Arya Wibawa.

Lalu, kembali ke pertanyaan awal. Akankah Denfest 2025 akan berjalan lancar dan tenang? Tentu saja tidak ada jawaban pasti. Cuaca tetap berada di luar kendali manusia. Namun yang bisa dibaca dari persiapan tahun ini adalah sikap yang lebih dewasa. Denfest tidak lagi sekadar berharap langit cerah. Ia bersiap menghadapi kemungkinan terburuk, sembari tetap merayakan yang terbaik dari perhelatan tahunan Denpasar.

Barangkali hujan akan turun. Mungkin angin akan bertiup kencang di beberapa malam. Tetapi, jika Denfest 2025 mampu tetap hidup, adaptif, dan bermakna di tengah kondisi itu, maka perayaan ini telah melampaui sekadar festival. Ia menjadi cermin kota yang belajar berdamai dengan perubahan, tanpa kehilangan jati diri yang selama ini dibangun. [T]

Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

Tags: denfestdenpasar festival
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

I Love You More Than You’ll Ever Know: Mahakarya dari Improvisasi

Next Post

Hari Pertama Jegog Spirit Festival 2025: Edukatif dan Kompetitif

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
0
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

Read moreDetails

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
0
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

Read moreDetails

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

by Ingga Adelia
September 11, 2026
0
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

Read moreDetails

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
0
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

Read moreDetails

Mendorong Nilai-Nilai Kemanusiaan Lewat Film Pendek: Minikino Film Week 12 Bersiap Hadir di Bali dengan Perspektif Generasi Muda

by Nyoman Budarsana
September 2, 2026
0
Mendorong Nilai-Nilai Kemanusiaan Lewat Film Pendek: Minikino Film Week 12 Bersiap Hadir di Bali dengan Perspektif Generasi Muda

Di tengah ketegangan geopolitik global, perpecahan, dan krisis kemanusiaan yang terus membayangi dunia hari ini, ruang pertemuan budaya yang tulus...

Read moreDetails

Tanah Lot Art & Food Festival 2026, Merayakan Tradisi dari Gebogan hingga Kuliner Tabanan

by Nyoman Budarsana
August 25, 2026
0
Tanah Lot Art & Food Festival 2026, Merayakan Tradisi dari Gebogan hingga Kuliner Tabanan

TANAH LOT kembali menjadi ruang perjumpaan seni, tradisi, dan kuliner dalam Tanah Lot Art & Food Festival ke-7. Festival yang...

Read moreDetails

Melalui “Samarasā”, UWRF 2026 Mengajak Kita Memahami Diri Sendiri, Mendengarkan Sudut Pandang Orang Lain, Membangun Empati, dan Bersama-Sama Menciptakan Perubahan

by Dede Putra Wiguna
August 25, 2026
0
Melalui “Samarasā”, UWRF 2026 Mengajak Kita Memahami Diri Sendiri, Mendengarkan Sudut Pandang Orang Lain, Membangun Empati, dan Bersama-Sama Menciptakan Perubahan

UBUD Writers & Readers Festival (UWRF) 2026 segera digelar. Memasuki tahun ke-23, salah satu festival sastra terbesar dan paling berpengaruh...

Read moreDetails

Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud

by Nyoman Budarsana
August 23, 2026
0
Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud

KETIKA musik itu dimainkan, nadanya terasa enak, liriknya menyentuh hati, dan langsung terbayang cerita drama seri yang sangat populer. Melodinya...

Read moreDetails

150 Penari Buka Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
150 Penari Buka Buleleng Festival 2026

KEMEGAHAN menyambut malam pembukaan Buleleng Festival 2026. Sebanyak 150 penari tampil memukau dalam kolaborasi akbar, mengawali peresmian festival yang dibuka...

Read moreDetails

Cara Anak Muda Menikmati Spirit Masa Lalu di Praja Mandala Singa Ambara Raja; Dari “Suara Senja” ke “Buleleng Festival”

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
Cara Anak Muda Menikmati Spirit Masa Lalu di Praja Mandala Singa Ambara Raja; Dari “Suara Senja” ke “Buleleng Festival”

LELAKI muda duduk di sebuah kursi panjang di bawah pohon kamboja di Palemahan Kangin, Kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja,...

Read moreDetails
Next Post
Hari Pertama Jegog Spirit Festival 2025: Edukatif dan Kompetitif

Hari Pertama Jegog Spirit Festival 2025: Edukatif dan Kompetitif

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

by Sugi Lanus
September 12, 2026
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Ulas Buku

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak
Panggung

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya
Puisi

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co