2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Denpasar Festival ke-18 Siap Digelar: Merawat Pesta Kota Saat Alam Tak Selalu Bersahabat

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
December 19, 2025
in Panggung
Denpasar Festival ke-18 Siap Digelar: Merawat Pesta Kota Saat Alam Tak Selalu Bersahabat

Suasana Panggung Budaya di Denfest 2024 | Foto: tatkala.co/Dede

AKHIR tahun di Denpasar selalu punya dua wajah. Di satu sisi, ia menjadi ruang perayaan, temu kreativitas, dan etalase budaya yang hidup. Di sisi lain, langit kerap menyimpan kejutan. Hujan datang tiba-tiba, angin bertiup lebih kencang dari biasanya, bahkan badai singkat dapat mengubah rencana matang menjadi kepanikan kecil. Dalam suasana seperti itulah Denpasar Festival ke-18 tahun 2025 akan digelar.

Pada 20–23 Desember mendatang, kawasan Catur Muka akan kembali menjadi tempat perayaan. Denpasar Festival (Denfest) bukan sekadar agenda tahunan, melainkan denyut kota. Ia merangkum wajah Denpasar yang berlapis. Tradisi, seni pertunjukan, ekonomi rakyat, kreativitas anak muda, dan kesadaran lingkungan. Namun, ada satu pertanyaan yang mengendap di benak banyak orang: akankah Denfest tahun ini berjalan lancar dan tenang di tengah cuaca ekstrem yang belakangan makin sering hadir?

Pertanyaan itu bukan tanpa dasar. Ingatan kolektif publik masih menyimpan cerita tentang Denfest 2024. Curah hujan sebenarnya tidak terlampau besar, tetapi cukup mengganggu kenyamanan pengunjung. Beberapa pertunjukan tersendat, aktivitas UMKM melambat, dan pengunjung memilih berteduh lebih lama daripada berkeliling, atau lebih banyak memilih di rumah saja. Mundur lebih jauh ke 2022, bahkan lebih dramatis. Hujan deras disertai badai datang tanpa aba-aba. Beberapa agenda terpaksa dibatalkan. Sejumlah kegiatan dipindahkan ke ruang indoor ─ ke Gedung Dharma Negara Alaya (DNA). Denfest 2022 memang tetap berjalan, tetapi dengan wajah yang tak seperti biasanya.

Pembukaan Denfest ke-17, tahun 2024│Foto: Dok. Pemkot Denpasar

Risiko itu selalu mengintai setiap perhelatan akhir tahun. Denpasar memahami betul konsekuensinya. Justru dalam situasi semacam inilah, Denfest ke-18 mencoba menegaskan sikap. Bukan dengan menghindari musim hujan, melainkan dengan menyiapkan diri secara lebih sadar dan reflektif.

Tema yang diusung tahun ini, “Mulat Sarira: Hening Jiwa – Eling Rasa”, terasa seperti cermin. Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, menjelaskan makna itu dalam konferensi pers Denfest ke-18 di Graha Yowana Suci, Kamis, 18 Desember 2025.

“Mulat Sarira bermakna introspeksi diri. Sejalan dengan usia Denfest ke-18, yang memasuki gerbang kedewasaan, ditandai dengan tumbuhnya kesadaran, rasa eling, dan mawas diri. Denfest dihadirkan sebagai ruang kota dengan jati diri yang lekat pada nilai tradisi, budaya, serta semangat Vasudhaiva Kutumbhakam, yakni menyama braya,” ungkapnya.

Introspeksi itu relevan bukan hanya bagi penyelenggara, tetapi juga bagi kota yang kian sering berhadapan dengan perubahan iklim. Cuaca ekstrem tidak lagi bisa dianggap anomali sesaat. Ia menjadi bagian dari ancaman baru. Denfest tahun ini seolah mengakui kenyataan tersebut. Alih-alih melawan alam, festival ini mencoba berjalan berdampingan, setidaknya dengan kesiapan mental dan teknis yang lebih matang.

Penonton mengabadikan pertunjukan Barong Landung di Panggung Budaya, Denfest 2024│Foto: tatkala.co/Dede

Sebanyak 174 pelaku UMKM yang telah lolos seleksi dan kurasi akan terlibat. Mereka datang dari berbagai sektor, mulai dari kuliner dan kopi, kerajinan, sandang, industri logam, fesyen, kriya, hingga produk agro. Angka itu bukan sekadar statistik. Di baliknya ada ratusan cerita tentang harapan, kerja keras, dan ketergantungan pada cuaca. Hujan deras bisa berarti pengunjung berkurang. Angin kencang bisa membuat stan goyah. Namun Denfest tetap menjadi panggung penting bagi ekonomi kerakyatan.

Ratusan UMKM tersebut akan tersebar di tiga zona utama di sekitar Catur Muka. Zona pertama, yakni Zona Lapangan yang mencakup Lapangan Puputan Badung dan Wantilan Museum Bali. Di sinilah inaugurasi pembukaan digelar, lengkap dengan panggung musik, panggung budaya, serta deretan UMKM kuliner kekinian. Wantilan Museum Bali juga akan menjadi ruang workshop dan lomba fotografi.

Zona kedua, Zona Gajah Mada, meliputi area Patung Catur Muka hingga sepanjang Jalan Gajah Mada bagian barat. Kawasan ini diperuntukkan bagi UMKM kuliner heritage dan kopi. Di titik ikonik Patung Catur Muka, fashion show dan cosplay walk parade akan berlangsung. Aktivitas luar ruang ini tentu sangat bergantung pada cuaca. Namun justru di situlah daya uji Denfest 2025 berada.

Zona ketiga berada di Jalan Veteran, rumah bagi UMKM fesyen, kriya, dan agro. Seperti biasa, dengan pembagian zona ini, Denfest mencoba menyebar keramaian dan meminimalkan kepadatan. Sebuah strategi yang juga berguna ketika hujan datang dan pengunjung harus mencari ruang yang lebih aman.

Salah satu pementasan seni di Panggung Budaya, Denfest 2024│Foto: tatkala.co/Dede

“Denfest adalah milik publik. Denfest merupakan wujud komitmen Pemerintah Kota Denpasar yang didukung seluruh elemen masyarakat untuk menjaga keseimbangan antara pelestarian budaya dan pengembangan kreativitas di era modernisasi,” ujar Arya Wibawa. Pernyataan itu mengandung makna bahwa festival ini bukan hanya soal kemeriahan, tetapi juga soal tanggung jawab bersama.

Tanggung jawab itu tampak jelas dalam pencanangan Denfest ke-18 sebagai role model Festival Zero Waste. Pemkot Denpasar menggandeng 17 komunitas lingkungan yang terlibat langsung dalam seluruh rangkaian kegiatan. Seluruh sampah yang dihasilkan selama festival akan dipilah dan dikelola di lokasi. Sampah organik diolah menjadi eco enzyme. Sementara sampah anorganik dipadatkan menggunakan mesin pengepres. Para relawan tidak hanya bekerja di balik layar, tetapi juga akan aktif mengedukasi pengunjung tentang pengelolaan sampah yang bertanggung jawab.

Tempat sampah bergambar mural di Denpasar Festival 2024│Foto: tatkala.co/Dede

Kembali lagi dalam konteks cuaca ekstrem, pendekatan ini menjadi semakin relevan. Hujan sering kali memperparah persoalan sampah. Plastik hanyut, saluran tersumbat, genangan bertahan lebih lama. Dengan pengelolaan yang lebih disiplin, Denfest 2025 berusaha mengurangi dampak lanjutan dari hujan itu sendiri.

“Melalui upaya ini, Denpasar Festival diharapkan menjadi event percontohan pengelolaan sampah berkelanjutan di Kota Denpasar,” tegas Arya Wibawa.

Lalu, kembali ke pertanyaan awal. Akankah Denfest 2025 akan berjalan lancar dan tenang? Tentu saja tidak ada jawaban pasti. Cuaca tetap berada di luar kendali manusia. Namun yang bisa dibaca dari persiapan tahun ini adalah sikap yang lebih dewasa. Denfest tidak lagi sekadar berharap langit cerah. Ia bersiap menghadapi kemungkinan terburuk, sembari tetap merayakan yang terbaik dari perhelatan tahunan Denpasar.

Barangkali hujan akan turun. Mungkin angin akan bertiup kencang di beberapa malam. Tetapi, jika Denfest 2025 mampu tetap hidup, adaptif, dan bermakna di tengah kondisi itu, maka perayaan ini telah melampaui sekadar festival. Ia menjadi cermin kota yang belajar berdamai dengan perubahan, tanpa kehilangan jati diri yang selama ini dibangun. [T]

Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

Tags: denfestdenpasar festival
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

I Love You More Than You’ll Ever Know: Mahakarya dari Improvisasi

Next Post

Hari Pertama Jegog Spirit Festival 2025: Edukatif dan Kompetitif

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
0
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

Read moreDetails

Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

SENJA masih menyisakan cahayanya. Anak-anak penuh canda dan tawa duduk melingkar di bibir panggung yang telah dihias. Dengan santai, mereka...

Read moreDetails

Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

Ketika malam mulai turun, suasana Open Stage Museum ARMA, Ubud, berubah semarak. Kreativitas anak-anak muda tumpah dalam Lomba Baleganjur Ngarap...

Read moreDetails

21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

by Nyoman Budarsana
September 16, 2026
0
21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

Kabupaten Badung tampil dominan pada Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 dengan memborong 21 dari 37 gelar juara...

Read moreDetails

Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

by Nyoman Budarsana
September 15, 2026
0
Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

KETIKA gitar dipetik, lantunan suara mulai merayap ke seluruh ruang gedung pementasan berbentuk prosenium itu. Rasa syukur, pujian, dan doa-doa...

Read moreDetails

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
0
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

Read moreDetails

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
0
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

Read moreDetails

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
0
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

Read moreDetails

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

by Ingga Adelia
September 11, 2026
0
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

Read moreDetails

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
0
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

Read moreDetails
Next Post
Hari Pertama Jegog Spirit Festival 2025: Edukatif dan Kompetitif

Hari Pertama Jegog Spirit Festival 2025: Edukatif dan Kompetitif

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co