2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Denpasar Festival ke-18 Siap Digelar: Merawat Pesta Kota Saat Alam Tak Selalu Bersahabat

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
December 19, 2025
in Panggung
Denpasar Festival ke-18 Siap Digelar: Merawat Pesta Kota Saat Alam Tak Selalu Bersahabat

Suasana Panggung Budaya di Denfest 2024 | Foto: tatkala.co/Dede

AKHIR tahun di Denpasar selalu punya dua wajah. Di satu sisi, ia menjadi ruang perayaan, temu kreativitas, dan etalase budaya yang hidup. Di sisi lain, langit kerap menyimpan kejutan. Hujan datang tiba-tiba, angin bertiup lebih kencang dari biasanya, bahkan badai singkat dapat mengubah rencana matang menjadi kepanikan kecil. Dalam suasana seperti itulah Denpasar Festival ke-18 tahun 2025 akan digelar.

Pada 20–23 Desember mendatang, kawasan Catur Muka akan kembali menjadi tempat perayaan. Denpasar Festival (Denfest) bukan sekadar agenda tahunan, melainkan denyut kota. Ia merangkum wajah Denpasar yang berlapis. Tradisi, seni pertunjukan, ekonomi rakyat, kreativitas anak muda, dan kesadaran lingkungan. Namun, ada satu pertanyaan yang mengendap di benak banyak orang: akankah Denfest tahun ini berjalan lancar dan tenang di tengah cuaca ekstrem yang belakangan makin sering hadir?

Pertanyaan itu bukan tanpa dasar. Ingatan kolektif publik masih menyimpan cerita tentang Denfest 2024. Curah hujan sebenarnya tidak terlampau besar, tetapi cukup mengganggu kenyamanan pengunjung. Beberapa pertunjukan tersendat, aktivitas UMKM melambat, dan pengunjung memilih berteduh lebih lama daripada berkeliling, atau lebih banyak memilih di rumah saja. Mundur lebih jauh ke 2022, bahkan lebih dramatis. Hujan deras disertai badai datang tanpa aba-aba. Beberapa agenda terpaksa dibatalkan. Sejumlah kegiatan dipindahkan ke ruang indoor ─ ke Gedung Dharma Negara Alaya (DNA). Denfest 2022 memang tetap berjalan, tetapi dengan wajah yang tak seperti biasanya.

Pembukaan Denfest ke-17, tahun 2024│Foto: Dok. Pemkot Denpasar

Risiko itu selalu mengintai setiap perhelatan akhir tahun. Denpasar memahami betul konsekuensinya. Justru dalam situasi semacam inilah, Denfest ke-18 mencoba menegaskan sikap. Bukan dengan menghindari musim hujan, melainkan dengan menyiapkan diri secara lebih sadar dan reflektif.

Tema yang diusung tahun ini, “Mulat Sarira: Hening Jiwa – Eling Rasa”, terasa seperti cermin. Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, menjelaskan makna itu dalam konferensi pers Denfest ke-18 di Graha Yowana Suci, Kamis, 18 Desember 2025.

“Mulat Sarira bermakna introspeksi diri. Sejalan dengan usia Denfest ke-18, yang memasuki gerbang kedewasaan, ditandai dengan tumbuhnya kesadaran, rasa eling, dan mawas diri. Denfest dihadirkan sebagai ruang kota dengan jati diri yang lekat pada nilai tradisi, budaya, serta semangat Vasudhaiva Kutumbhakam, yakni menyama braya,” ungkapnya.

Introspeksi itu relevan bukan hanya bagi penyelenggara, tetapi juga bagi kota yang kian sering berhadapan dengan perubahan iklim. Cuaca ekstrem tidak lagi bisa dianggap anomali sesaat. Ia menjadi bagian dari ancaman baru. Denfest tahun ini seolah mengakui kenyataan tersebut. Alih-alih melawan alam, festival ini mencoba berjalan berdampingan, setidaknya dengan kesiapan mental dan teknis yang lebih matang.

Penonton mengabadikan pertunjukan Barong Landung di Panggung Budaya, Denfest 2024│Foto: tatkala.co/Dede

Sebanyak 174 pelaku UMKM yang telah lolos seleksi dan kurasi akan terlibat. Mereka datang dari berbagai sektor, mulai dari kuliner dan kopi, kerajinan, sandang, industri logam, fesyen, kriya, hingga produk agro. Angka itu bukan sekadar statistik. Di baliknya ada ratusan cerita tentang harapan, kerja keras, dan ketergantungan pada cuaca. Hujan deras bisa berarti pengunjung berkurang. Angin kencang bisa membuat stan goyah. Namun Denfest tetap menjadi panggung penting bagi ekonomi kerakyatan.

Ratusan UMKM tersebut akan tersebar di tiga zona utama di sekitar Catur Muka. Zona pertama, yakni Zona Lapangan yang mencakup Lapangan Puputan Badung dan Wantilan Museum Bali. Di sinilah inaugurasi pembukaan digelar, lengkap dengan panggung musik, panggung budaya, serta deretan UMKM kuliner kekinian. Wantilan Museum Bali juga akan menjadi ruang workshop dan lomba fotografi.

Zona kedua, Zona Gajah Mada, meliputi area Patung Catur Muka hingga sepanjang Jalan Gajah Mada bagian barat. Kawasan ini diperuntukkan bagi UMKM kuliner heritage dan kopi. Di titik ikonik Patung Catur Muka, fashion show dan cosplay walk parade akan berlangsung. Aktivitas luar ruang ini tentu sangat bergantung pada cuaca. Namun justru di situlah daya uji Denfest 2025 berada.

Zona ketiga berada di Jalan Veteran, rumah bagi UMKM fesyen, kriya, dan agro. Seperti biasa, dengan pembagian zona ini, Denfest mencoba menyebar keramaian dan meminimalkan kepadatan. Sebuah strategi yang juga berguna ketika hujan datang dan pengunjung harus mencari ruang yang lebih aman.

Salah satu pementasan seni di Panggung Budaya, Denfest 2024│Foto: tatkala.co/Dede

“Denfest adalah milik publik. Denfest merupakan wujud komitmen Pemerintah Kota Denpasar yang didukung seluruh elemen masyarakat untuk menjaga keseimbangan antara pelestarian budaya dan pengembangan kreativitas di era modernisasi,” ujar Arya Wibawa. Pernyataan itu mengandung makna bahwa festival ini bukan hanya soal kemeriahan, tetapi juga soal tanggung jawab bersama.

Tanggung jawab itu tampak jelas dalam pencanangan Denfest ke-18 sebagai role model Festival Zero Waste. Pemkot Denpasar menggandeng 17 komunitas lingkungan yang terlibat langsung dalam seluruh rangkaian kegiatan. Seluruh sampah yang dihasilkan selama festival akan dipilah dan dikelola di lokasi. Sampah organik diolah menjadi eco enzyme. Sementara sampah anorganik dipadatkan menggunakan mesin pengepres. Para relawan tidak hanya bekerja di balik layar, tetapi juga akan aktif mengedukasi pengunjung tentang pengelolaan sampah yang bertanggung jawab.

Tempat sampah bergambar mural di Denpasar Festival 2024│Foto: tatkala.co/Dede

Kembali lagi dalam konteks cuaca ekstrem, pendekatan ini menjadi semakin relevan. Hujan sering kali memperparah persoalan sampah. Plastik hanyut, saluran tersumbat, genangan bertahan lebih lama. Dengan pengelolaan yang lebih disiplin, Denfest 2025 berusaha mengurangi dampak lanjutan dari hujan itu sendiri.

“Melalui upaya ini, Denpasar Festival diharapkan menjadi event percontohan pengelolaan sampah berkelanjutan di Kota Denpasar,” tegas Arya Wibawa.

Lalu, kembali ke pertanyaan awal. Akankah Denfest 2025 akan berjalan lancar dan tenang? Tentu saja tidak ada jawaban pasti. Cuaca tetap berada di luar kendali manusia. Namun yang bisa dibaca dari persiapan tahun ini adalah sikap yang lebih dewasa. Denfest tidak lagi sekadar berharap langit cerah. Ia bersiap menghadapi kemungkinan terburuk, sembari tetap merayakan yang terbaik dari perhelatan tahunan Denpasar.

Barangkali hujan akan turun. Mungkin angin akan bertiup kencang di beberapa malam. Tetapi, jika Denfest 2025 mampu tetap hidup, adaptif, dan bermakna di tengah kondisi itu, maka perayaan ini telah melampaui sekadar festival. Ia menjadi cermin kota yang belajar berdamai dengan perubahan, tanpa kehilangan jati diri yang selama ini dibangun. [T]

Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

Tags: denfestdenpasar festival
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

I Love You More Than You’ll Ever Know: Mahakarya dari Improvisasi

Next Post

Hari Pertama Jegog Spirit Festival 2025: Edukatif dan Kompetitif

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
0
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

Read moreDetails

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
0
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

Read moreDetails

Menyingkap Hak Atas Tubuh dalam Novel “Korpus Uterus” karya Sasti Gotama di Singaraja Literary Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
0
Menyingkap Hak Atas Tubuh dalam Novel “Korpus Uterus” karya Sasti Gotama di Singaraja Literary Festival 2026

 “Perempuan punya hak atas tubuhnya sendiri!” Kalimat itu meluncur tegas dari Sasti Gotama saat membahas novel Korpus Uterus di Singaraja...

Read moreDetails

Membincangkan Makna Pulang dalam Novel “Rumah” Karya J.S. Khairen di Singaraja Literary Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
July 31, 2026
0
Membincangkan Makna Pulang dalam Novel “Rumah” Karya J.S. Khairen di Singaraja Literary Festival 2026

 “Rumah itu sebenarnya apa?” Pertanyaan itu terus mengemuka sepanjang diskusi buku Rumah karya J.S. Khairen pada hari ketiga Singaraja Literary...

Read moreDetails

13 Tahun Bersetia Dengan Jazz  ——Cerita Menjelang Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026

by Wahyu Mahaputra
July 30, 2026
0
13 Tahun Bersetia Dengan Jazz  ——Cerita Menjelang Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026

Di tengah menjamurnya festival musik yang kian mengaburkan batas antar-genre demi menjangkau pasar yang lebih luas, Sthala Ubud Village Jazz...

Read moreDetails

“Yang Hilang Yang Terus Berjuang”, Pertunjukan 30 Tahun Kudatuli di Singaraja

by Yahya Umar
July 28, 2026
0
“Yang Hilang Yang Terus Berjuang”, Pertunjukan 30 Tahun Kudatuli di Singaraja

jika rakyat pergiketika penguasa pidatokita harus hati-hatibarangkali mereka putus asa kalau rakyat sembunyidan berbisik-bisikketika membicarakan masalahnya sendiripenguasa harus waspada dan...

Read moreDetails

‘Tak Sepatah Kata’: Ketika 100 Tahun Puisi Indonesia di Bali Menjelma Menjadi Sebuah Pertunjukan

by Dede Putra Wiguna
July 25, 2026
0
‘Tak Sepatah Kata’: Ketika 100 Tahun Puisi Indonesia di Bali Menjelma Menjadi Sebuah Pertunjukan

RUANGAN Gedung Ksirarnawa mendadak sunyi. Lampu panggung meredup, hanya menyisakan seberkas cahaya yang jatuh pada seorang lelaki yang duduk di...

Read moreDetails

“Katarsis Jiwa Kelam”: Ketika Geguritan ‘Bagus Diarsa’ Menjelma Drama Musikal Kontemporer di Festival Seni Bali Jani 2026

by Dede Putra Wiguna
July 25, 2026
0
“Katarsis Jiwa Kelam”: Ketika Geguritan ‘Bagus Diarsa’ Menjelma Drama Musikal Kontemporer di Festival Seni Bali Jani 2026

KETIKA Bagus Diarsa tampak sibuk menatap layar telepon genggamnya, di sampingnya berdiri sosok berwajah penuh riasan, berbusana merah menyala. Dialah...

Read moreDetails

Siap-siap ke Lovina Festival 2026

by Komang Puja Savitri
July 24, 2026
0
Siap-siap ke Lovina Festival 2026

"Hari ini kesiapan sudah seratus persen," ucap Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra membuka jumpa pers di Spice Dive Beach Club,...

Read moreDetails

Bunyi Mata Ugra, Harmoni Tradisi dan Spiritualitas di Panggung Festival Seni Bali Jani VIII 2026

by Nyoman Budarsana
July 23, 2026
0
Bunyi Mata Ugra, Harmoni Tradisi dan Spiritualitas di Panggung Festival Seni Bali Jani VIII 2026

PERTIKAIAN dan peperangan kerap melahirkan penderitaan, kebencian, dendam, serta luka yang membekas dalam jiwa. Namun, di balik kehancuran itu selalu...

Read moreDetails
Next Post
Hari Pertama Jegog Spirit Festival 2025: Edukatif dan Kompetitif

Hari Pertama Jegog Spirit Festival 2025: Edukatif dan Kompetitif

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co