23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pentingnya Komunikasi Publik Bagi Pejabat Publik

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
December 15, 2025
in Esai
Pentingnya Komunikasi Publik Bagi Pejabat Publik

Ilustrasi tatkala.co | Canva

KOMUNIKASI publik merupakan salah satu aspek terpenting dalam penyelenggaraan pemerintahan modern. Pejabat publik tidak hanya dituntut untuk membuat kebijakan yang tepat, tetapi juga harus mampu mengkomunikasikan kebijakan tersebut secara jelas, sopan, dan efektif kepada masyarakat. Di era keterbukaan informasi dan perkembangan media sosial yang kian pesat, kemampuan berkomunikasi bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan kompetensi inti yang menentukan citra, legitimasi, serta keberhasilan kepemimpinan. Banyak kasus menunjukkan bahwa kebijakan yang sebenarnya baik menjadi kontroversial dan ditolak karena disampaikan dengan cara yang tidak tepat. Fenomena inilah yang membuat komunikasi publik menjadi sangat penting bagi setiap pejabat yang memegang amanah publik.

Di berbagai daerah, kita sering melihat contoh pejabat yang berbicara “asal ceplos” atau bereaksi spontan terhadap pertanyaan publik tanpa mempertimbangkan konteks sosial, kondisi psikologis masyarakat, atau sensitivitas isu. Ketika hal ini terjadi, bukan hanya pesan yang gagal tersampaikan, tetapi kepercayaan publik pun ikut terkikis. Padahal dalam hubungan antara pemimpin dan masyarakat, kepercayaan adalah modal utama. Sekali rusak, pemulihannya memerlukan waktu, energi, dan upaya yang tidak sedikit. Ucapan pejabat publik bukan hanya mewakili dirinya sendiri, tetapi juga institusi yang dibawanya. Karena itu, kesalahan komunikasi sekecil apa pun dapat berdampak besar terhadap persepsi masyarakat terhadap pemerintah secara keseluruhan.

Komunikasi publik sejatinya tidak pernah netral. Setiap kata yang diucapkan membawa makna, emosi, nilai, dan interpretasi yang berbeda-beda tergantung konteks sosial dan budaya. Inilah mengapa teori Sosiopragmatik sangat relevan digunakan dalam membahas komunikasi pejabat publik. Sosiopragmatik mempelajari bagaimana bahasa digunakan dalam konteks sosial, bagaimana maksud dan makna ditangkap oleh pendengar, serta bagaimana struktur sosial memengaruhi cara berkomunikasi. Konsep “kesantunan berbahasa” menjadi salah satu unsur penting dalam Sosiopragmatik, karena di dalam interaksi sosial, kesantunan bukan hanya sebagai etika tetapi juga sebagai strategi komunikasi untuk menjaga keharmonisan hubungan.

Kesantunan berbahasa memiliki dua aspek penting, yaitu kesantunan niat dan kesantunan bentuk. Kesantunan niat berarti bahwa seseorang berbicara dengan tujuan baik, tanpa maksud merendahkan, menghina, atau menyakiti pihak lain. Namun niat baik saja tidak cukup. Ia harus diikuti oleh kesantunan bentuk, yakni bagaimana pesan tersebut dikemas, dipilih kata-katanya, nada penyampaian, serta konteks ucapan itu dilakukan. Banyak pejabat merasa bahwa selama maksudnya baik, maka ucapan mereka pasti diterima. Padahal, publik tidak selalu menilai niat. Publik lebih sering menilai bentuk, cara, serta kesesuaian ucapan dengan norma sosial yang berlaku.

Contoh sederhana bisa dilihat ketika seorang pejabat berkata, “Sampah punya sendiri urus sendiri, kalau orang lain punya sampah kamu disuruh urus memang mau?” Tujuan dari ucapan tersebut mungkin baik, yaitu ingin mengajak masyarakat bertanggung jawab mengelola sampah berbasis sumber. Tetapi bentuk penyampaiannya menimbulkan kesan merendahkan, kasar, serta tidak menunjukkan empati terhadap kondisi masyarakat. Alih-alih memberikan edukasi, ucapan itu justru memicu kemarahan dan ketersinggungan publik. Akibatnya, pesan yang sebenarnya positif menjadi tidak sampai, bahkan berubah menjadi bumerang yang merusak citra pejabat tersebut.

Fenomena ini memperlihatkan betapa pentingnya seorang pejabat memahami hubungan antara bahasa dan persepsi. Kata-kata bukan sekadar alat menyampaikan informasi, tetapi juga alat membangun relasi. Jika relasi antara pejabat dan masyarakat terbangun melalui bahasa yang santun, empatik, dan terukur, maka masyarakat akan lebih mudah menerima kebijakan apa pun, sekalipun kebijakan tersebut berat atau tidak populer. Sebaliknya, jika relasi dibangun melalui bahasa yang merendahkan atau tidak sensitif, maka kebijakan yang paling baik sekalipun dapat ditolak hanya karena buruknya cara penyampaian. Inilah salah satu tantangan terbesar komunikasi publik.

Dalam konteks kepemimpinan, komunikasi bukan hanya sekadar berbicara. Ia adalah seni mengelola makna. Pejabat publik harus mampu memprediksi bagaimana publik akan menafsirkan pesan tertentu, bagaimana media akan mengutipnya, dan bagaimana lawan politik akan memanfaatkan celah komunikasi yang buruk. Setiap kata memiliki potensi politis, sosial, dan psikologis. Oleh karena itu, kemampuan berkomunikasi harus menjadi kemampuan yang dibangun secara sadar melalui pelatihan, pembinaan, dan evaluasi berkala. Tidak cukup mengandalkan intuisi atau karakter pribadi, karena komunikasi publik memiliki standar yang wajib dipahami.

Selain itu, perkembangan teknologi informasi mendorong pejabat untuk semakin hati-hati. Media sosial membuat setiap ucapan dapat direkam, dipotong, disebarkan, dan dipelintir dalam hitungan detik. Ketidakhati-hatian bukan hanya menimbulkan kesalahpahaman, tetapi juga dapat memicu krisis informasi yang berdampak panjang. Dalam kondisi seperti ini, pejabat publik harus memiliki kesadaran bahwa diam kadang lebih baik daripada berbicara tanpa persiapan. Namun ketika harus berbicara, persiapan matang dan empati adalah kunci.

Komunikasi publik yang baik memberi banyak keuntungan bagi pejabat publik. Pertama, membangun kepercayaan dan kredibilitas. Masyarakat menilai seorang pemimpin pertama kali melalui kata-katanya sebelum melihat kinerjanya. Kedua, komunikasi yang baik memperkuat efektivitas kebijakan. Saat masyarakat paham, mereka lebih mungkin bekerja sama. Ketiga, komunikasi yang santun memperkuat keteladanan moral, sesuatu yang sangat dibutuhkan dari pejabat publik. Keempat, komunikasi yang baik mencegah konflik sosial serta memperkuat stabilitas politik.

Maka dari itu, pejabat publik perlu memahami bahwa komunikasi bukan sekadar kewajiban, tetapi sebuah bentuk pengabdian. Komunikasi adalah jembatan antara negara dan rakyat. Ketika jembatan itu kuat, hubungan yang terbangun pun akan kokoh. Sebaliknya, ketika jembatan retak karena bahasa yang buruk, maka seluruh sistem pemerintahan dapat terganggu. Di sinilah pentingnya menerapkan prinsip kesantunan niat dan kesantunan bentuk. Dua prinsip ini membantu pejabat agar selalu mempertimbangkan bukan hanya apa yang ingin mereka katakan, tetapi juga bagaimana masyarakat akan menerima ucapannya.

Akhirnya, komunikasi publik bagi pejabat publik adalah keterampilan yang tidak dapat diabaikan. Pejabat yang baik bukan hanya yang membuat kebijakan, tetapi yang mampu menyampaikan kebijakan tersebut dengan bahasa yang santun, jelas, dan membangun kepercayaan. Kesalahan bahasa mungkin tampak sepele, namun dampaknya dapat jauh lebih besar daripada yang dibayangkan. Oleh karena itu, setiap pejabat publik seharusnya menjadikan komunikasi sebagai bagian integral dari profesionalisme. Dengan komunikasi yang baik, hubungan antara pemerintah dan rakyat dapat terjalin lebih harmonis, lebih produktif, dan lebih berkeadaban. [T]

Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

Tags: komunikasipejabat
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Dari Medan ke Toba: Ziarah Ilmu dan Rasa Kopi di Tanah Batak

Next Post

Pertemuan Santos dan Oppenheimer, Refleksi atas Eden in the East dan The Lost Continent Finally Found

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Renungan Meja Makan

by Angga Wijaya
August 22, 2026
0
Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

Read moreDetails

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
0
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

Read moreDetails

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
0
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

Read moreDetails

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
0
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

Read moreDetails

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

Read moreDetails

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
0
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

Read moreDetails

Lampu Merah dan Mental Menerabas

by Angga Wijaya
August 20, 2026
0
Lampu Merah dan Mental Menerabas

SETIAP hari, ketika berada di jalan raya, saya seperti menyaksikan sebuah pertunjukan kecil tentang manusia Indonesia. Pertunjukan itu tidak berlangsung...

Read moreDetails

Mata Air yang Kehilangan Sungai: Kemakmuran yang Tersesat

by Ahmad Sihabudin
August 19, 2026
0
’Pers Hijau’ dan Tanggung Jawab Ekologis Publik

"Di desa di kota tumbuh dan gelisah, seperti kembang dalam belukar, seperti mata air kehilangan sungai."— Franky Sahilatua Ada negeri...

Read moreDetails

Merawat Warisan Budaya Kolonial…

by Pande Susan
August 19, 2026
0
Merawat Warisan Budaya Kolonial…

“Berapa lama Belanda menjajah Indonesia?” Adalah sebuah pertanyaan wajib ketika mulai belajar tentang sejarah Indonesia setelah bab Kerajaan-Kerajaan Hindu-Budha dan...

Read moreDetails

Pasukan Berpeluh, Pejabat Berteduh

by Dede Putra Wiguna
August 18, 2026
0
Pasukan Berpeluh, Pejabat Berteduh

SETIAP kali upacara bendera dimulai, ada orang-orang yang berdiri di bawah matahari dan ada pula yang di bawah tenda. Yang...

Read moreDetails
Next Post
Pertemuan Santos dan Oppenheimer, Refleksi atas Eden in the East dan The Lost Continent Finally Found

Pertemuan Santos dan Oppenheimer, Refleksi atas Eden in the East dan The Lost Continent Finally Found

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co