6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Meracik Kopi dan Mimpi: Kehangatan “COSA NOSSTRA Caffe” dari Tangan Mahasiswa

tatkala by tatkala
December 14, 2025
in Khas
Meracik Kopi dan Mimpi: Kehangatan “COSA NOSSTRA Caffe” dari Tangan Mahasiswa

Suasana di sudut luar COSSANOSTRA | Dokumentasi: Tim COSSANOSTRA

MALAM di Singaraja selalu punya cara merangkul anak muda. Di sebuah sudut Jalan Gajah Mada, sebuah ruang kecil bernama COSA NOSSTRA Caffe tumbuh dari tangan seorang mahasiswa yang ingin menghadirkan hangatnya pertemuan.

Ada yang datang sendirian sambil meneteng tas penuh tugas, ada yang berdua sambil membawa cerita, ada pula yang sekedar ingin menenangkan kepala yang riuh oleh perkuliahan. Rasa kopi yang turun peralahan ke tenggorokan menciptakan ketenangan, sementara obrolan kecil di sudut ruangan menjelma jadi musik yang tidak pernah benar-benar selesai.

Tim COSA NOSSTRA bersama para customer | Dokumentasi: Tim COSA NOSSTRA

COSA NOSSTRA bukan sekedar kedai yang menjual kopi. Ia lebih mirip ruang persinggahan– tempat di mana orang bisa duduk tanpa merasa resah, tempat pulang sejenak sebelum kembali menghadapi hidup yang kadang terlalu ramai dan melelahkan. Kedai kecil ini tumbuh dari tangan seorang mahasiswa, dengan semangat yang sederhana, menghadirkan ruang teduh bagi siapa pun yang membutuhkan teman cerita atau sekedar menghirup udara yang lebih tenang dari dunia luar.

Dengan nuansa hangat ala arsitekur Bali dan suasana yang tidak pernah memaksa siapa pun untuk pergi, COSA NOSSTRA menjadirumah kecil bagi banyak mahasiswa yang mencari kehangatan dan ketenangan. Di sana, kopi dan percakapan seolah bekerja sama menjaga agar orang-orang tidak merasa sendirian

Gagasan awal COSA NOSSTRA muncul dari kebiasaan sederhana, sebuah pertemanan yang berkumpul di kos, berbagi keresahan, dan menenangkan diri lewat secangkir kopi. Dari pertemuan-pertemuan semacam itu, muncul kesadaran bahwa banyak orang yang sebenarnya tidak nyaman sendiri, meski terlihat baik-baik saja.

“Lama-kelamaan terpikir bahwa tanpa disadari, banyak orang yang merasa kesepian atau memang tidak suka sendiri,” ujar Rajj salah satu pendiri

Rajj yang sudah lama memiliki rasa kecintaanya pada dunia kopi kemudian membayangkan sebuah ruang yang memberi lebih dari sekedar menu. Sebuah tempat di mana orang bisa duduk, berbincang, atau hanya diam tanpa merasa asing. Bukan ruang gengsi, bukan pula sekedar tempat untuk pencitraan melainkan tempat untuk pulang sejenak.

“Saya ingin tempat ini memberikan kehangatan, terutama privasi dan kenyamanan,” tambahnya.

Nama COSSANOSTRA diambil dari renungan panjang. Terinspirasi dari film “The Goodfather”, yang bukan dilihat dari sisi kelamnya, tetapi rasa nilai kesetiaan, persaudaraan dan ikatan keluarga yang kuat. Kata COSA NOSSTRA diambil dari bahasa Italia untuk menggambarkan rasa itu, yang jika diartikan memiliki makna suatu perkumpulan besar yang terikat oleh rasa saling menjaga.

Filosofi itu kemudian dibawa ke kedai kopi. Siapa pun yang datang, meski awalnya asing, diharapkan dapat merasakan kehadiran satu sama lain.

COSA NOSSTRA juga lahir dari komunitas TRAGAS (Truna-Truna Lagas), sebuah lingkar pertemanan yang dikenal solid selalu gas diajak kemanapun dan ringan tangan. Dari tangan komunitas inilah kedai itu akhirnya berdiri pada pertengahan Mei 2025.

Bagi para pengelola, kedai kopi ini tidak hanya berbicara soal usaha. Ada nilai yang ingin dijaga. “Untuk jiwa-jiwa yang kedinginan, pulang dan berkumpullah ke COSA NOSSTRA , karena di sini kamu akan menemukan kehangatan, kehangatan seperti di rumah, terutama bagi orang-orang yang jauh dari rumah,” ujar Rajj.

Suasana di sudut luar COSA NOSSTRA | Dokumentasi: Tim COSA NOSSTRA

Sebagian besar pengunjung COSA NOSSTRA adalah mahasiswa. Kesamaan latar belakang umur dan situasi membuat hubungan yang terbangun terasa lebih setara, seperti saudara satu keluarga. Kedai yang buka mulai pukul 18.00 WITA hingga larut ini sengaja tidak diberi jam tutup yang pasti. Pengelolanya ingin tetap menemani siapa pun yang sedang butuh ruang untuk berfikir dan perproses atau sekedar melepas penat dengan perbincangan hangat.

Meski masih mahasiswa, para pendirinya mengurus hampir semua hal sendiri.  “Memang sulit, tapi kalau sudah niat, semua bisa dijalani. Termasuk membagi waktu antara kuliah dan usaha,” kata Rajj.

Dari sisi menu, COSA NOSSTRA meracik minuman dengan karakter yang mereka bangun secara perlahan. Doulcholate dan Doulchinamon menjadi dua signature yang lahir di awal berdirinya kedai. Seiring waktu, Americano di COSA NOSSTRA dinilai punya karakter yang kuat berbeda dengan yang lain. Sementara Spanish Latte menjadi favorit banyak pengunjung.

Beberapa mahasiswa yang sering datang membagikan ceritanya. Dandi, miasalnya, mengaku datang hampir setiap hari dalam seminggu karena suasananya yang tenang dan harganya yang terjangkau. “Di sini bukan sekedar rasa kopi yang penting, melainkan rasa persaudaraannya,” ujarnya. Ia mengaku lebih sering memilih Amber Kopi dan Cendol non-kopi sebagai teman mengerjakan tugas.

Geby, mahasiswa semester tiga, melihat COSA NOSSTRA sebagai tempat untuk menyelesaikan hari. “Tempatnya nyaman, bukanya sampai larut, dan sirkel orang-orangnya juga enak,” katanya.

Menu favoritnya adalah Spanish Latte, sementara saat tidak ingin minum kopi, ia memilih Milo atau Cinnamon. Geby mengaku bisa datang hampir setiap hari, atau sekitar enam kali dalam seminggu.

Duta, yang juga mahasiswa, melihat kedai kopi ini dari pengalaman eksplorasinya mengunjungi berbagai kedai kopi di singaraja.

“Anak muda sekarang cari tempat yang cocok sama dirinya. Di COSA NOSSTRA Caffe, pengunjung tidak dibatasi waktu. Kita nggak was-was soal jam tutup, dan itu jarang dimiliki coffeeshop lain,” ungkapnya.

Ia lebih sering memesan Fun Choco Fusion, karena menurutnya tidak banyak coffeeshop yang menjadikan cokelat sebagai basis utama minuman.

Suasana penuh kehangatan pengunjung COSA NOSSTRA | Dokumentasi: Tim COSA NOSSTRA

Bagi para pendirinya, COSA NOSSTRA bukan terutama soal produk, yang mereka jaga adalah suasana, rasa diterima dan rasa ditemani. “Yang membuat orang kembali bukan sekedar menunya, tapi apa yang ditawarkan tempat ini, kehangatan dan rasa saling menjaga,” ujar Rajj.

Di tengah banyaknya kedai kopi dengan konsep visual yang seragam, COSA NOSSTRA hadir sebagai ruang kecil yang mengajak orang untuk duduk dan berbagi cerita. Di tempat itu, kopi, cerita, dan mimpi diracik bersama oleh tangan-tangan muda yang percaya bahwa kehangatan bisa tumbuh dari hal sederhana. [T]

Penulis: Cindi Larasati
Mahasiswa program studi Ilmu Komunikasi Hindu Institut Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan

  • Catatan: Artikel ini merupakan tugas mata kuliah Jurnalistik Online pada program studi Ilmu Komunikasi Hindu Institut Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan

Tags: coffee shopmahasiswaSingaraja
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Tubuh yang Menari, Telepon yang Berdering dari Negara

Next Post

IHKA BPD Bali Bantu Keberlanjutan Pendidikan Putri dan Dita di Klungkung

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

Bakti Sosial Anand Ashram Youth di Yayasan Pendidikan Anak Tuna Netra Denpasar —Merayakan Kemanusiaan dalam Nada dan Kebersamaan

by Agung Sudarsa
March 2, 2026
0
Bakti Sosial Anand Ashram Youth di Yayasan Pendidikan Anak Tuna Netra Denpasar —Merayakan Kemanusiaan dalam Nada dan Kebersamaan

“Jiwa muda adalah jiwa penuh energi, penuh semangat. Maka, dengan sendirinya penuh gejolak pula. Ia bisa membangkang, bisa memberontak, bisa...

Read moreDetails

Leo Saputra, Perajin Perak Singapadu yang Bertahan di Tengah Arus Modernisasi

by Putu Ayu Ariani
February 27, 2026
0
Leo Saputra, Perajin Perak Singapadu yang Bertahan di Tengah Arus Modernisasi

DESA Singapadu, Kabupaten Gianyar, dikenal sebagai salah satu tempat kerajinan perak di Bali. Di tengah arus modernisasi dan persaingan produk...

Read moreDetails

‘Abhikkama’ – Maju Terus: Komitmen Pemuda Theravāda Indonesia (Patria) Senantiasa Bergerak dan Menumbuhkan Kebajikan

by Dede Putra Wiguna
February 23, 2026
0
‘Abhikkama’ – Maju Terus: Komitmen Pemuda Theravāda Indonesia (Patria) Senantiasa Bergerak dan Menumbuhkan Kebajikan

TIGA dasawarsa bukanlah perjalanan yang singkat. Bagi Pemuda Theravāda Indonesia (Patria), 30 tahun adalah rentang pengabdian, pembelajaran, dan konsistensi dalam...

Read moreDetails

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

by Jaswanto
February 22, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

“SAYA menangis saat survei sekolah setelah lolos seleksi P3K,” ujar Samsul Rizal bercerita kepada saya pada malam yang gerah di...

Read moreDetails

Menanam Pohon Sebelum Berlari —Catatan Menuju Alumni SMANSA Charity Fun Run 2026

by Gading Ganesha
February 22, 2026
0
Menanam Pohon Sebelum Berlari —Catatan Menuju Alumni SMANSA Charity Fun Run 2026

SABTU pagi itu datang dengan suara burung dan kokok ayam yang bersahutan. Di sela suasana yang masih lengang, telepon genggam...

Read moreDetails

Tiba-tiba Konservasi : Melihat Pentingnya Kesadaran Konservasi yang Justru Hadir dari Inisiatif Kolektif

by Made Chandra
February 21, 2026
0
Tiba-tiba Konservasi : Melihat Pentingnya Kesadaran Konservasi yang Justru Hadir dari Inisiatif Kolektif

CATATAN ini berawal dari ajakan Bli Vincent Chandra—seorang pemuda yang berapi-api ketika bercumbu dengan kebudayaan, untuk mengajakku untuk menyambangi Museum...

Read moreDetails

Menulis Opini Bahasa Bali Jangan Seperti Orang “Ngigelang Tapel”! — Dari Lomba Opini Bulan Bahasa Bali 2026

by Nyoman Budarsana
February 19, 2026
0
Menulis Opini Bahasa Bali Jangan Seperti Orang “Ngigelang Tapel”! — Dari Lomba Opini Bulan Bahasa Bali 2026

WIMBAKARA (Lomba) Opini Berbahasa Bali serangkaian Bulan Bahasa Bali mirip sebuah ujian sekripsi atau tesis. Peserta tidak hanya menyelesaikan sebuah...

Read moreDetails

Menjadi Penolong Pertama di Usia Belia: Ketika Para Dokter Kecil Beradu Cerdas di Kesbam Anniversary Contest (KAC) VI

by Dede Putra Wiguna
February 18, 2026
0
Menjadi Penolong Pertama di Usia Belia: Ketika Para Dokter Kecil Beradu Cerdas di Kesbam Anniversary Contest (KAC) VI

WAJAH-wajah kecil itu tampak amat serius pagi itu. Jas dokter kecil yang mereka kenakan terlihat rapi, lengkap dengan pin dan...

Read moreDetails

Buku ‘Gaya Patung Pendet di Mata Tiga Profesor’ Diluncurkan pada Perayaan HUT ke-23 Museum Pendet

by I Nyoman Darma Putra
February 15, 2026
0
Buku ‘Gaya Patung Pendet di Mata Tiga Profesor’ Diluncurkan pada Perayaan HUT ke-23 Museum Pendet

Perayaan HUT ke-23 Museum Pendet di Nyuhkuning, Ubud, Gianyar, Minggu, 15 Februari 2026, ditandai dengan peluncuran dan bedah empat buku...

Read moreDetails

Mang Adi, Si Penyadap Tuak, Menghadapi Musim yang Tak Pasti —Cerita Kecil dari Desa Sambirenteng

by Son Lomri
February 15, 2026
0
Mang Adi, Si Penyadap Tuak, Menghadapi Musim yang Tak Pasti —Cerita Kecil dari Desa Sambirenteng

MANG ADI memegang sebilah paku dengan gaya seperti layaknya memegang pena. Dengan ujung paku yang runcing itu, ia menggurat garis...

Read moreDetails
Next Post
IHKA BPD Bali Bantu Keberlanjutan Pendidikan Putri dan Dita di Klungkung

IHKA BPD Bali Bantu Keberlanjutan Pendidikan Putri dan Dita di Klungkung

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co