24 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Meracik Kopi dan Mimpi: Kehangatan “COSA NOSSTRA Caffe” dari Tangan Mahasiswa

tatkala by tatkala
December 14, 2025
in Khas
Meracik Kopi dan Mimpi: Kehangatan “COSA NOSSTRA Caffe” dari Tangan Mahasiswa

Suasana di sudut luar COSSANOSTRA | Dokumentasi: Tim COSSANOSTRA

MALAM di Singaraja selalu punya cara merangkul anak muda. Di sebuah sudut Jalan Gajah Mada, sebuah ruang kecil bernama COSA NOSSTRA Caffe tumbuh dari tangan seorang mahasiswa yang ingin menghadirkan hangatnya pertemuan.

Ada yang datang sendirian sambil meneteng tas penuh tugas, ada yang berdua sambil membawa cerita, ada pula yang sekedar ingin menenangkan kepala yang riuh oleh perkuliahan. Rasa kopi yang turun peralahan ke tenggorokan menciptakan ketenangan, sementara obrolan kecil di sudut ruangan menjelma jadi musik yang tidak pernah benar-benar selesai.

Tim COSA NOSSTRA bersama para customer | Dokumentasi: Tim COSA NOSSTRA

COSA NOSSTRA bukan sekedar kedai yang menjual kopi. Ia lebih mirip ruang persinggahan– tempat di mana orang bisa duduk tanpa merasa resah, tempat pulang sejenak sebelum kembali menghadapi hidup yang kadang terlalu ramai dan melelahkan. Kedai kecil ini tumbuh dari tangan seorang mahasiswa, dengan semangat yang sederhana, menghadirkan ruang teduh bagi siapa pun yang membutuhkan teman cerita atau sekedar menghirup udara yang lebih tenang dari dunia luar.

Dengan nuansa hangat ala arsitekur Bali dan suasana yang tidak pernah memaksa siapa pun untuk pergi, COSA NOSSTRA menjadirumah kecil bagi banyak mahasiswa yang mencari kehangatan dan ketenangan. Di sana, kopi dan percakapan seolah bekerja sama menjaga agar orang-orang tidak merasa sendirian

Gagasan awal COSA NOSSTRA muncul dari kebiasaan sederhana, sebuah pertemanan yang berkumpul di kos, berbagi keresahan, dan menenangkan diri lewat secangkir kopi. Dari pertemuan-pertemuan semacam itu, muncul kesadaran bahwa banyak orang yang sebenarnya tidak nyaman sendiri, meski terlihat baik-baik saja.

“Lama-kelamaan terpikir bahwa tanpa disadari, banyak orang yang merasa kesepian atau memang tidak suka sendiri,” ujar Rajj salah satu pendiri

Rajj yang sudah lama memiliki rasa kecintaanya pada dunia kopi kemudian membayangkan sebuah ruang yang memberi lebih dari sekedar menu. Sebuah tempat di mana orang bisa duduk, berbincang, atau hanya diam tanpa merasa asing. Bukan ruang gengsi, bukan pula sekedar tempat untuk pencitraan melainkan tempat untuk pulang sejenak.

“Saya ingin tempat ini memberikan kehangatan, terutama privasi dan kenyamanan,” tambahnya.

Nama COSSANOSTRA diambil dari renungan panjang. Terinspirasi dari film “The Goodfather”, yang bukan dilihat dari sisi kelamnya, tetapi rasa nilai kesetiaan, persaudaraan dan ikatan keluarga yang kuat. Kata COSA NOSSTRA diambil dari bahasa Italia untuk menggambarkan rasa itu, yang jika diartikan memiliki makna suatu perkumpulan besar yang terikat oleh rasa saling menjaga.

Filosofi itu kemudian dibawa ke kedai kopi. Siapa pun yang datang, meski awalnya asing, diharapkan dapat merasakan kehadiran satu sama lain.

COSA NOSSTRA juga lahir dari komunitas TRAGAS (Truna-Truna Lagas), sebuah lingkar pertemanan yang dikenal solid selalu gas diajak kemanapun dan ringan tangan. Dari tangan komunitas inilah kedai itu akhirnya berdiri pada pertengahan Mei 2025.

Bagi para pengelola, kedai kopi ini tidak hanya berbicara soal usaha. Ada nilai yang ingin dijaga. “Untuk jiwa-jiwa yang kedinginan, pulang dan berkumpullah ke COSA NOSSTRA , karena di sini kamu akan menemukan kehangatan, kehangatan seperti di rumah, terutama bagi orang-orang yang jauh dari rumah,” ujar Rajj.

Suasana di sudut luar COSA NOSSTRA | Dokumentasi: Tim COSA NOSSTRA

Sebagian besar pengunjung COSA NOSSTRA adalah mahasiswa. Kesamaan latar belakang umur dan situasi membuat hubungan yang terbangun terasa lebih setara, seperti saudara satu keluarga. Kedai yang buka mulai pukul 18.00 WITA hingga larut ini sengaja tidak diberi jam tutup yang pasti. Pengelolanya ingin tetap menemani siapa pun yang sedang butuh ruang untuk berfikir dan perproses atau sekedar melepas penat dengan perbincangan hangat.

Meski masih mahasiswa, para pendirinya mengurus hampir semua hal sendiri.  “Memang sulit, tapi kalau sudah niat, semua bisa dijalani. Termasuk membagi waktu antara kuliah dan usaha,” kata Rajj.

Dari sisi menu, COSA NOSSTRA meracik minuman dengan karakter yang mereka bangun secara perlahan. Doulcholate dan Doulchinamon menjadi dua signature yang lahir di awal berdirinya kedai. Seiring waktu, Americano di COSA NOSSTRA dinilai punya karakter yang kuat berbeda dengan yang lain. Sementara Spanish Latte menjadi favorit banyak pengunjung.

Beberapa mahasiswa yang sering datang membagikan ceritanya. Dandi, miasalnya, mengaku datang hampir setiap hari dalam seminggu karena suasananya yang tenang dan harganya yang terjangkau. “Di sini bukan sekedar rasa kopi yang penting, melainkan rasa persaudaraannya,” ujarnya. Ia mengaku lebih sering memilih Amber Kopi dan Cendol non-kopi sebagai teman mengerjakan tugas.

Geby, mahasiswa semester tiga, melihat COSA NOSSTRA sebagai tempat untuk menyelesaikan hari. “Tempatnya nyaman, bukanya sampai larut, dan sirkel orang-orangnya juga enak,” katanya.

Menu favoritnya adalah Spanish Latte, sementara saat tidak ingin minum kopi, ia memilih Milo atau Cinnamon. Geby mengaku bisa datang hampir setiap hari, atau sekitar enam kali dalam seminggu.

Duta, yang juga mahasiswa, melihat kedai kopi ini dari pengalaman eksplorasinya mengunjungi berbagai kedai kopi di singaraja.

“Anak muda sekarang cari tempat yang cocok sama dirinya. Di COSA NOSSTRA Caffe, pengunjung tidak dibatasi waktu. Kita nggak was-was soal jam tutup, dan itu jarang dimiliki coffeeshop lain,” ungkapnya.

Ia lebih sering memesan Fun Choco Fusion, karena menurutnya tidak banyak coffeeshop yang menjadikan cokelat sebagai basis utama minuman.

Suasana penuh kehangatan pengunjung COSA NOSSTRA | Dokumentasi: Tim COSA NOSSTRA

Bagi para pendirinya, COSA NOSSTRA bukan terutama soal produk, yang mereka jaga adalah suasana, rasa diterima dan rasa ditemani. “Yang membuat orang kembali bukan sekedar menunya, tapi apa yang ditawarkan tempat ini, kehangatan dan rasa saling menjaga,” ujar Rajj.

Di tengah banyaknya kedai kopi dengan konsep visual yang seragam, COSA NOSSTRA hadir sebagai ruang kecil yang mengajak orang untuk duduk dan berbagi cerita. Di tempat itu, kopi, cerita, dan mimpi diracik bersama oleh tangan-tangan muda yang percaya bahwa kehangatan bisa tumbuh dari hal sederhana. [T]

Penulis: Cindi Larasati
Mahasiswa program studi Ilmu Komunikasi Hindu Institut Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan

  • Catatan: Artikel ini merupakan tugas mata kuliah Jurnalistik Online pada program studi Ilmu Komunikasi Hindu Institut Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan

Tags: coffee shopmahasiswaSingaraja
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Tubuh yang Menari, Telepon yang Berdering dari Negara

Next Post

IHKA BPD Bali Bantu Keberlanjutan Pendidikan Putri dan Dita di Klungkung

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
0
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

Read moreDetails

Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

by Angga Wijaya
April 17, 2026
0
Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

DI sebuah sudut Denpasar yang tak terlalu riuh oleh hiruk- pikuk pariwisata, suara biola pelan-pelan menemukan nadanya sendiri. Bukan dari...

Read moreDetails

Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

by Radha Dwi Pradnyani
April 13, 2026
0
Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

RIUH suara para pelajar SMP memenuhi ruangan Museum Soenda Ketjil di kawasan Pelabuhan Tua Buleleng pada Kamis siang, 9 April...

Read moreDetails

Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

by Dian Suryantini
April 9, 2026
0
Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

SORE itu, suasana Pasar Intaran terasa sedikit berbeda dari biasanya. Angin pantai yang biasanya berembus pelan, saat itu sedikit mengamuk....

Read moreDetails

Merawat Tradisi dari Ruang Kelas: Semarak Lomba Ngelawar dan Membuat Gebogan di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
April 8, 2026
0
Merawat Tradisi dari Ruang Kelas: Semarak Lomba Ngelawar dan Membuat Gebogan di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

HARI itu, Jumat, 3 April 2026, menjadi hari yang tak biasa bagi siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam). Sehari...

Read moreDetails

Membasuh Jiwa di Segara —Catatan dari Iring-iringan Melasti Desa Adat Buleleng

by Putu Gangga Pradipta
April 5, 2026
0
Membasuh Jiwa di Segara —Catatan dari Iring-iringan Melasti Desa Adat Buleleng

MATAHARI baru saja beranjak dari peraduannya pada Kamis (2/4/2026), namun aspal di sepanjang jalan menuju Pura Segara, Buleleng, sudah mulai...

Read moreDetails

Malam Rasa Kafka di Pasar Suci

by Helmi Y Haska
March 31, 2026
0
Malam Rasa Kafka di Pasar Suci

TIGA buku terbaru menjadi pokok soal diskusi malam itu diselenggarakan Toko Buku Partikular di Pasar Suci, Denpasar, Sabtu, 28 Maret...

Read moreDetails

Serunya Belajar Ngulet Daluman di Pasar Intaran

by Dian Suryantini
March 24, 2026
0
Serunya Belajar Ngulet Daluman di Pasar Intaran

Minggu pagi, 8 Maret 2026, Pasar Intaran terasa agak beda. Biasanya, pasar ini nongkrong manis di pinggir pantai, tepat di...

Read moreDetails

Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

by Gading Ganesha
March 24, 2026
0
Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

Sabtu 21 Maret. Tepat pukul lima sore, saya tiba di SMA Negeri 1 Singaraja—dua belas jam sebelum Alumni Smansa Charity...

Read moreDetails

Kisah Perjalanan Mendebarkan Menjemput Kekasih dari Sukawati ke Kota Gianyar untuk Menonton Ogoh-ogoh pada Malam Pengrupukan di Taman Kota Gianyar

by Agus Suardiana Putra
March 20, 2026
0
Kisah Perjalanan Mendebarkan Menjemput Kekasih dari Sukawati ke Kota Gianyar untuk Menonton Ogoh-ogoh pada Malam Pengrupukan di Taman Kota Gianyar

SANG surya mulai turun mengistirahatkan diri setelah seharian bersinar, dan kegelapan perlahan menyelimuti bumi. Tibalah kita pada sandikala, waktu yang...

Read moreDetails
Next Post
IHKA BPD Bali Bantu Keberlanjutan Pendidikan Putri dan Dita di Klungkung

IHKA BPD Bali Bantu Keberlanjutan Pendidikan Putri dan Dita di Klungkung

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi
Esai

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil
Lingkungan

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

by Son Lomri
April 21, 2026
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan
Persona

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co