23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Surat Terbuka kepada Presiden, dan Yang Mewakili Rakyat —Tentang Transmigrasi dan Lain-lain

Mas Ruscitadewi by Mas Ruscitadewi
December 3, 2025
in Esai
Surat Terbuka kepada Presiden, dan Yang Mewakili Rakyat —Tentang Transmigrasi dan Lain-lain

Ilustrasi tatkala.co | dibuat dengan Canva

Tentang Transmigrasi

Masifnya pembangunan di Bali, seiring bertambahnya penduduk Bali, menghadirkan wacana program transmigrasi (perpindahan penduduk antar pulau) oleh negara yang dipimpin Presiden yang diwacanakan oleh salah satu menterinya.

Presiden sebagai pimpinan tertinggi Republik Indonesia, yang dipilih langsung untuk mewakili rakyat Indonesia memang berkewajiban untuk mencari solusi atas segala permasalahan yang terjadi di Indonesia, yang menimpa warga negara Indonesia, dimanapun berada.

Bali, sebagai pulau bagian dari Indonesia, telah lama menjadi titik tumpuan, bagi orang-orang dari seluruh Indonesia, dan luar Indonesia untuk hidup, dan menjalani kehidupan. Hal ini juga terjadi pada kota-kota besar di Indonesia, seperti Jakarta, Surabaya, Yogyakarta dan lain-lain.

Itu adalah kondisi alami bagi alam kehidupan di bumi, yang memerlukan tanah, air, api, udara dan ruang kosong untuk menjalani hidup dan kehidupannya.

Seperti halnya sebuah lampu yang terang, pastilah banyak orang ingin diterangi, seperti gula, pastilah banyak semut yang ingin mengecap manisnya.

Bapak Presiden Prabowo Subianto yang terhormat, perwakilan tunggal tertinggi, disamping perwakilan tertinggi bersama (DPR,MPR DPD) yang sulit disatukan bentuk keterwakilannya bagi rakyat Indonesia, ijinkan saya sebagai rakyat biasa berpendapat bahwa:

1.Persoalan satu daerah, misalnya pulau Bali, Jakarta, Surabaya, Yogya dan yang lain, tidak semuanya sama dan seragam, tergantung kondisi alamnya (palemahan), manusia (pawongan), dan keyakinannya (pahyangan).

2. Segala persoalan yang ada, biasanya sangat tergantung dengan manusianya, yang terkait dengan keyakinannya, akan mempengaruhi alamnya.

3.⁠ ⁠Yang dipercaya untuk mewakili rakyat dari tingkatan terendah sampai tertinggi, baik tunggal maupun jamak, semestinya mengelola dan menata negara mulai dari manusianya, dengan keyakinannya yang akan berimplikasi pada keharmonisan hubungan dengan manusia lain, dengan keyakinan yang lain, pada akhirnya akan tervibrasi pada alam.

3.⁠ ⁠Yang dipercaya untuk mewakili rakyat dari tingkatan terendah sampai tertinggi, baik tunggal maupun jamak, semestinya mengelola dan menata negara mulai dari manusianya, dengan keyakinannya yang akan berimplikasi pada keharmonisan hubungan dengan manusia lain, dengan keyakinan yang lain, pada akhirnya akan tervibrasi pada alam.

Lima Keyakinan Dasar

Leluhur Bali, Indonesia, dan Bumi, pastilah telah meletakkan dasar-dasar pengetahuan bagi manusia lewat agama, dan keyakinan yang lain, untuk hidup secara harmonis, dengan alam dan sesamanya. Contohnya di Bali, leluhur kami mengajarkan dasar keyakinan yang disebut Panca Sradha(Lima Dasar Keyakinan): Brahman (keyakinan pada Tuhan sebagai pencipta dan pemilik alam semesta) Atman (keyakinan akan adanya percikan Tuhan, roh, Nur pada semua mahluk dan semua yang ada), Purnarbawa (keyakinan adanya kelahiran kembali roh dalam wadah/ badan), Karma Pala (keyakinan akan adanya hukum sebab dan akibat) dan Moksa (keyakinan akan adanya kebahagiaan tertinggi di alam material maupun spiritual).

Keyakinan dasar inilah yang menjadikan orang-orang Bali mudah menerima kehadiran warga lain yang juga memiliki dasar keyakinan yang sama. Keterbukaan orang-orang Bali rupanya telah banyak dimanfaatkan orang-orang yang mewakili rakyat Bali dan Indonesia dan orang-orang yang mewakili dirinya sendiri, untuk menghancurkan keyakinan dasar rakyat Bali, sehingga menjadikan alam Bali rusak. Rusaknya alam Bali juga menjadi cerminan rusaknya manusia Bali dan keyakinan orang Bali dan yang tinggal di Bali.

Transmigrasi

Mentransmigrasikan/memindahkan orang Bali ke pulau lain bukanlah solusi yang bijak, karena berpotensi membenturkan orang Bali dengan keyakinannya, dengan orang pulau tersebut dengan keyakinannya.

Bali, sama seperti daerah lain di Indonesia, juga di belahan dunia lainnya. Tetapi mumpung Bali relatif kecil yang jumlah penduduknya sekitar 5 jutaan bisa dijadikan contoh dan percontohan untuk mengelola dan menata Indonesia kembali.

Bali Tradisional

Orang-orang Bali Tradisional sangat terikat dengan tanah sebagai tempat tinggal, keluarga, kekerabatannya, dan pada tempat sucinya, sebagai bentuk pengejawantahan 5 keyakinan dasar yang terdekat, terlihat, tercium, terdengar, tercecap, tersentuh, terasa dan terpikirkan.

Orang-orang Bali Modern tidak terlalu terikat dengan tempat sucinya (karena berkeyakinan tempat suci bukan saja bersifat material, tapi juga spiritual, bisa di mana-mana). Orang-orang Bali ini sudah hidup nyaman harmanonis tersebar di seluruh Nusantara dan Dunia.

Banyak juga orang Bali Antara (antara modern dan tradisional, antara orang Bali, nusantara dan asing)

Orang-orang Bali antara ini kehidupannya lebih fleksibel, karena suatu saat bisa menjadi orang dalam, bisa menjadi luar, tergantung kepentingannya.

Disinilah titik krusial rusaknya alam Bali, juga daerah lain. Adanya manusia-manusia siluman yang bisa menjadi orang dalam dan luar, dengan “keyakinan”‘ tak jelas mengikuti kepentingan yang keinginanannnya yang tanpa batas. Sialnya orang-orang seperti ini kebal hukum karena berlindung di balik negara, melalui jabatan sampai pensiunan dan kekuatan politik dan strategi.

Negara Harus Tegas

Banyak bencana alam yang terjadi di Indonesia, karena alam, karena kebijakan juga kejahatan yang berlindung di balik kebijaksanaan.

Jadi Bapak Presiden, dan semua yang mewakili rakyat, kelola dan tatalah rakyat yang diwakili dengan hati-hati, seksama dan bijaksana.

Jangan lukai hati rakyat dengan pikiran dan kata dan perbuatan yang merugikan rakyat dan diri sendiri sebagai wakil rakyat.

Sadarlah semua artha, tanah yang kalian miliki dan kuasai sesungguhnya juga milik dan hak rakyat, yang dititipi untuk ditata dan dikelola, untuk kepentingan dan kebaikan bersama.

Mari belajar pada kearifan suku Bali Kuna, Badui, Tengger, Minangkau, Sumba, Kalimantan, dan lain-lain, yang menjaga, memelihara menghormati dan menghargai alam sebagai ciptaan Tuhan yang harus dikelola, dimanfaatkan dan dikembangkan sebagai kewajiban untuk mendapat hak atasnya.

Tegaskan kepemilikan dan penguasaan atas alam, tanah dan air, terletak pada negara sebagai perwakilan rakyat Indonesia, dan bagian-bagian negara sampai yang terkecil. Siapapun, presiden, DPR, atau yang mewakili rakyat hanya berhak mengelola bukan pemilik yang bisa memperjual belikan.

Semoga pikiran baik datang dari segala penjuru, salam Mas Ruscitadewi. [T]

Penulis: Mas Ruscitadewi
Editor:Adnyana Ole

Tags: baliorang balitransmigrasi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Wanprestasi Pihak dalam Akta Autentik dan Pilihan Hukum  Penyelesaian Sengketa

Next Post

Kampusku Sarang Hantu [43]: Ruang Kuliah Anti Kebohongan

Mas Ruscitadewi

Mas Ruscitadewi

Sastrawan, dramawan, pecinta anak-anak. Penggagas berbagai acara seni-budaya di Denpasar termasuk Bali Mandara Nawanatya yang digelar pada setiap akhir pecan selama setahun.

Related Posts

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails

Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

by Angga Wijaya
October 19, 2026
0
Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

SEBELUM memulai esai ini, izinkan saya menyampaikan penghargaan kepada IGA Darma Putra atas keterlibatannya dalam perbincangan mengenai istilah selam dan...

Read moreDetails
Next Post
Kampusku Sarang Hantu [1]: Ruang Kuliah 13 yang Mencekam

Kampusku Sarang Hantu [43]: Ruang Kuliah Anti Kebohongan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co