2 November 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Simpang Siur PPPK dan PNS: Dari Layar TikTok ke Perjuangan yang Tidak Semua Orang Tahu

Mochamad Rifa’i by Mochamad Rifa’i
November 27, 2025
in Esai
Simpang Siur PPPK dan PNS: Dari Layar TikTok ke Perjuangan yang Tidak Semua Orang Tahu

Di TikTok, status PPPK dan PNS sudah seperti kasta sosial baru. Padahal di duni nyata, keringat mereka itu sama, Cuma labelnya aja yang sedikit berbeda.

Karena saya orangnya suka scroll layar ponsel, jadi belakangan ini, lini masa TikTok atau bahasa gaulnya fyp-ku ramai sekali dengan perdebatan sosial isu PPPK yang katanya akan dialihkan menjadi PNS. Sekilas menyimak komentarnya sangat panas, lebih panas dari wajan gorengan ayam geprek di kantin sekolah jam istirahat kedua. Satu pihak merasa PNS harusnya tetap eksklusif, pihak lain merasa PPPK juga layak mendapat pengakuan setara.

Kolom komentar? Penuh bak arena pertandingan sepak bola piala dunia. Ada yang bilang, “PPPK itu Cuma tenaga kontrak yang kebetulan diseragamkan.” Ada pula yang menulis, “Kalau mau PNS ya dari dulu belajar yang rajin, jangan numpang ASN-an.” Membaca komentar netizen membuat saya sambil tepuk jidat. Kadang Cuma bisa berkata dalam hati, amsyooong. Orang-orang ini tahu apa tidak sih perjuangan di balik seragam PPPK itu seperti apa?

Saya tidak tahu bagaimana kisah orang lain, tapi saya tahu pasti satu hal baik: tidak semua PPPK itu datang dari jalan pintas atau hasil dari “selundupan atau siluman”. Saya sendiri sampai di titik ini bukan karena titipan, tapi karena perjalanan panjang yang, kalau difilm-kan, mungkin sudah masuk kategori “drama Indosiar”.

Saya mulai kuliah tahun 2016, di Universitas Pendidikan Ganesha jurusan Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi. Harusnya lulus tahun 2020. Tapi, ya, pandemi COVID-19 travelling dan semua rencana bubar jalan. Padahal, saya termasuk mahasiswa tercepat di angkatan saya dalam menyusun proposal. Bahakan, di semester lima, saya sempat ikut program pertukaran mahasiswa se-Asia Tenggara. Dari seluruh fakultas olahraga, hanya saya satu-satunya yang ikut program ini. Dan belajar di Thailand selama sebulan. Saat teman-teman sibuk PPL di semester tujuh, saya justru sudah selesai karena lebih dulu melakukannya.

Tapi, ketika pandemi datang, semua kerja keras seolah mentok di dinding. Sekolah tutup, kegiatan daring, dan saya yang bercita-cita jadi guru tiba-tiba banget kehilangan panggung. Akhirnya saya terpaksa banting setir, kerja apa saja yang penting halal. Dunia finance pernah saya cicipi, perbankan juga sempat saya lakoni, dan membantu teman berjualan bubur kacang ijo pernah saya trabas.

Sampai akhirnya, tahun 2023, kabar baik datang: pembukaan Pendidikan Profesi Guru (PPG). Saya daftar, ikut seleksi, dan Alhamdulillah lolos. Tapi perjuangan di situ baru mulai

Ketika itu saya habis resign dari kerja di perbankan dan mendaftar di sekolah swasta. Bersamaan dengan itu saya kuliah PPG di Universitas Negeri Surabaya tapi masih ngajar di sekolah swasta di Rembang, Jawa Tengah. Bayangkan, setiap Jumat sore saya pulang ke Tuban, Jawa Timur, ini kota kelahiran dan tempat tinggal saya, dan Sabtu-Minggu ke Rembang untuk ngajar, lalu Minggu sore  balik ke Surabaya. Begitu terus selama satu tahun penuh, dari September 2023 sampai September 2024.

Liburnya kapan? Hanya ketika tanggal merah nasional. Kalau tidak, ya rutinitas itu terus berulang. Bahkan hujan panas saya terjang, terkadang sesekali saya menangis di perjalanan sambil menyetir motor, dan berdoa dalam hati semoga kelak perjuanganku ini membuahkan hasil. Saya bahkan sempat berpikir, kalau tubuh ini bisa protes, mungkin dia teriak, “Mas aku butuh rebahan, plis!”.

Setelah lulus PPG, saya diterima di sekolah swasta di Surabaya. Tapi karena sekolah di Rembang itu sistemnya boarding, saya masih tetap ngajar di sana tiap Minggu. Jadi Senin sampai Sabtu saya ngajar di Surabaya, Minggu ngajar di Rembang. Rumah saya di Tuban. Total tiga kota saya lakoni setiap minggu selama kurang lebih dua tahun. Dan akhirnya, Oktober 2025, saya resmi jadi ASN PPPK. Rasanya campur aduk antara lega, haru, dan rasa ingin tidur tiga hari tiga malam tanpa gangguan. Tapi ketika saya buka TikTok, eh, muncul lagi debat soal PPPK dan PNS. Ada yang menulis “PPPK itu ASN rasa kontrak”, ada yang nyinyir “ASN abal-abal”. Di situ saya cuma bisa geleng kepala dan bergumam pelan, “Amsyooong, orang kok suka sekali merendahkan yang tidak mereka pahami.”

Padahal, di balik status PPPK itu, ada banyak kisah perjuangan. Ada yang bertahun-tahun jadi guru honorer dengan gaji tak sampai seperempat UMR. Ada yang rela meninggalkan keluarga demi mengajar di pelosok. Dan ada juga seperti saya yang tidak punya hari libur demi menempuh PPG sambil mengajar.

Saya tidak menuntut disamakan dengan PNS. Tapi rasanya sedih melihat sesama ASN saling sindir, saling menjatuhkan, seolah sedang lomba siapa yang lebih layak disebut “abdi negara sejati.” Padahal, bukankah tujuan akhirnya sama? Sama-sama mengabdi untuk negeri, sama-sama mendidik anak bangsa.

Bagi saya, PPPK bukan status rendah. Ia adalah symbol perjuangan. Sebuah tanda bahwa tidak semua orang yang tidak jadi PNS itu kalah. Kami hanya menempuh jalur berbeda, tapi tetap dengan niat dan dedikasi yang sama.

Jadi, buat yang masih sibuk berdebat di kolom komentar TikTok, mungkin ada baiknya jeda sebentar. Hirup udara, matikan ponsel, dan pikirkan: di balik seragam PPPK itu, ada keringat, waktu, dan pengorbanan yang tidak sempat viral.

Karena pada akhirnya, ASN sejati tidak diukur dari status, tapi dari seberapa tulus ia bekerja. Dan kalau keikhlasan masih harus disetarakan lewat golongan, ya sudah…

Amsyoong saja logika kita. [T]

Penulis: Mochamad Rifa’i
Editor: Adnyana Ole

Tags: ASNPNS
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kampusku Sarang Hantu [42]: Transaksi Keris Berubah Miris

Next Post

Tarot dan  Psikologi: Antara Simbol, Validasi Emosi, dan Bias Kognitif

Mochamad Rifa’i

Mochamad Rifa’i

Seorang guru PJOK biasa aja di sebuah sekolah pinggiran kabupaten kecil Tuban, Jawa Timur, yang suka sedikit menulis ketika gabut saja dan mood-moodan. Kepoin saya di TikTok: @pak.arpjok

Related Posts

Mahasiswa Akal-Akalan alias Mahasewa  dan Komodifikasi Identitas Akademik

by I Ketut Suar Adnyana
November 1, 2026
0
Mahasiswa Akal-Akalan alias Mahasewa  dan Komodifikasi Identitas Akademik

ADA yang ganjil dalam kehidupan demokrasi kita ketika identitas mahasiswa dapat dipakai sebagaimana seseorang mengenakan kostum untuk memainkan sebuah peran....

Read moreDetails

Sapi Bali, Ayah, dan Kenangan yang Tak Pernah Dijual

by I Wayan Artika
November 1, 2026
0
Sapi Bali, Ayah, dan Kenangan yang Tak Pernah Dijual

SETIAP kali melihat lukisan sapi, ingatan saya selalu kembali ke masa kecil di Desa Batungsel, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan, Bali....

Read moreDetails

Saraswati dan Kenaikan Kelas

by I Wayan Yudana
October 31, 2026
0
Saraswati dan Kenaikan Kelas

ADA suasana yang hampir selalu sama setiap kali tahun pelajaran berakhir. Wajah-wajah murid tampak sumringah ketika menerima rapor. Sebagian tersenyum...

Read moreDetails

Duta Pustaka Bergerak: Dosen UPNVJ Dorong Gen-Z SMAN 7 Kota Bengkulu Jatuh Cinta pada Perpustakaan Digital

by tatkala
October 31, 2026
0
Duta Pustaka Bergerak: Dosen UPNVJ Dorong Gen-Z SMAN 7 Kota Bengkulu Jatuh Cinta pada Perpustakaan Digital

BAGAIMANA jika perpustakaan sekolah tidak lagi sekadar ruang sunyi berisi rak buku, tetapi tempat yang "hidup" dan ada di genggaman...

Read moreDetails

Buku-Buku yang Dipuja, Sudahkah Kita Baca?

by Dede Putra Wiguna
October 31, 2026
0
Buku-Buku yang Dipuja, Sudahkah Kita Baca?

ADA satu hari ketika buku-buku diupacarai. Buku pelajaran, buku cerita, kitab suci, hingga lontar-lontar tua mendapat perlakuan istimewa. Semuanya ditata...

Read moreDetails

Saraswati dan Wajah Kedamaian Bali — Ketika Ilmu Pengetahuan Diuji oleh Realitas Kehidupan

by Luh Irma Susanthi
October 31, 2026
0
Saraswati dan Wajah Kedamaian Bali — Ketika Ilmu Pengetahuan Diuji oleh Realitas Kehidupan

BALI dikenal sebagai Pulau Dewata, sebuah pulau yang tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga kekayaan tradisi, spiritualitas, dan nilai-nilai...

Read moreDetails

Di Ruang Tunggu Kehidupan

by Ahmad Sihabudin
October 30, 2026
0
’Pers Hijau’ dan Tanggung Jawab Ekologis Publik

PAGI itu, saya kembali terbangun dengan pikiran yang sama: hari ini harus ke rumah sakit mana lagi? Hampir setengah tahun...

Read moreDetails

Elegi Rumah Pusaka Bernama Papua

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 30, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, saya mengajak anda semua main ke sebuah rumah yang sangat luas. Rumah ini sangat asri, halamannya...

Read moreDetails

Alvin Tedjo: Potensi, Kesadaran, dan Ujian Waktu

by Agung Sudarsa
October 29, 2026
0
Alvin Tedjo: Potensi, Kesadaran, dan Ujian Waktu

Potensi Manusia dan Lingkungan yang Membentuknya Kisah Alvin Tedjo menarik untuk direnungkan, bukan semata-mata karena ia merupakan keturunan Indonesia yang...

Read moreDetails

Dari Ujian Menuju Kedewasaan: Saat  Cinta Tidak Lagi Menuntut Kesempurnaan

by Tri Nugroho Adi
October 29, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Tidak semua masalah dalam hubungan dapat diselesaikan dengan percakapan ringan atau kompromi sederhana. Fase Ujian Perjalanan relasi cinta pasangan yang...

Read moreDetails
Next Post
“Self-Diagnosis” atau “Self-Awareness”?:  Navigasi Kesehatan Mental di Era TikTok dan Instagram

Tarot dan  Psikologi: Antara Simbol, Validasi Emosi, dan Bias Kognitif

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Sampah Menemukan Kehidupan Baru dalam Pameran Seni “Re_Make” di ARTOTEL Sanur
Pameran

Ketika Sampah Menemukan Kehidupan Baru dalam Pameran Seni “Re_Make” di ARTOTEL Sanur

SUASANA ARTOTEL Sanur Bali tampak ramai pada Jumat (30/10/2026). Sejumlah pengunjung, baik masyarakat lokal maupun wisatawan mancanegara, terlihat mengamati berbagai...

by Ayu Kahuatu Tamar
November 1, 2026
“The Nusantara Spice Odyssey” di Hotel Tugu Bali, Menghidupkan Kisah Nusantara Lewat Kuliner dan Tari Tradisional
Khas

“The Nusantara Spice Odyssey” di Hotel Tugu Bali, Menghidupkan Kisah Nusantara Lewat Kuliner dan Tari Tradisional

CAHAYA lilin menerangi meja-meja yang dihiasi bunga. Para staf menyambut tamu yang berdatangan, sementara aroma hidangan perlahan mengisi ruang makan...

by Ayu Kahuatu Tamar
November 1, 2026
Jembrana Creative Festival 2026 Dibuka, Sekitar 6.000 Pengunjung Ramaikan Hari Pertama
Panggung

Jembrana Creative Festival 2026 Dibuka, Sekitar 6.000 Pengunjung Ramaikan Hari Pertama

Sekitar 6.000 pengunjung menghadiri hari pertama Jembrana Creative Festival (JCF) 2026 di Taman Pecangakan, Negara, Sabtu (31/10/2026). Berdasarkan catatan panitia,...

by tatkala
November 1, 2026
Menakar Diksi “Pemuda Bersuara dan Berdaya”: Refleksi Kebahasaan di Panggung KPB 2026
Bahasa

Menakar Diksi “Pemuda Bersuara dan Berdaya”: Refleksi Kebahasaan di Panggung KPB 2026

SAYA merasa bangga dan terharu melihat pemuda Bali dalam ajang Konferensi Pemuda Bali (KPB 2026). Betapa tidak, tagar #PemudaBersuaraBerdaya ini membuat...

by I Made Sudiana
November 1, 2026
Mahasiswa Akal-Akalan alias Mahasewa  dan Komodifikasi Identitas Akademik
Esai

Mahasiswa Akal-Akalan alias Mahasewa  dan Komodifikasi Identitas Akademik

ADA yang ganjil dalam kehidupan demokrasi kita ketika identitas mahasiswa dapat dipakai sebagaimana seseorang mengenakan kostum untuk memainkan sebuah peran....

by I Ketut Suar Adnyana
November 1, 2026
Sapi Bali, Ayah, dan Kenangan yang Tak Pernah Dijual
Esai

Sapi Bali, Ayah, dan Kenangan yang Tak Pernah Dijual

SETIAP kali melihat lukisan sapi, ingatan saya selalu kembali ke masa kecil di Desa Batungsel, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan, Bali....

by I Wayan Artika
November 1, 2026
Kota, Ingatan, dan Warisan Kebudayaan — Membaca Kembali Ali Sadikin di Tengah Jakarta yang Terus Bergerak
Khas

Kota, Ingatan, dan Warisan Kebudayaan — Membaca Kembali Ali Sadikin di Tengah Jakarta yang Terus Bergerak

SEBUAH kota tidak hanya dibangun dari beton, aspal, jembatan, dan gedung-gedung yang meninggi. Ada sesuatu yang tidak selalu terlihat dalam...

by Emi Suy
November 1, 2026
Saraswati dan Kenaikan Kelas
Esai

Saraswati dan Kenaikan Kelas

ADA suasana yang hampir selalu sama setiap kali tahun pelajaran berakhir. Wajah-wajah murid tampak sumringah ketika menerima rapor. Sebagian tersenyum...

by I Wayan Yudana
October 31, 2026
Duta Pustaka Bergerak: Dosen UPNVJ Dorong Gen-Z SMAN 7 Kota Bengkulu Jatuh Cinta pada Perpustakaan Digital
Esai

Duta Pustaka Bergerak: Dosen UPNVJ Dorong Gen-Z SMAN 7 Kota Bengkulu Jatuh Cinta pada Perpustakaan Digital

BAGAIMANA jika perpustakaan sekolah tidak lagi sekadar ruang sunyi berisi rak buku, tetapi tempat yang "hidup" dan ada di genggaman...

by tatkala
October 31, 2026
Legenda Warung Kopi Tak Bernama di Kota Pelabuhan, Seberang Gardu Listrik Belanda
Kuliner

Legenda Warung Kopi Tak Bernama di Kota Pelabuhan, Seberang Gardu Listrik Belanda

PAGI-PAGI, Jalan Surapati di Singaraja memiliki kehidupan yang berbeda. Di antara bangunan-bangunan tua yang menyimpan ingatan masa kolonial, ada sebuah...

by I Wayan Artika
October 31, 2026
Ketika Novel “Yang Mulia (The Majesties)” karya Tiffany Tsao Pulang Kampung
Panggung

Ketika Novel “Yang Mulia (The Majesties)” karya Tiffany Tsao Pulang Kampung

HUJAN deras mengguyur Ubud pada Sabtu sore, 24 Oktober 2026. Namun, di Rumah Kayu, Taman Baca Ubud, suasana tetap hangat...

by Dede Putra Wiguna
October 31, 2026
Buku-Buku yang Dipuja, Sudahkah Kita Baca?
Esai

Buku-Buku yang Dipuja, Sudahkah Kita Baca?

ADA satu hari ketika buku-buku diupacarai. Buku pelajaran, buku cerita, kitab suci, hingga lontar-lontar tua mendapat perlakuan istimewa. Semuanya ditata...

by Dede Putra Wiguna
October 31, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co