22 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Simpang Siur PPPK dan PNS: Dari Layar TikTok ke Perjuangan yang Tidak Semua Orang Tahu

Mochamad Rifa’i by Mochamad Rifa’i
November 27, 2025
in Esai
Simpang Siur PPPK dan PNS: Dari Layar TikTok ke Perjuangan yang Tidak Semua Orang Tahu

Di TikTok, status PPPK dan PNS sudah seperti kasta sosial baru. Padahal di duni nyata, keringat mereka itu sama, Cuma labelnya aja yang sedikit berbeda.

Karena saya orangnya suka scroll layar ponsel, jadi belakangan ini, lini masa TikTok atau bahasa gaulnya fyp-ku ramai sekali dengan perdebatan sosial isu PPPK yang katanya akan dialihkan menjadi PNS. Sekilas menyimak komentarnya sangat panas, lebih panas dari wajan gorengan ayam geprek di kantin sekolah jam istirahat kedua. Satu pihak merasa PNS harusnya tetap eksklusif, pihak lain merasa PPPK juga layak mendapat pengakuan setara.

Kolom komentar? Penuh bak arena pertandingan sepak bola piala dunia. Ada yang bilang, “PPPK itu Cuma tenaga kontrak yang kebetulan diseragamkan.” Ada pula yang menulis, “Kalau mau PNS ya dari dulu belajar yang rajin, jangan numpang ASN-an.” Membaca komentar netizen membuat saya sambil tepuk jidat. Kadang Cuma bisa berkata dalam hati, amsyooong. Orang-orang ini tahu apa tidak sih perjuangan di balik seragam PPPK itu seperti apa?

Saya tidak tahu bagaimana kisah orang lain, tapi saya tahu pasti satu hal baik: tidak semua PPPK itu datang dari jalan pintas atau hasil dari “selundupan atau siluman”. Saya sendiri sampai di titik ini bukan karena titipan, tapi karena perjalanan panjang yang, kalau difilm-kan, mungkin sudah masuk kategori “drama Indosiar”.

Saya mulai kuliah tahun 2016, di Universitas Pendidikan Ganesha jurusan Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi. Harusnya lulus tahun 2020. Tapi, ya, pandemi COVID-19 travelling dan semua rencana bubar jalan. Padahal, saya termasuk mahasiswa tercepat di angkatan saya dalam menyusun proposal. Bahakan, di semester lima, saya sempat ikut program pertukaran mahasiswa se-Asia Tenggara. Dari seluruh fakultas olahraga, hanya saya satu-satunya yang ikut program ini. Dan belajar di Thailand selama sebulan. Saat teman-teman sibuk PPL di semester tujuh, saya justru sudah selesai karena lebih dulu melakukannya.

Tapi, ketika pandemi datang, semua kerja keras seolah mentok di dinding. Sekolah tutup, kegiatan daring, dan saya yang bercita-cita jadi guru tiba-tiba banget kehilangan panggung. Akhirnya saya terpaksa banting setir, kerja apa saja yang penting halal. Dunia finance pernah saya cicipi, perbankan juga sempat saya lakoni, dan membantu teman berjualan bubur kacang ijo pernah saya trabas.

Sampai akhirnya, tahun 2023, kabar baik datang: pembukaan Pendidikan Profesi Guru (PPG). Saya daftar, ikut seleksi, dan Alhamdulillah lolos. Tapi perjuangan di situ baru mulai

Ketika itu saya habis resign dari kerja di perbankan dan mendaftar di sekolah swasta. Bersamaan dengan itu saya kuliah PPG di Universitas Negeri Surabaya tapi masih ngajar di sekolah swasta di Rembang, Jawa Tengah. Bayangkan, setiap Jumat sore saya pulang ke Tuban, Jawa Timur, ini kota kelahiran dan tempat tinggal saya, dan Sabtu-Minggu ke Rembang untuk ngajar, lalu Minggu sore  balik ke Surabaya. Begitu terus selama satu tahun penuh, dari September 2023 sampai September 2024.

Liburnya kapan? Hanya ketika tanggal merah nasional. Kalau tidak, ya rutinitas itu terus berulang. Bahkan hujan panas saya terjang, terkadang sesekali saya menangis di perjalanan sambil menyetir motor, dan berdoa dalam hati semoga kelak perjuanganku ini membuahkan hasil. Saya bahkan sempat berpikir, kalau tubuh ini bisa protes, mungkin dia teriak, “Mas aku butuh rebahan, plis!”.

Setelah lulus PPG, saya diterima di sekolah swasta di Surabaya. Tapi karena sekolah di Rembang itu sistemnya boarding, saya masih tetap ngajar di sana tiap Minggu. Jadi Senin sampai Sabtu saya ngajar di Surabaya, Minggu ngajar di Rembang. Rumah saya di Tuban. Total tiga kota saya lakoni setiap minggu selama kurang lebih dua tahun. Dan akhirnya, Oktober 2025, saya resmi jadi ASN PPPK. Rasanya campur aduk antara lega, haru, dan rasa ingin tidur tiga hari tiga malam tanpa gangguan. Tapi ketika saya buka TikTok, eh, muncul lagi debat soal PPPK dan PNS. Ada yang menulis “PPPK itu ASN rasa kontrak”, ada yang nyinyir “ASN abal-abal”. Di situ saya cuma bisa geleng kepala dan bergumam pelan, “Amsyooong, orang kok suka sekali merendahkan yang tidak mereka pahami.”

Padahal, di balik status PPPK itu, ada banyak kisah perjuangan. Ada yang bertahun-tahun jadi guru honorer dengan gaji tak sampai seperempat UMR. Ada yang rela meninggalkan keluarga demi mengajar di pelosok. Dan ada juga seperti saya yang tidak punya hari libur demi menempuh PPG sambil mengajar.

Saya tidak menuntut disamakan dengan PNS. Tapi rasanya sedih melihat sesama ASN saling sindir, saling menjatuhkan, seolah sedang lomba siapa yang lebih layak disebut “abdi negara sejati.” Padahal, bukankah tujuan akhirnya sama? Sama-sama mengabdi untuk negeri, sama-sama mendidik anak bangsa.

Bagi saya, PPPK bukan status rendah. Ia adalah symbol perjuangan. Sebuah tanda bahwa tidak semua orang yang tidak jadi PNS itu kalah. Kami hanya menempuh jalur berbeda, tapi tetap dengan niat dan dedikasi yang sama.

Jadi, buat yang masih sibuk berdebat di kolom komentar TikTok, mungkin ada baiknya jeda sebentar. Hirup udara, matikan ponsel, dan pikirkan: di balik seragam PPPK itu, ada keringat, waktu, dan pengorbanan yang tidak sempat viral.

Karena pada akhirnya, ASN sejati tidak diukur dari status, tapi dari seberapa tulus ia bekerja. Dan kalau keikhlasan masih harus disetarakan lewat golongan, ya sudah…

Amsyoong saja logika kita. [T]

Penulis: Mochamad Rifa’i
Editor: Adnyana Ole

Tags: ASNPNS
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kampusku Sarang Hantu [42]: Transaksi Keris Berubah Miris

Next Post

Tarot dan  Psikologi: Antara Simbol, Validasi Emosi, dan Bias Kognitif

Mochamad Rifa’i

Mochamad Rifa’i

Seorang guru PJOK biasa aja di sebuah sekolah pinggiran kabupaten kecil Tuban, Jawa Timur, yang suka sedikit menulis ketika gabut saja dan mood-moodan. Kepoin saya di TikTok: @pak.arpjok

Related Posts

Siapa yang Berhak Menentukan Kebebasan Tubuh Perempuan? —-[Menanggapi Tulisan Surfian Rahmat AP]

by Early NHS
July 20, 2026
0
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!

SEJAK dulu, tubuh perempuan selalu menjadi objek analisis dan justifikasi orang lain. Kita sering mendengar komentar terhadap cara seorang perempuan...

Read moreDetails

Trauma KUD dan Hasrat Politik 2029 Lewat KDMP

by Chusmeru
July 20, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

POLEMIK seputar Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) hingga kini belum juga surut. Namun the show must go on. Program andalan...

Read moreDetails

Nasib Antek-Antek Ronaldo dan Real Madrid di Piala Dunia 2026

by Rusdy Ulu
July 20, 2026
0
Nasib Antek-Antek Ronaldo dan Real Madrid di Piala Dunia 2026

ISTILAH antek-antek Ronaldo bukan saya yang bikin. Saya mencurinya dari unggahan akun virdian_aurellio di media sosial. Waktu Argentina comeback melawan...

Read moreDetails

Krisis Baru Abad 21: Ketika Mesin Berpikir, Manusia Berhenti Merenung?

by Hairunnisa Br. Sagala
July 19, 2026
0
Krisis Baru Abad 21: Ketika Mesin Berpikir, Manusia Berhenti Merenung?

KONON, yang membedakan manusia dari makhluk lain bukan semata kemampuan berbicara, melainkan kemampuan merenung. Dari renungan lahir kebijaksanaan. Dari kebijaksanaan...

Read moreDetails

Langsung ke Intinya: Siapa Juara Piala Dunia?

by Nur Inayah Yushar
July 19, 2026
0
Gelar Langit, Gaji Bumi: Gelar Mentereng tapi Dompet Kering, Rahasia Dapur Dosen yang Akhirnya Dibongkar di MK

BAGI kelompok orang yang tidak mengikuti sepak bola, riuh rendah Piala Dunia sering kali terasa seperti latar belakang suara yang...

Read moreDetails

Bangkitlah Bali: Kesadaran Selalu Dimulai dari Keberanian Mengakui Kenyataan

by Agung Sudarsa
July 19, 2026
0
Bangkitlah Bali: Kesadaran Selalu Dimulai dari Keberanian Mengakui Kenyataan

"People will do anything, no matter how absurd, in order to avoid facing their own souls." Manusia rela melakukan apa...

Read moreDetails

Dari Stres Jadi Rileks: Menjadikan Musik Sebagai Pertolongan Pertama Emosi

by Muhammad Syahrul Wafda
July 19, 2026
0
Mengapa Desain ‘User Interface’ Aplikasi Meditasi Selalu Bernuansa Pastel?

MENGINGAT banyaknya pengguna media sosial saat ini, orang-orang gemar membagikan musik yang mereka dengarkan di platform seperti Instagram, WhatsApp, dan...

Read moreDetails

Kepemimpinan Transformasional sebagai Jantung Kebijakan Publik dan Komunikasi Politik Modern

by Jerry Indrawan
July 16, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

TANTANGAN birokrasi di era disrupsi global saat ini menuntut perubahan fundamental dalam paradigma pengelolaan pemerintahan dan cara pemimpin berinteraksi dengan...

Read moreDetails

Dunia adalah Cermin Kesadaran Manusia

by Agung Sudarsa
July 16, 2026
0
Dunia adalah Cermin Kesadaran Manusia

Kita Melihat Dunia Sebagaimana Diri Kita Mengamati perilaku sang istri selama belasan tahun sebagai guru TK, saya punya ungkapan: Seorang...

Read moreDetails

Satu Bahasa Dua Realitas: Mengapa Roy Suryo dan Jokowi Mustahil Saling Memahami?

by Nur Inayah Yushar
July 16, 2026
0
Gelar Langit, Gaji Bumi: Gelar Mentereng tapi Dompet Kering, Rahasia Dapur Dosen yang Akhirnya Dibongkar di MK

DALAM panggung politik kontemporer Indonesia, perseteruan antara mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, Roy Suryo, dan mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi)...

Read moreDetails
Next Post
“Self-Diagnosis” atau “Self-Awareness”?:  Navigasi Kesehatan Mental di Era TikTok dan Instagram

Tarot dan  Psikologi: Antara Simbol, Validasi Emosi, dan Bias Kognitif

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Praticaya, Ketika Sang Dasamuka Berbalik Menatap Kita  —Catatan Baleganjur Duta Karangasem di Pesta Kesenian Bali 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Sastra Masuk Kurikulum: Guru Menjadi Kunci Penguatan Literasi di Sekolah
Khas

Sastra Masuk Kurikulum: Guru Menjadi Kunci Penguatan Literasi di Sekolah

PROGRAM Sastra Masuk Kurikulum menjadi salah satu isu penting yang mengemuka dalam rangkaian Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun...

by Nyoman Budarsana
July 21, 2026
“Di Bawah Pohon Sukun”, Teater Selem Putih Menghidupkan Kembali Pergulatan Lahirnya Pancasila
Panggung

“Di Bawah Pohon Sukun”, Teater Selem Putih Menghidupkan Kembali Pergulatan Lahirnya Pancasila

TEATER Selem Putih kembali menunjukkan kekuatan estetikanya dalam Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026. Melalui pementasan Di Bawah...

by Nyoman Budarsana
July 21, 2026
Ketua DPRD Kabupaten Buleleng Berikan Catatan Penting Mengenai Postur APBD serta Fenomena Pencatatan SiLPA
Pemerintahan

Ketua DPRD Kabupaten Buleleng Berikan Catatan Penting Mengenai Postur APBD serta Fenomena Pencatatan SiLPA

SINGARAJA | TATKALA.CO -- Ketua DPRD Kabupaten Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan penting mengenai postur APBD serta fenomena pencatatan...

by tatkala
July 20, 2026
Tubuh yang Dilukiskan, Tak Pernah Dimiliki —Membaca “Agem Ni Pollok” dalam Parade Monolog Festival Seni Bali Jani 2026
Ulas Pentas

Tubuh yang Dilukiskan, Tak Pernah Dimiliki —Membaca “Agem Ni Pollok” dalam Parade Monolog Festival Seni Bali Jani 2026

PARADE Monolog dalam Festival Seni Bali Jani 2016 yang digelar pada 14 Juli  di Gedung Ksirarnawa, dibuka pukul 17.00 Wita,...

by Satria Aditya
July 20, 2026
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!
Esai

Siapa yang Berhak Menentukan Kebebasan Tubuh Perempuan? —-[Menanggapi Tulisan Surfian Rahmat AP]

SEJAK dulu, tubuh perempuan selalu menjadi objek analisis dan justifikasi orang lain. Kita sering mendengar komentar terhadap cara seorang perempuan...

by Early NHS
July 20, 2026
Membangun Buleleng, Membangun Ingatan Sejarah dan Membangun Masa Depan Kota dari Kawasan Titik Nol Singaraja
Opini

Potensi Ekonomi yang Menguap di Titik 0 Singaraja

PADA awal tahun 2026, sebuah proyek bernilai fantastis menjadi bahan perbincangan hangat di kalangan masyarakat Buleleng. Nama proyek itu sebenarnya...

by I Gede Sena Putrawan
July 20, 2026
Ketika Barang Bekas Menjelma Produk Bernilai Guna di Pameran Kreativitas Ignite Fest Kesbam 2026
Khas

Ketika Barang Bekas Menjelma Produk Bernilai Guna di Pameran Kreativitas Ignite Fest Kesbam 2026

KALA itu, pada hari keempat Ignite Fest, Kamis, 16 Juli 2026, kawasan di depan aula hingga halaman SMKS Kesehatan Bali...

by Dede Putra Wiguna
July 20, 2026
Genesis: Rahim Bumi, Rahim Kehidupan —[Membaca Karya Keramik Ida Ayu Gede Artayani]
Ulas Rupa

Genesis: Rahim Bumi, Rahim Kehidupan —[Membaca Karya Keramik Ida Ayu Gede Artayani]

"Kita tidak mewarisi bumi dari leluhur. Kita meminjamnya dari anak cucu." Kalimat yang sering dikutip dalam berbagai diskusi lingkungan itu...

by Angga Wijaya
July 20, 2026
Anak Sang Zaman —[Tafsir ‘Child in Time’ dari Deep Purple]
Ulas Musik

Anak Sang Zaman —[Tafsir ‘Child in Time’ dari Deep Purple]

DALAM musik rock, ada lagu-lagu yang tidak hanya didengar, tetapi direnungkan. Salah satunya adalah Child in Time dari band legendaris...

by Ahmad Sihabudin
July 20, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Trauma KUD dan Hasrat Politik 2029 Lewat KDMP

POLEMIK seputar Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) hingga kini belum juga surut. Namun the show must go on. Program andalan...

by Chusmeru
July 20, 2026
Nasib Antek-Antek Ronaldo dan Real Madrid di Piala Dunia 2026
Esai

Nasib Antek-Antek Ronaldo dan Real Madrid di Piala Dunia 2026

ISTILAH antek-antek Ronaldo bukan saya yang bikin. Saya mencurinya dari unggahan akun virdian_aurellio di media sosial. Waktu Argentina comeback melawan...

by Rusdy Ulu
July 20, 2026
Menelisik Napas Puisi di Bali, Ketika Kata-Kata Bertahan Melawan Zaman
Khas

Menelisik Napas Puisi di Bali, Ketika Kata-Kata Bertahan Melawan Zaman

DI Beranda Pustaka Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII tahun 2026 yang dipenuhi percakapan hangat pada Sabtu (18/7), para penyair...

by Nyoman Budarsana
July 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co