24 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Dasa Wara, Reinkarnasi, dan Past Life

Agung Sudarsa by Agung Sudarsa
November 15, 2025
in Esai
Dasa Wara, Reinkarnasi, dan Past Life

Ilustrasi tatkala.co | Canva

Di Bali, seorang anak yang lahir tidak dilihat sebagai makhluk baru tanpa masa lalu. Ia adalah atma—jiwa abadi yang memasuki tubuh untuk kembali belajar dan menyempurnakan diri menuju kesadaran tertinggi. Oleh karena itu, saat bayi lahir, keluarga Bali tidak hanya memberi nama atau menyelenggarakan upacara, tapi juga mencermati hari kelahirannya, salah satunya melalui sistem wariga, yakni Dasa Wara.

Berbeda dengan pandangan barat yang berakar pada gagasan tabula rasa atau “kertas putih” dari John Locke—yakni bahwa anak dilahirkan tanpa sifat, hanya akan dibentuk oleh lingkungan—filsafat Hindu melihat manusia sebagai pembawa warisan batin yang melampaui satu kehidupan. Dalam Bhagavad Gītā (2:13), dinyatakan bahwa:

“Masa kecil, dewasa, pun masa tua adalah “kejadian-kejadian” yang terjadi pada badan yang dihuni Jiwa. Kemudian, setelah meninggalkan badan lama, Jiwa memperoleh badan baru. Para bijak tidak pernah meragukan hal ini atau terbingungkan olehnya.” (Anand Krishna, 2016)

Dasa Wara sebagai Cetak Biru Kelahiran Jiwa

Sepuluh Jalan Watak Jiwa

Berikut adalah sepuluh unsur dalam Dasa Wara, masing-masing mencerminkan kualitas simbolik dan arah pengembangan watak:

  1. Pandita – Melambangkan kebijaksanaan dan kecenderungan spiritual. Mereka yang lahir di bawah pengaruh ini cenderung introspektif, suka belajar, dan tertarik pada nilai-nilai luhur.
  2. Pati – Mengandung unsur pelepasan dan kematian. Sifatnya tajam, kuat, kadang ekstrem. Bila tidak dibimbing, dapat menjadi keras atau kaku.
  3. Suka – Berarti kebahagiaan. Jiwa yang ceria, mudah bersahabat, dan penuh antusiasme. Namun kadang bisa abai terhadap kedalaman.
  4. Duka – Simbol kesedihan dan kontemplasi. Sering lahir perasaan empatik, puitis, dan sensitif.
  5. Sri – Dewi kemakmuran. Mereka yang lahir dalam Sri sering membawa berkah bagi sekitarnya: rezeki, keindahan, dan kedamaian.
  6. Manu – Leluhur manusia agung. Mengandung sifat pelindung, penuh tanggung jawab, dan etis.
  7. Manusa – Manusia biasa. Cenderung sederhana, realistis, bisa beradaptasi. Mereka adalah jembatan antara tinggi dan rendah.
  8. Raja – Simbol kuasa dan kepemimpinan. Cenderung dominan, visioner, tapi bisa keras jika tidak disadarkan.
  9. Dewa – Simbol pencerahan. Jiwa yang lembut, penyayang, dan mengarah pada nilai-nilai luhur transendental.
  10. Raksasa – Energi besar yang kasar namun potensial. Bila diarahkan, ia menjadi pelindung dan inovator; jika dibiarkan, bisa merusak dan merugikan.

Dasa Wara, sebagai sistem sepuluh watak dalam kalender Bali, bukanlah sistem ramalan tak berdasar. Ia menjadi sarana untuk membaca cetak biru dari perjalanan jiwa dalam kelahiran ini. Misalnya, mereka yang lahir dalam pengaruh Pandita diyakini membawa bekas-bekas spiritualitas dari kehidupan lampau—mungkin seorang penyepi, guru, atau pemuja. Sebaliknya, kelahiran dalam Raksasa bisa menandakan sisa energi kuat, agresif, atau trauma dari kehidupan sebelumnya yang belum terselesaikan.

Menurut Bambang Gede Rawi, penulis Kalender Bali dan Wariga Nusantara, bahwa Dasa Wara bukan menilai seseorang dari tampilan luar, tapi membaca jejak langkah jiwa. Ini yang tidak dimiliki teori barat seperti tabula rasa.

Ian Stevenson dan Bukti Ilmiah Reinkarnasi

Ilmuwan barat seperti Dr. Ian Stevenson, profesor psikiatri dari University of Virginia, telah mendokumentasikan lebih dari 2.500 kasus anak-anak yang mengingat kehidupan lampau. Ia menyelidiki kesaksian anak-anak dari India, Sri Lanka, Lebanon, hingga Alaska—dan menemukan bahwa banyak dari mereka mengingat detail kehidupan sebelumnya dengan akurat, bahkan menunjukkan bekas luka lahir atau kebiasaan yang sesuai dengan “identitas lampau” mereka.

Salah satu contohnya adalah kasus Swarnlata Mishra dari India, yang pada usia tiga tahun dapat menyebut nama desa, anggota keluarga, bahkan lagu-lagu yang tidak pernah diajarkan padanya dalam kehidupan kini. Penelitian Stevenson memberikan kredibilitas ilmiah pada keyakinan reinkarnasi yang selama ini diyakini oleh agama-agama timur, termasuk Hindu.

Stevenson menyimpulkan bahwa anak bukanlah lembaran kosong, melainkan “pembawa memori bawah sadar yang melekat kuat pada kesadaran mereka”. Dalam hal ini, pemikiran Stevenson sejajar dengan pemahaman wariga Bali: bahwa setiap anak lahir membawa watak, karma, dan arah hidup tertentu.

Kembali ke Akar: Jiwa yang Diarahkan, Bukan Dibentuk

Sistem pendidikan dan pengasuhan di Barat, yang terlalu menekankan bahwa anak harus “dibentuk”, kerap mengabaikan potensi unik jiwa yang sudah ada sejak lahir. Dalam tradisi Hindu-Bali, tugas orang tua bukan mencetak anak sesuai selera sosial, melainkan mengantar dan mengarahkan jiwa sesuai garis dharma-nya.

Seorang anak dengan pengaruh Pati, misalnya, bisa menunjukkan sikap pendiam, penuh intuisi, dan cenderung menyendiri. Jika diasuh dengan penuh pengertian spiritual, ia bisa tumbuh menjadi pemikir besar atau pertapa modern. Namun jika dipaksa mengikuti arus eksternal, ia bisa terasing dari jati dirinya.

Dasa Wara, dalam konteks ini, bukan label pembatas, tetapi cermin awal bagi pembimbingan diri. Ia membantu masyarakat mengenali peran jiwa dalam tatanan semesta sejak dini.

Anak Bukan Kertas Kosong, Tapi Cahaya yang Datang Kembali

Dalam kosmologi Hindu, kehidupan bukan awal atau akhir. Ia hanya jembatan dari satu pembelajaran ke pembelajaran lain. Anak bukanlah proyek orang tua, bukan pula eksperimen sosial. Ia adalah penjelajah waktu, yang membawa cahaya dan bayang masa lampau. Dasa Wara memberi kita alat untuk menghormati perjalanan jiwa ini. Wariga bukan alat untuk menentukan siapa yang hebat, tapi untuk mengenali siapa kita dalam perjalanan kembali menuju kesadaran yang lebih tinggi. [T]

Penulis: Agung Sudarsa
Editor: Adnyana Ole

Tags: balihinduHindu Balireinkarnasi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Nilon dan Filsafat Tukang Jagal | Cerpen Rasyid Yudhistira

Next Post

Pentingkah Pendidikan Tinggi bagi Wanita?

Agung Sudarsa

Agung Sudarsa

Agung Sudarsa, SE, SH, MH adalah Wakil Ketua Prajaniti Hindu Indonesia Provinsi Bali bidang Sosial Budaya, Direktur LBH Manusia Merdeka, jurnalis indonesiaexpose.co.id, dan kandidat doktor di UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar dengan disertasi: Inner Peace, Communal Love, Global Harmony: Yoga, Meditasi, dan Visi Anand Krishna tentang One Earth, One Sky, One Humankind

Related Posts

‘Janji-janji Jepang’

by Angga Wijaya
April 23, 2026
0
‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

Read moreDetails

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

by Chusmeru
April 23, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

Read moreDetails

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
0
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

Read moreDetails

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
0
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

Read moreDetails

Kartini Hari Ini, Pertanyaan yang Belum Selesai

by Petrus Imam Prawoto Jati
April 21, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BULAN April, kita kembali secara khidmat mengingat nama Raden Ajeng Kartini dengan penuh hormat. Tentu saja karena jasa beliau yang...

Read moreDetails

NATO: No Action, Talk Only ─Ketika Wacana Menjadi Pelarian dari Tindakan

by Dede Putra Wiguna
April 20, 2026
0
NATO: No Action, Talk Only ─Ketika Wacana Menjadi Pelarian dari Tindakan

PERNAHKAH Anda menjumpai situasi di mana sebuah persoalan dibicarakan berulang-ulang, diperdebatkan panjang lebar, bahkan diposting di berbagai platform, namun tidak...

Read moreDetails

Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

by Agung Sudarsa
April 20, 2026
0
Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

SETIAP peringatan Raden Ajeng Kartini sering kali berhenti pada simbol: kebaya, kutipan surat, dan narasi emansipasi yang diulang. Namun jika...

Read moreDetails

Mungkinkah Budaya Adiluhung Baduy Rusak karena Pengaruh Digitalisasi dan Destinasi Wisata?

by Asep Kurnia
April 20, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

KITA dan siapa pun, akan begitu tercengang dengan berbagai perubahan fisik (lingkungan geografis) yang begitu cepat serta sporadis termasuk perubahan...

Read moreDetails

Tantangan Pariwisata Bali Utara dalam Paradigma Baru Industri Pariwisata

by Jro Gde Sudibya
April 20, 2026
0
Tantangan Pariwisata Bali Utara dalam Paradigma Baru Industri Pariwisata

Paradigma Baru Industri Pariwisata Pasca Pandemi Covid-19 yang meluluhlantakkan perekonomian Bali, Industri Pariwisata Bali "mati suri", tumbuh negatif 9,3 persen...

Read moreDetails

Kata- kata pada Puisi ‘Hatiku Selembar Daun’ Karya Sapardi Djoko Damono, Bukan Makna Sebenarnya

by Cindy May Siagian
April 19, 2026
0
Kata- kata pada Puisi ‘Hatiku Selembar Daun’ Karya Sapardi Djoko Damono, Bukan Makna Sebenarnya

MENURUT Suarta dan Dwipaya (2022:10), karya sastra adalah wadah untuk menuangkan gagasan dan kreativitas dari seseorang untuk mengajak pembaca mendiskusikan...

Read moreDetails
Next Post
“Self-Diagnosis” atau “Self-Awareness”?:  Navigasi Kesehatan Mental di Era TikTok dan Instagram

Pentingkah Pendidikan Tinggi bagi Wanita?

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi
Esai

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil
Lingkungan

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

by Son Lomri
April 21, 2026
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan
Persona

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co