12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Dasa Wara, Reinkarnasi, dan Past Life

Agung Sudarsa by Agung Sudarsa
November 15, 2025
in Esai
Dasa Wara, Reinkarnasi, dan Past Life

Ilustrasi tatkala.co | Canva

Di Bali, seorang anak yang lahir tidak dilihat sebagai makhluk baru tanpa masa lalu. Ia adalah atma—jiwa abadi yang memasuki tubuh untuk kembali belajar dan menyempurnakan diri menuju kesadaran tertinggi. Oleh karena itu, saat bayi lahir, keluarga Bali tidak hanya memberi nama atau menyelenggarakan upacara, tapi juga mencermati hari kelahirannya, salah satunya melalui sistem wariga, yakni Dasa Wara.

Berbeda dengan pandangan barat yang berakar pada gagasan tabula rasa atau “kertas putih” dari John Locke—yakni bahwa anak dilahirkan tanpa sifat, hanya akan dibentuk oleh lingkungan—filsafat Hindu melihat manusia sebagai pembawa warisan batin yang melampaui satu kehidupan. Dalam Bhagavad Gītā (2:13), dinyatakan bahwa:

“Masa kecil, dewasa, pun masa tua adalah “kejadian-kejadian” yang terjadi pada badan yang dihuni Jiwa. Kemudian, setelah meninggalkan badan lama, Jiwa memperoleh badan baru. Para bijak tidak pernah meragukan hal ini atau terbingungkan olehnya.” (Anand Krishna, 2016)

Dasa Wara sebagai Cetak Biru Kelahiran Jiwa

Sepuluh Jalan Watak Jiwa

Berikut adalah sepuluh unsur dalam Dasa Wara, masing-masing mencerminkan kualitas simbolik dan arah pengembangan watak:

  1. Pandita – Melambangkan kebijaksanaan dan kecenderungan spiritual. Mereka yang lahir di bawah pengaruh ini cenderung introspektif, suka belajar, dan tertarik pada nilai-nilai luhur.
  2. Pati – Mengandung unsur pelepasan dan kematian. Sifatnya tajam, kuat, kadang ekstrem. Bila tidak dibimbing, dapat menjadi keras atau kaku.
  3. Suka – Berarti kebahagiaan. Jiwa yang ceria, mudah bersahabat, dan penuh antusiasme. Namun kadang bisa abai terhadap kedalaman.
  4. Duka – Simbol kesedihan dan kontemplasi. Sering lahir perasaan empatik, puitis, dan sensitif.
  5. Sri – Dewi kemakmuran. Mereka yang lahir dalam Sri sering membawa berkah bagi sekitarnya: rezeki, keindahan, dan kedamaian.
  6. Manu – Leluhur manusia agung. Mengandung sifat pelindung, penuh tanggung jawab, dan etis.
  7. Manusa – Manusia biasa. Cenderung sederhana, realistis, bisa beradaptasi. Mereka adalah jembatan antara tinggi dan rendah.
  8. Raja – Simbol kuasa dan kepemimpinan. Cenderung dominan, visioner, tapi bisa keras jika tidak disadarkan.
  9. Dewa – Simbol pencerahan. Jiwa yang lembut, penyayang, dan mengarah pada nilai-nilai luhur transendental.
  10. Raksasa – Energi besar yang kasar namun potensial. Bila diarahkan, ia menjadi pelindung dan inovator; jika dibiarkan, bisa merusak dan merugikan.

Dasa Wara, sebagai sistem sepuluh watak dalam kalender Bali, bukanlah sistem ramalan tak berdasar. Ia menjadi sarana untuk membaca cetak biru dari perjalanan jiwa dalam kelahiran ini. Misalnya, mereka yang lahir dalam pengaruh Pandita diyakini membawa bekas-bekas spiritualitas dari kehidupan lampau—mungkin seorang penyepi, guru, atau pemuja. Sebaliknya, kelahiran dalam Raksasa bisa menandakan sisa energi kuat, agresif, atau trauma dari kehidupan sebelumnya yang belum terselesaikan.

Menurut Bambang Gede Rawi, penulis Kalender Bali dan Wariga Nusantara, bahwa Dasa Wara bukan menilai seseorang dari tampilan luar, tapi membaca jejak langkah jiwa. Ini yang tidak dimiliki teori barat seperti tabula rasa.

Ian Stevenson dan Bukti Ilmiah Reinkarnasi

Ilmuwan barat seperti Dr. Ian Stevenson, profesor psikiatri dari University of Virginia, telah mendokumentasikan lebih dari 2.500 kasus anak-anak yang mengingat kehidupan lampau. Ia menyelidiki kesaksian anak-anak dari India, Sri Lanka, Lebanon, hingga Alaska—dan menemukan bahwa banyak dari mereka mengingat detail kehidupan sebelumnya dengan akurat, bahkan menunjukkan bekas luka lahir atau kebiasaan yang sesuai dengan “identitas lampau” mereka.

Salah satu contohnya adalah kasus Swarnlata Mishra dari India, yang pada usia tiga tahun dapat menyebut nama desa, anggota keluarga, bahkan lagu-lagu yang tidak pernah diajarkan padanya dalam kehidupan kini. Penelitian Stevenson memberikan kredibilitas ilmiah pada keyakinan reinkarnasi yang selama ini diyakini oleh agama-agama timur, termasuk Hindu.

Stevenson menyimpulkan bahwa anak bukanlah lembaran kosong, melainkan “pembawa memori bawah sadar yang melekat kuat pada kesadaran mereka”. Dalam hal ini, pemikiran Stevenson sejajar dengan pemahaman wariga Bali: bahwa setiap anak lahir membawa watak, karma, dan arah hidup tertentu.

Kembali ke Akar: Jiwa yang Diarahkan, Bukan Dibentuk

Sistem pendidikan dan pengasuhan di Barat, yang terlalu menekankan bahwa anak harus “dibentuk”, kerap mengabaikan potensi unik jiwa yang sudah ada sejak lahir. Dalam tradisi Hindu-Bali, tugas orang tua bukan mencetak anak sesuai selera sosial, melainkan mengantar dan mengarahkan jiwa sesuai garis dharma-nya.

Seorang anak dengan pengaruh Pati, misalnya, bisa menunjukkan sikap pendiam, penuh intuisi, dan cenderung menyendiri. Jika diasuh dengan penuh pengertian spiritual, ia bisa tumbuh menjadi pemikir besar atau pertapa modern. Namun jika dipaksa mengikuti arus eksternal, ia bisa terasing dari jati dirinya.

Dasa Wara, dalam konteks ini, bukan label pembatas, tetapi cermin awal bagi pembimbingan diri. Ia membantu masyarakat mengenali peran jiwa dalam tatanan semesta sejak dini.

Anak Bukan Kertas Kosong, Tapi Cahaya yang Datang Kembali

Dalam kosmologi Hindu, kehidupan bukan awal atau akhir. Ia hanya jembatan dari satu pembelajaran ke pembelajaran lain. Anak bukanlah proyek orang tua, bukan pula eksperimen sosial. Ia adalah penjelajah waktu, yang membawa cahaya dan bayang masa lampau. Dasa Wara memberi kita alat untuk menghormati perjalanan jiwa ini. Wariga bukan alat untuk menentukan siapa yang hebat, tapi untuk mengenali siapa kita dalam perjalanan kembali menuju kesadaran yang lebih tinggi. [T]

Penulis: Agung Sudarsa
Editor: Adnyana Ole

Tags: balihinduHindu Balireinkarnasi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Nilon dan Filsafat Tukang Jagal | Cerpen Rasyid Yudhistira

Next Post

Pentingkah Pendidikan Tinggi bagi Wanita?

Agung Sudarsa

Agung Sudarsa

Agung Sudarsa, SE, SH, MH adalah Wakil Ketua Prajaniti Hindu Indonesia Provinsi Bali bidang Sosial Budaya, Direktur LBH Manusia Merdeka, jurnalis indonesiaexpose.co.id, dan kandidat doktor di UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar dengan disertasi: Inner Peace, Communal Love, Global Harmony: Yoga, Meditasi, dan Visi Anand Krishna tentang One Earth, One Sky, One Humankind

Related Posts

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

by Sugi Lanus
September 12, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

Read moreDetails

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

Read moreDetails

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

Read moreDetails

Kita Salah Menghitung Kesunyian

by Angga Wijaya
September 10, 2026
0
Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

Read moreDetails

Tubuh yang Saya Suruh Begadang

by Angga Wijaya
September 9, 2026
0
Tubuh yang Saya Suruh Begadang

SELAMA kira-kira sepuluh tahun terakhir, saya punya kebiasaan yang barangkali tidak terlalu baik bagi tubuh, yakni, begadang. Saya menulis pada...

Read moreDetails

Hari Olahraga Nasional: Dari Lapangan ke FYP, dari Medali ke “Endorse”

by Chusmeru
September 9, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

SEPULUH hingga dua puluh tahun silam perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tanggal 9 September identik dengan kegiatan senam di lapangan....

Read moreDetails

Kepemimpinan Feminis sebagai Strategi Rekonsiliasi Sosial di Tengah Polarisasi Politik

by Jerry Indrawan
September 8, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

POLARISASI politik yang menguat dalam konteks demokrasi kontemporer telah memicu fragmentasi sosial yang sangat mengkhawatirkan di berbagai belahan dunia, termasuk...

Read moreDetails

Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

by Wayan Gde Yudane
September 7, 2026
0
Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

SELAMAT datang di era di mana kedalaman berpikir resmi digantikan oleh kecepatan reaksi. Sebuah masa yang sangat efisien, di mana...

Read moreDetails

Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

by Adwan SA
September 6, 2026
0
Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

JAUH sebelum Tuan Gubernur mendorong pengadaan puluhan unit motor trail sebab helikopter kebanggaannya kewalahan dalam menangani kebakaran hutan dan lahan,...

Read moreDetails

Jangan-Jangan Kita Semua Mbah Darmi, 25 Ribu Hari ini, 10 Juta Esok Hari

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 5, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BAGI Mbah Darmi, KTP mungkin hanyalah kartu identitas. Benda kecil yang disimpan di dompet atau tempat aman, diperlukan ketika mengurus...

Read moreDetails
Next Post
“Self-Diagnosis” atau “Self-Awareness”?:  Navigasi Kesehatan Mental di Era TikTok dan Instagram

Pentingkah Pendidikan Tinggi bagi Wanita?

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

by Sugi Lanus
September 12, 2026
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Ulas Buku

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak
Panggung

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya
Puisi

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co