24 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

ISI Bali Perkenalkan Melukis Wayang Kamasan di Media Plexsiglas dan Pot Gerabah Kepada Anak-anak anak Sanggar Sinar Pande Kamasan Klungkung

Nyoman Budarsana by Nyoman Budarsana
November 6, 2025
in Khas
ISI Bali Perkenalkan Melukis Wayang Kamasan di Media Plexsiglas dan Pot Gerabah Kepada Anak-anak anak Sanggar Sinar Pande Kamasan Klungkung

Dosen ISI Bali bersama anak-anak Sanggar Sinar Pande Kamasan Klungkung

Jika jalan-jalan ke Desa Kamasaan, Klungkung – Bali, jangan kaget kalau menemukan anak-anak yang biasa melukis Wayang gaya Kamasan. Itu sudah menjadi keseharian mereka yang konon, sudah dilakukan secara turun temurun. Namun, pemandangan itu menjadi lebih menarik, saat mereka melukis Wayang Kamawan di dalam media plexsiglas dan pot gerabah. Itu memang pengalaman baru bagi mereka, sehingga mereka lebih bebas dan menyenangkan.

Melukis Wayang Kamasan di Media Plexsiglas dan Pot Gerabah itu diperkenalkan oleh Mahasiswa dan dosen Program Studi Tata Kelola Seni Pascasarjana Institut Seni Indonesia (ISI) Bali, pada saat melakukan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), beberapa waktu lalu. Kampus seni di Bali ini mengajak anak-anak pelukis Wayang Kamasan dengan bentuk lain. Artinya, lukisan wayang yang biasa dibuat di dalam kanvas, kini dibuat dalam media berbeda.

Kegiatan tersebut langsung mendapat apresiasi dari anak-anak Sanggar Sinar Pande Kamasan Klungkung. Mereka menjadi lebih senang dan bebas berekspresi serta berkreasi untuk menghasilkan karya seni. Apalagi, dalam penyampaian materi dikemas dengan penyertaan storytelling menarik. “Melalui Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), kami ingin menawarkan solosi atas persoalan kejenuhan peserta didik melukis dan mewarnai khusus anak-anak di Sanggar Sinar Pande Kamasan Klungkung,” kata Ketua PKM, Dr. I Wayan Setem, S.Sn., M.Sn, Senin 3 November 2025.

Pelatihan yang dilakukan sekitar 12 bulan itu, melibatkan dosen sebagai anggota, seperti Drs. Gede Yosef Tjokropramono, M.Si, I Made Ade Candra Kusuma dan I Komang Aryawan, serta dibantu oleh beberapa mahasiswa seni.

Pusat seni lukis tradisional Bali

Desa Kamasan Klungkung Bali memang sebagai pusat berbagai kerajinan, berupa lukisan klasik wayang Kamasan yang merupakan ciri khas dan sekaligus andalan Desa Kamasan. Karya seni itu, bahkan sudah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda oleh UNESCO. Seni lukis klasik wayang Kamasan dilakukan secara turun temurun yang dilakukan dengan meniru dari warisan leluhur. Maka tak heran, di Desa Kamasan lahir para maestro dan seniman yang menekuni seni lukis wayang Kamasan.

Di desa tersebut juga bertebaran art shop, dan rumah-rumah pengerajin, serta sanggar-sanggar untuk belajar melukis dan mewarnai. Anak-anak tingkat SD hingga SMP dari berbagai desa berdatangan untuk belajar melukis dan mewarnai pada sanggar-sanggar yang ada di sana. Salah satu sanggar yang masih eksis adalah Sanggar Sinar Pande yang berada di Banjar Pande, Desa Kamasan, Kecamatan Klungkung. Sanggar ini masih menyelenggarakan program pendidikan nonformal, meskipun dalam pelaksanaannya masih menghadapi berbagai kendala.

Dosen ISI Bali bersama anak-anak Sanggar Sinar Pande Kamasan Klungkung

Pemilik sanggar, I Wayan Pande Sumantra, merupakan pelukis sekaligus penjual produk lukisan klasik wayang Kamasan, kemudian tergerak untuk melestarikannya dengan mendirikan sanggar seni yang bernama Sanggar Sinar Pande pada 9 Februari 2019. Dalam melaksanakan aktivitasnya sanggar tidak memungut biaya apa pun, semua kebutuhan pembelajaran seperti kertas dan pensil disiapkan oleh pihak sanggar. Walau demikian, anak-anak ini sering mengikuti perlombaan yang diselenggarakan pihak kabupaten maupun provinsi.

“Masalah utama yang dihadapi oleh Sanggar Sinar Pande, banyak anak yang merasa bosan dengan aktivitas menggambar yang hanya seperti itu-itu saja. Media pembelajaran berupa media gambar yang diprint kemudian ditiru dalam proses melukis di atas permukaan buku gambar,” ungkap Setem sembara mengaku ini menjadi alasan melakukan PKM di desa tersebut.

Mengembangkan pembelajaran seni lukis wayang Kamasan

Proses pembuatan gambar seperti ini, setelah menguasai materi dasar, anak-anak peserta les merasa jenuh, dan membosankan. Mereka kurang mendapatkan alternatif media dan bahan melukis serta mewarnai, sehingga beberapa dari mereka berhenti les karena rasa jenuh. “Mereka merasa jenuh, karena hanya mewarnai media gambar wayang yang diprint pada kertas, tidak ada kebebasan berkreasi, serta penyampaian materi pembelajaran kurang menarik. Ini yang membuat anak-anak merasa bosan, sehingga malas mengikuti pebelajar,” alasnya.

Karena itulah, mahasiswa dan dosen Program Studi Tata Kelola Seni Pascasarjana ISI Bali melakukan PKM untuk memberikan penawaran penggunaan bahan alternatif, kebebasan berekspresi, dan penyampaian materi yang lebih menarik agar pembelajaran menyenangkan. “Kami mengajak anak-anak melukis Wayang Kamasan dengan menggunakan media alternatif berupa plexsiglas dan pot gerabah. Metodenya, menggunakan demonstrasi praktek secara langsung, yang diawali dengan pengumpulan data permasalahan, dan merancang pelatihan,” papar Setem.

Dalam prateknya, mereka mengembangkan pembelajaran seni lukis wayang Kamasan dengan sinergi konsep diversifikasi teknik melukis dan revitalisasi tekstual serta kontekstual, maka dapat meningkatkan minat dan animo anak-anak mengikuti pembelajaran melukis dan mewarnai. “Revitalisasi terhadap teknik proses melukis untuk memperkuat indigenous skill agar mampu mengaplikasikannya ke media-media yang lebih beragam. Kontekstual ini dilakukan dengan penerapan pada media baru untuk menghasilkan produk bervariasi dan lebih adaptif,” jelasnya.

Mereka tetap melukis dan mewarnai gambar dengan bersumber dari seni lukis klasik wayang Kamasan, namun dibuat di dalam media plexsiglas dan pot gerabah. Hal itu untuk memberikan peserta didik kebebasan berekpresi dan berkreasi. Belajar melukis dan mewarnai itu dirangkai dengan bercerita atau mendogeng (storytelling), sehingga aktivitas melukis dan mewarnai lebih menyenangkan. Cara seperti ini, banyak sekali manfaatnya yakni melatih motorik, kognitif, kreatifitas dan imajinasi anak.

Hal ini juga sebagai upaya dalam membenahi kejenuhan anak melalui ragam aktivitas melukis yang menyenangkan bagi anak. “Mereka sanga senang, sehingga banya yang tertarik untuk meneruskan pembelajaran menggambar dan mewarnai sampai tingkat mahir,” imbuhnya.

Pengembangan seni lukis wayang Kamasan dengan media plexsiglas dan pot gerabah ini, dapat mengoptimalkan potensi Desa Kamasan khususnya terkait seni lukis wayang klasik, kembali diminati dan menjadi daya tarik atraksi wisata dengan kursus melukis wayang Kamasan. “Sementara bagi kami, dosen dan mahasiswa dapat mengabdikan ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan pelatihan pengembangan seni lukis wayang Kamasan dengan media alternatif sebagai salah satu bentuk Tridharma Pergurauan Tinggi untuk masyarakat sekitar,” tutup Setem.[T]

Reporter/Penulis: Nyoman Budarsana
Editor: Adnyana Ole

Tags: Desa KamasanISI Balilukisan kamasanSeni Rupa
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Agus Nantika dan Canvas Beton: Cerita di Balik Mural Ubud Writers & Readers Festival 2025

Next Post

Film ‘Abadi Nan Jaya’,  Saat Jamu Eksperimen Menyulap Jadi Zombie

Nyoman Budarsana

Nyoman Budarsana

Editor/wartawan tatkala.co

Related Posts

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
0
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

Read moreDetails

Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

by Angga Wijaya
April 17, 2026
0
Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

DI sebuah sudut Denpasar yang tak terlalu riuh oleh hiruk- pikuk pariwisata, suara biola pelan-pelan menemukan nadanya sendiri. Bukan dari...

Read moreDetails

Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

by Radha Dwi Pradnyani
April 13, 2026
0
Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

RIUH suara para pelajar SMP memenuhi ruangan Museum Soenda Ketjil di kawasan Pelabuhan Tua Buleleng pada Kamis siang, 9 April...

Read moreDetails

Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

by Dian Suryantini
April 9, 2026
0
Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

SORE itu, suasana Pasar Intaran terasa sedikit berbeda dari biasanya. Angin pantai yang biasanya berembus pelan, saat itu sedikit mengamuk....

Read moreDetails

Merawat Tradisi dari Ruang Kelas: Semarak Lomba Ngelawar dan Membuat Gebogan di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
April 8, 2026
0
Merawat Tradisi dari Ruang Kelas: Semarak Lomba Ngelawar dan Membuat Gebogan di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

HARI itu, Jumat, 3 April 2026, menjadi hari yang tak biasa bagi siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam). Sehari...

Read moreDetails

Membasuh Jiwa di Segara —Catatan dari Iring-iringan Melasti Desa Adat Buleleng

by Putu Gangga Pradipta
April 5, 2026
0
Membasuh Jiwa di Segara —Catatan dari Iring-iringan Melasti Desa Adat Buleleng

MATAHARI baru saja beranjak dari peraduannya pada Kamis (2/4/2026), namun aspal di sepanjang jalan menuju Pura Segara, Buleleng, sudah mulai...

Read moreDetails

Malam Rasa Kafka di Pasar Suci

by Helmi Y Haska
March 31, 2026
0
Malam Rasa Kafka di Pasar Suci

TIGA buku terbaru menjadi pokok soal diskusi malam itu diselenggarakan Toko Buku Partikular di Pasar Suci, Denpasar, Sabtu, 28 Maret...

Read moreDetails

Serunya Belajar Ngulet Daluman di Pasar Intaran

by Dian Suryantini
March 24, 2026
0
Serunya Belajar Ngulet Daluman di Pasar Intaran

Minggu pagi, 8 Maret 2026, Pasar Intaran terasa agak beda. Biasanya, pasar ini nongkrong manis di pinggir pantai, tepat di...

Read moreDetails

Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

by Gading Ganesha
March 24, 2026
0
Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

Sabtu 21 Maret. Tepat pukul lima sore, saya tiba di SMA Negeri 1 Singaraja—dua belas jam sebelum Alumni Smansa Charity...

Read moreDetails

Kisah Perjalanan Mendebarkan Menjemput Kekasih dari Sukawati ke Kota Gianyar untuk Menonton Ogoh-ogoh pada Malam Pengrupukan di Taman Kota Gianyar

by Agus Suardiana Putra
March 20, 2026
0
Kisah Perjalanan Mendebarkan Menjemput Kekasih dari Sukawati ke Kota Gianyar untuk Menonton Ogoh-ogoh pada Malam Pengrupukan di Taman Kota Gianyar

SANG surya mulai turun mengistirahatkan diri setelah seharian bersinar, dan kegelapan perlahan menyelimuti bumi. Tibalah kita pada sandikala, waktu yang...

Read moreDetails
Next Post
Film ‘Abadi Nan Jaya’,  Saat Jamu Eksperimen Menyulap Jadi Zombie

Film 'Abadi Nan Jaya',  Saat Jamu Eksperimen Menyulap Jadi Zombie

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi
Esai

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil
Lingkungan

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

by Son Lomri
April 21, 2026
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan
Persona

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co