23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

ISI Bali Perkenalkan Melukis Wayang Kamasan di Media Plexsiglas dan Pot Gerabah Kepada Anak-anak anak Sanggar Sinar Pande Kamasan Klungkung

Nyoman Budarsana by Nyoman Budarsana
November 6, 2025
in Khas
ISI Bali Perkenalkan Melukis Wayang Kamasan di Media Plexsiglas dan Pot Gerabah Kepada Anak-anak anak Sanggar Sinar Pande Kamasan Klungkung

Dosen ISI Bali bersama anak-anak Sanggar Sinar Pande Kamasan Klungkung

Jika jalan-jalan ke Desa Kamasaan, Klungkung – Bali, jangan kaget kalau menemukan anak-anak yang biasa melukis Wayang gaya Kamasan. Itu sudah menjadi keseharian mereka yang konon, sudah dilakukan secara turun temurun. Namun, pemandangan itu menjadi lebih menarik, saat mereka melukis Wayang Kamawan di dalam media plexsiglas dan pot gerabah. Itu memang pengalaman baru bagi mereka, sehingga mereka lebih bebas dan menyenangkan.

Melukis Wayang Kamasan di Media Plexsiglas dan Pot Gerabah itu diperkenalkan oleh Mahasiswa dan dosen Program Studi Tata Kelola Seni Pascasarjana Institut Seni Indonesia (ISI) Bali, pada saat melakukan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), beberapa waktu lalu. Kampus seni di Bali ini mengajak anak-anak pelukis Wayang Kamasan dengan bentuk lain. Artinya, lukisan wayang yang biasa dibuat di dalam kanvas, kini dibuat dalam media berbeda.

Kegiatan tersebut langsung mendapat apresiasi dari anak-anak Sanggar Sinar Pande Kamasan Klungkung. Mereka menjadi lebih senang dan bebas berekspresi serta berkreasi untuk menghasilkan karya seni. Apalagi, dalam penyampaian materi dikemas dengan penyertaan storytelling menarik. “Melalui Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), kami ingin menawarkan solosi atas persoalan kejenuhan peserta didik melukis dan mewarnai khusus anak-anak di Sanggar Sinar Pande Kamasan Klungkung,” kata Ketua PKM, Dr. I Wayan Setem, S.Sn., M.Sn, Senin 3 November 2025.

Pelatihan yang dilakukan sekitar 12 bulan itu, melibatkan dosen sebagai anggota, seperti Drs. Gede Yosef Tjokropramono, M.Si, I Made Ade Candra Kusuma dan I Komang Aryawan, serta dibantu oleh beberapa mahasiswa seni.

Pusat seni lukis tradisional Bali

Desa Kamasan Klungkung Bali memang sebagai pusat berbagai kerajinan, berupa lukisan klasik wayang Kamasan yang merupakan ciri khas dan sekaligus andalan Desa Kamasan. Karya seni itu, bahkan sudah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda oleh UNESCO. Seni lukis klasik wayang Kamasan dilakukan secara turun temurun yang dilakukan dengan meniru dari warisan leluhur. Maka tak heran, di Desa Kamasan lahir para maestro dan seniman yang menekuni seni lukis wayang Kamasan.

Di desa tersebut juga bertebaran art shop, dan rumah-rumah pengerajin, serta sanggar-sanggar untuk belajar melukis dan mewarnai. Anak-anak tingkat SD hingga SMP dari berbagai desa berdatangan untuk belajar melukis dan mewarnai pada sanggar-sanggar yang ada di sana. Salah satu sanggar yang masih eksis adalah Sanggar Sinar Pande yang berada di Banjar Pande, Desa Kamasan, Kecamatan Klungkung. Sanggar ini masih menyelenggarakan program pendidikan nonformal, meskipun dalam pelaksanaannya masih menghadapi berbagai kendala.

Dosen ISI Bali bersama anak-anak Sanggar Sinar Pande Kamasan Klungkung

Pemilik sanggar, I Wayan Pande Sumantra, merupakan pelukis sekaligus penjual produk lukisan klasik wayang Kamasan, kemudian tergerak untuk melestarikannya dengan mendirikan sanggar seni yang bernama Sanggar Sinar Pande pada 9 Februari 2019. Dalam melaksanakan aktivitasnya sanggar tidak memungut biaya apa pun, semua kebutuhan pembelajaran seperti kertas dan pensil disiapkan oleh pihak sanggar. Walau demikian, anak-anak ini sering mengikuti perlombaan yang diselenggarakan pihak kabupaten maupun provinsi.

“Masalah utama yang dihadapi oleh Sanggar Sinar Pande, banyak anak yang merasa bosan dengan aktivitas menggambar yang hanya seperti itu-itu saja. Media pembelajaran berupa media gambar yang diprint kemudian ditiru dalam proses melukis di atas permukaan buku gambar,” ungkap Setem sembara mengaku ini menjadi alasan melakukan PKM di desa tersebut.

Mengembangkan pembelajaran seni lukis wayang Kamasan

Proses pembuatan gambar seperti ini, setelah menguasai materi dasar, anak-anak peserta les merasa jenuh, dan membosankan. Mereka kurang mendapatkan alternatif media dan bahan melukis serta mewarnai, sehingga beberapa dari mereka berhenti les karena rasa jenuh. “Mereka merasa jenuh, karena hanya mewarnai media gambar wayang yang diprint pada kertas, tidak ada kebebasan berkreasi, serta penyampaian materi pembelajaran kurang menarik. Ini yang membuat anak-anak merasa bosan, sehingga malas mengikuti pebelajar,” alasnya.

Karena itulah, mahasiswa dan dosen Program Studi Tata Kelola Seni Pascasarjana ISI Bali melakukan PKM untuk memberikan penawaran penggunaan bahan alternatif, kebebasan berekspresi, dan penyampaian materi yang lebih menarik agar pembelajaran menyenangkan. “Kami mengajak anak-anak melukis Wayang Kamasan dengan menggunakan media alternatif berupa plexsiglas dan pot gerabah. Metodenya, menggunakan demonstrasi praktek secara langsung, yang diawali dengan pengumpulan data permasalahan, dan merancang pelatihan,” papar Setem.

Dalam prateknya, mereka mengembangkan pembelajaran seni lukis wayang Kamasan dengan sinergi konsep diversifikasi teknik melukis dan revitalisasi tekstual serta kontekstual, maka dapat meningkatkan minat dan animo anak-anak mengikuti pembelajaran melukis dan mewarnai. “Revitalisasi terhadap teknik proses melukis untuk memperkuat indigenous skill agar mampu mengaplikasikannya ke media-media yang lebih beragam. Kontekstual ini dilakukan dengan penerapan pada media baru untuk menghasilkan produk bervariasi dan lebih adaptif,” jelasnya.

Mereka tetap melukis dan mewarnai gambar dengan bersumber dari seni lukis klasik wayang Kamasan, namun dibuat di dalam media plexsiglas dan pot gerabah. Hal itu untuk memberikan peserta didik kebebasan berekpresi dan berkreasi. Belajar melukis dan mewarnai itu dirangkai dengan bercerita atau mendogeng (storytelling), sehingga aktivitas melukis dan mewarnai lebih menyenangkan. Cara seperti ini, banyak sekali manfaatnya yakni melatih motorik, kognitif, kreatifitas dan imajinasi anak.

Hal ini juga sebagai upaya dalam membenahi kejenuhan anak melalui ragam aktivitas melukis yang menyenangkan bagi anak. “Mereka sanga senang, sehingga banya yang tertarik untuk meneruskan pembelajaran menggambar dan mewarnai sampai tingkat mahir,” imbuhnya.

Pengembangan seni lukis wayang Kamasan dengan media plexsiglas dan pot gerabah ini, dapat mengoptimalkan potensi Desa Kamasan khususnya terkait seni lukis wayang klasik, kembali diminati dan menjadi daya tarik atraksi wisata dengan kursus melukis wayang Kamasan. “Sementara bagi kami, dosen dan mahasiswa dapat mengabdikan ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan pelatihan pengembangan seni lukis wayang Kamasan dengan media alternatif sebagai salah satu bentuk Tridharma Pergurauan Tinggi untuk masyarakat sekitar,” tutup Setem.[T]

Reporter/Penulis: Nyoman Budarsana
Editor: Adnyana Ole

Tags: Desa KamasanISI Balilukisan kamasanSeni Rupa
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Agus Nantika dan Canvas Beton: Cerita di Balik Mural Ubud Writers & Readers Festival 2025

Next Post

Film ‘Abadi Nan Jaya’,  Saat Jamu Eksperimen Menyulap Jadi Zombie

Nyoman Budarsana

Nyoman Budarsana

Editor/wartawan tatkala.co

Related Posts

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
0
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

Read moreDetails

Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

by Agung Sudarsa
August 19, 2026
0
Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

MENJELANG peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, kita biasanya kembali mengenang perjuangan para pahlawan, pengorbanan para pendahulu, dan lahirnya bangsa yang...

Read moreDetails

Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

SEORANG laki-laki berkulit sawo matang mulai memanjat batang pohon lontar. Dua jeriken merah terikat di punggungnya, sementara sebilah pisau golok...

Read moreDetails

Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

by Nyoman Budarsana
August 18, 2026
0
Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

DI balik pertunjukan seni yang masih dapat disaksikan di Kuta, ada orang-orang yang bertahun-tahun berlatih, mengajar, berkarya, dan meneruskan pengetahuan...

Read moreDetails

Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

MALAM mulai turun di Banjar Danginjalan, Desa Guwang, Sukawati, Gianyar, Sabtu, 15 Agustus 2026. Di sebuah tempat makan yang baru...

Read moreDetails

“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

 “Saya cari tiga orang, yang mau bikin konten pendidikan dengan menggunakan baju Handmad Campah. Saya bayar Rp1,5 juta tiap bulan....

Read moreDetails

“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

by Rusdy Ulu
August 9, 2026
0
“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

SEJARAH Desa Adat Batur tidak hanya tercatat melalui peristiwa Rarud Batur 1926, tetapi juga melalui hubungan yang terbangun antara masyarakat...

Read moreDetails

Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

by Dede Putra Wiguna
August 8, 2026
0
Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

“JAZZ itu musik yang meneduhkan, tapi mengajak berpikir,” ujar Gede Diarta, seorang pemuda asal Denpasar yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan...

Read moreDetails

Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

by Jaswanto
August 7, 2026
0
Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

DI ruang aula SMAN 4 Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, beberapa pemuda-pemudi dari Sanggar Putri Nyale duduk di kursi...

Read moreDetails

Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

by tatkala
August 6, 2026
0
Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

“Pentingnya kursus bahasa Inggris untuk semua kalangan tidak bisa diragukan lagi. Bahasa Inggris penting sebagai bahasa global, untuk dunia kerja,...

Read moreDetails
Next Post
Film ‘Abadi Nan Jaya’,  Saat Jamu Eksperimen Menyulap Jadi Zombie

Film 'Abadi Nan Jaya',  Saat Jamu Eksperimen Menyulap Jadi Zombie

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co