6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Simpang Jumpa di Terminal Ubung

Arief Rahzen by Arief Rahzen
October 7, 2025
in Esai
Simpang Jumpa di Terminal Ubung

Terminal Ubung | Foto: Arief Rahzen

​DI awal Oktober 2025, matahari Bali tak benar-benar ramah di atas aspal. Panasnya menyengat kaca-kaca kios, memantul di badan-badan bus yang lelah. Di Terminal Ubung, panas itu menjadi bagian dari udara. Bercampur dengan aroma solar, keringat, dan rokok kretek yang tak pernah padam. Inilah Ubung, sebuah titik lebur. Terminal di mana perjalanan dimulai, berakhir, atau sekadar singgah untuk mengambil napas.

​Terminal ini organisme yang hidup. Denyut nadinya dari deru mesin bus dan motor. Darahnya dari arus manusia yang tak henti mengalir. Di sini, Bali menanggalkan sejenak wajah pariwisatanya yang memesona. Wajah Ubung lebih jujur, sedikit bopeng, namun penuh cerita. Terminal ini jadi panggung bagi perjumpaan singkat yang tak direncanakan.

​Lihatlah rombongan penumpang yang baru turun dari bus Surabaya. Wajah-wajah lelah setelah semalaman di jalan. Bicara mereka kental dengan logat Jawa Timur-an. Tawa mereka lepas, meski punggung digantungi ransel besar dan tangan menenteng kardus oleh-oleh. Mereka migran nusantara. Mereka bukan pencari pantai dan pura yang sunyi. Merekalah pencari kerja, penyambung keluarga, atau sekadar peziarah di tanah rantau. Bali bagi mereka bukan liburan, melainkan harapan. Mencari Bali Dream.

​Lalu ada warga Bali. Seorang ibu berkebaya putih hendak pulang ke desa di utara. Seorang bapak dengan pakaian adat sederhana, baru saja kembali dari Odalan di Badung. Bahasa Bali mereka halus, mengalir seperti air di antara riuh bahasa Indonesia dengan berbagai dialek. Mereka bergerak dengan tempo yang berbeda. Lebih tenang, lebih mafhum dengan ritme terminal yang sibuk. Bagi mereka, Ubung adalah bagian dari rutinitas, sebuah gerbang yang harus dilalui.

​Di antara arus manusia itu, berdirilah para penghuni tetap terminal. Pedagang yang gesit. “Aqua! Aqua! Kopi!” Suara mereka serak, terlatih oleh ribuan penawaran setiap hari. Wajah mereka terpanggang matahari. Mereka menawarkan kelegaan sederhana. Sebotol air dingin di tengah hari yang terik. Sebungkus rokok untuk membunuh waktu tunggu. Interaksi mereka dengan penumpang merupakan tarian singkat. Tawar-menawar cepat, pertukaran uang dan barang, lalu masing-masing kembali ke jalurnya.

​Kemudian, ada para ojek pangkalan. Mereka duduk bergerombol di bawah pohon atau di emperan jalan. Mata mereka awas, memindai setiap wajah baru yang turun dari bus. “Ojek? Ke mana? Canggu? Sanur?” Tawaran mereka jadi campuran antara keramahan dan desakan. Merekalah pemandu pertama bagi para pelancong yang bingung. Negosiasi dengan mereka jadi pelajaran pertama tentang ekonomi jalanan Bali. Harga bisa melambung dan menukik dalam hitungan detik. Tergantung raut wajahmu, caramu berbicara, dan seberapa bingung kau terlihat.

​Di sinilah simfoni bahasa tercipta. Seorang pemuda dari Lombok dengan logat khas Sasak bertanya arah pada seorang sopir dari Banyuwangi. Obrolan mereka diselingi tawa, meski beberapa kata mungkin tak sepenuhnya dipahami. Seorang turis bule dengan bahasa Indonesia yang terbata-bata menanyakan tiket, dibantu oleh seorang mahasiswa Klungkung yang kebetulan lewat. Tidak ada sekat yang kaku. Kebutuhan untuk berkomunikasi meruntuhkan dinding etnis dan bahasa. Semua menjadi setara oleh tujuan yang sama: melanjutkan perjalanan.

​Di Ubung, waktu terasa melar. Ruang tunggu raksasa. Satu jam bisa terasa seperti sepuluh menit ketika kau asyik mengobrol dengan sesama penumpang. Atau terasa lama sekali, ketika bus Trans Metro Dewata yang ditunggu tak jua tiba. Di jeda-jeda inilah kehidupan terminal benar-benar terlihat. Seorang bapak membuka bekal nasi bungkusnya, membaginya dengan teman seperjalanan yang baru ia kenal. Anak-anak kecil berlarian tanpa alas kaki, tawa mereka menjadi musik latar yang kontras dengan wajah-wajah letih orang dewasa.

​Ada semacam solidaritas tak terucap di sini. Solidaritas para musafir. Semua orang tahu rasanya rindu rumah. Semua orang paham lelahnya duduk berjam-jam di dalam bus. Maka, sebatang rokok yang ditawarkan, atau seulas senyum tulus, menjadi isyarat kecil yang bermakna besar. Kita semua sama di hadapan jalanan yang panjang.

​Ketika senja tiba, warna terminal berubah. Cahaya matahari melembut. Lampu-lampu neon mulai menyala, memberi wajah baru pada kios-kios sekitar terminal. Aktivitas tidak surut, hanya berganti rupa. Bus-bus malam mulai bersiap. Calon penumpang gelombang berikutnya mulai berdatangan. Ubung tidak pernah benar-benar tidur. Ubung hanya meredup sejenak, mengumpulkan tenaga untuk menyambut fajar dan ribuan cerita baru yang akan tiba esok hari.

​Ubung ialah kepingan kecil dari potret Bali. Di sini ada mozaik yang bising, percakapan ringkas, namun penuh daya hidup. Terminal ini menjadi bukti bahwa di tengah segala perbedaan, kita semua adalah para pelancong dalam sebuah perjalanan besar. Dan terkadang, di sebuah terminal yang panas dan riuh, kita menemukan secuil kemanusiaan. {T]

Penulis: Arief Rahzen
Editor: Adnyana Ole

BACA artikel lain dari penulis ARIEF RAHZEN

Mengakrabi Bali via Jalanan
Gerak-gerik Budaya Bali
Tags: denpasarterminalTerminal Ubungtransportasi publik
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Zarra Apsara Keluar dari Zona Nyaman Lewat “Haunted House Party”

Next Post

“Sanurian Fishing Tournament 2025”: Sebanyak 363 Orang Memancing dari Atas Jukung di Laut Sanur

Arief Rahzen

Arief Rahzen

Pekerja budaya yang senang berpetualang. Ia juga peminat kajian seni budaya dan perubahan masyarakat di era digital. Sesekali menulis esai, belajar bercerita, dan kurasi aktivitas budaya.. Saat ini bolakbalik di Gianyar, Mataram, dan Jakarta.

Related Posts

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
0
Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

Read moreDetails

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

Read moreDetails

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
0
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

Read moreDetails

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

Read moreDetails

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
0
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

Read moreDetails

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
0
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

Read moreDetails

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

Read moreDetails

Suryak Siu

by Dede Putra Wiguna
March 2, 2026
0
Suryak Siu

DALAM bahasa Bali, ‘suryak’ berarti bersorak dan ‘siu’ berarti seribu. ‘Suryak siu’ secara harfiah berarti ‘sorakan seribu’ ─ gambaran tentang...

Read moreDetails

Konflik Iran dan Ujian Kedewasaan Diplomasi Indonesia

by Elpeni Fitrah
March 2, 2026
0
Refleksi di Hari Media Sosial Nasional

SAYA menulis ini pada Minggu, 1 Maret 2026, tepat sehari setelah dunia dikejutkan oleh serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel...

Read moreDetails

Tatkala Duta Pariwisata Indonesia Mengulik Bali

by Chusmeru
March 1, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

MENJELANG tutup tahun 2025 jagat media sosial diramaikan dengan unggahan video yang mengabarkan Bali sepi wisatawan. Langsung saja memicu perdebatan....

Read moreDetails
Next Post
“Sanurian Fishing Tournament 2025”: Sebanyak 363 Orang Memancing dari Atas Jukung di Laut Sanur

“Sanurian Fishing Tournament 2025”: Sebanyak 363 Orang Memancing dari Atas Jukung di Laut Sanur

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co