13 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Simpang Jumpa di Terminal Ubung

Arief Rahzen by Arief Rahzen
October 7, 2025
in Esai
Simpang Jumpa di Terminal Ubung

Terminal Ubung | Foto: Arief Rahzen

​DI awal Oktober 2025, matahari Bali tak benar-benar ramah di atas aspal. Panasnya menyengat kaca-kaca kios, memantul di badan-badan bus yang lelah. Di Terminal Ubung, panas itu menjadi bagian dari udara. Bercampur dengan aroma solar, keringat, dan rokok kretek yang tak pernah padam. Inilah Ubung, sebuah titik lebur. Terminal di mana perjalanan dimulai, berakhir, atau sekadar singgah untuk mengambil napas.

​Terminal ini organisme yang hidup. Denyut nadinya dari deru mesin bus dan motor. Darahnya dari arus manusia yang tak henti mengalir. Di sini, Bali menanggalkan sejenak wajah pariwisatanya yang memesona. Wajah Ubung lebih jujur, sedikit bopeng, namun penuh cerita. Terminal ini jadi panggung bagi perjumpaan singkat yang tak direncanakan.

​Lihatlah rombongan penumpang yang baru turun dari bus Surabaya. Wajah-wajah lelah setelah semalaman di jalan. Bicara mereka kental dengan logat Jawa Timur-an. Tawa mereka lepas, meski punggung digantungi ransel besar dan tangan menenteng kardus oleh-oleh. Mereka migran nusantara. Mereka bukan pencari pantai dan pura yang sunyi. Merekalah pencari kerja, penyambung keluarga, atau sekadar peziarah di tanah rantau. Bali bagi mereka bukan liburan, melainkan harapan. Mencari Bali Dream.

​Lalu ada warga Bali. Seorang ibu berkebaya putih hendak pulang ke desa di utara. Seorang bapak dengan pakaian adat sederhana, baru saja kembali dari Odalan di Badung. Bahasa Bali mereka halus, mengalir seperti air di antara riuh bahasa Indonesia dengan berbagai dialek. Mereka bergerak dengan tempo yang berbeda. Lebih tenang, lebih mafhum dengan ritme terminal yang sibuk. Bagi mereka, Ubung adalah bagian dari rutinitas, sebuah gerbang yang harus dilalui.

​Di antara arus manusia itu, berdirilah para penghuni tetap terminal. Pedagang yang gesit. “Aqua! Aqua! Kopi!” Suara mereka serak, terlatih oleh ribuan penawaran setiap hari. Wajah mereka terpanggang matahari. Mereka menawarkan kelegaan sederhana. Sebotol air dingin di tengah hari yang terik. Sebungkus rokok untuk membunuh waktu tunggu. Interaksi mereka dengan penumpang merupakan tarian singkat. Tawar-menawar cepat, pertukaran uang dan barang, lalu masing-masing kembali ke jalurnya.

​Kemudian, ada para ojek pangkalan. Mereka duduk bergerombol di bawah pohon atau di emperan jalan. Mata mereka awas, memindai setiap wajah baru yang turun dari bus. “Ojek? Ke mana? Canggu? Sanur?” Tawaran mereka jadi campuran antara keramahan dan desakan. Merekalah pemandu pertama bagi para pelancong yang bingung. Negosiasi dengan mereka jadi pelajaran pertama tentang ekonomi jalanan Bali. Harga bisa melambung dan menukik dalam hitungan detik. Tergantung raut wajahmu, caramu berbicara, dan seberapa bingung kau terlihat.

​Di sinilah simfoni bahasa tercipta. Seorang pemuda dari Lombok dengan logat khas Sasak bertanya arah pada seorang sopir dari Banyuwangi. Obrolan mereka diselingi tawa, meski beberapa kata mungkin tak sepenuhnya dipahami. Seorang turis bule dengan bahasa Indonesia yang terbata-bata menanyakan tiket, dibantu oleh seorang mahasiswa Klungkung yang kebetulan lewat. Tidak ada sekat yang kaku. Kebutuhan untuk berkomunikasi meruntuhkan dinding etnis dan bahasa. Semua menjadi setara oleh tujuan yang sama: melanjutkan perjalanan.

​Di Ubung, waktu terasa melar. Ruang tunggu raksasa. Satu jam bisa terasa seperti sepuluh menit ketika kau asyik mengobrol dengan sesama penumpang. Atau terasa lama sekali, ketika bus Trans Metro Dewata yang ditunggu tak jua tiba. Di jeda-jeda inilah kehidupan terminal benar-benar terlihat. Seorang bapak membuka bekal nasi bungkusnya, membaginya dengan teman seperjalanan yang baru ia kenal. Anak-anak kecil berlarian tanpa alas kaki, tawa mereka menjadi musik latar yang kontras dengan wajah-wajah letih orang dewasa.

​Ada semacam solidaritas tak terucap di sini. Solidaritas para musafir. Semua orang tahu rasanya rindu rumah. Semua orang paham lelahnya duduk berjam-jam di dalam bus. Maka, sebatang rokok yang ditawarkan, atau seulas senyum tulus, menjadi isyarat kecil yang bermakna besar. Kita semua sama di hadapan jalanan yang panjang.

​Ketika senja tiba, warna terminal berubah. Cahaya matahari melembut. Lampu-lampu neon mulai menyala, memberi wajah baru pada kios-kios sekitar terminal. Aktivitas tidak surut, hanya berganti rupa. Bus-bus malam mulai bersiap. Calon penumpang gelombang berikutnya mulai berdatangan. Ubung tidak pernah benar-benar tidur. Ubung hanya meredup sejenak, mengumpulkan tenaga untuk menyambut fajar dan ribuan cerita baru yang akan tiba esok hari.

​Ubung ialah kepingan kecil dari potret Bali. Di sini ada mozaik yang bising, percakapan ringkas, namun penuh daya hidup. Terminal ini menjadi bukti bahwa di tengah segala perbedaan, kita semua adalah para pelancong dalam sebuah perjalanan besar. Dan terkadang, di sebuah terminal yang panas dan riuh, kita menemukan secuil kemanusiaan. {T]

Penulis: Arief Rahzen
Editor: Adnyana Ole

BACA artikel lain dari penulis ARIEF RAHZEN

Mengakrabi Bali via Jalanan
Gerak-gerik Budaya Bali
Tags: denpasarterminalTerminal Ubungtransportasi publik
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Zarra Apsara Keluar dari Zona Nyaman Lewat “Haunted House Party”

Next Post

“Sanurian Fishing Tournament 2025”: Sebanyak 363 Orang Memancing dari Atas Jukung di Laut Sanur

Arief Rahzen

Arief Rahzen

Pekerja budaya yang senang berpetualang. Ia juga peminat kajian seni budaya dan perubahan masyarakat di era digital. Sesekali menulis esai, belajar bercerita, dan kurasi aktivitas budaya.. Saat ini bolakbalik di Gianyar, Mataram, dan Jakarta.

Related Posts

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

by Sugi Lanus
September 12, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

Read moreDetails

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

Read moreDetails

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

Read moreDetails

Kita Salah Menghitung Kesunyian

by Angga Wijaya
September 10, 2026
0
Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

Read moreDetails

Tubuh yang Saya Suruh Begadang

by Angga Wijaya
September 9, 2026
0
Tubuh yang Saya Suruh Begadang

SELAMA kira-kira sepuluh tahun terakhir, saya punya kebiasaan yang barangkali tidak terlalu baik bagi tubuh, yakni, begadang. Saya menulis pada...

Read moreDetails

Hari Olahraga Nasional: Dari Lapangan ke FYP, dari Medali ke “Endorse”

by Chusmeru
September 9, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

SEPULUH hingga dua puluh tahun silam perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tanggal 9 September identik dengan kegiatan senam di lapangan....

Read moreDetails

Kepemimpinan Feminis sebagai Strategi Rekonsiliasi Sosial di Tengah Polarisasi Politik

by Jerry Indrawan
September 8, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

POLARISASI politik yang menguat dalam konteks demokrasi kontemporer telah memicu fragmentasi sosial yang sangat mengkhawatirkan di berbagai belahan dunia, termasuk...

Read moreDetails

Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

by Wayan Gde Yudane
September 7, 2026
0
Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

SELAMAT datang di era di mana kedalaman berpikir resmi digantikan oleh kecepatan reaksi. Sebuah masa yang sangat efisien, di mana...

Read moreDetails

Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

by Adwan SA
September 6, 2026
0
Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

JAUH sebelum Tuan Gubernur mendorong pengadaan puluhan unit motor trail sebab helikopter kebanggaannya kewalahan dalam menangani kebakaran hutan dan lahan,...

Read moreDetails

Jangan-Jangan Kita Semua Mbah Darmi, 25 Ribu Hari ini, 10 Juta Esok Hari

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 5, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BAGI Mbah Darmi, KTP mungkin hanyalah kartu identitas. Benda kecil yang disimpan di dompet atau tempat aman, diperlukan ketika mengurus...

Read moreDetails
Next Post
“Sanurian Fishing Tournament 2025”: Sebanyak 363 Orang Memancing dari Atas Jukung di Laut Sanur

“Sanurian Fishing Tournament 2025”: Sebanyak 363 Orang Memancing dari Atas Jukung di Laut Sanur

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

by Sugi Lanus
September 12, 2026
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Ulas Buku

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak
Panggung

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya
Puisi

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co