6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Peluncuran Buku Puisi Film Kebangkitan: Puisi Menyapa Film, Film Menyapa Puisi

Emi Suy by Emi Suy
October 6, 2025
in Khas
Peluncuran Buku Puisi Film Kebangkitan: Puisi Menyapa Film, Film Menyapa Puisi

Forum Film Bandung | Foto: Emi Suy

Pertemuan Dua Pijar

FILM selalu mengetuk pintu batin manusia, menghadirkan tawa, air mata, dan renungan tentang hidup yang dijalani. Namun ketika film bertemu puisi, lahirlah sesuatu yang lebih halus, lebih dalam: sebuah perjumpaan puitis. Sebuah jembatan antara kata-kata yang lahir dari sunyi dengan gambar yang lahir dari sinar.

Puisi tumbuh dari keheningan, dari permenungan panjang, dari gesekan batin yang menuntut bahasa baru. Film bergerak lewat sinar, suara, dan visual yang hidup. Kedua medium ini, meskipun berbeda cara, berakar pada hal yang sama: pengalaman manusia yang ingin dikenang, ingin diabadikan. Saat puisi dan film bersua, seolah dua sungai besar akhirnya bertemu di laut luas bernama kesadaran.

Film sebagai Cermin, Puisi sebagai Suara Batin

Film bukan sekadar industri hiburan; ia adalah bagian dari pembangunan budaya, sekaligus cermin dan jendela. Film memperlihatkan realitas sosial yang kita hadapi, dan memantulkan imajinasi kolektif yang kita cita-citakan. Dalam film, kita melihat wajah masyarakat: kegelisahan, cinta, keberanian, serta luka-luka sejarah yang tak pernah selesai.

Emi Suy (penulis) baca puisi | Foto: Dok. Emi Suy

Puisi bekerja dengan cara berbeda. Ia adalah suara batin, seringkali tak terdengar dalam ruang formal, namun nyaring dalam keheningan. Jika film menampilkan tubuh sosial kita, puisi memperlihatkan tubuh batin kita. Pertemuan keduanya bukan hanya soal estetika, tetapi dua cara manusia membaca dirinya sendiri: film memberi tubuh pada rasa, puisi memberi jiwa pada tubuh itu.

Tradisi Puisi dan Sinema: Lintasan Sejarah

Hubungan antara puisi dan film bukan hal baru. Sejak awal sejarah sinema, banyak film terilhami sajak. Tarkovsky menyebut film sebagai “puisi dalam gambar”, sementara Jean Cocteau menulis bahwa film adalah seni memimpikan. Di Indonesia, jejak puisi dalam sinema muncul sejak lama: dari gema Chairil Anwar yang membentuk semangat generasi, hingga pengaruh teatrikal Rendra yang menyusup ke gaya penceritaan layar.

Forum Film Bandung (FFB) sejak 2012 menempuh jalan unik: menerbitkan antologi puisi film. Awalnya terdengar “nyeleneh”: bagaimana mungkin film, yang begitu visual, diterjemahkan dalam bahasa yang sesunyi puisi? Namun justru di situlah daya pikatnya. FFB membuktikan bahwa dunia sinema dapat dibicarakan bukan hanya lewat kritik dan teori, tetapi juga melalui bahasa imajinasi. Dan imajinasi adalah pintu yang sama-sama dimasuki film maupun puisi.

Antologi Kebangkitan: Ruang Pertemuan Lintas Dunia

Buku Kebangkitan adalah kelanjutan tradisi tersebut. Terdiri dari karya 48 penulis lintas latar—penyair, sineas, aktor, produser, hingga budayawan—antologi ini menjadi ruang pertemuan yang tidak biasa. Semua larut dalam bahasa puisi, menyadari bahwa film dan sastra memiliki urat nadi yang sama: keduanya lahir dari imajinasi manusia yang ingin abadi.

Artis senior Yessy Gusman | Foto: Dok. Emi Suy

Foto bersama dalam keceriaan | Foto: Dok. Emi Suy

Buku ini disemarakkan oleh 48 kontributor lintas dunia seni—penyair, sineas, aktor, produser, budayawan, dan penggiat budaya—yang masing-masing menyalakan pijar kata dan cahaya layar. Mereka hadir sebagai penjelajah sunyi, menjembatani puisi dan film, batin dan pandangan, pengalaman dan imajinasi.

Kontributor yang berperan menghidupkan ruang ini antara lain:

Eriska Rein, Jerome Kurnia, Ginanti Rona, Acha Septriasa, Putri Ayudya;

Yasmin Yessy Gusman, Ir. Chand Parwez Servia, Eddy D. Iskandar, Naya Anindita;

Widi Dwinanda, Putu Wijaya, Ratu Tika Bravani, Derry Drajat, M. Fadjroel Rahman;

Noorca M. Massardi, Gola Gong, Embie C. Noer, Jose Rizal Manua;

Kurnia Effendi, Acep Zamzam Noor, Pranita Dewi;

Nazaruddin Azhar, Olin Monteiro, Putu Fajar Arcana, Ratna Ayu Budhiarti;

Toto ST Radik, Warih Wisatsana, Senny S. Alwasilah, Muhary Wahyu Nurba, Mutia Sukma, Rosyid E. Abby, Mustafa Ismail, Naning Scheid, Ujianto Sadewa;

Wida Waridah, Benny Benke, Emi Suy, Bode Riswandi, Budi Mugia Raspati;

Hasan Aspahani, Heti Palestina Yunani, Hilmi Faiq, Hudan Nur;

Ayi Jufridar, Ari Nurtanio, Akhmad Sekhu;

Agustina K. Dewi, Agus Safari.

Dengan dukungan Forum Film Bandung dan Pidato Budaya oleh Syaifullah Agam, S.E., M Ec., Phd., Direktur Film, Musik dan Seni, Kementrian Kebudayaan RI, para kontributor ini menjadikan Kebangkitan bukan sekadar antologi, tetapi ruang dialog yang menyalakan imajinasi, merayakan kreativitas, dan menegaskan bahwa seni selalu menemukan jalannya untuk bersuara.

Bode Riswandi | Foto: Emi Suy

Putu Wijaya, dalam puisinya yang dipilih menjadi judul buku, menegaskan bahwa seni tidak pernah benar-benar mati. Seni hanya tidur sebentar, lalu bangkit dengan wajah baru. Kebangkitan ini bukan sekadar kebangkitan film Indonesia, tetapi juga kebangkitan bahasa, jiwa, dan bangsa.

Di dalam buku ini, kita menemukan puisi-puisi yang lirih maupun lantang, gelap maupun terang. Ada yang mengingatkan kita pada adegan di layar, ada yang membawa kita ke ruang batin setelah lampu bioskop padam. Semua menegaskan bahwa film tidak selesai ketika kredit bergulir—ia berlanjut dalam permenungan dan imajinasi.

Seni sebagai Jalan Kebangkitan

Membaca buku ini, saya teringat kalimat lama: art heals what history wounds—seni menyembuhkan apa yang dilukai sejarah. Indonesia adalah bangsa dengan sejarah panjang, penuh luka, kehilangan, dan perjuangan. Di sinilah seni, baik film maupun puisi, hadir sebagai pengingat sekaligus penyembuh.

Kebangkitan memberi pesan bahwa seni adalah jalan pulang. Film memberi tubuh pada pengalaman kolektif kita, sementara puisi memberi jiwa pada pengalaman itu. Dalam pertemuan keduanya, lahir kekuatan baru: kekuatan untuk menyembuhkan, mengingat, dan merayakan hidup.

Pijar dan Kata yang Abadi

Buku ini bukan sekadar antologi, melainkan ajakan: membiarkan film dan puisi berjalan berdampingan. Percaya bahwa seni, dalam bentuk apa pun, adalah cara bangsa ini terus bangkit dari luka, kehilangan, dan segala yang mencoba melumpuhkan.

Ratna Ayu Budiharti, penggagas Antologi Puisi Film 2025 | Foto: Emi Suy

Noorca M Massardi, penyair dan Wakil Ketua Lembaga Sensor Film Indonesia | Foto: Emi Suy

Pada sore peluncuran Kebangkitan, di Aula PDS HB Jassin, TIM Forum Film Bandung di TIM menyajikan momen itu: pijar layar dan kata-kata saling menyapa. Pembacaan puisi oleh para kontributor, musik puisi dari grup Tersajakkanlah, serta diskusi dengan Eddy D. Iskandar dan Hasan Aspahani, dipandu Devie Matahari, membuka jalan berpikir bersama.

Pertemuan itu bukan hanya merayakan estetika, tetapi juga mengingatkan: kita adalah bangsa yang tak pernah berhenti berkisah, baik lewat larik maupun layar.

Tak Pernah Padam

Dari perjumpaan puisi dan film dalam Kebangkitan, kita belajar satu hal sederhana namun mendalam: seni selalu mencari cara untuk bertahan. Kata-kata yang kita tulis mungkin tampak rapuh, kilau layar mungkin cepat redup, namun ketika keduanya bersua, lahirlah ingatan yang lebih panjang dari usia kita.

Para penyair senior dan sineas dalam buku ini mengajarkan: setiap karya, sekecil apa pun, adalah upaya menjaga bara. Kebangkitan bukan hanya tentang dunia perfilman, bukan pula hanya dunia perpuisian, tetapi tentang keberanian manusia untuk terus menulis, mencipta, dan menyala, bahkan ketika keadaan sering meredupkan.

Pesan paling penting: jangan pernah meremehkan apa yang lahir dari sunyi, sebab di sanalah pijar menemukan tempatnya.

Jalan Pulang dari Sunyi

Dan di ujung perjumpaan ini, kita menyadari sesuatu yang sederhana namun tak ternilai: bahwa setiap karya, sekecil apapun, adalah jejak langkah manusia yang ingin dikenang. Puisi dan film, walau lahir dari medium berbeda, pada akhirnya menuntun kita pada satu hal yang sama pembacaan hidup.

Bedah buku dengan narasumber Hasan Aspahani, Eddy D Iskandar dan Devie Komalasari (moderator) | Foto: Emi Suy

Ketika lampu bioskop meredup dan halaman buku ditutup, pengalaman itu tidak berhenti. Larik-larik puisi tetap bergetar di udara, gemerlap gambar tetap menempel di mata batin kita. Setiap adegan, setiap kata, adalah cermin bagi jiwa kita sendiri. Kita kembali pulang dari sunyi, tapi membawa sesuatu yang lebih luas: penghayatan akan dunia, rasa empati yang lebih dalam, dan keberanian untuk terus menyalakan pijar-pijar kecil di hati.

Seni, dalam bentuk apapun, adalah jalan pulang. Ia adalah pengingat bahwa manusia bukan hanya makhluk yang hidup dari kenyataan keras, tetapi juga dari imajinasi yang memberi arti. Di situlah letak keajaibannya: puisi memberi suara pada pengalaman yang tak terucapkan, film memberi tubuh pada pengalaman yang hanya bisa dilihat dan dirasakan. Bersama, keduanya menuntun kita menyusuri lorong-lorong batin, mengingatkan kita bahwa luka bisa disembuhkan, kehilangan bisa diabadikan, dan harapan selalu mungkin lahir dari keheningan.

Foto bersama dalam suasana kekeluargaan | Foto: Dok. Emi Suy

Dan mungkin, pesan paling indah dari Kebangkitan adalah ini: jangan takut untuk menulis, jangan takut untuk menatap layar, jangan takut untuk membiarkan diri kita larut dalam sunyi. Sebab dari sanalah, pijar dan kata menemukan rumahnya—rumah yang selalu memanggil kita kembali, untuk mengingat, merasakan, dan terus menyalakan kehidupan. [T]

Cengkareng, 1 Oktober 2025

Penulis: Emi Suy
Editor: Adnyana Ole

  • BACA tulisan-tulisan lain dari penulis EMI SUY
Mengenang Joko Pinurbo: Malam yang Menyala oleh Puisi — Catatan dari JaliJali Fest
Tags: bedah bukufilmForum Film BandungPuisi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Apakah Sukaja Akan Menjadi Anomali Politik Tabanan?

Next Post

Manusia Bali di Tengah Paradoks Pesona dan Luka

Emi Suy

Emi Suy

Lahir di Magetan, Jawa Timur, dengan nama Emi Suyanti. Emi penyair perempuan Indonesia yang ikut mendirikan Komunitas Jagat Sastra Milenia (JSM) dan saat ini aktif menjadi pengurus, serta menjabat sebagai sekretaris redaksi merangkap redaktur Sastramedia, sebuah jurnal sastra daring. Sampai saat ini Emi sudah menerbitkan lima buku kumpulan puisi tunggal, yaitu Tirakat Padam Api (2011), serta trilogi Sunyi yang terdiri dari Alarm Sunyi (2017), Ayat Sunyi (2018), Api Sunyi (2020) serta Ibu Menanak Nasi Hingga Matang Usia Kami (2022), buku kumpulan esai sastra Interval (2023), serta satu buku kumpulan puisi duet bersama Riri Satria berjudul Algoritma Kesunyian (2023). Penulis Naskah Opera (Libretto) I’m Not For Sale tentang perjuangan tokoh perempuan Ny. Auw Tjoei Lan menantang kematian menyelamatkan kehidupan, oleh pianis dan komponis Ananda Sukarlan. Puisi Emi Suy dimuat di lebih dari 200 buku kumpulan puisi bersama, serta di berbagai media online, seperti Basabasi.co, Sastramedia.com, juga dimuat di media nasional, antara lain Malutpost, Lampung Post, Banjarmasin Post, Suara Merdeka, Media Indonesia, serta Kompas. Puisinya pernah dimuat di majalah internasional dalam bahasa Inggris; majalah Porch Litmag.

Related Posts

Bakti Sosial Anand Ashram Youth di Yayasan Pendidikan Anak Tuna Netra Denpasar —Merayakan Kemanusiaan dalam Nada dan Kebersamaan

by Agung Sudarsa
March 2, 2026
0
Bakti Sosial Anand Ashram Youth di Yayasan Pendidikan Anak Tuna Netra Denpasar —Merayakan Kemanusiaan dalam Nada dan Kebersamaan

“Jiwa muda adalah jiwa penuh energi, penuh semangat. Maka, dengan sendirinya penuh gejolak pula. Ia bisa membangkang, bisa memberontak, bisa...

Read moreDetails

Leo Saputra, Perajin Perak Singapadu yang Bertahan di Tengah Arus Modernisasi

by Putu Ayu Ariani
February 27, 2026
0
Leo Saputra, Perajin Perak Singapadu yang Bertahan di Tengah Arus Modernisasi

DESA Singapadu, Kabupaten Gianyar, dikenal sebagai salah satu tempat kerajinan perak di Bali. Di tengah arus modernisasi dan persaingan produk...

Read moreDetails

‘Abhikkama’ – Maju Terus: Komitmen Pemuda Theravāda Indonesia (Patria) Senantiasa Bergerak dan Menumbuhkan Kebajikan

by Dede Putra Wiguna
February 23, 2026
0
‘Abhikkama’ – Maju Terus: Komitmen Pemuda Theravāda Indonesia (Patria) Senantiasa Bergerak dan Menumbuhkan Kebajikan

TIGA dasawarsa bukanlah perjalanan yang singkat. Bagi Pemuda Theravāda Indonesia (Patria), 30 tahun adalah rentang pengabdian, pembelajaran, dan konsistensi dalam...

Read moreDetails

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

by Jaswanto
February 22, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

“SAYA menangis saat survei sekolah setelah lolos seleksi P3K,” ujar Samsul Rizal bercerita kepada saya pada malam yang gerah di...

Read moreDetails

Menanam Pohon Sebelum Berlari —Catatan Menuju Alumni SMANSA Charity Fun Run 2026

by Gading Ganesha
February 22, 2026
0
Menanam Pohon Sebelum Berlari —Catatan Menuju Alumni SMANSA Charity Fun Run 2026

SABTU pagi itu datang dengan suara burung dan kokok ayam yang bersahutan. Di sela suasana yang masih lengang, telepon genggam...

Read moreDetails

Tiba-tiba Konservasi : Melihat Pentingnya Kesadaran Konservasi yang Justru Hadir dari Inisiatif Kolektif

by Made Chandra
February 21, 2026
0
Tiba-tiba Konservasi : Melihat Pentingnya Kesadaran Konservasi yang Justru Hadir dari Inisiatif Kolektif

CATATAN ini berawal dari ajakan Bli Vincent Chandra—seorang pemuda yang berapi-api ketika bercumbu dengan kebudayaan, untuk mengajakku untuk menyambangi Museum...

Read moreDetails

Menulis Opini Bahasa Bali Jangan Seperti Orang “Ngigelang Tapel”! — Dari Lomba Opini Bulan Bahasa Bali 2026

by Nyoman Budarsana
February 19, 2026
0
Menulis Opini Bahasa Bali Jangan Seperti Orang “Ngigelang Tapel”! — Dari Lomba Opini Bulan Bahasa Bali 2026

WIMBAKARA (Lomba) Opini Berbahasa Bali serangkaian Bulan Bahasa Bali mirip sebuah ujian sekripsi atau tesis. Peserta tidak hanya menyelesaikan sebuah...

Read moreDetails

Menjadi Penolong Pertama di Usia Belia: Ketika Para Dokter Kecil Beradu Cerdas di Kesbam Anniversary Contest (KAC) VI

by Dede Putra Wiguna
February 18, 2026
0
Menjadi Penolong Pertama di Usia Belia: Ketika Para Dokter Kecil Beradu Cerdas di Kesbam Anniversary Contest (KAC) VI

WAJAH-wajah kecil itu tampak amat serius pagi itu. Jas dokter kecil yang mereka kenakan terlihat rapi, lengkap dengan pin dan...

Read moreDetails

Buku ‘Gaya Patung Pendet di Mata Tiga Profesor’ Diluncurkan pada Perayaan HUT ke-23 Museum Pendet

by I Nyoman Darma Putra
February 15, 2026
0
Buku ‘Gaya Patung Pendet di Mata Tiga Profesor’ Diluncurkan pada Perayaan HUT ke-23 Museum Pendet

Perayaan HUT ke-23 Museum Pendet di Nyuhkuning, Ubud, Gianyar, Minggu, 15 Februari 2026, ditandai dengan peluncuran dan bedah empat buku...

Read moreDetails

Mang Adi, Si Penyadap Tuak, Menghadapi Musim yang Tak Pasti —Cerita Kecil dari Desa Sambirenteng

by Son Lomri
February 15, 2026
0
Mang Adi, Si Penyadap Tuak, Menghadapi Musim yang Tak Pasti —Cerita Kecil dari Desa Sambirenteng

MANG ADI memegang sebilah paku dengan gaya seperti layaknya memegang pena. Dengan ujung paku yang runcing itu, ia menggurat garis...

Read moreDetails
Next Post
Manusia Bali di Tengah Paradoks Pesona dan Luka

Manusia Bali di Tengah Paradoks Pesona dan Luka

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co