12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Apakah Sukaja Akan Menjadi Anomali Politik Tabanan?

I Made Argawa by I Made Argawa
October 6, 2025
in Esai
Apakah Sukaja Akan Menjadi Anomali Politik Tabanan?

Wayan Sukaja

PADA 6 Oktober 2025 atau bertepatan pada Purnama Kapat pada kalender Bali, sosok politisi kawakan asal Kecamatan Marga kembali ke DPRD Tabanan. I Wayan Sukaja akan menjalani proses Pergantian Antar Waktu (PAW) dari almarhum I Wayan Gindera.

Kembali menduduki kursi dewan bagi politisi asal Desa Marga Dajan Puri, Kecamatan Marga bukan tanpa perjalanan panjang.

Sempat merasakan kursi Ketua DPRD Tabanan pada 2004 hingga 2009, Sukaja lantas nyalon sebagai Bupati Tabanan 2010. Terdampak prahara dobel rekomendasi, Sukaja akhirnya kalah dalam perhelatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).

Tak hanya itu, Sukaja juga sempat merasakan dinginnya tembok penjara setelah hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Denpasar, mengetok palu persidangan dengan vonis empat tahun penjara pada kasus bantuan sosial. Kendati belakangan, Mahkamah Agung mengabulkan gugatannya atas perkara tersebut.

Perjalanan Wayan Sukaja tercatat berganti-ganti partai politik. Setelah terdepak dari PDI Perjuangan, Ia sempat bergabung ke Hanura, Nasdem hingga Golkar.

Ketika I Wayan Gindera wafat pada Mei 2025 otomatis posisinya digantikan oleh Sukaja yang berada di posisi kedua dengan perolehan 1.145 suara dalam Pileg 2024, menempatkannya sebagai kandidat PAW paling layak.

Sebelumnya Gindera memperoleh suara terbanyak Partai Golkar di Dapil Tabanan IV (Kediri-Marga) sebanyak 2.023 suara.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tabanan telah menyelesaikan verifikasi berkas Sukaja sebagai calon PAW dan menyerahkannya ke Sekretariat DPRD Tabanan.

Setelah itu, Sekretariat DPRD meneruskan proses ke Bupati Tabanan dan Gubernur Bali sebagai perantara menuju keputusan dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri).

Sebagai politisi yang pernah mencicipi puncak karir sebagai ketua DPRD Tabanan serta malang melintang di beberapa partai politik Sukaja tentunya tidak bisa dianggap sebelah mata.

Bahkan, Sukaja sebagai anomali (hal tidak biasa) dalam politik sangat mungkin terjadi.

Posisi Secara Politis

Kembalinya I Wayan Sukaja ke kursi DPRD Tabanan memiliki makna strategis. Ia mewakili simbol oposisi yang tetap rasional. Namun, sangat bisa kritis terhadap arah kebijakan daerah.

Sebagai salah satu wajah lama di panggung politik Tabanan, Sukaja membawa modal pengalaman dan konsistensi yang jarang dimiliki politisi baru.

Ia memahami medan politik lokal dengan baik, tahu kapan harus keras dan kapan harus lentur. Khususnya dalam konteks DPRD Tabanan yang mayoritas mutlak dikuasai PDI Perjuangan dengan 31 kursi dari total 40 kursi.

Kehadiran figur seperti Sukaja penting untuk menjaga agar fungsi legislatif tidak terjebak dalam kenyamanan mayoritas. Meskipun, kursi Golkar di DPRD Tabanan saat ini hanya berjumlah empat.

Figur Pengimbang yang Rasional

Sukaja saat ini bisa membangun citra sebagai pengimbang rasional yang menilai kebijakan berdasarkan substansi, bukan semata warna partai.

Sikap ini bisa membuatnya tetap dihormati bahkan oleh lawan politiknya. Dalam situasi politik Tabanan yang cenderung homogen, suara berbeda sering kali dianggap gangguan.

Namun, melalui pendekatan komunikatif, Sukaja harusnya bisa menampilkan oposisi sebagai bagian dari sistem demokrasi, bukan ancaman.

Di sisi lain, keberadaan Sukaja juga menjaga posisi Partai Golkar agar tidak hilang dari peta politik daerah. Dalam beberapa periode terakhir, Golkar memang menghadapi tantangan eksistensial di Bali, salah satu faktornya karena  PDI Perjuangan yang dominan.

Sukaja meraih kembali kursi wakil rakyat meski dengan cara yang “tidak biasa” sekilas memberikan nuansa anomali di DPRD Tabanan.

Keterbatasan Struktural

Meski demikian, jalan politik Sukaja saat ini belum tentu mulus. Dominannya PDI Perjuangan di hampir seluruh struktur politik daerah, ruang manuver Golkar sangat terbatas.

Usulan, kritik, atau pandangan fraksi kecil sering kali tenggelam dalam arus besar keputusan mayoritas. Ini menjadi tantangan tersendiri bagi Sukaja bagaimana mengubah posisi minoritas agar tetap diperhatikan.

Di sisi internal, sosok Sukaja yang matang secara politik menghadapi realitas politik gaya generasi Z. Pendekatan politik saat ini harus dengan gaya yang lebih populis dan cepat beradaptasi di media sosial. Jika tidak mampu beradaptasi, Sukaja bisa kehilangan momentum.

Peluang Membangun Oposisi Sehat

Dalam lanskap politik lokal yang cenderung satu warna, peran oposisi justru menjadi sangat penting. Sukaja memiliki peluang besar untuk membangun citra Golkar sebagai partai yang kritis namun solutif.

Menyoroti isu-isu publik seperti transparansi anggaran, efektivitas pelayanan publik, hingga kebijakan lingkungan, ia bisa menunjukkan bahwa oposisi bukan berarti menentang, tetapi mengingatkan.

Pendekatan berbasis data dan komunikasi publik yang santun dapat menjadi kekuatan utama. Jika dijalankan secara konsisten, peran ini bukan hanya menjaga keseimbangan kekuasaan, tetapi juga memberi pendidikan politik kepada masyarakat. Bahwa, demokrasi daerah yang sehat tidak hanya suara mayoritas. Tapi, juga suara penyeimbang yang jujur.

Menjaga Keseimbangan Politik Lokal

Dalam konteks hubungan dengan Pemkab Tabanan, posisi Sukaja dan Fraksi Golkar sebaiknya diarahkan pada kolaborasi kritis. Artinya, mendukung kebijakan yang benar dan berani menolak yang melenceng.

Model politik seperti ini akan semakin memperkuat tata kelola pemerintahan daerah yang transparan dan akuntabel.

Jika seorang Sukaja mampu menjaga loyalitasnya pada rakyat, kedewasaan dalam oposisi dan kemampuan komunikasi lintas partai harusnya Wayan Sukaja akan tetap menjadi figur penting dalam menjaga dinamika politik Tabanan.

Dalam bahasa sederhana, politik Tabanan masih membutuhkan “suara lain” yang tidak sekadar menentang, tetapi menyehatkan. Sejauh ini, Wayan Sukaja adalah salah satu dari sedikit politisi yang harusnya masih mampu memainkan peran itu dengan elegan. Meski mulai dari seorang anomali. [T]

Penulis: I Made Argawa
Editor: Adnyana Ole

Tags: Partai GolkarPolitikpolitik tabanantabananWayan Sukaja
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Mengenang Joko Pinurbo: Malam yang Menyala oleh Puisi — Catatan dari JaliJali Fest

Next Post

Peluncuran Buku Puisi Film Kebangkitan: Puisi Menyapa Film, Film Menyapa Puisi

I Made Argawa

I Made Argawa

Selalu berusaha santai di tengah dunia yang makin cepat

Related Posts

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

Read moreDetails

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

Read moreDetails

Kita Salah Menghitung Kesunyian

by Angga Wijaya
September 10, 2026
0
Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

Read moreDetails

Tubuh yang Saya Suruh Begadang

by Angga Wijaya
September 9, 2026
0
Tubuh yang Saya Suruh Begadang

SELAMA kira-kira sepuluh tahun terakhir, saya punya kebiasaan yang barangkali tidak terlalu baik bagi tubuh, yakni, begadang. Saya menulis pada...

Read moreDetails

Hari Olahraga Nasional: Dari Lapangan ke FYP, dari Medali ke “Endorse”

by Chusmeru
September 9, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

SEPULUH hingga dua puluh tahun silam perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tanggal 9 September identik dengan kegiatan senam di lapangan....

Read moreDetails

Kepemimpinan Feminis sebagai Strategi Rekonsiliasi Sosial di Tengah Polarisasi Politik

by Jerry Indrawan
September 8, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

POLARISASI politik yang menguat dalam konteks demokrasi kontemporer telah memicu fragmentasi sosial yang sangat mengkhawatirkan di berbagai belahan dunia, termasuk...

Read moreDetails

Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

by Wayan Gde Yudane
September 7, 2026
0
Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

SELAMAT datang di era di mana kedalaman berpikir resmi digantikan oleh kecepatan reaksi. Sebuah masa yang sangat efisien, di mana...

Read moreDetails

Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

by Adwan SA
September 6, 2026
0
Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

JAUH sebelum Tuan Gubernur mendorong pengadaan puluhan unit motor trail sebab helikopter kebanggaannya kewalahan dalam menangani kebakaran hutan dan lahan,...

Read moreDetails

Jangan-Jangan Kita Semua Mbah Darmi, 25 Ribu Hari ini, 10 Juta Esok Hari

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 5, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BAGI Mbah Darmi, KTP mungkin hanyalah kartu identitas. Benda kecil yang disimpan di dompet atau tempat aman, diperlukan ketika mengurus...

Read moreDetails

Topi Para Penyintas Kanker

by Angga Wijaya
September 5, 2026
0
Topi Para Penyintas Kanker

Di Poliklinik Onkologi sebuah rumah sakit besar di Denpasar, Bali, saya kerap melihat para perempuan memakai tutup kepala atau topi....

Read moreDetails
Next Post
Peluncuran Buku Puisi Film Kebangkitan: Puisi Menyapa Film, Film Menyapa Puisi

Peluncuran Buku Puisi Film Kebangkitan: Puisi Menyapa Film, Film Menyapa Puisi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah
Khas

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

by Emi Suy
September 10, 2026
Wajah I Made Galung Wiratmaja
Ulas Rupa

Wajah I Made Galung Wiratmaja

PADA tanggal 19 Agustus hingga 15 September ini, digelar pameran bertajuk “Impulse”. Perhelatan ini digelar Kalpataru Art Space - Sanur...

by Hartanto
September 10, 2026
“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan
Pameran

“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

BAGAIMANA jika suatu hari kita lupa segalanya? Nama orang yang kita cintai, tempat-tempat yang pernah didatangi, percakapan yang pernah tinggal...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
Kita Salah Menghitung Kesunyian
Esai

Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

by Angga Wijaya
September 10, 2026
Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”
Pop

Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”

ADA kerinduan yang sebentar lagi dituntaskan Majelis Lidah Berduri di Bali. Band rock alternatif asal Yogyakarta yang akrab disapa Melbi...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co