2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Apakah Sukaja Akan Menjadi Anomali Politik Tabanan?

I Made Argawa by I Made Argawa
October 6, 2025
in Esai
Apakah Sukaja Akan Menjadi Anomali Politik Tabanan?

Wayan Sukaja

PADA 6 Oktober 2025 atau bertepatan pada Purnama Kapat pada kalender Bali, sosok politisi kawakan asal Kecamatan Marga kembali ke DPRD Tabanan. I Wayan Sukaja akan menjalani proses Pergantian Antar Waktu (PAW) dari almarhum I Wayan Gindera.

Kembali menduduki kursi dewan bagi politisi asal Desa Marga Dajan Puri, Kecamatan Marga bukan tanpa perjalanan panjang.

Sempat merasakan kursi Ketua DPRD Tabanan pada 2004 hingga 2009, Sukaja lantas nyalon sebagai Bupati Tabanan 2010. Terdampak prahara dobel rekomendasi, Sukaja akhirnya kalah dalam perhelatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).

Tak hanya itu, Sukaja juga sempat merasakan dinginnya tembok penjara setelah hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Denpasar, mengetok palu persidangan dengan vonis empat tahun penjara pada kasus bantuan sosial. Kendati belakangan, Mahkamah Agung mengabulkan gugatannya atas perkara tersebut.

Perjalanan Wayan Sukaja tercatat berganti-ganti partai politik. Setelah terdepak dari PDI Perjuangan, Ia sempat bergabung ke Hanura, Nasdem hingga Golkar.

Ketika I Wayan Gindera wafat pada Mei 2025 otomatis posisinya digantikan oleh Sukaja yang berada di posisi kedua dengan perolehan 1.145 suara dalam Pileg 2024, menempatkannya sebagai kandidat PAW paling layak.

Sebelumnya Gindera memperoleh suara terbanyak Partai Golkar di Dapil Tabanan IV (Kediri-Marga) sebanyak 2.023 suara.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tabanan telah menyelesaikan verifikasi berkas Sukaja sebagai calon PAW dan menyerahkannya ke Sekretariat DPRD Tabanan.

Setelah itu, Sekretariat DPRD meneruskan proses ke Bupati Tabanan dan Gubernur Bali sebagai perantara menuju keputusan dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri).

Sebagai politisi yang pernah mencicipi puncak karir sebagai ketua DPRD Tabanan serta malang melintang di beberapa partai politik Sukaja tentunya tidak bisa dianggap sebelah mata.

Bahkan, Sukaja sebagai anomali (hal tidak biasa) dalam politik sangat mungkin terjadi.

Posisi Secara Politis

Kembalinya I Wayan Sukaja ke kursi DPRD Tabanan memiliki makna strategis. Ia mewakili simbol oposisi yang tetap rasional. Namun, sangat bisa kritis terhadap arah kebijakan daerah.

Sebagai salah satu wajah lama di panggung politik Tabanan, Sukaja membawa modal pengalaman dan konsistensi yang jarang dimiliki politisi baru.

Ia memahami medan politik lokal dengan baik, tahu kapan harus keras dan kapan harus lentur. Khususnya dalam konteks DPRD Tabanan yang mayoritas mutlak dikuasai PDI Perjuangan dengan 31 kursi dari total 40 kursi.

Kehadiran figur seperti Sukaja penting untuk menjaga agar fungsi legislatif tidak terjebak dalam kenyamanan mayoritas. Meskipun, kursi Golkar di DPRD Tabanan saat ini hanya berjumlah empat.

Figur Pengimbang yang Rasional

Sukaja saat ini bisa membangun citra sebagai pengimbang rasional yang menilai kebijakan berdasarkan substansi, bukan semata warna partai.

Sikap ini bisa membuatnya tetap dihormati bahkan oleh lawan politiknya. Dalam situasi politik Tabanan yang cenderung homogen, suara berbeda sering kali dianggap gangguan.

Namun, melalui pendekatan komunikatif, Sukaja harusnya bisa menampilkan oposisi sebagai bagian dari sistem demokrasi, bukan ancaman.

Di sisi lain, keberadaan Sukaja juga menjaga posisi Partai Golkar agar tidak hilang dari peta politik daerah. Dalam beberapa periode terakhir, Golkar memang menghadapi tantangan eksistensial di Bali, salah satu faktornya karena  PDI Perjuangan yang dominan.

Sukaja meraih kembali kursi wakil rakyat meski dengan cara yang “tidak biasa” sekilas memberikan nuansa anomali di DPRD Tabanan.

Keterbatasan Struktural

Meski demikian, jalan politik Sukaja saat ini belum tentu mulus. Dominannya PDI Perjuangan di hampir seluruh struktur politik daerah, ruang manuver Golkar sangat terbatas.

Usulan, kritik, atau pandangan fraksi kecil sering kali tenggelam dalam arus besar keputusan mayoritas. Ini menjadi tantangan tersendiri bagi Sukaja bagaimana mengubah posisi minoritas agar tetap diperhatikan.

Di sisi internal, sosok Sukaja yang matang secara politik menghadapi realitas politik gaya generasi Z. Pendekatan politik saat ini harus dengan gaya yang lebih populis dan cepat beradaptasi di media sosial. Jika tidak mampu beradaptasi, Sukaja bisa kehilangan momentum.

Peluang Membangun Oposisi Sehat

Dalam lanskap politik lokal yang cenderung satu warna, peran oposisi justru menjadi sangat penting. Sukaja memiliki peluang besar untuk membangun citra Golkar sebagai partai yang kritis namun solutif.

Menyoroti isu-isu publik seperti transparansi anggaran, efektivitas pelayanan publik, hingga kebijakan lingkungan, ia bisa menunjukkan bahwa oposisi bukan berarti menentang, tetapi mengingatkan.

Pendekatan berbasis data dan komunikasi publik yang santun dapat menjadi kekuatan utama. Jika dijalankan secara konsisten, peran ini bukan hanya menjaga keseimbangan kekuasaan, tetapi juga memberi pendidikan politik kepada masyarakat. Bahwa, demokrasi daerah yang sehat tidak hanya suara mayoritas. Tapi, juga suara penyeimbang yang jujur.

Menjaga Keseimbangan Politik Lokal

Dalam konteks hubungan dengan Pemkab Tabanan, posisi Sukaja dan Fraksi Golkar sebaiknya diarahkan pada kolaborasi kritis. Artinya, mendukung kebijakan yang benar dan berani menolak yang melenceng.

Model politik seperti ini akan semakin memperkuat tata kelola pemerintahan daerah yang transparan dan akuntabel.

Jika seorang Sukaja mampu menjaga loyalitasnya pada rakyat, kedewasaan dalam oposisi dan kemampuan komunikasi lintas partai harusnya Wayan Sukaja akan tetap menjadi figur penting dalam menjaga dinamika politik Tabanan.

Dalam bahasa sederhana, politik Tabanan masih membutuhkan “suara lain” yang tidak sekadar menentang, tetapi menyehatkan. Sejauh ini, Wayan Sukaja adalah salah satu dari sedikit politisi yang harusnya masih mampu memainkan peran itu dengan elegan. Meski mulai dari seorang anomali. [T]

Penulis: I Made Argawa
Editor: Adnyana Ole

Tags: Partai GolkarPolitikpolitik tabanantabananWayan Sukaja
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Mengenang Joko Pinurbo: Malam yang Menyala oleh Puisi — Catatan dari JaliJali Fest

Next Post

Peluncuran Buku Puisi Film Kebangkitan: Puisi Menyapa Film, Film Menyapa Puisi

I Made Argawa

I Made Argawa

Selalu berusaha santai di tengah dunia yang makin cepat

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
Peluncuran Buku Puisi Film Kebangkitan: Puisi Menyapa Film, Film Menyapa Puisi

Peluncuran Buku Puisi Film Kebangkitan: Puisi Menyapa Film, Film Menyapa Puisi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co