3 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Apakah Sukaja Akan Menjadi Anomali Politik Tabanan?

I Made Argawa by I Made Argawa
October 6, 2025
in Esai
Apakah Sukaja Akan Menjadi Anomali Politik Tabanan?

Wayan Sukaja

PADA 6 Oktober 2025 atau bertepatan pada Purnama Kapat pada kalender Bali, sosok politisi kawakan asal Kecamatan Marga kembali ke DPRD Tabanan. I Wayan Sukaja akan menjalani proses Pergantian Antar Waktu (PAW) dari almarhum I Wayan Gindera.

Kembali menduduki kursi dewan bagi politisi asal Desa Marga Dajan Puri, Kecamatan Marga bukan tanpa perjalanan panjang.

Sempat merasakan kursi Ketua DPRD Tabanan pada 2004 hingga 2009, Sukaja lantas nyalon sebagai Bupati Tabanan 2010. Terdampak prahara dobel rekomendasi, Sukaja akhirnya kalah dalam perhelatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).

Tak hanya itu, Sukaja juga sempat merasakan dinginnya tembok penjara setelah hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Denpasar, mengetok palu persidangan dengan vonis empat tahun penjara pada kasus bantuan sosial. Kendati belakangan, Mahkamah Agung mengabulkan gugatannya atas perkara tersebut.

Perjalanan Wayan Sukaja tercatat berganti-ganti partai politik. Setelah terdepak dari PDI Perjuangan, Ia sempat bergabung ke Hanura, Nasdem hingga Golkar.

Ketika I Wayan Gindera wafat pada Mei 2025 otomatis posisinya digantikan oleh Sukaja yang berada di posisi kedua dengan perolehan 1.145 suara dalam Pileg 2024, menempatkannya sebagai kandidat PAW paling layak.

Sebelumnya Gindera memperoleh suara terbanyak Partai Golkar di Dapil Tabanan IV (Kediri-Marga) sebanyak 2.023 suara.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tabanan telah menyelesaikan verifikasi berkas Sukaja sebagai calon PAW dan menyerahkannya ke Sekretariat DPRD Tabanan.

Setelah itu, Sekretariat DPRD meneruskan proses ke Bupati Tabanan dan Gubernur Bali sebagai perantara menuju keputusan dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri).

Sebagai politisi yang pernah mencicipi puncak karir sebagai ketua DPRD Tabanan serta malang melintang di beberapa partai politik Sukaja tentunya tidak bisa dianggap sebelah mata.

Bahkan, Sukaja sebagai anomali (hal tidak biasa) dalam politik sangat mungkin terjadi.

Posisi Secara Politis

Kembalinya I Wayan Sukaja ke kursi DPRD Tabanan memiliki makna strategis. Ia mewakili simbol oposisi yang tetap rasional. Namun, sangat bisa kritis terhadap arah kebijakan daerah.

Sebagai salah satu wajah lama di panggung politik Tabanan, Sukaja membawa modal pengalaman dan konsistensi yang jarang dimiliki politisi baru.

Ia memahami medan politik lokal dengan baik, tahu kapan harus keras dan kapan harus lentur. Khususnya dalam konteks DPRD Tabanan yang mayoritas mutlak dikuasai PDI Perjuangan dengan 31 kursi dari total 40 kursi.

Kehadiran figur seperti Sukaja penting untuk menjaga agar fungsi legislatif tidak terjebak dalam kenyamanan mayoritas. Meskipun, kursi Golkar di DPRD Tabanan saat ini hanya berjumlah empat.

Figur Pengimbang yang Rasional

Sukaja saat ini bisa membangun citra sebagai pengimbang rasional yang menilai kebijakan berdasarkan substansi, bukan semata warna partai.

Sikap ini bisa membuatnya tetap dihormati bahkan oleh lawan politiknya. Dalam situasi politik Tabanan yang cenderung homogen, suara berbeda sering kali dianggap gangguan.

Namun, melalui pendekatan komunikatif, Sukaja harusnya bisa menampilkan oposisi sebagai bagian dari sistem demokrasi, bukan ancaman.

Di sisi lain, keberadaan Sukaja juga menjaga posisi Partai Golkar agar tidak hilang dari peta politik daerah. Dalam beberapa periode terakhir, Golkar memang menghadapi tantangan eksistensial di Bali, salah satu faktornya karena  PDI Perjuangan yang dominan.

Sukaja meraih kembali kursi wakil rakyat meski dengan cara yang “tidak biasa” sekilas memberikan nuansa anomali di DPRD Tabanan.

Keterbatasan Struktural

Meski demikian, jalan politik Sukaja saat ini belum tentu mulus. Dominannya PDI Perjuangan di hampir seluruh struktur politik daerah, ruang manuver Golkar sangat terbatas.

Usulan, kritik, atau pandangan fraksi kecil sering kali tenggelam dalam arus besar keputusan mayoritas. Ini menjadi tantangan tersendiri bagi Sukaja bagaimana mengubah posisi minoritas agar tetap diperhatikan.

Di sisi internal, sosok Sukaja yang matang secara politik menghadapi realitas politik gaya generasi Z. Pendekatan politik saat ini harus dengan gaya yang lebih populis dan cepat beradaptasi di media sosial. Jika tidak mampu beradaptasi, Sukaja bisa kehilangan momentum.

Peluang Membangun Oposisi Sehat

Dalam lanskap politik lokal yang cenderung satu warna, peran oposisi justru menjadi sangat penting. Sukaja memiliki peluang besar untuk membangun citra Golkar sebagai partai yang kritis namun solutif.

Menyoroti isu-isu publik seperti transparansi anggaran, efektivitas pelayanan publik, hingga kebijakan lingkungan, ia bisa menunjukkan bahwa oposisi bukan berarti menentang, tetapi mengingatkan.

Pendekatan berbasis data dan komunikasi publik yang santun dapat menjadi kekuatan utama. Jika dijalankan secara konsisten, peran ini bukan hanya menjaga keseimbangan kekuasaan, tetapi juga memberi pendidikan politik kepada masyarakat. Bahwa, demokrasi daerah yang sehat tidak hanya suara mayoritas. Tapi, juga suara penyeimbang yang jujur.

Menjaga Keseimbangan Politik Lokal

Dalam konteks hubungan dengan Pemkab Tabanan, posisi Sukaja dan Fraksi Golkar sebaiknya diarahkan pada kolaborasi kritis. Artinya, mendukung kebijakan yang benar dan berani menolak yang melenceng.

Model politik seperti ini akan semakin memperkuat tata kelola pemerintahan daerah yang transparan dan akuntabel.

Jika seorang Sukaja mampu menjaga loyalitasnya pada rakyat, kedewasaan dalam oposisi dan kemampuan komunikasi lintas partai harusnya Wayan Sukaja akan tetap menjadi figur penting dalam menjaga dinamika politik Tabanan.

Dalam bahasa sederhana, politik Tabanan masih membutuhkan “suara lain” yang tidak sekadar menentang, tetapi menyehatkan. Sejauh ini, Wayan Sukaja adalah salah satu dari sedikit politisi yang harusnya masih mampu memainkan peran itu dengan elegan. Meski mulai dari seorang anomali. [T]

Penulis: I Made Argawa
Editor: Adnyana Ole

Tags: Partai GolkarPolitikpolitik tabanantabananWayan Sukaja
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Mengenang Joko Pinurbo: Malam yang Menyala oleh Puisi — Catatan dari JaliJali Fest

Next Post

Peluncuran Buku Puisi Film Kebangkitan: Puisi Menyapa Film, Film Menyapa Puisi

I Made Argawa

I Made Argawa

Selalu berusaha santai di tengah dunia yang makin cepat

Related Posts

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

by Eril Paizi
June 2, 2026
0
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

Read moreDetails

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

by Early NHS
June 2, 2026
0
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

Read moreDetails

(Tidak Ada) Literasi Digital

by I Wayan Artika
June 2, 2026
0
(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

Read moreDetails

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

by Rsi Suwardana
June 1, 2026
0
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

Read moreDetails

Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

by Agung Sudarsa
June 1, 2026
0
Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

Hari Lahir Pancasila: Merayakan Gagasan Besar Bangsa Setiap tanggal 1 Juni bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila. Pada hari itu,...

Read moreDetails

Awas Ada Pocong!

by Dede Putra Wiguna
May 31, 2026
0
Awas Ada Pocong!

BELAKANGAN ini, masyarakat di berbagai daerah di Indonesia dihebohkan oleh kemunculan ‘pocong jadi-jadian’. Sosok yang biasanya ada dalam cerita horor...

Read moreDetails

Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

by Ahmad Fatoni
May 31, 2026
0
Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

……………..Aku bertanya:Apakah gunanya pendidikanbila hanya akan membuat seseorang menjadi asingdi tengah kenyataan persoalannya?Apakah gunanya pendidikanbila hanya mendorong seseorangmenjadi layang-layang di...

Read moreDetails

Wisata Bahari di Negeri Maritim

by Chusmeru
May 31, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

BERUNTUNG Indonesia memiliki alam yang penuh pesona. Laut menjadi salah satu kekayaan alam yang membanggakan. Luas wilayah laut Indonesia mencapai...

Read moreDetails

FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

by Agung Sudarsa
May 31, 2026
0
FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

Dari Kegelisahan Menuju Gerakan Moral BALI sedang berada pada persimpangan zaman. Di satu sisi, pulau ini menikmati pertumbuhan ekonomi yang...

Read moreDetails

Dari Candi Pustaka hingga Monumen Puja: Jejak Spiritualitas Ida Sri Pandita Buddha Raksitha

by IGP Weda Adi Wangsa
May 30, 2026
0
Dari Candi Pustaka hingga Monumen Puja: Jejak Spiritualitas Ida Sri Pandita Buddha Raksitha

CANDI Pustaka merupakan istilah yang sering dipakai oleh seorang rakawi (penyair sastra Jawa Kuno) untuk menyebut karya sastranya sebagai medium...

Read moreDetails
Next Post
Peluncuran Buku Puisi Film Kebangkitan: Puisi Menyapa Film, Film Menyapa Puisi

Peluncuran Buku Puisi Film Kebangkitan: Puisi Menyapa Film, Film Menyapa Puisi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!
Esai

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

by Early NHS
June 2, 2026
Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa  —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026
Panggung

Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026

PADA hari terakhir Ubud Food Festival 2026, Minggu, 31 Mei 2026, Rumah Kayu, Taman Kuliner Ubud dipenuhi pengunjung yang datang...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
(Tidak Ada) Literasi Digital
Esai

(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

by I Wayan Artika
June 2, 2026
Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan
Ulas Rupa

Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan

Persepsi apa yang tertinggal pada sebuah kayu yang telah menjadikannya arang? Kerapuhan? Ketidakutuhan? Atau justru kesan hitam yang solid? Begitu...

by Made Chandra
June 2, 2026
PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur
Ekonomi

PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur

Ketika namanya disebut, Ni Ketut Sari langsung berteriak kegirangan. Teriakannya, langsung disambut seluruh peserta yang hadir memenuhi ruangan, seperti para...

by Nyoman Budarsana
June 1, 2026
’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan
Ulas Musik

’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan

LAGU ”Africa” karya Toto sering dibaca secara dangkal sebagai romansa eksotis atau nostalgia pop era 1980-an. Namun jika ditempatkan dalam...

by Ahmad Sihabudin
June 1, 2026
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik
Khas

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita
Ulas Film

Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

SORE itu, 31 Mei 2026, Cinepolis di Plaza Renon, Denpasar, terasa berbeda. Tidak ramai seperti biasanya. Tidak ada antrean panjang...

by Satria Aditya
June 1, 2026
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?
Esai

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

by Rsi Suwardana
June 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co