24 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pesona Manggarai Barat, Tak Hanya Komodo, Ada Juga Tarian Khas dan Keindahan Air Terjun

Maria Frangela Suriti Sangu by Maria Frangela Suriti Sangu
September 26, 2025
in Khas
Pesona Manggarai Barat, Tak Hanya Komodo, Ada Juga Tarian Khas dan Keindahan Air Terjun

Pulau Padar

MENTARI pagi menyapa perlahan dari ufuk timur, membiaskan sinarnya ke permukaan laut yang jernih di perairan Manggarai Barat. Airnya berkilau bagai permata, sementara pulau-pulau kecil tampak berbaris, seolah menjadi gerbang menuju surga tersembunyi di Nusa Tenggara Timur. Inilah Manggarai Barat, sebuah kabupaten di ujung barat Pulau Flores, yang kini dikenal sebagai rumah bagi keindahan alam, budaya, dan keramahan penduduknya.

Pulau demi pulau di kawasan ini menawarkan pesona yang berbeda-beda. Pulau Bidadari sering dijuluki sebagai mutiara kecil di dekat Labuan Bajo. Dengan pasir putihnya yang lembut dan air laut sebening kristal, pulau ini menjadi favorit wisatawan untuk snorkeling maupun sekadar berjemur menikmati ketenangan.

Gan, seorang wisatawan yang pernah berkunjung di pulau ini, berharap Pulau Bidadari tetap menjadi destinasi populer dengan pelayanan yang terus ditingkatkan.

“Pesan saya, jaga kebersihan, kelestarian, serta hormati budaya yang ada. Keselamatan itu lebih penting dari apa pun,” ujar Gan.

Menurut Gan, kelebihan pulau ini adalah keindahan alam luar biasa dan fasilitas cukup lengkap, meski harga paket wisata terbilang mahal. “Namun sepadan dengan kepuasan yang didapat. See you next time, Angel Island,” tambahnya.

Tak jauh dari sana, berdiri gagah Pulau Komodo, rumah bagi reptil purba yang hanya bisa ditemui di wilayah ini.

Komodo yang tak asing di Pulau Komodo | Foto: Elsa

Elsa, wisatawan yang sekaligus pernah magang sebagai tour guide di pulau ini, menaruh harapan besar agar satwa kunci seperti komodo dan burung kakatua jambul kuning tetap lestari.

“Pulau Komodo harus tetap alami tanpa ada perubahan karena ulah manusia,” katanya.

Ia juga berpesan agar wisatawan mengikuti arahan ranger, menjaga kebersihan, dan tidak membuang sampah sembarangan. Bagi Elsa, tantangan utama menuju Pulau Komodo adalah jarak yang jauh serta risiko badai dan arus bawah laut. Meski demikian, keunikan alam dan keramahan masyarakat membuat pengalaman berkunjung tak terlupakan.

Elsa berpose di Pulau Komodo | Foto: Elsa

Selain Pulau Komodo, ada pula Pulau Rinca yang tak kalah menawan. Yovita, pengunjung Pulau Rinca asal Lembor, berharap destinasi ini terus menjadi unggulan Manggarai Barat.

“Wisatawan harus menjaga kebersihan dan ketenangan, karena komodo adalah spesies agresif. Itu penting untuk keselamatan,” jelasnya.

Ia menambahkan, fasilitas di Pulau Rinca sudah cukup lengkap, mulai dari toilet hingga listrik, dengan pelayanan ranger yang ramah. Kekurangannya, kadang terjadi miskomunikasi antara ranger dan wisatawan, serta jalur trekking yang riskan. Namun, kelebihannya adalah kesempatan melihat komodo dan hewan liar lain secara langsung.

Perjalanan dilanjutkan ke Pulau Padar, ikon wisata Manggarai Barat dengan lanskap bukit hijau yang melingkar memeluk tiga teluk berpasir berbeda warna. Dari puncaknya, panorama laut Flores terhampar megah.

“Mendaki ke puncak memang melelahkan, tapi begitu sampai di atas, semua rasa capek hilang. Rasanya seperti berdiri di atas lukisan alam,” kata Maria, wisatawan asal Spanyol, sebagimana dikutip Gan saat bertemu wisatawan itu di Bali.

Pulau Padar | Foto: Andi Wijaya

Sementara itu, Andhy Wijaya, seorang tour guide lokal, menegaskan pentingnya menjaga Pulau Padar tetap natural.

“Tidak perlu ada pembangunan kafe atau bale. Pulau ini sudah alami, masih ada pohon untuk berteduh,” ujarnya.

Menurutnya, perjalanan menuju Padar penuh tantangan karena arus kuat dan gelombang tinggi. Kekurangannya adalah toilet yang kurang bersih, tetapi kelebihannya pulau ini sangat terjaga kebersihannya.

Bagi yang ingin suasana santai tanpa harus jauh, Pulau Kelor bisa jadi pilihan. Pulau kecil ini menawarkan trekking singkat dengan pemandangan menawan.

Via, yang sempat magang di kawasan ini, berharap dermaga Pulau Kelor segera diperbaiki agar wisatawan lebih mudah turun dari boat. Ia juga mengingatkan wisatawan untuk berhati-hati saat trekking karena jalurnya cukup ekstrem.

“Perjalanan menuju Kelor memang penuh tantangan, harus melewati ombak dan jarak lumayan jauh. Tapi kelebihannya ada suvenir, makanan, dan minuman yang bisa dibeli di sini,” jelasnya.

Tak hanya panorama, budaya masyarakat Manggarai Barat juga memperkaya pengalaman berkunjung. Tradisi Caci, tarian perang khas Manggarai, rumah adat berbentuk kerucut, hingga permainan Ranku Alu menjadi daya tarik tersendiri. Bahkan, temuan fosil manusia purba di Gua Liang Bua memberi nilai arkeologis yang membuat Manggarai kian istimewa.

Andi Wijaya di Pulau Padar

Bagi pencinta laut, perairan Manggarai Barat adalah surga bawah laut. Spot-spot seperti Manta Point dan Batu Bolong menyimpan kehidupan laut menakjubkan dari terumbu karang berwarna-warni hingga ikan tropis, penyu, dan pari manta.

“Sekali menyelam di sini, rasanya ingin kembali lagi dan lagi. Kehidupan bawah lautnya masih sangat alami,” kata Daniel, seorang bule asal Spanyol yang sudah lama menetap di Labuan Bajo

Namun, keindahan ini juga membawa tanggung jawab. Dengan semakin meningkatnya arus kunjungan, wisatawan dituntut menjaga kebersihan laut, mengurangi sampah plastik, dan menghormati ekosistem. Harapan para narasumber senada: Manggarai Barat harus tetap alami, lestari, dan nyaman bagi siapa pun yang datang.

Saat senja tiba, matahari perlahan tenggelam di balik lautan, mewarnai langit dengan jingga dan ungu yang indah. Pulau-pulau tampak seperti siluet yang tenang, menjadi saksi bisu betapa Manggarai Barat adalah anugerah tak ternilai bagi Indonesia. Lebih dari sekadar destinasi wisata, ia adalah surga tersembunyi yang terus memanggil siapa pun untuk datang, melihat, dan jatuh cinta.

Selain pulau-pulau eksotis, Manggarai Barat juga menyimpan surga tersembunyi yang belum banyak diketahui wisatawan. Salah satunya adalah Air Terjun Sunsa Cureng, yang berada di Kampung Pata.

Air terjun ini menyuguhkan panorama yang memukau dengan debit air yang deras, udara sejuk, serta suasana alami yang masih asri. Suara gemericik air berpadu dengan hijaunya pepohonan, menciptakan harmoni alam yang membuat siapa pun merasa damai dan betah berlama-lama.

Nita Suriani, warga lokal, mengungkapkan harapannya agar keindahan Sunsa Cureng tetap lestari.

“Saya harap tempat wisata ini tetap terjaga keasrian dan kebersihannya agar bisa dinikmati tidak hanya oleh generasi sekarang, tapi juga oleh generasi berikutnya. Dari sini warga bisa mendapat banyak manfaat positif, terutama untuk meningkatkan sumber daya manusia. Semoga air terjun ini ke depannya tidak hanya dikenal oleh wisatawan lokal, tapi juga mancanegara,” ujarnya.

Ia juga berpesan agar pengunjung menjaga fasilitas, menghormati adat istiadat, dan tidak merusak lingkungan sekitar.

Menurut Nita, yang membuat wisata Manggarai berbeda dengan daerah lain adalah perpaduan alam dan budaya.

Air terjun Sunsa Cureng

“Selain keindahan alamnya, budaya lokal seperti tradisi Caci, rumah adat Mbaru Niang, dan keramahan masyarakatnya adalah daya tarik yang unik. Masyarakat Manggarai juga punya rasa persaudaraan dan kepedulian yang tinggi, sehingga wisatawan merasa betah,” tambahnya.

Meski akses jalan menuju Sunsa Cureng masih penuh tantangan karena letaknya di pedalaman, ia menilai perjalanan itu justru menghadirkan pengalaman tersendiri bagi wisatawan.

Senada dengan Nita, Ardy pemuda desa setempat berharap kaum muda lebih kompak menjaga dan melestarikan air terjun.

“Supaya tempat ini bisa memikat lebih banyak pengunjung, dan wisatawan pun diharapkan menaati peraturan yang ada,” jelasnya.

Ardy menambahkan, panorama alam di Manggarai sudah tidak perlu diragukan lagi.

“Air terjun ini punya spot foto yang indah sekali, meski akses jalannya memang masih kurang memadai dan harus hati-hati karena cukup ekstrem, melewati sungai dan bebatuan,” katanya.

Dengan segala kelebihan dan tantangannya, Sunsa Cureng adalah contoh nyata bahwa Manggarai Barat tak hanya soal laut dan pulau, tetapi juga menyimpan pesona pegunungan dan air terjun yang mampu memikat hati siapa pun yang berkunjung. [T]

  • Catatan: Artikel ini adalah hasil dari pelatihan jurnalistik berkaitan dengan program magang mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali di tatkala.co

Penulis: Maria Frangela Suriti Sangu
Editor: Adnyana Ole

Tags: ManggaraiManggarai BaratNTTPariwisata
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Nasionalisme dalam Pusaran Globalisasi dan Post-Truth

Next Post

Heboh Seni Rupa “Aèng-Aèng”

Maria Frangela Suriti Sangu

Maria Frangela Suriti Sangu

Lahir di Semang, NTT, tahun 2001. Mahasiswa Universitas PGRI Mahadewa Indonesia Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia dan Daerah

Related Posts

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
0
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

Read moreDetails

Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

by Angga Wijaya
April 17, 2026
0
Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

DI sebuah sudut Denpasar yang tak terlalu riuh oleh hiruk- pikuk pariwisata, suara biola pelan-pelan menemukan nadanya sendiri. Bukan dari...

Read moreDetails

Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

by Radha Dwi Pradnyani
April 13, 2026
0
Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

RIUH suara para pelajar SMP memenuhi ruangan Museum Soenda Ketjil di kawasan Pelabuhan Tua Buleleng pada Kamis siang, 9 April...

Read moreDetails

Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

by Dian Suryantini
April 9, 2026
0
Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

SORE itu, suasana Pasar Intaran terasa sedikit berbeda dari biasanya. Angin pantai yang biasanya berembus pelan, saat itu sedikit mengamuk....

Read moreDetails

Merawat Tradisi dari Ruang Kelas: Semarak Lomba Ngelawar dan Membuat Gebogan di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
April 8, 2026
0
Merawat Tradisi dari Ruang Kelas: Semarak Lomba Ngelawar dan Membuat Gebogan di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

HARI itu, Jumat, 3 April 2026, menjadi hari yang tak biasa bagi siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam). Sehari...

Read moreDetails

Membasuh Jiwa di Segara —Catatan dari Iring-iringan Melasti Desa Adat Buleleng

by Putu Gangga Pradipta
April 5, 2026
0
Membasuh Jiwa di Segara —Catatan dari Iring-iringan Melasti Desa Adat Buleleng

MATAHARI baru saja beranjak dari peraduannya pada Kamis (2/4/2026), namun aspal di sepanjang jalan menuju Pura Segara, Buleleng, sudah mulai...

Read moreDetails

Malam Rasa Kafka di Pasar Suci

by Helmi Y Haska
March 31, 2026
0
Malam Rasa Kafka di Pasar Suci

TIGA buku terbaru menjadi pokok soal diskusi malam itu diselenggarakan Toko Buku Partikular di Pasar Suci, Denpasar, Sabtu, 28 Maret...

Read moreDetails

Serunya Belajar Ngulet Daluman di Pasar Intaran

by Dian Suryantini
March 24, 2026
0
Serunya Belajar Ngulet Daluman di Pasar Intaran

Minggu pagi, 8 Maret 2026, Pasar Intaran terasa agak beda. Biasanya, pasar ini nongkrong manis di pinggir pantai, tepat di...

Read moreDetails

Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

by Gading Ganesha
March 24, 2026
0
Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

Sabtu 21 Maret. Tepat pukul lima sore, saya tiba di SMA Negeri 1 Singaraja—dua belas jam sebelum Alumni Smansa Charity...

Read moreDetails

Kisah Perjalanan Mendebarkan Menjemput Kekasih dari Sukawati ke Kota Gianyar untuk Menonton Ogoh-ogoh pada Malam Pengrupukan di Taman Kota Gianyar

by Agus Suardiana Putra
March 20, 2026
0
Kisah Perjalanan Mendebarkan Menjemput Kekasih dari Sukawati ke Kota Gianyar untuk Menonton Ogoh-ogoh pada Malam Pengrupukan di Taman Kota Gianyar

SANG surya mulai turun mengistirahatkan diri setelah seharian bersinar, dan kegelapan perlahan menyelimuti bumi. Tibalah kita pada sandikala, waktu yang...

Read moreDetails
Next Post
Heboh Seni Rupa “Aèng-Aèng”

Heboh Seni Rupa “Aèng-Aèng”

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi
Esai

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil
Lingkungan

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

by Son Lomri
April 21, 2026
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan
Persona

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co