24 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pesona Manggarai Barat, Tak Hanya Komodo, Ada Juga Tarian Khas dan Keindahan Air Terjun

Maria Frangela Suriti Sangu by Maria Frangela Suriti Sangu
September 26, 2025
in Khas
Pesona Manggarai Barat, Tak Hanya Komodo, Ada Juga Tarian Khas dan Keindahan Air Terjun

Pulau Padar

MENTARI pagi menyapa perlahan dari ufuk timur, membiaskan sinarnya ke permukaan laut yang jernih di perairan Manggarai Barat. Airnya berkilau bagai permata, sementara pulau-pulau kecil tampak berbaris, seolah menjadi gerbang menuju surga tersembunyi di Nusa Tenggara Timur. Inilah Manggarai Barat, sebuah kabupaten di ujung barat Pulau Flores, yang kini dikenal sebagai rumah bagi keindahan alam, budaya, dan keramahan penduduknya.

Pulau demi pulau di kawasan ini menawarkan pesona yang berbeda-beda. Pulau Bidadari sering dijuluki sebagai mutiara kecil di dekat Labuan Bajo. Dengan pasir putihnya yang lembut dan air laut sebening kristal, pulau ini menjadi favorit wisatawan untuk snorkeling maupun sekadar berjemur menikmati ketenangan.

Gan, seorang wisatawan yang pernah berkunjung di pulau ini, berharap Pulau Bidadari tetap menjadi destinasi populer dengan pelayanan yang terus ditingkatkan.

“Pesan saya, jaga kebersihan, kelestarian, serta hormati budaya yang ada. Keselamatan itu lebih penting dari apa pun,” ujar Gan.

Menurut Gan, kelebihan pulau ini adalah keindahan alam luar biasa dan fasilitas cukup lengkap, meski harga paket wisata terbilang mahal. “Namun sepadan dengan kepuasan yang didapat. See you next time, Angel Island,” tambahnya.

Tak jauh dari sana, berdiri gagah Pulau Komodo, rumah bagi reptil purba yang hanya bisa ditemui di wilayah ini.

Komodo yang tak asing di Pulau Komodo | Foto: Elsa

Elsa, wisatawan yang sekaligus pernah magang sebagai tour guide di pulau ini, menaruh harapan besar agar satwa kunci seperti komodo dan burung kakatua jambul kuning tetap lestari.

“Pulau Komodo harus tetap alami tanpa ada perubahan karena ulah manusia,” katanya.

Ia juga berpesan agar wisatawan mengikuti arahan ranger, menjaga kebersihan, dan tidak membuang sampah sembarangan. Bagi Elsa, tantangan utama menuju Pulau Komodo adalah jarak yang jauh serta risiko badai dan arus bawah laut. Meski demikian, keunikan alam dan keramahan masyarakat membuat pengalaman berkunjung tak terlupakan.

Elsa berpose di Pulau Komodo | Foto: Elsa

Selain Pulau Komodo, ada pula Pulau Rinca yang tak kalah menawan. Yovita, pengunjung Pulau Rinca asal Lembor, berharap destinasi ini terus menjadi unggulan Manggarai Barat.

“Wisatawan harus menjaga kebersihan dan ketenangan, karena komodo adalah spesies agresif. Itu penting untuk keselamatan,” jelasnya.

Ia menambahkan, fasilitas di Pulau Rinca sudah cukup lengkap, mulai dari toilet hingga listrik, dengan pelayanan ranger yang ramah. Kekurangannya, kadang terjadi miskomunikasi antara ranger dan wisatawan, serta jalur trekking yang riskan. Namun, kelebihannya adalah kesempatan melihat komodo dan hewan liar lain secara langsung.

Perjalanan dilanjutkan ke Pulau Padar, ikon wisata Manggarai Barat dengan lanskap bukit hijau yang melingkar memeluk tiga teluk berpasir berbeda warna. Dari puncaknya, panorama laut Flores terhampar megah.

“Mendaki ke puncak memang melelahkan, tapi begitu sampai di atas, semua rasa capek hilang. Rasanya seperti berdiri di atas lukisan alam,” kata Maria, wisatawan asal Spanyol, sebagimana dikutip Gan saat bertemu wisatawan itu di Bali.

Pulau Padar | Foto: Andi Wijaya

Sementara itu, Andhy Wijaya, seorang tour guide lokal, menegaskan pentingnya menjaga Pulau Padar tetap natural.

“Tidak perlu ada pembangunan kafe atau bale. Pulau ini sudah alami, masih ada pohon untuk berteduh,” ujarnya.

Menurutnya, perjalanan menuju Padar penuh tantangan karena arus kuat dan gelombang tinggi. Kekurangannya adalah toilet yang kurang bersih, tetapi kelebihannya pulau ini sangat terjaga kebersihannya.

Bagi yang ingin suasana santai tanpa harus jauh, Pulau Kelor bisa jadi pilihan. Pulau kecil ini menawarkan trekking singkat dengan pemandangan menawan.

Via, yang sempat magang di kawasan ini, berharap dermaga Pulau Kelor segera diperbaiki agar wisatawan lebih mudah turun dari boat. Ia juga mengingatkan wisatawan untuk berhati-hati saat trekking karena jalurnya cukup ekstrem.

“Perjalanan menuju Kelor memang penuh tantangan, harus melewati ombak dan jarak lumayan jauh. Tapi kelebihannya ada suvenir, makanan, dan minuman yang bisa dibeli di sini,” jelasnya.

Tak hanya panorama, budaya masyarakat Manggarai Barat juga memperkaya pengalaman berkunjung. Tradisi Caci, tarian perang khas Manggarai, rumah adat berbentuk kerucut, hingga permainan Ranku Alu menjadi daya tarik tersendiri. Bahkan, temuan fosil manusia purba di Gua Liang Bua memberi nilai arkeologis yang membuat Manggarai kian istimewa.

Andi Wijaya di Pulau Padar

Bagi pencinta laut, perairan Manggarai Barat adalah surga bawah laut. Spot-spot seperti Manta Point dan Batu Bolong menyimpan kehidupan laut menakjubkan dari terumbu karang berwarna-warni hingga ikan tropis, penyu, dan pari manta.

“Sekali menyelam di sini, rasanya ingin kembali lagi dan lagi. Kehidupan bawah lautnya masih sangat alami,” kata Daniel, seorang bule asal Spanyol yang sudah lama menetap di Labuan Bajo

Namun, keindahan ini juga membawa tanggung jawab. Dengan semakin meningkatnya arus kunjungan, wisatawan dituntut menjaga kebersihan laut, mengurangi sampah plastik, dan menghormati ekosistem. Harapan para narasumber senada: Manggarai Barat harus tetap alami, lestari, dan nyaman bagi siapa pun yang datang.

Saat senja tiba, matahari perlahan tenggelam di balik lautan, mewarnai langit dengan jingga dan ungu yang indah. Pulau-pulau tampak seperti siluet yang tenang, menjadi saksi bisu betapa Manggarai Barat adalah anugerah tak ternilai bagi Indonesia. Lebih dari sekadar destinasi wisata, ia adalah surga tersembunyi yang terus memanggil siapa pun untuk datang, melihat, dan jatuh cinta.

Selain pulau-pulau eksotis, Manggarai Barat juga menyimpan surga tersembunyi yang belum banyak diketahui wisatawan. Salah satunya adalah Air Terjun Sunsa Cureng, yang berada di Kampung Pata.

Air terjun ini menyuguhkan panorama yang memukau dengan debit air yang deras, udara sejuk, serta suasana alami yang masih asri. Suara gemericik air berpadu dengan hijaunya pepohonan, menciptakan harmoni alam yang membuat siapa pun merasa damai dan betah berlama-lama.

Nita Suriani, warga lokal, mengungkapkan harapannya agar keindahan Sunsa Cureng tetap lestari.

“Saya harap tempat wisata ini tetap terjaga keasrian dan kebersihannya agar bisa dinikmati tidak hanya oleh generasi sekarang, tapi juga oleh generasi berikutnya. Dari sini warga bisa mendapat banyak manfaat positif, terutama untuk meningkatkan sumber daya manusia. Semoga air terjun ini ke depannya tidak hanya dikenal oleh wisatawan lokal, tapi juga mancanegara,” ujarnya.

Ia juga berpesan agar pengunjung menjaga fasilitas, menghormati adat istiadat, dan tidak merusak lingkungan sekitar.

Menurut Nita, yang membuat wisata Manggarai berbeda dengan daerah lain adalah perpaduan alam dan budaya.

Air terjun Sunsa Cureng

“Selain keindahan alamnya, budaya lokal seperti tradisi Caci, rumah adat Mbaru Niang, dan keramahan masyarakatnya adalah daya tarik yang unik. Masyarakat Manggarai juga punya rasa persaudaraan dan kepedulian yang tinggi, sehingga wisatawan merasa betah,” tambahnya.

Meski akses jalan menuju Sunsa Cureng masih penuh tantangan karena letaknya di pedalaman, ia menilai perjalanan itu justru menghadirkan pengalaman tersendiri bagi wisatawan.

Senada dengan Nita, Ardy pemuda desa setempat berharap kaum muda lebih kompak menjaga dan melestarikan air terjun.

“Supaya tempat ini bisa memikat lebih banyak pengunjung, dan wisatawan pun diharapkan menaati peraturan yang ada,” jelasnya.

Ardy menambahkan, panorama alam di Manggarai sudah tidak perlu diragukan lagi.

“Air terjun ini punya spot foto yang indah sekali, meski akses jalannya memang masih kurang memadai dan harus hati-hati karena cukup ekstrem, melewati sungai dan bebatuan,” katanya.

Dengan segala kelebihan dan tantangannya, Sunsa Cureng adalah contoh nyata bahwa Manggarai Barat tak hanya soal laut dan pulau, tetapi juga menyimpan pesona pegunungan dan air terjun yang mampu memikat hati siapa pun yang berkunjung. [T]

  • Catatan: Artikel ini adalah hasil dari pelatihan jurnalistik berkaitan dengan program magang mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali di tatkala.co

Penulis: Maria Frangela Suriti Sangu
Editor: Adnyana Ole

Tags: ManggaraiManggarai BaratNTTPariwisata
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Nasionalisme dalam Pusaran Globalisasi dan Post-Truth

Next Post

Heboh Seni Rupa “Aèng-Aèng”

Maria Frangela Suriti Sangu

Maria Frangela Suriti Sangu

Lahir di Semang, NTT, tahun 2001. Mahasiswa Universitas PGRI Mahadewa Indonesia Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia dan Daerah

Related Posts

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
0
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

Read moreDetails

Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

by Agung Sudarsa
August 19, 2026
0
Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

MENJELANG peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, kita biasanya kembali mengenang perjuangan para pahlawan, pengorbanan para pendahulu, dan lahirnya bangsa yang...

Read moreDetails

Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

SEORANG laki-laki berkulit sawo matang mulai memanjat batang pohon lontar. Dua jeriken merah terikat di punggungnya, sementara sebilah pisau golok...

Read moreDetails

Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

by Nyoman Budarsana
August 18, 2026
0
Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

DI balik pertunjukan seni yang masih dapat disaksikan di Kuta, ada orang-orang yang bertahun-tahun berlatih, mengajar, berkarya, dan meneruskan pengetahuan...

Read moreDetails

Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

MALAM mulai turun di Banjar Danginjalan, Desa Guwang, Sukawati, Gianyar, Sabtu, 15 Agustus 2026. Di sebuah tempat makan yang baru...

Read moreDetails

“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

 “Saya cari tiga orang, yang mau bikin konten pendidikan dengan menggunakan baju Handmad Campah. Saya bayar Rp1,5 juta tiap bulan....

Read moreDetails

“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

by Rusdy Ulu
August 9, 2026
0
“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

SEJARAH Desa Adat Batur tidak hanya tercatat melalui peristiwa Rarud Batur 1926, tetapi juga melalui hubungan yang terbangun antara masyarakat...

Read moreDetails

Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

by Dede Putra Wiguna
August 8, 2026
0
Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

“JAZZ itu musik yang meneduhkan, tapi mengajak berpikir,” ujar Gede Diarta, seorang pemuda asal Denpasar yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan...

Read moreDetails

Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

by Jaswanto
August 7, 2026
0
Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

DI ruang aula SMAN 4 Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, beberapa pemuda-pemudi dari Sanggar Putri Nyale duduk di kursi...

Read moreDetails

Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

by tatkala
August 6, 2026
0
Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

“Pentingnya kursus bahasa Inggris untuk semua kalangan tidak bisa diragukan lagi. Bahasa Inggris penting sebagai bahasa global, untuk dunia kerja,...

Read moreDetails
Next Post
Heboh Seni Rupa “Aèng-Aèng”

Heboh Seni Rupa “Aèng-Aèng”

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Bupati Sutjidra dan Wabup Supriatna Larut dalam Kemeriahan Seni Bersama Masyarakat di Bulfest 2026
Budaya

Bupati Sutjidra dan Wabup Supriatna Larut dalam Kemeriahan Seni Bersama Masyarakat di Bulfest 2026

Semarak Buleleng Festival 2026 terus memuncak. Pada malam kelima, suasana Kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja dipenuhi canda, musik, dan...

by tatkala
August 23, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [5]: Penerbit yang Tidak Pernah Menolak

Buka KBM App, atau Wattpad, atau NovelToon, atau GoodNovel, atau salah satu dari selusin platform serupa yang tumbuh dalam ekosistem...

by Andre Syahreza
August 23, 2026
PWI Bali Gelar OKK, Perkuat Profesionalisme dan Etika Pers
Pendidikan

PWI Bali Gelar OKK, Perkuat Profesionalisme dan Etika Pers

SEBANYAK 102 anggota dan calon anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bali mengikuti Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) di Gedung PWI...

by Dede Putra Wiguna
August 23, 2026
Ironi Pemalakan dalam Dunia Pendidikan   
Opini

Ironi Pemalakan dalam Dunia Pendidikan   

IRONI yang sulit diterima ketika seseorang yang berdiri di puncak lembaga pendidikan justru berhadapan dengan hukum karena dugaan praktik yang...

by I Ketut Suar Adnyana
August 23, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Wajah Indonesia Bopeng

SIDANG pembaca yang budiman, kemarin saya melihat di medsos, di daerah Banjarbaru, Kalimantan Selatan, seorang ibu bernama Riri Jayanti membagikan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
August 23, 2026
Sastra Tuli: Kesusastraan dari Komunitas Tuli yang Selama Ini Dilihat Semata sebagai Disabilitas
Kritik Sastra

Sastra Tuli: Kesusastraan dari Komunitas Tuli yang Selama Ini Dilihat Semata sebagai Disabilitas

ADA satu kesalahpahaman yang terlalu lama mengiringi cara kita memandang Tuli: seolah-olah Tuli hanya dapat dibicarakan dari apa yang tidak...

by Bagja Wiranandhika Prawira
August 23, 2026
Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud
Panggung

Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud

KETIKA musik itu dimainkan, nadanya terasa enak, liriknya menyentuh hati, dan langsung terbayang cerita drama seri yang sangat populer. Melodinya...

by Nyoman Budarsana
August 23, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co