10 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kembali ke Amerika [1] — Tanah Impian (Bagi yang Bisa Punya Mobil)

J. Savitri by J. Savitri
September 27, 2025
in Tualang
Kembali ke Amerika [1] — Tanah Impian (Bagi yang Bisa Punya Mobil)

Penulis berpose di samping mobil di Cincinnati, Ohio, AS

SEJAK kecil saya ingin pergi ke luar negeri, belajar di sana. Katanya di negara maju semua serba teratur, tidak seperti di Indonesia. Saat SMA, keinginan itu mulai mengerucut dengan adanya tujuan yang lebih spesifik: Amerika. Lebih spesifik lagi: Amerika Serikat atawa AS.

Siapa yang tidak kenal negara paling berkuasa di dunia saat ini. Film dan drama serinya menjadi hiburan semua kalangan. Kita dibuat kagum dengan kemajuan budayanya. Di benak kita, paling tidak di benak saya, negara ini (beserta penduduknya) superior; lebih maju, lebih kaya, lebih pintar, lebih hebat, lebih segalanya. Tidak heran banyak orang bertanya, “Kenapa tidak tinggal di Amerika saja?” ketika saya kembali ke Indonesia, dari belajar di Amerika, beberapa tahun lalu.

Saya tinggal untuk sementara waktu di negeri Paman Sam–hampir tiga tahun–-untuk menyelesaikan studi pasca sarjana dan bekerja di satu tahun terakhirnya. Saya masih ingat kekaguman saya yang saat langsung teruji di hari-hari pertama tinggal di Amerika, tepatnya di Cincinnati, negara bagian Ohio, AS.

Di sini semua infrastruktur seperti punya skala 1,5-2 kali lipat lebih besar. Pergi kemana saja jadi terasa melelahkan jika dilakukan dengan berjalan kaki. Tidak terlihat fasilitas transportasi publik yang mudah dijangkau. Kebingungan-kebingungan pun muncul; di mana bisa membeli kebutuhan? Toko-toko seperti tidak ada dalam jangkauan.

Deretan mobil di Cincinnati, AS | Foto: J Savitri

Untungnya, saya memilih jurusan yang tepat–planologi–karena diskusi-diskusi yang terjadi selama perkuliahan memaparkan latar belakang dari keadaan ini. Ternyata, Amerika dibangun menjadi negara yang berorientasi pada penggunaan mobil sebagai alat mobilitas utama. Istilah terkenalnya, car-centric atau car-oriented development.

Sebenarnya tidak masalah ke mana tujuannya, asal punya mobil, kebutuhan dasar bisa dijangkau dalam waktu 5-10 menit. Tentu dengan laju berkendara rata-rata 50-70 km/jam di area perkotaan. Di jalan tol antar kota atau antar negara bagian, rata-rata kecepatan ini naik menjadi 100-130 km/jam.

Beruntung di tahun kedua perkuliahan saya punya mobil. Saya jadi bisa dengan mudah belanja ke toko Asia yang jaraknya sekitar 18 km dari rumah, cuma butuh waktu 19-24 menit. Selain itu, pilihan berbelanja kebutuhan jadi lebih luas, bisa memilih toko-toko yang lebih murah.

Supermarket favorit saya namanya Aldi. Dengan belanja di sana, saya bisa hemat 50 sampai 100 dollar setiap bulannya. Rp.750.000-1.500.000 per bulan. Bayangkan jika dikalikan satu tahun.

Mobil dan jalan yang lengang di Cincinnati, AS | Foto: J Savitri

Tapi sekarang, ketika kembali lagi ke Cincinnati, saya berada dalam keadaan yang tidak asing, keterbatasan yang sama seperti tahun pertama hidup di Amerika. Saya mengandalkan teman yang punya mobil. Untung masih ada banyak teman di sini. Lalu bagaimana jika tidak punya teman atau mobil sendiri? Atau jika sekadar enggan terus merepotkan?

Pilihannya ada beberapa. Mari kita coba simulasikan dengan Google Maps. Supermarket terdekat dari area apartemen lama saya jaraknya 2,8 km, dengan mudah dijangkau dalam waktu 7 menit menggunakan mobil atau 10-12 menit jika memasukkan waktu keluar dari rumah dan menyalakan mobil. Dengan bus, waktu perjalanan menjadi 12 menit; belum termasuk waktu jalan ke bus stop dan menunggu bus datang. Waktu ini bisa menjadi 30 menit jika ditotal. Lebih dari dua kali lipat.

Jalan kaki butuh 36 menit jika langkahmu panjang seperti kaki-kaki orang Amerika. Kalau menggunakan sepeda, waktu tempuh menjadi 14 menit dengan kontur tanah Cincinnati yang berbukit. Ada bonus betis kuat ala tukang becak. Namun, ketiga opsi tersebut datang dengan banyak batasan, dari segi waktu sampai jumlah barang yang bisa dibawa.

Hidup di Amerika tanpa mobil mungkin seperti hidup di Indonesia tanpa motor. Bedanya, di sini tidak ada warung madura, toko kelontong, apalagi pedagang sayur keliling. Di sini juga tidak ada taksi motor online yang meskipun mahal kalau diakses setiap hari, bisa terjangkau untuk masa-masa emergency.

Mungkin tidak jadi masalah jika tinggal di Amerika untuk sementara. Paling hanya tidak bisa pergi jalan-jalan menikmati taman kota secara leluasa, harus mengandalkan kebaikan teman. Menabung juga lebih susah karena perlu membayar biaya makan atau transportasi yang lebih mahal. Pada umumnya, pengalaman di Amerika menjadi sangat terbatas.

Masalahnya, ada 6% penduduk Amerika (sekitar 13-14 juta jiwa) yang tidak punya akses transportasi yang memadai. Persentasenya jauh lebih besar untuk suku asli Amerika dan Alaska (17.1%) dan African American (9.2%). Sebagai perbandingan, hanya sedikit dari penduduk Amerika berkulit putih yang menghadapi tantangan serupa (4.8%). Keadaan seperti ini tidak bisa dipisahkan dari kesenjangan berbasis ras.

Apa tidak punya akses pada mobil hal yang sebegitu buruknya? Sebagai negara yang sangat bergantung pada mobil, semua kebutuhan dasar manusia pun akses terbaiknya hanya bisa dicapai dengan mobil. Kita sudah membahas tentang kebutuhan makan. Kebanyakan dari mereka yang tidak mampu membeli mobil, tinggal di daerah yang tidak punya akses memadai ke supermarket apalagi ke sumber makanan sehat. Pilihannya adalah makanan cepat saji yang sangat buruk bagi kesehatan.

Tetapi jika punya masalah kesehatan, mereka juga akan kesulitan untuk pergi berobat, lagi-lagi karena klinik atau rumah sakit tidak dalam jangkauan. Untuk membuat keadaan lebih rumit lagi, keluar dari kondisi finansial yang buruk adalah proses yang sulit.

Mobil di jalan yang lebar di Cincinnati, AS | Foto: J Savitri

Jika ingin mencari pekerjaan dengan bayaran lebih baik, mereka harus punya mobil karena pekerjaan-pekerjaan tersebut biasanya jauh dari area tempat mereka tinggal. Dengan mengandalkan bus, jarak yang bisa dijangkau mobil selama 20-30 menit, dengan mudah berubah menjadi 2 jam.

Tentu saya bertanya, mengapa Amerika tidak mengembangkan sistem transportasi umum? Barangkali keadaannya tak berbeda jauh dari Indonesia yang kian gencar membangun jalan tol namun terus memangkas anggaran transportasi umum. Toh sekarang kita sudah merasakannya; naik bus kota sangat lambat dan tidak bisa diandalkan! Lebih enak naik motor. Tetapi harga motor kian mahal sehingga akhirnya semakin banyak orang tidak mampu membelinya. Mereka yang tidak mampu, hanya bisa mengandalkan transportasi umum yang terbatas jangkauan aksesnya. Kita hanya mengulang kesalahan yang sama.

Semakin banyak mobil dan motor yang ada di jalanan dan di garasi-garasi rumah sebenarnya bukan pertanda yang baik. Ini justru sebuah alarm. Di saat planet sudah tidak mampu lagi menerima limbah pembakaran energi fosil, beralih pada transportasi umum adalah pilihan yang paling bijaksana.

Sudah saatnya kita bertanya kepada presiden, kepala daerah, atau lembaga eksekutif: apa rencana anda terkait pembangunan transportasi umum? [T]

Cincinnati, Ohio, 23 September 2025

Penulis: J. Savitri
Editor: Adnyana Ole

Tags: Amerika SerikatCincinnatiKembali ke AmerikaOhiotransportasitransportasi publik
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Dari “Soccer” Menjadi “Football”

Next Post

 Kampusku Sarang Hantu [34]: “Healing” Berujung Merinding

J. Savitri

J. Savitri

Penyuka martabak dan senang belajar, sesekali menyanyi. Saat ini sedang menimba ilmu di Bali Utara

Related Posts

Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival

by I Putu Ardiyasa
September 30, 2026
0
Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival

SAYA datang ke Toyooka dengan niat yang sederhana: mengikuti Intersecting Peripheries dan melihat bagaimana sebuah festival teater bekerja di sebuah...

Read moreDetails

Jalan Sore di Lintas Royal Baroe

by Ahmad Sihabudin
September 28, 2026
0
Jalan Sore di Lintas Royal Baroe

SUDAH cukup lama sebenarnya kami ingin berjalan-jalan di kawasan Royal Baroe, Kota Serang, Provinsi Banten. Bukan untuk mencari sesuatu yang...

Read moreDetails

Wisata Sehat, Ramah di Kantong: Menikmati Pagi di KP3 Banten

by Ahmad Sihabudin
September 7, 2026
0
Wisata Sehat, Ramah di Kantong: Menikmati Pagi di KP3 Banten

ADA tempat yang awalnya kita kenal hanya sebagai pusat pemerintahan, tetapi ternyata memiliki wajah lain yang lebih dekat dengan kehidupan...

Read moreDetails

Candi  Tebing Gunung Kawi: Kolaborasi Epik Jejak Budaya Masa Lalu dengan Lanskap Menawan DAS Pakerisan

by Dewa Ayu Windu
August 31, 2026
0
Candi  Tebing Gunung Kawi: Kolaborasi Epik Jejak Budaya Masa Lalu dengan Lanskap Menawan DAS Pakerisan

GEMERICIK air Sungai Pakerisan terdengar bak nada alam yang konstan, membelah kesunyian lembah di Desa Adat Penaka, Tampaksiring, Gianyar, Bali....

Read moreDetails

Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]

by Ahmad Sihabudin
August 25, 2026
0
Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]

ADA kalanya kita tidak membutuhkan perjalanan yang jauh untuk menemukan kebahagiaan. Kita hanya membutuhkan kesempatan untuk berhenti sejenak dari rutinitas,...

Read moreDetails

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
0
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

Read moreDetails

“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

by Luh Putu Sendratari
August 18, 2026
0
“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

SABTU, 15 Agustus 2026 tanpa direncanakan sebelumnya saya ada di Desa Bengkala. Bersama teman2 dari Universitas Pancasila (Dr Kunthi Tridewiyanti,...

Read moreDetails

Dari Malioboro ke Makam Ki Hadjar Dewantara

by I Nyoman Tingkat
August 16, 2026
0
Dari Malioboro ke Makam Ki Hadjar Dewantara

PEMILIHAN Duta SMA Tingkat Nasional Tahun 2026 dipusatkan di Kota Yogyakarta tepatnya di Indoluxe Hotel sebagai tempat belajar di kelas....

Read moreDetails

Kembali Bertamu di Air Terjun Parang Ijo pada Tahun 2026

by Laurensia Junita Della
August 15, 2026
0
Kembali Bertamu di Air Terjun Parang Ijo pada Tahun 2026

Ada kalanya rutinitas yang padat membuat kita ingin sejenak menjauh dari hiruk-pikuk kehidupan. Di tengah kesibukan yang seolah tidak ada...

Read moreDetails

Situ Cipondoh: Danau yang Menyimpan Air, Waktu, dan Kenangan

by Ahmad Sihabudin
August 10, 2026
0
Situ Cipondoh: Danau yang Menyimpan Air, Waktu, dan Kenangan

"Tempat-tempat tertentu tidak pernah benar-benar kita tinggalkan. Yang pergi sesungguhnya hanyalah usia kita." KEMARIN saya kembali mengunjungi Situ Cipondoh. Niatnya...

Read moreDetails
Next Post
Kampusku Sarang Hantu [1]: Ruang Kuliah 13 yang Mencekam

 Kampusku Sarang Hantu [34]: “Healing” Berujung Merinding

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

“In Money We Trust”, Kembalikan Baliku Padaku

SIDANG pembaca yang budiman, akhir-akhir ini ramai dibicarakan orang, menyoal lontaran Arya Wedakarna (AWK). Di tengah polemik tentang pengalaman sejumlah...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 9, 2026
Sandyakalaning Demokrasi — Sekumpulan Esai Sosial dan Politik
Buku Tatkala

Sandyakalaning Demokrasi — Sekumpulan Esai Sosial dan Politik

Judul: Sandyakalaning Demokrasi - Sekumpulan Esai Sosial dan Politik Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Teddy Chrisprimanata Putra ISBN: Masih...

by Buku Tatkala
October 9, 2026
 “Kembalikan Kedua Orang Tuaku!” Begitu Seorang Anak Memohon Pada Film “Spirited Away” Karya Hayao Miyazaki
Ulas Film

 “Kembalikan Kedua Orang Tuaku!” Begitu Seorang Anak Memohon Pada Film “Spirited Away” Karya Hayao Miyazaki

SUDAH bertahun-tahun semenjak film ini lahir, saya tak pernah sekalipun menonton film-film Ghibli. Karena terhalang kendala biaya, juga karena saya...

by Wisnu Oktaditya
October 9, 2026
Mengulik Pengalaman Citra Sasmita di Cornell University
Persona

Mengulik Pengalaman Citra Sasmita di Cornell University

APA yang terjadi ketika tradisi dipakai sebagai ruang dialog dan ruang untuk bertanya secara kritis? Pertanyaan semacam itu terasa penting...

by Wayan Jengki Sunarta
October 9, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Transformasi Kontrak Digital dan Masa Depan Notaris Indonesia…

SEMUA orang bicara kontrak/perjanjian digital. Apakah ini hanya tren teknologi, atau sudah menjadi realitas hukum? Perkembangan teknologi digitalisasi begitu pesatnya,...

by I Made Pria Dharsana
October 8, 2026
“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya
Panggung

“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

MEMAHAMI orang lain tidak selalu mudah. Apalagi ketika perbedaan pandangan semakin sering memisahkan, percakapan berubah menjadi perdebatan, dan orang lebih...

by Dede Putra Wiguna
October 8, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Kita Semua Sehat, Sampai Tubuh Menuntut Tagihannya

KAPAN terakhir kali kita bertanya, "Gimana kabar mental gue hari ini?" Kita hafal jadwal servis motor. Kita ingat tanggal bayar...

by Tri Nugroho Adi
October 8, 2026
Mengubah Cara Pandang terhadap Pembelajaran Membaca
Esai

Mengubah Cara Pandang terhadap Pembelajaran Membaca

MEMBACA selama ini kerap diposisikan sebagai keterampilan reseptif dalam pembelajaran bahasa. Bersama menyimak, membaca dipahami sebagai keterampilan untuk menerima bahasa,...

by I Kadek Adhi Dwipayana
October 8, 2026
Jalan yang Mengubah Momen Menjadi Monumen: Menyusuri Perjalanan Batin dalam “Traveling With Soul” karya Meilani Dhamayanti
Ulas Buku

Jalan yang Mengubah Momen Menjadi Monumen: Menyusuri Perjalanan Batin dalam “Traveling With Soul” karya Meilani Dhamayanti

KITA sering berangkat dengan tujuan yang telah ditentukan, seolah jalan hanya perlu mengantar tubuh sampai ke sebuah tempat. Padahal, perjalanan...

by Emi Suy
October 8, 2026
Independensi Ceng-Ceng dalam Lomba Ceng-Ceng Kreasi Kelurahan Kapal
Esai

Independensi Ceng-Ceng dalam Lomba Ceng-Ceng Kreasi Kelurahan Kapal

LOMBA ceng-ceng kreasi diselenggarakan oleh Kelurahan Kapal sebagai bagian dari rangkaian Porseni dan Jong Fest 2026. Sebagai salah satu tangkai...

by Wayan Diana Putra
October 8, 2026
Pameran “EVOLUSI” Kawan Nusantara 2026: Warisan Nusantara yang Menemukan Bentuk Baru
Pameran

Pameran “EVOLUSI” Kawan Nusantara 2026: Warisan Nusantara yang Menemukan Bentuk Baru

KETIKA mengunjungi pameran ini, jangan kaget jika menemukan warisan budaya seperti tenun, batik, dan berbagai perhiasan yang beradaptasi dengan zaman,...

by Nyoman Budarsana
October 8, 2026
Belajar Mengenal Prancis dari Meja Makan
Kuliner

Belajar Mengenal Prancis dari Meja Makan

BAGI orang Indonesia, keju bukan makanan yang hadir setiap hari di meja makan. Karena itu, ketika dua belas peserta berkumpul...

by Rusdy Ulu
October 8, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co