17 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

 Kampusku Sarang Hantu [34]: “Healing” Berujung Merinding

Chusmeru by Chusmeru
September 25, 2025
in Fiksi
Kampusku Sarang Hantu [1]: Ruang Kuliah 13 yang Mencekam

Ilustrasi tatkala.co

LIBUR sekolah merupakan hari-hari yang ditunggu Edison Abdala. Ia bisa menikmati liburan bersama keluarga. Apalagi jika perkuliahan sudah melewati ujian akhir semester, ia tidak lagi terbebani untuk mengajar mahasiswa di kelas.

Sebagai dosen di fakultas ekonomi, pekerjaan Edison Abdala kadang menumpuk. Selain mengajar ia juga harus melakukan penelitian dan pengabdian masyarakat. Belum lagi tugas membimbing dan menguji skripsi mahasiswa yang juga menyita waktunya. Oleh karenanya, begitu ada waktu libur ia akan mengajak istri dan anak-anaknya berwisata.

Istrinya, Agnes Gunita bekerja sebagai manajer pemasaran di sebuah perusahaan mobil. Edison Abdala sudah mengenal istrinya sejak kuliah. Mereka berdua aktif dalam unit kegiatan mahasiswa pecinta alam. Edison saat itu sebagai ketua, sedangkan Agnes menjadi sekretarisnya. Kisah cinta mereka di kampus berlanjut hingga jenjang perkawinan.

Edison dan Agnes dikarunia tiga buah hati yang cantik dan ganteng, Bonita Edison, Geovar Edison, dan Marisa Edison. Lengkap, bahagia, dan sejahtera kehidupan Edison bersama Agnes. Berekreasi bersama keluarga hampir menjadi agenda setiap hari libur. Meski kadang hanya sekadar jalan pagi bersama atau mengunjungi objek wisata yang tidak terlalu jauh dari rumah mereka.

Berkumpul bersama keluarga memang barang mahal bagi Edison Abdala dan Agnes Gunita. Mereka hanya bisa bertemu di meja makan pada pagi dan malam hari, saat sarapan dan makan malam. Agnes berangkat kerja pagi dan pulang sore hari. Sedangkan Edsion sebagai dosen jam kerjanya tidak pasti. Kadang mengajar pagi, tapi juga ada jam mengajar sore hari.

Anak mereka, Bonita duduk di kelas 11, Geovar kelas 9, dan Marisa kelas 7. Semua  disibukkan oleh tugas-tugas di sekolah. Memanfaatkan waktu luang bersama istri dan anaknya menjadi penghilang rasa suntuk. Edsion akan menjadikan waktu luang itu sebagai healing di tengah kesibukan masing-masing.

Konsep healing yang dilakukan Edison dan Agnes selalu berubah tiap minggunya. Suatu saat mereka akan pergi ke curug yang banyak terdapat di kotanya Purwokerto, Jawa Tengah. Saat yang lain mereka hanya jalan-jalan menyusuri persawahan yang tak jauh dari rumahnya. Namun adakala mereka healing ke suatu tempat yang jauh dari rumah.

Minggu ini mereka akan healing dengan susur sungai. Dipilihnya sungai Logawa yang alirannya bermuara di sungai Serayu. Pemandangan di sekeliling sungai sangat indah. Pepohonan besar dan pemukiman penduduk menjadi daya tarik susur sungai Logawa. Dari segi biaya juga tidak terlalu mahal, karena mereka bisa menyewa perahu dengan harga yang sangat terjangkau.

                                                                        ***

Arus sungai Logawa tidak terlalu deras. Pemilik perahu yang disewa pun sangat hati-hati dalam mengemudikan perahunya. Edison bersama keluarga begitu menikmati pemandangan alam di kiri dan kanan sungai. Sekekali perahu berhenti agar Edison bisa mengabadikan pemandangan dengan ponselnya. Anak-anaknya juga asyik mengamati sekitar sambil makan jajanan yang dibawa dari rumah.

Angin semilir dirasakan Edison. Ia amati sekeliling. Dilihatnya sebuah pohon yang dahannya bergerak-gerak. Betapa kaget dia. Edison melihat sosok kerangka manusia bertengger di dahan pohon beringin tepi sungai. Hanya terlihat tulang-belulang. Namun matanya memancarkan sinar merah menyala.

“Apakah itu yang disebut jerangkong..?” tanya Edison dalam hati dengan rasa takut.

Jerangkong merupakan hantu yang tampil hanya berujud tengkorak manusia. Edison merinding. Baru sekali dalam hidupnya ia melihat langsung jerangkong di pagi hari. Padahal yang ia tahu hantu akan muncul di malam hari.

“Ayah… ada jerangkong di atas pohon…!!!” teriak Bonita, anak perempuan Edison.

“Iya.. jerangkong menyeramkan..!!!” Geovar, anak lelaki Edison juga berteriak ketakutan.

Semua terkejut. Ternyata bukan hanya Edison yang melihat jerangkong di atas pohon beringin tepi sungai. Anak-anaknya juga melihat makhluk menyeramkan itu. Saat mereka menunjuk ke arah jerangkong, sorot mata makhluk itu semakin menyala, seolah marah kepada Edison sekeluarga.

“Jangan menunjuk-nunjuk ke jerangkong itu,” kata pemilik perahu kepada Edison.

“Kenapa, Pak..?” tanya Edison agak gemetaran.

“Biarkan saja. Nanti dia akan menghilang sendiri. Kalau ditunjuk-tunjuk dia marah,” jawab pemilik perahu yang membuat Edison, istri, dan anak-anaknya ketakutan.

“Kenapa kami bisa melihat bersama, Pak? Bukannya hantu hanya bisa dilihat oleh seorang saja?” tanya Edison penasaran.

“Entahlah. Mungkin kebetulan saja,” jawab pemilik perahu singkat.

“Biasanya hantu muncul malam hari. ini kok pagi hari, Pak?” tanya Geovar yang ikut penasaran juga.

“Mungkin kebetulan juga,” jawab pemilik perahu dengan singkat pula.

Edison masih belum puas atas jawaban pemilik perahu. Ia menduga pemilik perahu tahu banyak tentang jerangkong itu, dan menyembunyikan sesuatu kepada Edision dan keluarga. Edison curiga pemilik perahu memang sering melihat jerangkong itu, tetapi pura-pura tak tahu agar tidak menimbulkan ketakutan orang yang melihatnya.

“Ayo kita jalan lagi, Pak,” kata Edison pada pemilik perahu.

Perahu kembali melaju mengikuti arus sungai Logawa. Edison sekeluarga menengok ke arah pohon beringin. Jerangkong itu sudah tidak tampak lagi. Namun mereka masih merasa ketakutan. Sebuah pengalaman healing yang berujung merinding.

***

Sampai di rumah hari sudah beranjak sore. Kelelahan dirasakan oleh Edison dan keluarga. Belum lagi ditambah situasi menyeramkan yang mereka temui saat healing susur sungai tadi. Perasaan merinding masih mereka rasakan.

Edison baru saja meneguk kopi untuk menghilangkan rasa capainya, ketika ia dikejutkan oleh angin kencang di sekitar rumahnya. Ia keluar untuk melihat apakah angin itu sebagai pertanda akan turun hujan. Namun sungguh tak terduga. Edison melihat makhluk jerangkong bertengger di atas pohon mangga di pekarangan rumahnya. Jerangkong yang sama seperti yang ia lihat di pohon beringin tepi sungai.

“Astagaaa…!!!” teriak Edsion.

“Ada apa, Pak?” tanya Agnes Gunita, istrinya.

“Jerangkong itu di atas pohon mangga kita..,!” jawab Edison sambil memegangi tengkuknya yang merinding.

“Haaahhh…. Jerangkong..???!!!” teriak Agnes.

Ketiga anaknya juga ikut-ikutan menjerit ketakutan. Bonita segera menutup pintu rumah. Semua berkumpul duduk di ruang tamu. Sore yang mencekam di rumah, setelah pagi dan siang mereka dicekam oleh penampakan jerangkong di tepi sungai.

Pagi berikutnya Edsion sudah berada di kampus. Dia ada jadwal mengajar pukul 10.00. Udara di kampus masih terasa segar. Secangkir kopi susu ia pesan untuk dibuatkan oleh office boy fakultas. Di meja kerjanya bertumpuk buku-buku literatur kuliah. Edison hendak membacanya untuk dijelaskan di kelas nanti.

Edison ingin ada sinar mentari yang masuk ke ruangannya lewat jendela kaca. Ia buka gorden yang menutup ruangannya. Cuaca cukup cerah. Bunga di taman kampus dekat ruangannya sebagian bermekaran. Mata Edison memandang pepohonan yang agak jauh jaraknya.

Mata Edison terbelalak. Ia melihat penampakan jerangkong yang berada di atas pohon mahoni. Edison memastikan, apakah ia tidak salah melihat. Sosok mahkluk tengkorak itu bergera-gerak seolah ingin menarik perhatian Edison. Sudah tentu Edsion merinding dan ketakutan. Segera ia tutup kembali gorden ruangannya.

Edison duduk sejenak di kursi ruangannya. Mencoba menenangkan diri. Ia tak habis pikir, mengapa jerangkong itu masih saja menampakkan diri? Bukankah dia ada di pohon beringin tepi sungai waktu keluarga Edison healing? Mengapa kini ini berada di pohon mahoni kampus? Bulu kuduk Edison berdiri, merinding ketakutan.

Setelah beberapa saat menenangkan diri sambil menyeruput kopi susunya, Edison kembali membuka gorden ruangannya. Betapa terkejut dia. Jerangkong itu masih bertengger di pohon mahoni. Kali ini sorot matanya yang merah jelas terlihat oleh Edison.

“Astagaaaa…!!! Jerangkong itu masih ada..!!!” kata Edison dengan dada berdebar.

Edsion semakin merinding. ia sama sekali tak menyangka healing bersama keluarga akan berujung merinding dan ketakutan seperti ini. Cepat-cepat ia tutup kemabli gorden ruangannya. Ia tak berani bertatap mata dengan jerangkong yang menyeramkan.

Ketakutan dan kebingungan dirasakan Edison. Ia memang sering mendengar cerita tentang kampusnya yang dikenal angker, karena banyak dihuni makhluk halus. Akan tetapi Edison belum pernah melihat hantu di kampus; dan baru kali ini ia melihat sendiri dan bertatapan mata dengan jerangkong, makhluk berujud tengkorak.

Tidak ingin dilanda ketakutan berkepanjangan, Edison mendatangi kasepuhan Mbah Parjo, orang yang dituakan di daerah tempat tinggalnya. Edison ingin mendapat penjelasan secara supranatural tentang jerangkong itu, dan saran agar tidak lagi melihat makhluk itu.

“Jerangkong itu sempat marah kepada Pak Edison waktu ditunjuk-tunjuk di tepi sungai, jadi ia mengikuti terus keluarga Bapak,” kata Mbah Parjo menerangkan.

“Tetapi jerangkong itu juga muncul di kampus, Mbah,” cerita Edison kepada Mbah Parjo.

“Iya, karena kampus Pak Edison memang ada komunitas makhluk halus. Jerangkong itu satu kelompok komunitas dengan kuntilanak dan genderuwo yang ada di kampus,” jelas Mbah Parjo.

Edison mencoba memahami penjelasan Mbah Parjo. Meski sesungguhnya ia tak begitu yakin jika makhluk halus atau hantu memiliki komunitas. Edison tak mau berdebat. Faktanya jerangkong itu memang muncul di pohon mahoni kampus. Padahal selama ini ia anggap pohon mahoni itu biasa saja, membuat kampus menjadi lebih teduh bila sedang panas terik matahari.

“Bagaimana caranya agar tidak diikuti terus oleh jerangkong itu, Mbah?” Edison meminta saran.

Mbah Parjo merenung. Ia mencoba menerawang sosok jerangkong yang awalnya dilihat Edsion di tepi sungai. Setiap makhluk halus memiliki sifat dan karakter yang berbeda. Ada yang muncul dengan aroma bunga, ada pula yang mengeluarkan aroma busuk sebelum dilihat oleh manusia. Mbah Parjo menghela nafas.

“Jerangkong takut dengan jagung. Nanti saya buatkan gelang dari biji jagung. Dipakai selama tiga hari. Mudah-mudahan jerangkong itu tidak tampak lagi, dan kembali ke rumahnya di tepi sungai,” kata Mbah Parjo memberi saran.

Edison Abdala mengikuti saran Mbah Parjo. Ia menggunakan gelang dari biji jagung, baik di rumah maupun di kampus. Istrinya, Agnes Gunita juga menggunakan gelang biji jagung. Begitu pun dengan ketiga anaknya, Bonita, Geovar, dan Marisa.

Sejak menggunakan gelang biji jagung, Edison sekeluarga tidak lagi melihat penampakan jerangkong. Bahkan kini Agnes Gunita memiliki kegemaran baru. Setiap Minggu pagi ia merebus jagung untuk disantap sambil minum teh. Edison pun punya kebiasaan baru, membawa jagung rebus ke kampus untuk camilan di ruang kerjanya. [T]

  • Ini adalah cerita fiksi misteri bersambung. Jika terdapat kesamaan nama, tempat, dan peristiwa hanyalah kebetulan dan rekaan penulis semata

Penulis: Chusmeru
Editor: Adnyana Ole

KLIK untuk baca cerita selengkapnya:

Tags: Cerbung Kampusku Sarang Hantucerita misterifiksimisteri
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kembali ke Amerika [1] — Tanah Impian (Bagi yang Bisa Punya Mobil)

Next Post

Sarapan, Kopi, dan Manajemen Kolosal ala Pak Imam Tejo

Chusmeru

Chusmeru

Purnatugas dosen Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP, Anggota Formatur Pendirian Program Studi Pariwisata, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah. Penulis bidang komunikasi dan pariwisata. Sejak kecil menyukai hal-hal yang berbau mistis.

Related Posts

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
0
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

Read moreDetails

Di Bawah Matahari yang Tak Pernah Menuntut | Cerpen Ahmad Sihabudin

by Ahmad Sihabudin
May 10, 2026
0
Di Bawah Matahari yang Tak Pernah Menuntut | Cerpen Ahmad Sihabudin

PAGI di Desa Batu Pangeran selalu datang dengan langkah pelan, seolah ia tahu bahwa tempat itu tidak suka tergesa-gesa. Langit...

Read moreDetails

Puting Beliung | Cerpen Supartika

by I Putu Supartika
May 9, 2026
0
Puting Beliung | Cerpen Supartika

Sial! Neraka dilanda puting beliung. Porak-poranda. Api neraka yang berkobar-kobar ikut tersapu puting beliung yang hebat itu. Angin membuat api...

Read moreDetails

Bermain dengan Jin Tengah Malam

by Chusmeru
May 7, 2026
0
Meninggal Seperti Pepes Ikan

MEMILIKI seorang anak yang sehat, cerdas, dan saleh tentu membahagiakan bagi Krisna Malika dan Riana Dewanti. Anak pertama mereka, Arkanda...

Read moreDetails

Aku Kembali | Cerpen Kadek Windari

by Kadek Windari
May 4, 2026
0
Aku Kembali | Cerpen Kadek Windari

“Risa, aku sudah melihat hasil pengumuman itu,” ucap Bagus lirih, nyaris tenggelam dalam gemuruh angin senja. Aku menoleh, menatap wajahnya...

Read moreDetails

Puisi-puisi Kim Young Soo | Di Candi Gedong Songo

by Kim Young Soo
May 3, 2026
0
Puisi-puisi Kim Young Soo | Di Candi Gedong Songo

DI CANDI GEDONG SONGO Di lereng bukittercurah sinar matahari siang di khatulistiwapada ubun-ubun anemiaterdapat stupa batu yang terlupakanmenghapuskan bayangannya dengan...

Read moreDetails

Digigit Ular Kobra  |  Cerpen Depri Ajopan

by Depri Ajopan
April 25, 2026
0
Digigit Ular Kobra  |  Cerpen Depri Ajopan

CAKEH yang baru dilarikan ke rumah Pak Ik merintih kesakitan. Anak perempuan berumur 14 tahun itu baru digigit ular kobra...

Read moreDetails

Puisi-puisi Silvia Maharani Ikhsan | Tak Perlu Menunggu Aku di Gatsemani

by Silvia Maharani Ikhsan
April 25, 2026
0
Puisi-puisi Silvia Maharani Ikhsan | Tak Perlu Menunggu Aku di Gatsemani

TAK PERLU MENUNGGU AKU DI GATSEMANI Aku datang dari Galilea dengan bau seluk Tasik Tiberias yang melekat di jubahkuDemi janji-janji...

Read moreDetails

Sajak-sajak Wayan Esa Bhaskara | Begitulah Aku Mencintaimu

by Wayan Esa Bhaskara
April 18, 2026
0
Sajak-sajak Wayan Esa Bhaskara | Begitulah Aku Mencintaimu

Irama Nada Hujan aroma tanah selepas hujansisakan nafasnya yang gemetardingin pagikekecewaan yang bersandar yang tak pernah dicapai mataharitak berikan waktu...

Read moreDetails

Tanda Merah di Paha

by Chusmeru
April 16, 2026
0
Meninggal Seperti Pepes Ikan

TERLAHIR dengan paras yang cantik sangat disyukuri Paramita Laksmi. Tubuhnya yang ramping dengan rambut hitam lebat membuat penampilannya selalu memikat...

Read moreDetails
Next Post
Sarapan, Kopi, dan Manajemen Kolosal ala Pak Imam Tejo

Sarapan, Kopi, dan Manajemen Kolosal ala Pak Imam Tejo

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Perkuat Toleransi dan Semangat Persatuan’ —Begitu Kata Ketua MPR Ahmad Muzani saat Beri Kuliah Umum Kebangsaan di Institut Mpu Kuturan
Pendidikan

‘Perkuat Toleransi dan Semangat Persatuan’ —Begitu Kata Ketua MPR Ahmad Muzani saat Beri Kuliah Umum Kebangsaan di Institut Mpu Kuturan

KETUA MPR RI, Ahmad Muzani memberikan Kuliah Umum Kebangsaan kepada sivitas akademika Institut Mpu Kuturan (IMK) pada Jumat (15/5) sore....

by Son Lomri
May 15, 2026
Sepatu yang Kekecilan dan Pembelajaran dari Situbondo
Esai

Sepatu yang Kekecilan dan Pembelajaran dari Situbondo

“The man who wears the shoe knows best that it pinches and where it pinches, even if the expert shoemaker...

by Faris Widiyatmoko
May 15, 2026
Hikayat Rempah dalam Prasasti dan Lontar Bali
Liputan Khusus

Hikayat Rempah dalam Prasasti dan Lontar Bali

LIMA tahun lalu, kawan saya, Dian Suryantini—jurnalis sekaligus akademisi yang tinggal di Singaraja, Bali—bercerita tentang neneknya, Nyoman Landri, warga Banjar...

by Jaswanto
May 15, 2026
Leak Tanah Bali: Kiprah Teranyar Amplitherapy Nan Garang & Swakendali
Hiburan

Leak Tanah Bali: Kiprah Teranyar Amplitherapy Nan Garang & Swakendali

ALBUM penuh terbaru Amplitherapy bertajuk Leak Tanah Bali yang dijadwalkan terbit pada 16 Mei 2026 menandai babak baru perjalanan musikal...

by Nyoman Budarsana
May 15, 2026
Pesona Tulisan Tanpa Saltik di Tengah Budaya Instan
Bahasa

Pesona Tulisan Tanpa Saltik di Tengah Budaya Instan

PERNAHKAH Anda memperhatikan penulisan atau ejaan konten seseorang saat sedang berselancar di media sosial? Kesalahan tik atau saltik yang populer...

by I Made Sudiana
May 15, 2026
Di Balik Dinding Kastil: Pertahanan Diri dan Krisis Koneksi di Era Digital
Ulas Musik

Di Balik Dinding Kastil: Pertahanan Diri dan Krisis Koneksi di Era Digital

DALAM lanskap rock progresif 1970-an, “Castle Walls” tampil sebagai balada megah yang sarat ketegangan emosional. Ditulis dan dinyanyikan oleh vokalis...

by Ahmad Sihabudin
May 14, 2026
Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan
Ulas Buku

Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan

“Tuhan telah mati,” begitulah bunyi frasa yang dituliskan Nietzsche dalam Thus Spoke Zarathustra yang mencoba menyingkap kondisi sosial masyarakat saat...

by Heski Dewabrata
May 14, 2026
Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington
Esai

Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington

Ketika Sains Diposisikan sebagai Kebenaran Tunggal: Ilusi Kepastian Modern Dalam percakapan publik modern, sains sering ditempatkan sebagai otoritas tertinggi pengetahuan....

by Agung Sudarsa
May 14, 2026
Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara
Panggung

Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara

Ubud Food Festival ke-11 tinggal dua minggu mendatang, tepatnya pada 28 hingga 31 Mei 2026. Selama empat hari, ajang kuliner...

by Nyoman Budarsana
May 14, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Regulasi Baru, Antrean Baru: Permenkumham 49/2025 dan Ancaman bagi Iklim Investasi

TRANSFORMASI digital administrasi Perseroan Terbatas melalui Permenkumham Nomor 49 Tahun 2025 pada dasarnya merupakan langkah progresif negara dalam mewujudkan pelayanan...

by I Made Pria Dharsana
May 14, 2026
Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau
Pop

Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau

DALAM memilih jasa travel Malang Kediri memang tidak boleh asal-asalan karena ini akan berdampak langsung terhadap kenyamanan selama di perjalanan...

by tatkala
May 14, 2026
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co