27 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Muda Merawat Tua: Mahasiswa Undiksha dan Perjuangan Melawan Lupa

Angga Wijaya by Angga Wijaya
September 23, 2025
in Khas
Muda Merawat Tua: Mahasiswa Undiksha dan Perjuangan Melawan Lupa

Mahasiswa Undiksha di tengah para lansia di Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW) Jara Mara Pati, Buleleng, Bali

INGATAN adalah harta yang tak ternilai. Dari sana manusia merajut identitas, menenun kisah hidup, hingga menjaga ikatan dengan orang-orang terdekat. Namun, apa jadinya jika ingatan itu satu per satu menghilang, seperti daun kering yang gugur diterpa angin?

Itulah yang dialami para lansia penderita Alzheimer. Di Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW) Jara Mara Pati, Buleleng, Bali, sebagian penghuni hidup dengan memori yang kian memudar. Ada yang lupa di mana meletakkan barang, ada pula yang tak lagi mengenali wajah sahabat sekamar. Kehilangan memori bukan sekadar soal lupa; ia menggerus rasa percaya diri, menghambat interaksi, bahkan menimbulkan kesepian.

Berangkat dari keprihatinan itu, sekelompok mahasiswa Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) mencoba memberi jawaban. Melalui Program Kreativitas Mahasiswa bidang Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM), mereka menghadirkan program pengabdian bertajuk “Tak Ingin Lupakanmu: Meningkatkan Kognitif Lansia Penderita Alzheimer di Panti Sosial Tresna Werdha Jara Mara Pati melalui Reminiscence Therapy.”

Program ini dipimpin Ni Made Pradnyan Wulan Andini bersama empat rekannya, yaitu Luh Tia Agustini, Ni Kadek Rika Pramudya, Marisa Hilmatussa’adah, dan Ni Kadek Wahyu Lestari Sudiasih. Kelimanya berasal dari tiga program studi berbeda—Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Bimbingan dan Konseling (BK), serta Kedokteran. Kolaborasi lintas disiplin inilah yang menjadi kekuatan utama.

“Dengan terapi berbasis kenangan, para lansia diajak kembali menghidupkan potongan memori masa lalu melalui aktivitas yang menyenangkan dan penuh makna,” kata Wulan Andini, Senin 22 September 2025.

Kegiatan lansia di Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW) Jara Mara Pati, Buleleng, Bali

Alzheimer adalah penyakit degeneratif yang menyerang sel-sel otak, menyebabkan penurunan fungsi kognitif. Gejalanya meliputi kesulitan mengingat, sering lupa menaruh benda, kebingungan saat beraktivitas, hingga gangguan dalam berinteraksi.

Di Indonesia, kesadaran publik tentang Alzheimer masih rendah. Banyak yang menganggapnya sebagai “kepikunan biasa” tanpa penanganan serius. Padahal, dampaknya besar: bukan hanya bagi penderita, tapi juga keluarga, perawat, dan lingkungan sosial.

“Minimnya pengetahuan masyarakat mengenai Alzheimer membuat jumlah kasus terus meningkat. Padahal, penanganan bukan hanya soal medis, melainkan juga pendekatan psikososial yang mampu menjaga kualitas hidup lansia. Inilah celah yang coba dijembatani lewat program ini,” jelas Wulan.

Dari Kampus ke Panti

Persiapan program dimulai sejak bulan Juli 2025. Mahasiswa merancang modul, berkoordinasi dengan pengelola panti, hingga menyusun jadwal kegiatan. Pada akhir Juli, tepatnya tanggal 30, tahap pertama dimulai. Selanjutnya, kegiatan berlangsung bertahap hingga memasuki pertengahan September, yakni tanggal 19.

Terapi reminiscence—atau terapi kenangan—yang mereka jalankan dirancang dalam lima tahap dengan nama yang puitis. Tahap pertama disebut Tak Ingin Lupa Kepercayaan, disusul dengan Tak Ingin Lupa Keterbukaan, lalu Tak Ingin Lupa Refleksi Pengalaman, kemudian Tak Ingin Lupa Makna, dan terakhir Tak Ingin Lupa Integrasi Pengalaman.

Lewat tahapan ini, lansia tidak hanya diminta mengingat masa lalu, tetapi juga membangun kepercayaan, membuka diri, merefleksikan pengalaman, hingga menemukan makna. Diskusi santai tentang kenangan masa kecil, cerita keluarga, atau kebiasaan di masa lalu menjadi jembatan untuk mempererat hubungan antar penghuni panti.

Setiap sesi bukan sekadar latihan mengingat, tetapi juga pesta kecil yang penuh kegembiraan. Ada senam pagi bersama, permainan sederhana, menari mengikuti irama lagu lawas, hingga menonton film bersama. Semua aktivitas itu dirancang bukan hanya untuk melatih otak, tetapi juga menghidupkan suasana ceria.

“Kami ingin membuat suatu aktivitas yang dapat membantu lansia mengatasi masalah kesulitan dalam menjalani aktivitas sehari-hari akibat penurunan fungsi kognitif, memberikan makna dan kebersamaan di antara lansia lainnya, sehingga terbentuk hubungan yang harmonis,” ujar Wulan.

Salah satu momen yang paling berkesan adalah ketika seorang lansia yang biasanya pendiam tiba-tiba ikut bernyanyi saat diputarkan lagu-lagu lama Bali. Senyum merekah di wajahnya, diikuti tawa dari rekan-rekannya. Momen kecil ini menjadi bukti bahwa kenangan punya kekuatan menyembuhkan.

Belajar Empati

Bagi mahasiswa, program ini bukan sekadar kegiatan pengabdian. Ada pelajaran empati, kesabaran, dan tanggung jawab sosial yang mereka dapatkan. Mereka belajar mendengarkan cerita yang berulang, menahan diri ketika lansia tiba-tiba lupa nama, hingga merayakan keberhasilan kecil seperti lansia yang mengingat kembali wajah temannya.

Program ini berlangsung dengan pendampingan langsung dari Dr. Putu Nanci Riastini, S.Pd., M.Pd., dosen Fakultas Ilmu Pendidikan Undiksha. Ia memastikan kegiatan berjalan sesuai nilai-nilai edukatif, partisipatif, dan inklusif.

“Dengan pendampingan akademik, mahasiswa tidak hanya belajar menerapkan ilmu, tetapi juga menyerap nilai-nilai empati, kesabaran, dan tanggung jawab sosial. Lansia pun mendapatkan layanan yang lebih terarah dan terukur,” kata Nanci.

Mahasiswa Undiksha di tengah para lansia di Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW) Jara Mara Pati, Buleleng, Bali

Selama kurun waktu empat bulan, interaksi mahasiswa dan lansia diwarnai berbagai kisah kecil yang menyentuh. Ada lansia yang awalnya enggan berbicara, kini mulai aktif bertanya. Ada pula yang dulu sering menyendiri, kini rutin ikut senam bersama.

Program “Tak Ingin Lupakanmu” menegaskan bahwa pendekatan sederhana seperti berbagi cerita, tertawa bersama, atau bernyanyi bisa memberi dampak besar. Lansia merasa dihargai, didengarkan, dan diajak kembali terhubung dengan potongan masa lalu yang hampir hilang.

Lebih dari itu, program ini membuka ruang diskusi publik soal Alzheimer. Bahwa penyakit ini bukan hanya urusan medis, tetapi juga menyangkut kualitas hidup manusia. Kesadaran masyarakat perlu ditingkatkan agar penderita tidak semakin terasing.

Dari Singaraja untuk Indonesia

Undiksha, lewat program ini, menegaskan komitmennya dalam pengabdian masyarakat. Fokusnya bukan hanya pada pengajaran di kampus, tetapi juga kepedulian terhadap isu-isu sosial dan kesehatan di masyarakat.

“Program ini tidak hanya untuk meningkatkan kognitif lansia, namun juga sebagai wadah bagi penderita Alzheimer dalam menjalin hubungan yang harmonis antar sesama lansia,” tutur Wulan.

Bagi tim mahasiswa, pengalaman ini akan menjadi bekal untuk terus berinovasi di bidang kesehatan mental dan sosial. Sedangkan bagi para lansia, kegiatan ini menghadirkan kembali tawa, nyanyian, dan kenangan yang sempat terlupakan.

Alzheimer mungkin merenggut sebagian ingatan, tetapi tidak bisa menghapus kemanusiaan. Di balik tatapan kosong seorang lansia, selalu ada potongan kisah yang layak dirayakan. Melalui program “Tak Ingin Lupakanmu”, mahasiswa Undiksha membuktikan bahwa generasi muda bisa menjadi jembatan antara ilmu pengetahuan dan kemanusiaan. Mereka yang muda belajar merawat yang tua, dan dari sana, lahirlah pelajaran berharga, bahwa kenangan adalah cahaya yang harus dijaga, meski usia terus menua. [T]

Penulis: Angga Wijaya
Editor: Adnyana Ole

Tags: lansiamahasiswapanti jompoUndiksha
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Legal Commentary”: Implementasi Kebijakan Tunjangan Perumahan DPRD Kabupaten Banyumas

Next Post

Agama dan Perilaku Korupsi: Sebuah Refleksi tentang Krisis Pendidikan

Angga Wijaya

Angga Wijaya

Penulis dan jurnalis asal Jembrana, Bali. Aktif menulis esai kebudayaan dan kehidupan urban Bali di berbagai media. Ia juga dikenal sebagai penyair dan telah menulis belasan buku puisi serta buku kumpulan esai.

Related Posts

Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
0
Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

SEBANYAK 32 mahasiswa PPG Bagi Calon Guru Gelombang I Tahun 2026 di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali mendapatkan pelatihan...

Read moreDetails

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
0
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

Read moreDetails

Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

by Angga Wijaya
April 17, 2026
0
Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

DI sebuah sudut Denpasar yang tak terlalu riuh oleh hiruk- pikuk pariwisata, suara biola pelan-pelan menemukan nadanya sendiri. Bukan dari...

Read moreDetails

Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

by Radha Dwi Pradnyani
April 13, 2026
0
Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

RIUH suara para pelajar SMP memenuhi ruangan Museum Soenda Ketjil di kawasan Pelabuhan Tua Buleleng pada Kamis siang, 9 April...

Read moreDetails

Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

by Dian Suryantini
April 9, 2026
0
Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

SORE itu, suasana Pasar Intaran terasa sedikit berbeda dari biasanya. Angin pantai yang biasanya berembus pelan, saat itu sedikit mengamuk....

Read moreDetails

Merawat Tradisi dari Ruang Kelas: Semarak Lomba Ngelawar dan Membuat Gebogan di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
April 8, 2026
0
Merawat Tradisi dari Ruang Kelas: Semarak Lomba Ngelawar dan Membuat Gebogan di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

HARI itu, Jumat, 3 April 2026, menjadi hari yang tak biasa bagi siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam). Sehari...

Read moreDetails

Membasuh Jiwa di Segara —Catatan dari Iring-iringan Melasti Desa Adat Buleleng

by Putu Gangga Pradipta
April 5, 2026
0
Membasuh Jiwa di Segara —Catatan dari Iring-iringan Melasti Desa Adat Buleleng

MATAHARI baru saja beranjak dari peraduannya pada Kamis (2/4/2026), namun aspal di sepanjang jalan menuju Pura Segara, Buleleng, sudah mulai...

Read moreDetails

Malam Rasa Kafka di Pasar Suci

by Helmi Y Haska
March 31, 2026
0
Malam Rasa Kafka di Pasar Suci

TIGA buku terbaru menjadi pokok soal diskusi malam itu diselenggarakan Toko Buku Partikular di Pasar Suci, Denpasar, Sabtu, 28 Maret...

Read moreDetails

Serunya Belajar Ngulet Daluman di Pasar Intaran

by Dian Suryantini
March 24, 2026
0
Serunya Belajar Ngulet Daluman di Pasar Intaran

Minggu pagi, 8 Maret 2026, Pasar Intaran terasa agak beda. Biasanya, pasar ini nongkrong manis di pinggir pantai, tepat di...

Read moreDetails

Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

by Gading Ganesha
March 24, 2026
0
Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

Sabtu 21 Maret. Tepat pukul lima sore, saya tiba di SMA Negeri 1 Singaraja—dua belas jam sebelum Alumni Smansa Charity...

Read moreDetails
Next Post
Agama dan Perilaku Korupsi: Sebuah Refleksi tentang Krisis Pendidikan

Agama dan Perilaku Korupsi: Sebuah Refleksi tentang Krisis Pendidikan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menghitung Kekuatan Politik Giri Prasta
Esai

Teatrikal Politik Lingkungan di Bali

BALI sedang tidak baik-baik saja. Setidaknya pernyataan tersebut valid dalam perspektif lingkungan. Telah menjadi diskursus publik bahwa Bali saat ini...

by Teddy Chrisprimanata Putra
April 26, 2026
Payung Pantai Menjamur, Pohon Memudar: Menurunnya Keindahan Alam Bali
Esai

Payung Pantai Menjamur, Pohon Memudar: Menurunnya Keindahan Alam Bali

KEDATANGAN wisatawan ke Bali pada dasarnya bukan semata-mata karena hotel mewah, pusat hiburan, atau tempat belanja. Mereka datang karena ingin...

by Nyoman Mariyana
April 26, 2026
Sekolah Siaga Kependudukan, Apa Pula Itu?
Esai

Sekolah Siaga Kependudukan, Apa Pula Itu?

SEKOLAH selalu menjadi objek sosialisasi bagi kesuksesan program pemerintah, baik pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah. Gaungnya makin kencang setelah reformasi...

by I Nyoman Tingkat
April 26, 2026
Aksi Kemanusiaan pada HUT ke-9 AMSI Bali
Berita

Aksi Kemanusiaan pada HUT ke-9 AMSI Bali

Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Bali merayakan hari ulang tahun (HUT) ke-9 dengan menggelar serangkaian kegiatan sosial yang menyentuh langsung...

by tatkala
April 25, 2026
Serangga dalam Piring Makan Kita
Kuliner

Serangga dalam Piring Makan Kita

JIKA di Gunung Kidul orang-orang desa terbiasa menggoreng belalang, atau masyarakat Jawa Timur—khususnya di kawasan hutan jati—gemar menyantap kepompong ulat...

by Jaswanto
April 25, 2026
Digigit Ular Kobra  |  Cerpen Depri Ajopan
Cerpen

Digigit Ular Kobra  |  Cerpen Depri Ajopan

CAKEH yang baru dilarikan ke rumah Pak Ik merintih kesakitan. Anak perempuan berumur 14 tahun itu baru digigit ular kobra...

by Depri Ajopan
April 25, 2026
Puisi-puisi Silvia Maharani Ikhsan | Tak Perlu Menunggu Aku di Gatsemani
Puisi

Puisi-puisi Silvia Maharani Ikhsan | Tak Perlu Menunggu Aku di Gatsemani

TAK PERLU MENUNGGU AKU DI GATSEMANI Aku datang dari Galilea dengan bau seluk Tasik Tiberias yang melekat di jubahkuDemi janji-janji...

by Silvia Maharani Ikhsan
April 25, 2026
Mencegah Kekerasan Seksual di Indonesia dengan Perspektif Feminis Hindu
Esai

Mencegah Kekerasan Seksual di Indonesia dengan Perspektif Feminis Hindu

KEKERASAN seksual di Indonesia telah menjadi luka yang tak kunjung usai, bahkan kini merebak di kampus - kampus ternama selain...

by Putu Ayu Sunia Dewi
April 25, 2026
Ketika Lirik Menjadi Cermin: Tafsir Hermeneutika Lagu ‘Erika’
Ulas Musik

Ketika Lirik Menjadi Cermin: Tafsir Hermeneutika Lagu ‘Erika’

DALAM tradisi hermeneutika, teks tidak pernah berdiri sendiri. Ia selalu lahir dari horison sejarah, budaya, dan kesadaran penuturnya. Apa yang...

by Ahmad Sihabudin
April 25, 2026
Dua Jalan, Satu Tujuan: Membaca Krishna dan Siddharta melalui Peta Hawkins
Esai

Dua Jalan, Satu Tujuan: Membaca Krishna dan Siddharta melalui Peta Hawkins

Ingatan yang Menjadi Wacana Batin Gagasan tentang Krishna dan Siddharta yang muncul dari ingatan terhadap wacana maupun tulisan Guruji Anand...

by Agung Sudarsa
April 24, 2026
Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”
Pop

Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

“Untuk saat ini, single-single saja dulu, sama seperti status saya,” ujar Tika Pagraky sambil tertawa, memecah suasana sore itu. Kalimat...

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah
Khas

Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

SEBANYAK 32 mahasiswa PPG Bagi Calon Guru Gelombang I Tahun 2026 di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali mendapatkan pelatihan...

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co