KOMANG Oky Septiani, atlet perempuan dari cabang olahraga (cabor) woodball Buleleng itu, meraih medali emas untuk pertama kalinya di kategori Single Fairway Putri Competition pada ajang lomba Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali, Lapangan Kapten Japa Padang Galak, Jl. Baypass Ngurah Rai, Denpasar, Bali, Selasa, 16 September 2025.
Di pertandingan Porprov itu, Oky berhadapan dengan atlet dari Badung, Bangli, Denpasar dan Jembrana. Kemudian di final, Oky bertemu dengan I Gusti Ayu Intan Wulandari, atlet asal Jembrana.
Di bawah terik matahari yang menyengat di hari itu, Oky dengan fokus yang penuh, memegang mallet (tongkat atau alat pukul woodball), dan ia hendakmemukul bola kecil dari kayu itu dengan tepat.
Bola dari kayu itu dipukul Oky dan menggelinding-masuk ke gate (gawang kecil woodball). Goal. Oky menang dengan skor 3-1 ketika beberapa pukulannya lebih banyak masuk dibanding pukulan lawannya.

Dalam raihan pertamanya di Porprov Bali tahun sekarang, bagi Oky merupakan batu loncatan untuk lebih semangat lagi dalam mengikuti perlombaan selanjutnya, yang tentu didukung penuh ibunya.
“Saya mengikuti cabor ini sejak saya kelas 5 SD, pertama kali diajak oleh kakak saya, I Luh Srimanik. Awalnya saya tidak minat untuk mengikuti cabor ini, tetapi karena melihat prestasi yang telah diraih oleh kakak saya, saya jadinya berkeinginan untuk mengikuti cabor ini sampai sekarang,” kata Oky terinspirasi dari kakaknya, Luh Srimanik.
Komang Oky Septiani, atau biasa disapa Oky, lahir di Singaraja, 28 September 2009. Ia tinggal di Desa Panji dan sekolahnya di SMA Negeri 4 Singaraja.
Oky anak ketiga dari tiga bersaudara. Putri dari I Ketut Sumandra dan Ida Ayu Suartini ini, memiliki keinginan kuat untuk terus berlanjut di woodball sebagai karirnya.
Tentu, orang tuanya sangat mendukung proses kreatif anaknya untuk berkembang lebih serius, sebagaimana anak pertamanya juga berprestasi dan didukung penuh.
Sebagai seorang ibu, Ida Ayu Suartini juga memiliki sumbangsih sangat besar atas perolehan anaknya di woodball selain memberikan restu, ia juga ikut turun langsung membantu Oky antar-jemput latihan sejak bulan Mei sampai September.
Dan ketika Oky menyabet medali emas untuk pertama kalinya pun, ibunya, Ida Ayu Suartini, langsung terharu-bangga atas perolehan anaknya yang baru kelas 2 SMA, sudah raih medali emas.
“Nanti kalau udah keluar bonusnya (hadiah bagi pemenang), mau cari (beli) motor dulu biar enggak diantar sama ibunya, biar gak malu katanya. Hehe…” Itu humor Ida Ayu Suartini, yang memang setia antar jemput anaknya selama latihan lima bulan.

Atas dukungan ibu dan bapaknya, juga dorongan dari sang kakak, Oky cukup banyak meraih prestasi di usia remajanya.
Antara lain beberapa prestasi Oky itu; Juara 1 Single Stroke Putri Smp di Porjar (2023), Juara 2 Beregu Single Stroke Putri Smp di Porjar (2023), Juara 3 Ganda Single Stroke Putri SMP di Porjar (2023), dan Juara 1 Beregu Single Stroke Putri Smp di Porjar (2024).
Kemudian Juara 2 Single Fairway Putri SMP di Porjar (2024), Juara 2 Beregu Fairway Putri SMP di Porjar (2024), Juara 1 Beregu Fairway Umum di Solo, Surakarta (2024), Juara 3 Single Stroke Putri Junior di Solo, Surakarta (2024), Juara 1 Single Stroke Putri sma di porjar (2025), dan terakhir, Juara 1 Single Fairway Putri di Porprov Bali (2025).
Apa-apa yang membuat Oky bertahan di cabag olahraga woodball ini, karena ia sedang mengejar cita-citanya seperti para seniornya di lapangan; Fernanda Iragraha, Gede Riska Sanjaya, I Gede Prabawa Darma Nugraha Mapet, dan Ni Luh Made Tahlia Saraswati, yang berprestasi baik nasional maupun mancanegara.
Semoga diberkati terus Oky, semoga menjadi seorang atlet yang mendunia kedepannya. Maka, teruslah memukul…[T]
Penulis: Sonhaji Abdullah
Editor: Adnyana Ole



























