24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Cerita Perjalanan Bersepeda ke Labuan Bajo [6]–Sprei Penginapan yang Membuat Gatal Seluruh Tubuh

Made Wirya by Made Wirya
August 16, 2025
in Tualang
Cerita Perjalanan Bersepeda ke Labuan Bajo [6]–Sprei Penginapan yang Membuat Gatal Seluruh Tubuh

Ketika sampai di Mendoya, Jembrana, melihat sisa banjir bandang pada 16 Oktober 2022, yang melumpuhkan jalur Gilimanuk -Denpasar.

PADA hari ketiga saya berencana untuk bermalam di Desa Pulukan, Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana. Saya tidak memaksakan diri untuk langsung ke Denpasar. Sebab jarak dari Asembagus ke Denpasar sekitar 195 kilometer.

Dari Asembagus ke Pulukan hanya sekitar 120 kilometer, jarak ideal untuk sehari. Sisanya akan saya tempuh hari berikutnya, sebelum recovery di Denpasar selama 2 malam.

Taman Nasional Bali Barat bisa saya lalui dengan tanpa masalah berarti, meskipun suhu udara terasa panas. Beberapa kali saya harus berhenti di toko swalayan untuk mengisi bidon. Saya sering minum agar tidak dehidrasi.

Selepas dari Taman Nasional Bali Barat, siksaan dimulai. Saya dihajar tanjakan demi tanjakan yang diperparah dengan terpaan angin depan yang cukup kencang.

Tapi semuanya saya lalui dengan lancar. Sebab sejak dari penginapan di dekat SPBU Utama Raya, saya sudah kembali merasakan kegembiraan bersepeda.

Sampai di Pulukan pukul 17.11 WITA. Mata saya jelalatan mencari penginapan murah di pinggir jalan. Karena belum juga ketemu, saya bertanya pada pedagang buah.

“Bapak kembali lagi ke timur sekitar 1 kilometer. Setelah perempatan ada toko besar sebelah kanan jalan. Penginapan ada di belakang toko,” ujarnya.

Setelah sampai di tempat yang dimaksud, ternyata semua kamar penuh. Pemilik penginapan tersebut merekomendasikan penginapan milik kawannya, sekitar 2 kilometer ke arah barat.

“Dari jalan raya, Bapak masuk gang lagi sejauh sekitar 500 meter. Hotelnya punya banyak kamar. Saya yakin masih banyak yang kosong.”

“Terima kasih, Pak.”

Saya ikuti apa yang dikatakan oleh lelaki paruh baya itu. Semoga apa yang disampaikannya tidak salah dan saya tidak bolak-balik lagi.

Senja sudah turun ketika saya sampai di penginapan yang dimaksud.
Lokasinya jauh dari warung makan dan toko swalayan. Hotel yang benar-benar sepi di dalam dan di luar. Saya perhatikan tidak ada satupun tamu yang menginap.

Jika saya paksakan bermalam di hotel itu, saya akan kesulitan untuk makan malam. Apalagi saya juga belum sempat beli air minum dan camilan untuk besok pagi.

Setelah beberapa kali bertanya kepada penduduk setempat, saya mendapatkan penginapan yang lokasinya ideal. Homestay murah yang tidak jauh dari Pantai Pulukan.

Tepat di depan penginapan dengan 5 kamar itu, ada warung yang menjual nasi, kopi dan air minum. Saya segera pesan 1 kamar yang terletak paling depan.

Lokasi homestay demikian tenang, tidak terdengar hiruk-pikuk knalpot brong. Saking sepinya, deru kendaraan besar yang melintas di jalan raya Jembrana-Denpasar terdengar pada malam hari.

Setelah makan malam di warung depan homestay pada pukul 17.30 WITA, saya mencoba tidur lebih awal. Tapi mata tidak segera terpejam karena spreinya terasa gatal di kulit.

Kemungkinan karena imbas pandemi Covid-19, masih belum banyak tamu di penginapan tersebut, sehingga kasurnya berdebu. Baru sekitar pukul 23.00 WITA saya bisa memejamkan mata dan bangun pukul empat pagi.

Untuk yang kedua kali tidur saya tidak nyenyak. Tapi karena kali ini saya bangun dengan kegembiraan, raga saya tetap fit dan siap melanjutkan perjalanan.

Hari masih gelap ketika saya meninggalkan penginapan. Sebelum berangkat saya menyiapkan lampu depan dan belakang. Kemungkinan akan ada banyak kendaraan besar menuju Denpasar.

Setelah mengayuh sepeda sekitar 800 meter melewati jalan kampung, tepat pukul 05.28 WITA saya kembali mengaspal di jalan raya.

Baru beberapa menit berjalan, saya menghadapi tanjakan terjal dan berkelok di Desa Pangyangan, Kecamatan Pekutatan, Jembrana. Tapi saya tidak mengalami kesulitan berarti. Sebab, sekali lagi, saya menikmati perjalanan ini

Keluar dari Kabupaten Jembrana pukul 06.24 WITA. Ketika sarapan di Desa Batu Lumbang, Selemadeg Barat, Tabanan, pukul 07.20 WITA, saya mendapat pesan WA dari salah satu senior saya di tempat kerja dulu. Lansia yang tinggal di Abiansemal itu menanyakan posisi saya sudah sampai di mana.

Semalam kami memang sudah janjian. Saya diminta mampir ke rumahnya, di Abiansemal. Jaraknya dari tempat saya sarapan, sekitar 32 kilometer lagi.

Tepat pukul 09.45 WITA saya masuk kota Tabanan. Setelah istirahat sekalian beli minum dan camilan di Jl. A.Yani, Tabanan, saya melanjutkan perjalanan menuju Mengwi.

Rumah senior saya itu di dalam kompleks puri yang cukup luas. Posisinya terletak di belakang. Saya ditunjukkan rumah tua milik leluhurnya, sebelum diajak ke rumah pribadinya.

Setelah ngobrol dan menikmati suguhan, saya pamit untuk melanjutkan perjalanan ke Denpasar. Langit terlihat gelap, sepertinya hujan akan segera turun. Sebelum berangkat saya mengenakan jas hujan.

Beberapa meter setelah keluar dari puri, hujan mengguyur dengan sangat deras. Sepeda saya kayuh pelan menuju ke Taman Baca Kesiman, Denpasar. [T]

Penulis: Made Wirya
Editor: Jaswanto

  • BACA CERITA SEBELUMNYA:
Cerita Perjalanan Bersepeda ke Labuan Bajo [5]–Menjalani Pemeriksaan Ketat di Pelabuhan Gilimanuk
Cerita Perjalanan Bersepeda ke Labuan Bajo [4]–Kegembiraan Datang Nyeri pun Hilang
Cerita Perjalanan Bersepeda ke Labuan Bajo [2]—Celaka! Baru 100 Kilometer Tapi Sekujur Tubuh Sudah Ngilu
Cerita Perjalanan Bersepeda ke Labuan Bajo [3]–Nyeri Semakin Menjadi Menjelang Masuk Tanjakan Paiton
Cerita Perjalanan Bersepeda ke Labuan Bajo [1] — Memulai Perjalanan 1000 Kilometer dari Gresik
Tags: gowesLabuan BajoSelemadegsepedatabanan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Luruh di Pangkuan Biang | Cerpen Gede Aries Pidrawan

Next Post

Radha, Drupadi, dan Meera

Made Wirya

Made Wirya

Lahir dan besar di Surabaya. Penulis dan filmmaker. Suka bertualang

Related Posts

Tiga Kali ke Ambon, Tiga Cara Membaca Indonesia

by Ahmad Sihabudin
October 12, 2026
0
Tiga Kali ke Ambon, Tiga Cara Membaca Indonesia

SUDAH cukup lama saya ingin menuliskan kembali tiga kali perjalanan saya ke Ambon, Maluku. Setiap perjalanan memiliki tujuan yang berbeda....

Read moreDetails

Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival

by I Putu Ardiyasa
September 30, 2026
0
Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival

SAYA datang ke Toyooka dengan niat yang sederhana: mengikuti Intersecting Peripheries dan melihat bagaimana sebuah festival teater bekerja di sebuah...

Read moreDetails

Jalan Sore di Lintas Royal Baroe

by Ahmad Sihabudin
September 28, 2026
0
Jalan Sore di Lintas Royal Baroe

SUDAH cukup lama sebenarnya kami ingin berjalan-jalan di kawasan Royal Baroe, Kota Serang, Provinsi Banten. Bukan untuk mencari sesuatu yang...

Read moreDetails

Wisata Sehat, Ramah di Kantong: Menikmati Pagi di KP3 Banten

by Ahmad Sihabudin
September 7, 2026
0
Wisata Sehat, Ramah di Kantong: Menikmati Pagi di KP3 Banten

ADA tempat yang awalnya kita kenal hanya sebagai pusat pemerintahan, tetapi ternyata memiliki wajah lain yang lebih dekat dengan kehidupan...

Read moreDetails

Candi  Tebing Gunung Kawi: Kolaborasi Epik Jejak Budaya Masa Lalu dengan Lanskap Menawan DAS Pakerisan

by Dewa Ayu Windu
August 31, 2026
0
Candi  Tebing Gunung Kawi: Kolaborasi Epik Jejak Budaya Masa Lalu dengan Lanskap Menawan DAS Pakerisan

GEMERICIK air Sungai Pakerisan terdengar bak nada alam yang konstan, membelah kesunyian lembah di Desa Adat Penaka, Tampaksiring, Gianyar, Bali....

Read moreDetails

Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]

by Ahmad Sihabudin
August 25, 2026
0
Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]

ADA kalanya kita tidak membutuhkan perjalanan yang jauh untuk menemukan kebahagiaan. Kita hanya membutuhkan kesempatan untuk berhenti sejenak dari rutinitas,...

Read moreDetails

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
0
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

Read moreDetails

“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

by Luh Putu Sendratari
August 18, 2026
0
“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

SABTU, 15 Agustus 2026 tanpa direncanakan sebelumnya saya ada di Desa Bengkala. Bersama teman2 dari Universitas Pancasila (Dr Kunthi Tridewiyanti,...

Read moreDetails

Dari Malioboro ke Makam Ki Hadjar Dewantara

by I Nyoman Tingkat
August 16, 2026
0
Dari Malioboro ke Makam Ki Hadjar Dewantara

PEMILIHAN Duta SMA Tingkat Nasional Tahun 2026 dipusatkan di Kota Yogyakarta tepatnya di Indoluxe Hotel sebagai tempat belajar di kelas....

Read moreDetails

Kembali Bertamu di Air Terjun Parang Ijo pada Tahun 2026

by Laurensia Junita Della
August 15, 2026
0
Kembali Bertamu di Air Terjun Parang Ijo pada Tahun 2026

Ada kalanya rutinitas yang padat membuat kita ingin sejenak menjauh dari hiruk-pikuk kehidupan. Di tengah kesibukan yang seolah tidak ada...

Read moreDetails
Next Post
Radha, Drupadi, dan Meera

Radha, Drupadi, dan Meera

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co