23 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Menghitung Kekuatan Politik Giri Prasta

Teddy Chrisprimanata Putra by Teddy Chrisprimanata Putra
July 17, 2025
in Esai
Menghitung Kekuatan Politik Giri Prasta

Teddy Chrisprimanata Putra

“Kami akan bantu. Ini sebenarnya sudah terbukti kami lakukan (di Badung) tapi cakupannya ke depan, lebih, selesai. Mudah-mudahan saya bisa terpilih, Koster-Giri. Lima tahun sebagai wakil gubernur dan 10 tahun sebagai gubernur. Saya pastikan bertanggung jawab, pura pura di Bali tuntas,”

PERNYATAAN Giri Prasta yang dikutip dari laman detik.com tersebut menunjukkan kepercayaan diri terhadap karir politik yang kiranya akan moncer tanpa kendala berarti selama lima belas tahun mendatang. Asal tidak ada turbulensi politik yang kencang, niscaya figur yang dikenal sebagai politisi bares ini akan menikmati nyamannya fasilitas Jaya Sabha.

Meski kepercayaan diri Giri Prasta tampak terlampau tinggi, nyatanya kepercayaan diri tersebut didukung dengan fakta-fakta politik yang tersuguhkan hari ini. Di masa kandidasi pilkada 2024, Giri Prasta adalah figur dengan elektabilitas tak tersaingi oleh figur lain, bahkan Koster sang gubernur petahana. Menurut hasil survey dari Charta Politika Indonesia yang dilaksanakan pada 30 Oktober hingga 6 November 2024, Giri Prasta meraih angka elektabilitas sebesar 72,9%, unggul dibanding dengan kandidat lainnya.

Citranya sebagai politisi yang royal sejak menjadi Bupati Badung pun dilanjutkan tatkala dirinya terpilih menjadi wakil gubernur mendampingi Koster. Salah satu aksinya yang tersorot media adalah saat dirinya memberikan bantuan sebesar Rp. 45 juta kepada Sekaa Teruna Teruni (STT) Suralaga Banjar Wangaya Kelod, Denpasar. Tentu aksinya ini menunjukkan kepeduliannya dalam menjaga semangat generasi muda Bali dalam melestarikan budaya. Dan hal ini memberi sekaligus mempertahankan citra baik sang wakil gubernur.

Pasca dilantik pada Februari 2025 lalu, praktis Giri Prasta dipaksa mengatur ulang ritme kerja, termasuk manuver-manuver politiknya. Maklum saja, kini dirinya hanya berperan sebagai “ban serep” Koster dalam kepemimpinan daerah, termasuk dalam proses pengambilan kebijakan. Meski tidak lagi menjadi pemeran utama, nyatanya pelbagai aktivitas maupun langkah politiknya tetap tidak luput dari sorotan media—dirinya masih menjadi “media darling” di mata publik Bali. Lantas dengan berkurangnya jatah “manggung”, masih realistiskah kepercayaan diri Giri Prasta untuk dapat melenggang menjadi gubernur di perhelatan pilkada selanjutnya?

Menyiapkan Kekuatan di Luar Partai Politik

Sebagai kader partai, otomatis kekuatan utama Giri Prasta dalam menghadapi perhelatan pilkada mendatang adalah partai politik. Apalagi dirinya adalah ketua partai di tingkat kabupaten, memberi kemudahan baginya untuk mengkonsolidasikan kekuatan—setidaknya di kabupaten tempatnya memimpin. Hingga kini barisan yang dipimpinnya dikenal sangat solid dan berhasil memenangkan banyak kontestasi elektoral, bahkan pada pilgub 2018, Giri Prasta dipercaya sebagai “panglima perang” untuk memenangkan pasangan Koster-Ace.

Alih-alih hanya mengandalkan partai politik sebagai kekuatan utama, Giri Prasta dengan cemerlang menyiapkan pelbagai instrumen kekuatan politik dalam upayanya mencapai kursi Bali 1. Sekurang-kurangnya terdapat kekuatan di luar partai politik yang sudah dan sedang digalang, yaitu Aliansi Bali Angunggah Shanti, Tanem Tuwuh Bali, dan Pasikian Yowana Bali.

Pertama, Aliansi Bali Angunggah Shanti adalah gabungan dua ormas besar, yakni Laskar Bali dan Baladika Bali—organisasi ini belakangan tampak gencar mengutus anggota-anggotanya untuk berlaga di arena politik elektoral. Tidak sedikit yang pada akhirnya berhasil mencicipi indahnya kekuasaan, sebut saja Bagus Alit Sucipta (Gus Bota), Ketua Umum DPD Pusat Baladika Bali, kini duduk nyaman sebagai Wakil Bupati Badung.

Tidak hanya Gus Bota, adik kandungnya, I Bagus Jagra Wibawa (Gus Ari) berhasil duduk sebagai Anggota DPRD Kota Denpasar untuk kedua kalinya. Organisasi ini pun berhasil meloloskan Sekretaris Jenderal-nya, I Komang Merta Jiwa sebagai Anggota DPD RI. Lolosnya beberapa tokoh sentral dalam kontestasi politik elektoral, membuktikan bahwa organisasi ini mampu mengkonsolidasikan diri dengan sangat baik.

Untuk kasus Aliansi Angunggah Bali Shanti, Giri Prasta telah menyiapkan wahana ini bahkan sejak dirinya menjabat sebagai Bupati Badung. Kini, Giri Prasta juga dipercaya duduk sebagai Ketua Dewan Pengawas Aliansi Angunggah Bali Shanti.

Kedua, Tanem Tuwuh Bali merupakan organisasi yang bergerak di bidang kemanusiaan dengan tiga program utama, yaitu kesehatan, bantuan sosial, serta pendidikan. Tanem Tuwuh Bali telah memulai gerakannya sekiranya sejak akhir tahun 2023. Semakin massive tatkala tahapan Pilkada 2024 berlangsung. Tanem Tuwuh Bali secara resmi dipimpin langsung oleh Diana Putri—anak sulung Giri Prasta sejak 28 April 2025 lalu.

Ketiga, adalah Pasikian Yowana Bali—lembaga adat yang bernaung di bawah Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi Bali sesuai dengan yang diatur dalam Perda Provinsi Bali No. 4 Tahun 2019 tentang Desa Adat di Bali. Hingga tahun 2030, Pasikian Yowana Bali menjadi organisasi yang memberi ruang bagi seluruh pemuda Hindu Bali untuk berkreativitas. Dan beberapa waktu lalu, Diana Putri—anak sulung Giri Prasta dikukuhkan sebagai ketua.

Hadirnya tiga kekuatan politik dengan fokus gerakannya masing-masing memiliki potensi untuk menggerakkan kelompok masyarakat Bali yang lebih luas dan beragam. Hal ini tentu menguntungkan bagi Giri Prasta, setidaknya memudahkannya untuk mendistribusikan produk politik yang diusungnya kelak. Tiga kelompok potensial yang kelak menjadi penyokong utama Giri Prasta sekurang-kurangnya memiliki dua tugas utama. Pertama, memberi panggung seluas-luasnya bagi Giri Prasta tampil di hadapan masyarakat, dan kedua adalah memastikan segala bentuk gerak dan program yang dilakukan selalu diasosiasikan dengan Giri Prasta.

Dan pada akhirnya, hanya turbulensi politik luar biasa saja yang dapat menyebabkan sirnanya kesempatan Giri Prasta untuk bertarung di ruang kontestasi pilkada sebagai calon gubernur. [T]

Penulis: Teddy Chrisprimanata Putra
Editor: Adnyana Ole


Baca esai-esai politik TEDDY CHRISPRIMANATA PUTRA lainnya DI SINI

Dramaturgi Politik Gas Melon
Candu Kekuasaan dan Upaya Kangkangi Konstitusi
Perempuan Dalam Politik Indonesia
Meninggalkan “Ngayah”, Melupakan Identitas
Tags: Nyoman Giri PrastaPDI PerjuanganPilkada BaliPolitik
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Gema Dari Menara”: Menelaah Konstruksi Sosial Brunei Darussalam Sebelum Kemerdekaan

Next Post

Dari Kesulitan Menuju Keindahan — Catatan Perjalanan ke Ciletuh, Jawa Barat

Teddy Chrisprimanata Putra

Teddy Chrisprimanata Putra

Penulis adalah Dosen Ilmu Politik di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Related Posts

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

by Angga Wijaya
June 23, 2026
0
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

Read moreDetails

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
0
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

Read moreDetails

Titik Nol, Titik Awal Singaraja —Membangun Kota, Memuliakan Ingatan

by Dewa Rhadea
June 21, 2026
0
Tawuran SD dan Gagalnya Pendidikan Holistik: Cermin Retak Indonesia Emas 2045

"Selama ini kita membangun sekolah di dalam kota. Sudah saatnya kita membangun kota sebagai sekolah." Kalimat itu mungkin terdengar sederhana....

Read moreDetails

Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

by Made Chandra
June 21, 2026
0
Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

10 tahun lalu, rubrik perihal kritik seni masih tersusun padat, dengan desain layout yang sebisa mungkin berpihak pada kelengkapan informasi...

Read moreDetails

Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

by I Nyoman Tingkat
June 21, 2026
0
Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

PESTA Kesenian Bali (PKB)ke-48 pada 2026 telah dibuka pada Sabtu, 13 Juni 2026 oleh Gubernur Bali Wayan Koster. Pembukaan tanpa...

Read moreDetails

Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

by Angga Wijaya
June 21, 2026
0
Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

MAMED Wedanta adalah salah satu pemuda paling jenaka yang pernah lahir di Jembrana. Melihat wajahnya saja orang sudah ingin tertawa....

Read moreDetails

KLAKSON

by Hartanto
June 20, 2026
0
KLAKSON

SETENGAH abad yang lalu, saya paling benci mendengar suara klakson (dulu disebut tuter), mobil atau motor. Pasalnya, manakala itu saya...

Read moreDetails

Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

by Agung Sudarsa
June 20, 2026
0
Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

Spiritualitas Bukan Pelarian dari Kehidupan Salah satu kesalahpahaman terbesar tentang spiritualitas adalah anggapan bahwa orang spiritual harus menjauh dari urusan...

Read moreDetails

Integritas Itu Soal Salah Hitung Angka atau Salah Hitung Dosa?

by Petrus Imam Prawoto Jati
June 20, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kemarin pagi saya mampir ke pom bensin, dititipi istri saya buat isi motornya yang hampir kosong...

Read moreDetails

Kalau Marx dan Marcuse Ikut Nonton Aksi Demo Mahasiswa “Indonesia Bangkrut”

by Afgan Fadilla
June 18, 2026
0
(Bukan) Demokrasi Kita

DI tengah demonstrasi mahasiswa yang memprotes pemborosan anggaran, kenaikan biaya hidup, dan berbagai proyek pemerintah yang dianggap tidak berpihak kepada...

Read moreDetails
Next Post
Dari Kesulitan Menuju Keindahan — Catatan Perjalanan ke Ciletuh, Jawa Barat

Dari Kesulitan Menuju Keindahan -- Catatan Perjalanan ke Ciletuh, Jawa Barat

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026
Ulas Musik

’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026

“Jembrana mesuang Baleganjur jani?” kata seorang teman saya. Sore hari, pukul 15.00 WITA, tanggal 18 Juni 2026, saya yang baru...

by Ega Surya Mahendra
June 23, 2026
Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia
Bahasa

Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia

PERNAHKAH Anda merenung sejenak, bagaimana sebuah kata tentang olahraga yang dicintai seantero jagat ini bekerja di dalam kepala kita? Sungguh menarik mengamati...

by I Made Sudiana
June 23, 2026
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba
Esai

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

by Angga Wijaya
June 23, 2026
Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus
Kritik Seni

Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

LOMBA Baleganjur Kreasi antar Kabupaten se-Bali di Pesta Kesenian Bali (PKB) sejak tahun 2013 telah menjadi ruang penting bagi perkembangan...

by Wayan Sudirana, PhD
June 23, 2026
Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa
Gaya

Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa

BULELENG bercerita tentang busana adat khas Bali Utara  di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar dalam acara Utsawa (Parade)...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   
Khas

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global
Esai

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
Mengagumi Mobil Mini
Khas

Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

by Jaswanto
June 22, 2026
Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya
Gaya

Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya

Rekasadana (performance) Kimono Gallery Yawara dari Tokyo, Jepang membuat panggung Bali World Culture Celebration (BWCC) 2026 lebih harmoni. Dalam satu...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa”  —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa” —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026

KEMATIAN Bapa Gunung seharusnya menjadi saat bagi keluarganya untuk bersatu. Namun yang terjadi malah sebaliknya. Di tengah persiapan ngaben, I...

by Dede Putra Wiguna
June 22, 2026
Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery
Pameran

Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery

SORE hari, Sabtu 20 Juni 2026 orang-orang pecinta seni, khususnya seni lukis tampak bergerak ke arah timur tepatnya ke Komaneka...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026

KETIKA memasuki salah satu rumah warga di Jalan Serongga No. 31, Banjar Tengah Kanginan, Desa Peliatan, Ubud, Gianyar, mata dan...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co