23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Menghitung Kekuatan Politik Giri Prasta

Teddy Chrisprimanata Putra by Teddy Chrisprimanata Putra
July 17, 2025
in Esai
Menghitung Kekuatan Politik Giri Prasta

Teddy Chrisprimanata Putra

“Kami akan bantu. Ini sebenarnya sudah terbukti kami lakukan (di Badung) tapi cakupannya ke depan, lebih, selesai. Mudah-mudahan saya bisa terpilih, Koster-Giri. Lima tahun sebagai wakil gubernur dan 10 tahun sebagai gubernur. Saya pastikan bertanggung jawab, pura pura di Bali tuntas,”

PERNYATAAN Giri Prasta yang dikutip dari laman detik.com tersebut menunjukkan kepercayaan diri terhadap karir politik yang kiranya akan moncer tanpa kendala berarti selama lima belas tahun mendatang. Asal tidak ada turbulensi politik yang kencang, niscaya figur yang dikenal sebagai politisi bares ini akan menikmati nyamannya fasilitas Jaya Sabha.

Meski kepercayaan diri Giri Prasta tampak terlampau tinggi, nyatanya kepercayaan diri tersebut didukung dengan fakta-fakta politik yang tersuguhkan hari ini. Di masa kandidasi pilkada 2024, Giri Prasta adalah figur dengan elektabilitas tak tersaingi oleh figur lain, bahkan Koster sang gubernur petahana. Menurut hasil survey dari Charta Politika Indonesia yang dilaksanakan pada 30 Oktober hingga 6 November 2024, Giri Prasta meraih angka elektabilitas sebesar 72,9%, unggul dibanding dengan kandidat lainnya.

Citranya sebagai politisi yang royal sejak menjadi Bupati Badung pun dilanjutkan tatkala dirinya terpilih menjadi wakil gubernur mendampingi Koster. Salah satu aksinya yang tersorot media adalah saat dirinya memberikan bantuan sebesar Rp. 45 juta kepada Sekaa Teruna Teruni (STT) Suralaga Banjar Wangaya Kelod, Denpasar. Tentu aksinya ini menunjukkan kepeduliannya dalam menjaga semangat generasi muda Bali dalam melestarikan budaya. Dan hal ini memberi sekaligus mempertahankan citra baik sang wakil gubernur.

Pasca dilantik pada Februari 2025 lalu, praktis Giri Prasta dipaksa mengatur ulang ritme kerja, termasuk manuver-manuver politiknya. Maklum saja, kini dirinya hanya berperan sebagai “ban serep” Koster dalam kepemimpinan daerah, termasuk dalam proses pengambilan kebijakan. Meski tidak lagi menjadi pemeran utama, nyatanya pelbagai aktivitas maupun langkah politiknya tetap tidak luput dari sorotan media—dirinya masih menjadi “media darling” di mata publik Bali. Lantas dengan berkurangnya jatah “manggung”, masih realistiskah kepercayaan diri Giri Prasta untuk dapat melenggang menjadi gubernur di perhelatan pilkada selanjutnya?

Menyiapkan Kekuatan di Luar Partai Politik

Sebagai kader partai, otomatis kekuatan utama Giri Prasta dalam menghadapi perhelatan pilkada mendatang adalah partai politik. Apalagi dirinya adalah ketua partai di tingkat kabupaten, memberi kemudahan baginya untuk mengkonsolidasikan kekuatan—setidaknya di kabupaten tempatnya memimpin. Hingga kini barisan yang dipimpinnya dikenal sangat solid dan berhasil memenangkan banyak kontestasi elektoral, bahkan pada pilgub 2018, Giri Prasta dipercaya sebagai “panglima perang” untuk memenangkan pasangan Koster-Ace.

Alih-alih hanya mengandalkan partai politik sebagai kekuatan utama, Giri Prasta dengan cemerlang menyiapkan pelbagai instrumen kekuatan politik dalam upayanya mencapai kursi Bali 1. Sekurang-kurangnya terdapat kekuatan di luar partai politik yang sudah dan sedang digalang, yaitu Aliansi Bali Angunggah Shanti, Tanem Tuwuh Bali, dan Pasikian Yowana Bali.

Pertama, Aliansi Bali Angunggah Shanti adalah gabungan dua ormas besar, yakni Laskar Bali dan Baladika Bali—organisasi ini belakangan tampak gencar mengutus anggota-anggotanya untuk berlaga di arena politik elektoral. Tidak sedikit yang pada akhirnya berhasil mencicipi indahnya kekuasaan, sebut saja Bagus Alit Sucipta (Gus Bota), Ketua Umum DPD Pusat Baladika Bali, kini duduk nyaman sebagai Wakil Bupati Badung.

Tidak hanya Gus Bota, adik kandungnya, I Bagus Jagra Wibawa (Gus Ari) berhasil duduk sebagai Anggota DPRD Kota Denpasar untuk kedua kalinya. Organisasi ini pun berhasil meloloskan Sekretaris Jenderal-nya, I Komang Merta Jiwa sebagai Anggota DPD RI. Lolosnya beberapa tokoh sentral dalam kontestasi politik elektoral, membuktikan bahwa organisasi ini mampu mengkonsolidasikan diri dengan sangat baik.

Untuk kasus Aliansi Angunggah Bali Shanti, Giri Prasta telah menyiapkan wahana ini bahkan sejak dirinya menjabat sebagai Bupati Badung. Kini, Giri Prasta juga dipercaya duduk sebagai Ketua Dewan Pengawas Aliansi Angunggah Bali Shanti.

Kedua, Tanem Tuwuh Bali merupakan organisasi yang bergerak di bidang kemanusiaan dengan tiga program utama, yaitu kesehatan, bantuan sosial, serta pendidikan. Tanem Tuwuh Bali telah memulai gerakannya sekiranya sejak akhir tahun 2023. Semakin massive tatkala tahapan Pilkada 2024 berlangsung. Tanem Tuwuh Bali secara resmi dipimpin langsung oleh Diana Putri—anak sulung Giri Prasta sejak 28 April 2025 lalu.

Ketiga, adalah Pasikian Yowana Bali—lembaga adat yang bernaung di bawah Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi Bali sesuai dengan yang diatur dalam Perda Provinsi Bali No. 4 Tahun 2019 tentang Desa Adat di Bali. Hingga tahun 2030, Pasikian Yowana Bali menjadi organisasi yang memberi ruang bagi seluruh pemuda Hindu Bali untuk berkreativitas. Dan beberapa waktu lalu, Diana Putri—anak sulung Giri Prasta dikukuhkan sebagai ketua.

Hadirnya tiga kekuatan politik dengan fokus gerakannya masing-masing memiliki potensi untuk menggerakkan kelompok masyarakat Bali yang lebih luas dan beragam. Hal ini tentu menguntungkan bagi Giri Prasta, setidaknya memudahkannya untuk mendistribusikan produk politik yang diusungnya kelak. Tiga kelompok potensial yang kelak menjadi penyokong utama Giri Prasta sekurang-kurangnya memiliki dua tugas utama. Pertama, memberi panggung seluas-luasnya bagi Giri Prasta tampil di hadapan masyarakat, dan kedua adalah memastikan segala bentuk gerak dan program yang dilakukan selalu diasosiasikan dengan Giri Prasta.

Dan pada akhirnya, hanya turbulensi politik luar biasa saja yang dapat menyebabkan sirnanya kesempatan Giri Prasta untuk bertarung di ruang kontestasi pilkada sebagai calon gubernur. [T]

Penulis: Teddy Chrisprimanata Putra
Editor: Adnyana Ole


Baca esai-esai politik TEDDY CHRISPRIMANATA PUTRA lainnya DI SINI

Dramaturgi Politik Gas Melon
Candu Kekuasaan dan Upaya Kangkangi Konstitusi
Perempuan Dalam Politik Indonesia
Meninggalkan “Ngayah”, Melupakan Identitas
Tags: Nyoman Giri PrastaPDI PerjuanganPilkada BaliPolitik
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Gema Dari Menara”: Menelaah Konstruksi Sosial Brunei Darussalam Sebelum Kemerdekaan

Next Post

Dari Kesulitan Menuju Keindahan — Catatan Perjalanan ke Ciletuh, Jawa Barat

Teddy Chrisprimanata Putra

Teddy Chrisprimanata Putra

Penulis adalah Dosen Ilmu Politik di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Related Posts

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails

Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

by Angga Wijaya
October 19, 2026
0
Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

SEBELUM memulai esai ini, izinkan saya menyampaikan penghargaan kepada IGA Darma Putra atas keterlibatannya dalam perbincangan mengenai istilah selam dan...

Read moreDetails
Next Post
Dari Kesulitan Menuju Keindahan — Catatan Perjalanan ke Ciletuh, Jawa Barat

Dari Kesulitan Menuju Keindahan -- Catatan Perjalanan ke Ciletuh, Jawa Barat

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co