23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Jeruk Kintamani: Dari Buah Lokal, Tumbuh Kolaborasi Vokasi yang Menginspirasi

I Wayan Yudana by I Wayan Yudana
July 8, 2025
in Esai
Jeruk Kintamani: Dari Buah Lokal, Tumbuh Kolaborasi Vokasi yang Menginspirasi

Jeruk kintamani | Dok. SMKN 1 Kintamani

DI balik udara sejuk dan lanskap hijau Kintamani yang memesona, tersimpan potensi besar yang selama ini luput dari sorotan pendidikan vokasi: jeruk kintamani. Komoditas yang manis dan segar ini sejatinya tidak hanya layak dijual di pasar atau dikemas untuk buah tangan wisatawan. Ia sebenarnya bisa menjadi poros perubahan paradigma pendidikan vokasi, jika saja disentuh oleh tangan kreatif dan pikiran progresif.

Dalam kapasitas sebagai Pelaksana Tugas (Plt.), saya telah menyambangi lingkungan dan bertemu dengan komunitas SMK Negeri 1 Kintamani. Menurut saya, tentang jeruk sebagai poros perubahan paradigma pendidikan vokasi ini tampaknya menarik untuk dilakukan. Potensi sekolah ini untuk menjadi sekolah maju dan unggul sesungguhnya juga sangat besar.

Di tengah tantangan eksistensi SMK di daerah, SMKN 1 Kintamani ini sebaiknya memilih untuk berdiri di atas potensi lokal. Alih-alih sibuk mengekor kepada tren-tren sekolah besar di kota. SMKN 1 Kintamani wajib menyadari bahwa kekuatan sekolah bukan terletak pada seberapa megah gedung atau seberapa banyak program keahliannya, melainkan pada seberapa dalam akar sekolah ini menancap di tanahnya sendiri.

Dari Jeruk Menjadi Jembatan Kolaborasi

Sangat disadari, tidak banyak sekolah vokasi yang mampu merajut sinergi antarjurusan dengan mulus. Di SMKN 1 Kintamani ada Jurusan Multimedia yang kerap sibuk di balik kamera. Ada Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian (APHP) tenggelam dalam dapur praktik. Ada pula Agribisnis Ternak Ruminansia (ATR) berkutat dengan ternak dan pakan. Sementara yang paling bungsu, Jurusan Perhotelan sibuk mempersiapkan dan meracik pelayanan. Seyogianya, di SMKN 1 Kintamani, semua jurusan disatukan oleh suatu ikatan batin sederhana: jeruk.

Jeruk Potensi Lokal Kintamani (Jeruk kintamani) | Foto: Dok. SMKN 1 Kintamani

Jeruk Kintamani bukan lagi sekadar komoditas. Ia kini dapat dijadikan media pembelajaran lintas disiplin. Jurusan APHP dapat mengolahnya menjadi sirup, dodol, keripik kulit jeruk, hingga inovasi minuman kesehatan. Sementara ATR memanfaatkan limbah kulit jeruk untuk pakan fermentasi dan pupuk organik bagi kebun jeruk itu sendiri.

Tidak ketinggalan, Multimedia memproduksi video dokumenter, iklan produk, dan konten promosi untuk media sosial, lengkap dengan desain label dan packaging menarik. Perhotelan lalu menyajikan produk jeruk olahan itu dalam praktik layanan makanan dan minuman khas lokal—menciptakan sensasi jeruk dari ladang ke meja makan.

Inilah yang dapat disebut sebagai ekosistem vokasi berbasis potensi lokal. Dalam konsep ini setiap jurusan memiliki kontribusi nyata, saling menopang, dan bergerak dalam irama yang sama: menjadikan jeruk sebagai wajah sekolah.

Kurikulum tak Lagi di Atas Kertas

Pola pembelajaran yang diterapkan pun mesti jauh dari model kaku dan monoton. Kurikulum tidak berhenti sebagai dokumen administratif. Di SMKN 1 Kintamani, kurikulum selayaknya hidup bersama dengan denyut desa, dengan jeruk sebagai simpulnya. Pembelajaran berbasis Projek tidak boleh hanya sekadar jargon. Ia menjadi ruang aktualisasi nilai gotong royong, mandiri, dan kreatif.

Food Proccesing | Foto: Dok. SMKN 1 Kintamani

Para siswa bukan hanya belajar teori, tetapi mengalami langsung proses bertani, mengolah, memasarkan, dan mempresentasikan produk jeruk. Mereka belajar bahwa sebuah produk harus memiliki cerita, strategi branding, dan nilai ekonomi. Mereka tidak hanya menjadi “lulusan” dari program keahlian, tetapi tumbuh sebagai warga belajar yang mengakar di desa dan siap bersaing di kota bahkan pasar global.

Sayangnya, banyak SMK hari ini terlalu sibuk memperbaiki citra tanpa membangun karakter. Mereka sibuk menyusun slogan dan baliho tanpa membuat masyarakat mengenal keunggulan mereka secara nyata. SMKN 1 Kintamani sangat berpeluang menawarkan jalan berbeda, yakni membangun identitas dari dalam, melalui karya, bukan wacana.

Melalui jeruk, sekolah ini punya peluang merekayasa persepsi publik, dari sekolah biasa menjadi sekolah berbasis agro-industri modern. Jeruk tidak hanya dijual di pasar, tapi bisa masuk hotel, pameran, hingga marketplace digital dengan label Made by SMKN 1 Kintamani. Bukankah ini langkah konkret menuju center of excellence?

Sekolah ini nantinya juga bisa menjadi pusat pelatihan kewirausahaan berbasis jeruk, tempat pelaku UMKM lokal belajar dari siswa, atau tempat wisata edukasi agro-industri tumbuh dengan wajah baru. Jika ini dikemas dengan strategi branding yang kuat, tidak mustahil SMKN 1 Kintamani akan dikenal tak hanya oleh warga Bangli, tetapi juga oleh pasar nasional—bahkan mancanegara.

Namun, jalan ini bukan tanpa tantangan. Masih banyak kebijakan pendidikan yang melihat SMK sebagai ‘mesin cetak tenaga kerja’, bukan sebagai pusat inovasi. Dengan dukungan dana BOS yang minim dan fasilitas terbatas, sekolah ini sebenarnya telah membuktikan bahwa semangat inovasi dan keberpihakan pada potensi lokal bisa menjadi pembeda utama.

Selain itu, ekosistem dunia kerja kadang belum siap menerima lulusan yang berpikir kreatif dan multidisipliner. Dunia usaha harus belajar dari dunia pendidikan juga, bahwa kolaborasi dan keberagaman keahlian adalah kunci era baru.

Di sinilah pentingnya dukungan pemerintah daerah, dunia industri, dan komunitas lokal untuk turut serta mengangkat citra sekolah, tidak justru untuk menjauhinya. SMK seperti SMKN 1 Kintamani perlu ruang untuk tumbuh, bukan hanya dilihat dari nilai akreditasi atau jumlah peserta didik, tetapi dari sejauh mana ia memberikan dampak nyata bagi masyarakat sekitar. Inilah sesungguhnya merupakan tantangan: Ketika Visi Tak Didukung Sistem

SMKN 1 Kintamani sedang membuktikan bahwa pendidikan vokasi tak hanya menunggu bantuan besar untuk bergerak maju. Mereka tampak telah memulainya dari apa yang mereka miliki: tanah subur, semangat kolaboratif, dan buah jeruk.

Jeruk Kintamani mungkin kecil di mata pasar global, tetapi di tangan siswa-siswa vokasi ini, ia menjadi simbol kreativitas, kemandirian, dan masa depan. Jika semua SMK di negeri ini menoleh kembali ke tanahnya sendiri, mencari kekuatan dari budaya dan komoditas lokal, maka pendidikan vokasi akan benar-benar menjadi solusi, bukan sekadar janji pemerintah.

Siapa tahu, suatu hari nanti, jeruk Kintamani yang harum itu akan dikenal bukan hanya karena rasanya, tetapi juga karena ia tumbuh dari semangat kolaborasi sebuah SMK di pegunungan Bali. Jadi, sekolah itu hidup jika berakar dan berbuah.[T]

Penulis: I Wayan Yudana
Editor: Jaswanto

Yang Tidak Biasa dari Sekeranjang Jeruk — Tentang Arak Jeruk Desa Awan, Kintamani
Jeruk Siam Kintamani Bisa Diolah Jadi Selai
Di Kintamani, Limbah Jeruk Bisa Jadi Pupuk
Wine dari Jeruk Siam Kintamani
Tags: Banglijerukjeruk kintamaniKintamaniSMKN 1 Kintamani
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Euforia Barong Ket di Pesta Kesenian Bali, Akhirnya Warga Buleleng Tak Hanya Jadi Penonton

Next Post

Pesan tentang Kebebasan Dalam Lirik “Bohemian Rhapsody”

I Wayan Yudana

I Wayan Yudana

Kepala SMKN 1 Petang, Badung, Bali

Related Posts

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails

Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

by Angga Wijaya
October 19, 2026
0
Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

SEBELUM memulai esai ini, izinkan saya menyampaikan penghargaan kepada IGA Darma Putra atas keterlibatannya dalam perbincangan mengenai istilah selam dan...

Read moreDetails
Next Post
Pesan tentang Kebebasan Dalam Lirik “Bohemian Rhapsody”

Pesan tentang Kebebasan Dalam Lirik “Bohemian Rhapsody”

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co