24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Cek dan Ricek, Riset Dulu, Baru Bikin Konten

Ahmad Sihabudin by Ahmad Sihabudin
May 5, 2025
in Esai
Syair Pilu Berbalut Nada, Dari Ernest Hemingway Hingga Bob Dylan

Ahmad Sihabudin

MENYIMAK pernyataan Luhut Binsar Panjaitan (LBP) usai silaturahmi dengan Presiden ke-7 Joko Widodo saat ditanya oleh para reporter, dia merasa prihatin kepada para “pengamat sosial-politik” dalam memberikan pandanganya atas kinerja pemerintah periode lalu dan saat ini, yang cenderung hanya berdasarkan “perasaan” saja, tidak berdasar pada data dalam analisisnya.

Juga bahasa dan narasinya yang selalu provokatif, dan tidak santun dalam menggunakan bahasa. Kita sebagai bangsa yang besar dan beragam memiliki adat, adab sopan santun. Pemerintah bukan anti kritik, silahkan saja menurut LBP dengan bahasa yang baik dan mengkritik dengan data, bukan dengan cara “memperkeruh”, dan provokasi.

Di  era Joko Widodo, tidak sedikit capaian kemajuan negara yang sudah diraih, seperti kepemilikan saham Freeport, pembangunan pelabuhan-pelabuhan, bandara, ruas jalan tol, dan beberapa proyek strategis nasional lainnya. Tetunya tidak semuanya dapat dicapai, seperti Ibu Kota Negara (IKN), dan lainnya,  hal ini akan dilanjutkan oleh pemerintahan Presiden Prabowo-Gibran.

 Program-program pemerintah saat ini yang baru berjalan jangan langsung “ditorpedo” terus-menerus. Pemerintah butuh dukungan persatuan semua elemen bangsa, tidak terus-menerus menghujat pemerintah, baik masa lalu maupun saat ini. Demikian keprihatinan LBP saat disampaikan di halaman rumah Jokowi yang juga turut  mendampingi LBP di belakang.

 Pernyataan LBP ditafsirkan dengan beragam cara dan sudut pandang, baik mendukung, maupun biasa-biasa saja menyikapinya, atau ada yang merasa terusik karena selama ini dari pihak yang menjadi sasaran kritik tidak pernah ada respons apa pun. Terlebih dari Jokowi, sama sekali tidak merespons, hanya mengatakan biar masa atau waktu yang menjawab, atas hujatan, tuduhan, fitnah, padanya dan keluarga terima, biar waktu dan sejarah yang menjawab.

Saya pribadi ikut mengamini apa yang disampaikan LBP, kalau dalam bahasa agama yang saya anut, para pengamat maupun host studio,  sebaiknya melakukan Tabayun terlebih dahulu pada apa yang akan disampaikan atau diprogramkan sebagai tema acaranya.

Apa pun salurannya, baik media mainstream (koran, televisi, radio), maupun media sosial (podcast youtube, facebook, twitter, dll). Menurut saya prinsip-prinsip jurnalistik tetap harus dikedepankan, karena ini menyangkut menyiarkan kabar dan informasi baik suara, cetak, maupun gambar, film video.

Seperti dikatakan Tamim (2003), pekerjaan jurnalistik bukan sekedar tentang fakta, tapi juga menyangkut kebenaran (truth). Itulah sebabnya dalam kode etik Jurnalistik disebutkan ketentuan keharusan seorang wartawan Indonesia untuk meneliti “kebenaran” (truth) suatu berita yang akan diturunkannya. Belum lagi faktor-faktor lain yang harus dipertimbangkan. Adalah fakta misalnya kalau seorang anak diperkosa. Namun demi pertimbangan moral dan perkembangan jiwa anak, foto anak tidak akan dimuat di media massa.

Seperti perihal “kabar bohong” ijazah palsu Presiden ke-7 yang terus “digoreng” sampai sekarang. Bukan Jokowi  yang meng-clear-kan, tapi alumni kawan seangkatannya,  Dekan Fakultas Kehutanan UGM. Anehnya isu masa lalu yang menerpa Jokowi terus dikorek oleh para pengamat di media sosial mereka disebut sebagai “penyinyir, pembenci”, karena dimata mereka Jokowi tidak ada benarnya.

Padahal bila kita perhatikan pemberitaan, tayangan media sosial, terkait ramainya masyarakat yang berkunjung ke kediaman Jokowi, hampir setiap hari ratusan warga bersilaturahmi kepada mantan pemimpinnya. Apalagi dalam suasana idul fitri kediaman Jokowi tumpah ruah masyarkat yang mengunjunginya, juga anggota Kabinet Merah Putih, dan para tokoh masyarakat bersilaturahmi. Kota Solo, seolah punya destinasi wisata baru. Ini fakta peristiwa, masyarakat masih mengidolakan meskipun Jokowi sudah tidak menjabat sebagai Presiden. Mungkin ini salah satu simbol, jawaban untuk para pengkritik.

  ***

Kembali pada prihal cek dan ricek dalam kegiatan penyebar luasan (isi pernyataan) yang dapat dikatakan sebagai kegiatan jurnalistik itu penting, dalam bahasa agama yang saya anut, tabayyun. Aspek ini sebetulnya yang ditegaskan oleh LBP, dalam menyiarkan, menyampaikan opini kita harus tabayyun, cek  ricek menggunakan data.

 Di akhirat kelak, pertanggungjawaban yang diminta oleh Allah tidak hanya kepada pembuat berita atau konten  saja bila hoaks, fitnah, ujaran kebencian. Namun  juga kepada siapa yang turut menyebarkannya. Karena hanya dengan modal jempol untuk mengklik “membagikan” atau “meneruskan”, seseorang sudah bisa menjadi kurir informasi.

Alasan pentingnya tabayyun dalam menerima berita adalah untuk menghindari dari kegiatan yang asal membagikan berita palsu. Berita palsu merugikan masyarakat. Masyarakat menjadi was-was ketika ada berita yang menakutkan, padahal belum terbukti kebenarannya. Terkadang orang lebih ingin mempercayai berita palsu daripada mencari fakta-fakta kebenarannya. Bisa saja berita palsu dibuat hanya karena ingin menghancurkan wibawa seseorang atau ingin usaha seseorang gagal.

Bisa jadi media yang memberi informasi mempunyai sifat keberpihakan, atau memang hanya media pencari sensasi, dan tidak prefesional menjalankan proses pekerjaan  jurnalistiknya. Misalnya dalam mencari sumber berita, tidak melakukan cek dan ricek keberimbangan informasi, atau malah seolah-olah informasi dari sumber berita “terperaya A-1”, dengan dalih menjaga kerahasian sumber tidak menyebutkan namanya, padahal setelah dikonfirmasi, dan ditelusuri, itu hanya dialog imajiner reporternya saja, alias ngarang cerita. Kerja seperti itu, saat ini banyak dilakukakan oleh insan media.

 Berhati-hatilah dalam menyaring informasi yang disebar lewat media karena bisa saja sumbernya tidak jelas. Untuk menguatkan informasi bisa saja menggunakan nama tokoh tertentu. Padahal nama yang tertera bisa saja hanya dibuat-buat atau ada orang yang memaparkan nama tertentu yang sebetulnya tidak pernah memberikan pernyataan.

Kemudian untuk meneliti berita atau informasi yang lebih mendalam adalah dengan melakukan perbandingan berita antara media satu dengan media lainnya. Bisa jadi ada beberapa hal yang berbeda di media lain. Cara-cara tersebut dapat membantu pembaca dalam menerima berita atau informasi sehingga tidak asal menyebar berita ( https://dppai.uii.ac.id/tabayyun-dalam-menerima-berita/).

Era saat ini, saya katakan jauh dari praktik, melakukan tabayyun, untuk sebuah informasi yang dikejar hanya “jempol” subcribe. Tabayyun, check and recheck harus lebih dikedepankan oleh para insan “pemproduksi pesan” dan kata-kata, baik cetak maupun elektronik, penggiat media sosial, dan kita para individu harus lebih hati-hati, lakukan tabayyun ketika kita menerima informasi.

Menutup tulisan ini saya mengutip Al-Quran surat an-Nur [24] ayat 19, “Sesungguhnya orang-orang yang senang atas tersebarnya (berita bohong) yang sangat keji itu di kalangan orang-orang yang beriman, mereka mendapat azab yang sangat pedih di dunia dan di akhirat. Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” Semoga kita menjadi orang-orang yang tetap istiqomah, sabar dan terhindar dari sasaran fitnah keji. [T]

Penulis: Ahmad Sihabudin
Editor: Adnyana Ole

  • BACA artikel lain dari penulis AHMAD SIHABUDIN
Antara Kedengkian dan Ijazah Jokowi
Kita Hanyalah Setetes Air dan Butiran Debu | Refleksi dari Lagu “Dust in the Wind”
Mungkinkah Bumi Tanpa Konflik? Jawabnya Bersama Angin | Dari ”Blowing in The Wind” Bob Dylan
Tags: jurnalismejurnalistikkreator kontenmedia massamedia sosial
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kearifan Lokal dan Perannya dalam Era Globalisasi

Next Post

Ada Nasi Kuning Vegan di Singaraja — Carilah di Warung Laksmi, di Jalan Laksamana

Ahmad Sihabudin

Ahmad Sihabudin

Dosen Komunikasi Lintas Budaya, Fisip, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Banten

Related Posts

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails
Next Post
Ada Nasi Kuning Vegan di Singaraja — Carilah di Warung Laksmi, di Jalan Laksamana

Ada Nasi Kuning Vegan di Singaraja -- Carilah di Warung Laksmi, di Jalan Laksamana

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co