23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tradisi Ziarah Lebaran di Desa Pengastulan, Kini Berlangsung 5 Hari…

Ahmad Hirzan Anwari by Ahmad Hirzan Anwari
April 4, 2025
in Khas
Tradisi Ziarah Lebaran di Desa Pengastulan, Kini Berlangsung 5 Hari…

Tradisi Ziarah di Desa Pengastulan, Seririt, Buleleng-Bali | Foto: Hirzan

SETELAH Kementerian Agama resmi memutuskan waktu Hari Raya Idul Fitri, takbir bergema di seluruh seantero nusantara: di kota-kota besar dan di pelosok-pelosok desa, termasuk di Banjar Dinas/Dusun Kauman, Desa Pengastulan, Kecamatan. Seririt, Buleleng-Bali, sebuah daerah di pesisir pantai Bali Utara yang dihuni oleh masyarakat Muslim.

Letak desa ini terkurung di antara pantai dan dusun lain yang dihuni umat Hindu. Meski demikian, takbir tak henti-hentinya bergema dengan sangat meriah selama 5 hari berturut-turut di desa yang memiliki jumlah penduduk sekitar 1000 jiwa ini.

Kemeriahan Lebaran di desa ini, tentu, tidak hanya terasa dalam hati setiap individu saja, melainkan tampak dari pernak-pernik yang dapat dilihat dan dirasakan oleh semua warga. Mulai dari lampu warna-warni yang menghiasi sepanjang jalan raya, acara Bazar Lebaran yang diadakan oleh Ikatan Remaja Kauman (IRKA) yang rutin setiap tahun, hingga tradisi ziarah di tiga banjar (baris) selama 3 hari berturut-turut.

Tradisi ziarah merupakan tradisi yang sampai saat ini, bahkan di tahun-tahun mendatang, akan terus lestari. Tradisi, menurut WJS Poerwadarminto (1976), adalah segala sesuatu yang melekat pada kehidupan masyarakat yang dijalankan secara terus menerus.

Saat ziarah, masyarakat Desa Pengastulan —sebagaimana masyarakat Muslim lainnya, saling meminta dan menerima maaf, yang populer dengan istilah halal bi halal, istilah yang dipopulerkan oleh seorang penjual martabak asal India yang berdagang di taman Sriwedari Solo (1935 – 1936), dalam satu riwayat. Dalam riwayat lain, halal bi halal digagas oleh KH. Wahab Chasbullah pada tahun 1948 saat Bung Karno meminta solusi kepada Mbah Wahab untuk menyelesaikan konflik yang terjadi di internal pemerintahan pada saat itu.

Konsep Ziarah yang Berubah-ubah

Dari tahun ke tahun, konsep ziarah Lebaran di Pengastulan mengalami beberapa kali perubahan. Berikut penulis uraikan sejarah sebelum dan sesudah ditetapkannya konsep ziarah Lebaran di Desa Pengastulan, yang kemudian menjadi tradisi. Uraian ini, berdasarkan hasil wawancara penulis dengan Anis Abdurrahim, tokoh masyarakat sekaligus mantan Perbekel Desa Pengastulan.

Tradisi Ziarah di Desa Pengastulan, Seririt, Buleleng-Bali | Foto: Hirzan

Pada mulanya, ziarah Lebaran di Desa Pengastulan hanya berlangsung satu hari, tepatnya setelah sholat ied saat pagi hari. Masyarakat hanya mendatangi perbekel Desa Pengastulan saat itu, Haji Hasan Usman  dan para tokoh masyarakat sekaligus tuan guru dan saudagar yang membimbing dan membantu kehidupan mereka. Di antaranya Tuan Guru Haji Munawar, Tuan Guru Haji Junaidi, dan Tuan Guru Haji Ali Shiddiq.

Seiring berjalannya waktu, pelaksanaan ziarah berubah  menjadi dua hari, sebagaimana gagasan dan kesepakatan dari para tokoh agama. Pada hari pertama, ziarah berjalan sebagaimana biasanya. Sedangkan pada hari kedua, ziarah hanya dilakukan bersama keluarga dekat saja.

Pada tahun 1978, tepatnya saat Muhammadiyah resmi mendeklarasikan diri sebagai organisasi kemasyarakatan di desa tersebut, muncul lagi gagasan  baru dari klian desa, Haji Anis Abdurrahim, dan jajarannya, untuk mengubah konsep ziarah. Yakni, setengah hari untuk Muslim laki-laki, dan setengah hari lagi untuk Muslim perempuan. Konsep ini tidak bertahan lama. Kendalanya, Muslim perempuan yang mendapat waktu mulai siang sampai sore, sering tidak tepat waktu. Sehingga menghambat jalannya ziarah.

Pada tahun berikutnya, konsep ziarah mengalami perubahan yang ketiga kalinya. Yakni, setengah hari berziarah di Kelurahan Seririt, dan setengah hari  di Desa Pengastulan. Konsep ziarah ini tidak berjalan efektif dan menuai pro-kontra dari masyarakat. Sehingga, pada tahun 1983, muncul gagasan baru dari klian  desa yang pada saat itu masih menjabat. Konsep ziarah ini, sampai saat ini masih terus berjalan dan secara tidak langsung menjadi tradisi ziarah Lebaran di Desa Pengastulan dari tahun ke tahun.

Tradisi Ziarah di Tiga Banjar

Konsep ziarah lebaran yang digagas oleh klian desa pada tahun 1983 itu berjalan selama tiga hari,  sesuai dengan jumlah banjar (baris) yang ada di Dusun Kauman, Desa Pengastulan. Penempatan ziarah pertama dilakukan secara bergilir. Jika Lebaran tahun ini dimulai dari Banjar barat, lalu tengah, dan terakhir timur. Maka, tahun depan, sebaliknya. Setelah tiga banjar itu selesai, keesokan harinya ziarah dilanjutkan ke rumah-rumah penduduk Muslim di sekitar Kecamatan Seririt.

Saat berziarah, selain melakukan halal bi halal, masyarakat juga saling menikmati makanan dan minuman yang dihidangkan. Ada beberapa makanan yang wajib ada dan dihidangkan saat lebaran di desa ini. Di antaranya roti goreng, keciput, tape uli, ladrang, dan seriping. Tentu, masih banyak makanan tambahan lainnya. Seperti bakso, gorengan, es buah, dan lain-lain.

Tradisi Ziarah di Desa Pengastulan, Seririt, Buleleng-Bali | Foto: Hirzan

Sambil menikmati hidangan, masyarakat saling bertukar cerita, pengalaman, dan berita. Bagi mereka yang pernah bermain bersama saat masa kecil, bernostalgia dan merindukan kembali masa sebelum mereka berpisah untuk menjalani kehidupan masing-masing.

Pelaksanaan ziarah ini, biasanya dilakukan mulai pagi sampai siang hari, menjelang adzan dzuhur. Waktu ini cukup lama. Sebab, setiap banjar, ada puluhan rumah yang harus mereka datangi.

Tujuan digagasnya konsep ziarah ini, seperti yang disinggung pada paragraf sebelumnya, adalah untuk menjangkau lebih luas masyarakat Muslim di sekitar Desa Pengastulan. Dengan tradisi ziarah ini, hubungan persaudaraan semakin erat di antara mereka.[T]

Penulis: Ahmad Hirzan Anwari
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
Kampung Kajanan Singaraja, Tradisi Mekila, dan Cerita-cerita Khas di Dalamnya
Ritual Suci 10 Muharram: Tradisi Penguat Identitas dan Rasa Kekeluargaan Umat Muslim Batu Gambir Tejakula
Tradisi Menyalakan Colok di Penghujung Ramadan: Menerangi Arwah Leluhur dengan Doa-doa
Berjuang Bangun di Pagi Buta, Mahasiswa Muslim Singaraja Sahur Enak di Masjid Kuno Keramat
Tags: Desa PengastulanIslamIslam di BaliLebaranMuslimSeriritTradisiziarah
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

In Memoriam | Gagasan Terbaru Dede Nyana: Membukukan Karya Sastra Penyuluh Bahasa Bali Gianyar

Next Post

Dirjen Bimas Hindu Letakkan Batu Pertama, Gedung Pascasarjana STAHN Mpu Kuturan Resmi Dibangun

Ahmad Hirzan Anwari

Ahmad Hirzan Anwari

Mahasiswa Pascasarjana UIN Malang asal Buleleng

Related Posts

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
0
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

Read moreDetails

Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

by Agung Sudarsa
August 19, 2026
0
Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

MENJELANG peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, kita biasanya kembali mengenang perjuangan para pahlawan, pengorbanan para pendahulu, dan lahirnya bangsa yang...

Read moreDetails

Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

SEORANG laki-laki berkulit sawo matang mulai memanjat batang pohon lontar. Dua jeriken merah terikat di punggungnya, sementara sebilah pisau golok...

Read moreDetails

Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

by Nyoman Budarsana
August 18, 2026
0
Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

DI balik pertunjukan seni yang masih dapat disaksikan di Kuta, ada orang-orang yang bertahun-tahun berlatih, mengajar, berkarya, dan meneruskan pengetahuan...

Read moreDetails

Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

MALAM mulai turun di Banjar Danginjalan, Desa Guwang, Sukawati, Gianyar, Sabtu, 15 Agustus 2026. Di sebuah tempat makan yang baru...

Read moreDetails

“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

 “Saya cari tiga orang, yang mau bikin konten pendidikan dengan menggunakan baju Handmad Campah. Saya bayar Rp1,5 juta tiap bulan....

Read moreDetails

“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

by Rusdy Ulu
August 9, 2026
0
“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

SEJARAH Desa Adat Batur tidak hanya tercatat melalui peristiwa Rarud Batur 1926, tetapi juga melalui hubungan yang terbangun antara masyarakat...

Read moreDetails

Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

by Dede Putra Wiguna
August 8, 2026
0
Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

“JAZZ itu musik yang meneduhkan, tapi mengajak berpikir,” ujar Gede Diarta, seorang pemuda asal Denpasar yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan...

Read moreDetails

Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

by Jaswanto
August 7, 2026
0
Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

DI ruang aula SMAN 4 Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, beberapa pemuda-pemudi dari Sanggar Putri Nyale duduk di kursi...

Read moreDetails

Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

by tatkala
August 6, 2026
0
Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

“Pentingnya kursus bahasa Inggris untuk semua kalangan tidak bisa diragukan lagi. Bahasa Inggris penting sebagai bahasa global, untuk dunia kerja,...

Read moreDetails
Next Post
Dirjen Bimas Hindu Letakkan Batu Pertama, Gedung Pascasarjana STAHN Mpu Kuturan Resmi Dibangun

Dirjen Bimas Hindu Letakkan Batu Pertama, Gedung Pascasarjana STAHN Mpu Kuturan Resmi Dibangun

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co