14 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Apa Kabar 5 Destinasi Wisata Super Prioritas?

Chusmeru by Chusmeru
March 20, 2025
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

PARIWISATA Indonesia selalu dikaitkan dengan Bali. Tolok ukur perkembangan pariwisata di Tanah Air kerap mengacu pada angka kunjungan wisatawan di Bali. Artinya, ketika kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara ke Bali meningkat, maka pariwisata Indonesia membaik.

Atas dasar asumsi seperti itu, pemerintah mencanangkan pengembangan “ 10 Bali Baru”. Harapannya, destinasi wisata yang ada di penjuru Tanah Air dapat berkembang seperti Bali. Tahap awal pemerintah membentuk 5 (lima) Destinasi Wisata Super Prioritas (DSP), yaitu Borobudur, Danau Toba, Mandalika, Labuhan Bajo, dan Likupang.

Lima destinasi wisata yang diharapkan menjadi Bali Baru itu juga digadang dapat menciptakan persebaran wisatawan, sehingga tidak hanya menumpuk di Bali. Selama ini Bali masih menjadi destinasi utama bagi wisatawan yang berkunjung ke Indonesia. Sedangkan destinasi lain hanyalah limpahan setelah mengunjungi Bali.

Perkembangan 5 DSP ternyata tidak sesuai yang diharapkan. Alih-alih menjadi Bali Baru, 5 DSP terseok-seok untuk menggaet wisatawan. Kelima destinasi itu berhadapan dengan berbagai persoalannya sendiri, sehingga belum mampu menjadi Bali Baru bagi Indonesia.

Pembangunan infrastruktur pendukung pariwisata memang dibangun di 5 Destinasi Wisata Super Prioritas. Namun tetap saja belum mampu mendongkrak angka kunjungan wisata secara signifikan. Dari kelima destinasi wisata itu, hanya Borobudur yang relatif berkembang. Danau Toba juga tidak terlalu menggembirakan.

Apa sesungguhnya yang membuat 5 DSP itu sulit berkembang? Jawabnya tentu sangat jelas, jika tolok ukurnya adalah pariwisata Bali. Mereka tidak memiliki seperti yang Bali miliki. Bali merupakan destinasi wisata yang komplet untuk dikunjungi. Wisatawan dapat menikmati dan melakukan apa saja di Bali.

Produk Spektakuler

Mengharap 5 DSP menjadi seperti Bali tidaklah mudah. Bali memiliki segalanya. Alam yang indah, fasilitas pariwisata yang lengkap, adat dan tradisi yang unik, atraksi seni budaya yang tiada henti, hasil kerajinan yang berkualitas, serta kuliner yang nikmat. Maka, jika 5 DSP itu hendak dijadikan Bali Baru, maka harus memiliki produk wisata yang spektakuler untuk sejajar dengan Bali.

Menjadi Bali Baru berarti produk wisata yang dimiliki lima destinasi wisata itu memiliki tiga kriteria capaian, selain angka kunjungan wisatawan. Pertama, tingkat penghunian kamar (occupancy rate) hotel. Tahun 2024 tingkat penghunian kamar (TPK) di Bali bedasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) mencapai 68,78%. Jika ingin menjadi Bali Baru, maka 5 DSP itu harus memiliki TPK yang mendekati angka Bali.

Kedua, rata-rata lama menginap wisatawan (length of stay). Lama menginap wisatawan domestik dan mancanegara pada hotel berbintang di Bali periode Juli 2024 tercatat 2,748 hari. Pertanyaannya, mampukah 5 DSP itu mencapai rata-rata lama menginap seperti Bali?

Ketiga, pengeluaran wisatawan selama berada di destinasi (spending money). Rata-rata pengeluaran wisatawan di Bali mencapai 1.145 dolar Amerika Serikat atau sekitar 18 juta rupiah. Akankah 5 DSP itu juga mampu membuat target pengeluaran wisatawan sama dengan Bali?

Bukan hal yang mudah bagi 5 DSP untuk menjadi Bali Baru. Produk wisata mereka harus spektakuler. Mereka harus memiliki objek wisata, alam dan budaya, ekonomi kreatif, dan kuliner yang spektakuler. Jika tidak, maka sulit untuk disamakan dengan Bali.

Borobudur di Jawa Tengah memiliki objek spektakuler berupa candi yang menjadi warisan budaya dunia sebagaimana ditetapkan UNESCO pada tahun 1991. Namun Borobudur sebagai destinasi wisata masih perlu menggali potensi seni budaya lain serta event internasional. Begitu pula dengan Danau Toba, Mandalika, Labuhan Bajo, dan Likupang.

Interkonektivitas dan Atraksi

Selain Borobudur, pengembangan destinasi pada 5 DSP hampir memiliki problematika yang sama. Aksesibilitas menjadi salah satu masalah bagi wisatawan untuk berkunjung. Kalau pun ada bandara, wisatawan masih harus mengeluarkan biaya dan waktu untuk sampai ke destinasi wisata. Tidak ada interkonektivitas yang memudahkan wisatawan dari bandara menuju destinasi wisata.

Pembangunan infrastruktur pariwisata memang gencar dilakukan oleh pemerintahan Jokowi. Namun tidak dibarengi dengan interkonektivas yang memadai menuju destinasi. Akibatnya kunjungan wisatawan tidak sesuai dengan harapan. Hal itu terlihat dari kasus pencabutan status internasional pada 17 bandara di Indonesia, lantaran tidak mampu mendatangkan wisatawan mancanegara ke daerah-daerah itu.

Atraksi wisata menjadi tantangan tersendiri dalam pengembangan 5 DSP tersebut. Antraksi wisata dapat dikemas dalam bentuk event seni, budaya, maupun olah raga yang berskala nasional dan internasional. Betapa pun indah pemandangan alam di suatu destinasi, apabila tidak memiliki event akan sulit menarik kunjungan wisatawan.

Labuhan Bajo di Nusa Tenggara Timur menjadi bagian dari lima destinasi super prioritas, karena memiliki alam yang indah dan habitat Komodo yang langka di dunia. Angka kunjungan ke Labuhan Bajo dapat digenjot lebih baik jika memiliki agenda event berskala internasional.

Atraksi wisata di 5 DSP perlu dikemas secara berkelanjutan. Likupang di Sulawesi Utara memiliki pantai yang indah untuk berenang dan menyelam. Namun tanpa adanya event, Likupang tidak akan dapat memberikan kepuasan bagi wisatawan.

Mandalika di Nusa Tenggara Barat juga dikenal dunia karena event ajang balap MotoGP. Masalahnya, setelah gelaran MotoGP itu berakhir, apa yang dapat dinikmati wisatawan ketika mengunjungi Mandalika? Oleh karenanya perlu dukungan atraksi seni budaya di Mandalika agar wisatawan tetap tertarik untuk berkunjung, meskipun tak ada agenda MotoGP.

Saatnya Kementerian Pariwisata bertanggung jawab atas pencanangan 10 Bali Baru, termasuk 5 DSP ini. Bukan semata untuk kepentingan peningkatan angka kunjungan wisatawan. Lebih dari itu, masyarakat di sekitar destinasi juga mengharap manfaat ekonomi bagi peningkatan kesejahteraan mereka. [T]

Penulis: Chusmeru
Editor: Adnyana Ole

BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU

“Influencer” dan Promosi Pariwisata
Ironi Efisiensi dan Bangga Berwisata di Indonesia
Berwisata ke Rumah Jokowi: Ada Apa?
Kuliner sebagai Ikon Wisata: Ya Makan, Ya Wisata
“Nostalgic Tourism” : Reduksi dan Kanalisasi Kenangan
Bali Perlu Desain dan Terapi Kejut Pariwisata
“Silent Tourism”: Berwisata dalam Kesenyapan
Mencermati Tren Pariwisata Indonesia 2025
Tags: Pariwisatapariwisata indonesia
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Yang Tak Biasa Menjadi Seorang Ibu | Catatan Monolog Nova Aryani, “Hidup Dimulai di 40”

Next Post

Nyepi dan Idulfitri Beriringan, Bupati Sutjidra Minta Umat Hindu dan Muslim di Buleleng Tetap Kuatkan Persaudaraan

Chusmeru

Chusmeru

Pensiunan dosen

Related Posts

Bali Ketergantungan Kendaraan Pribadi

by Angga Wijaya
October 13, 2026
0
Bali Ketergantungan Kendaraan Pribadi

Pagi ini, Selasa, 13 Oktober 2026, saya ikut mengantre bensin. Bukan di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), melainkan di...

Read moreDetails

Panggung Megah, Akar Goyah — Ketika Festival Seni Tidak Cukup Hanya Menjadi Tontonan, Tetapi Harus Meninggalkan Ingatan, Identitas, dan Pertanyaan Tentang Masa Depan Kebudayaan

by I Gusti Made Darma Putra
October 12, 2026
0
Arsip Visual Ada, Arsip Pemikiran Tiada

SAYA merindukan sebuah festival seni dan budaya. Bukan semata-mata karena kemeriahannya, kerinduan saya justru tertuju pada sesuatu yang mungkin semakin...

Read moreDetails

Jangan Jadikan Tinggal Kelas sebagai Hukuman —Menguji Keseriusan Negara Memperbaiki Kualitas Pendidikan

by I Ketut Suar Adnyana
October 12, 2026
0
Jangan Jadikan Tinggal Kelas sebagai Hukuman —Menguji Keseriusan Negara Memperbaiki Kualitas Pendidikan

ADA satu pertanyaan mendasar yang seharusnya diajukan sebelum pemerintah memutuskan bahwa mulai 2027 siswa tidak lagi otomatis naik kelas: ketika...

Read moreDetails

Dalang di Antara Dirinya dan Tokohnya: Sebuah Pembacaan Teatrikal Atas Dialog dengan Sanghyang Kala

by I Gusti Made Darma Putra
October 12, 2026
0
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh

ADA sebuah momentum dalam kisah Sapuh Leger yang bagi saya selalu terasa ganjil, menegangkan, sekaligus sangat teatrikal yaitu ketika sang...

Read moreDetails

Wartawan Kehabisan Bensin

by Angga Wijaya
October 12, 2026
0
Wartawan Kehabisan Bensin

ADA cerita tentang wartawan yang kehabisan bensin di tengah perjalanan meliput berita. Sepeda motornya berhenti di pinggir jalan. Ia memeriksa...

Read moreDetails

Menara Gading Yogyakarta yang (Tidak Boleh) Lupa Rumahnya Sendiri

by S. Bekti Istiyanto
October 12, 2026
0
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

YOGYAKARTA tak pernah sekadar menjadi nama di peta. Ia adalah sebuah janji. Sejak Ki Hadjar Dewantara mendirikan Perguruan Taman Siswa...

Read moreDetails

Sapta Timira dan Godaan Seorang Pemimpin

by Raka Prama Putra
October 10, 2026
0
Sapta Timira dan Godaan Seorang Pemimpin

KEPEMIMPINAN sejati bukan sekadar kemampuan memerintah, melainkan kesanggupan mengendalikan diri. Sebab, tantangan terbesar seorang pemimpin sering kali bukan datang dari...

Read moreDetails

“De Liunan Lala-Lele!” — Efektivitas Orang Bali dalam Berbicara

by Angga Wijaya
October 10, 2026
0
“De Liunan Lala-Lele!” — Efektivitas Orang Bali dalam Berbicara

"De Liunan Lala-Lele!" Kalimat itu sering saya dengar sebagai orang Bali, terutama ketika maksud lawan bicara dianggap kurang jelas, berputar-putar,...

Read moreDetails

China, Tibet, dan Bali: Ketika Pembangunan Kehilangan Mata Ketiga

by Agung Sudarsa
October 10, 2026
0
China, Tibet, dan Bali: Ketika Pembangunan Kehilangan Mata Ketiga

China yang Membuat Dunia Terpesona China hari ini sulit untuk tidak dikagumi. Dalam beberapa dekade, negeri itu berubah menjadi salah...

Read moreDetails

“In Money We Trust”, Kembalikan Baliku Padaku

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 9, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, akhir-akhir ini ramai dibicarakan orang, menyoal lontaran Arya Wedakarna (AWK). Di tengah polemik tentang pengalaman sejumlah...

Read moreDetails
Next Post
Nyepi dan Idulfitri Beriringan, Bupati Sutjidra Minta Umat Hindu dan Muslim di Buleleng Tetap Kuatkan Persaudaraan

Nyepi dan Idulfitri Beriringan, Bupati Sutjidra Minta Umat Hindu dan Muslim di Buleleng Tetap Kuatkan Persaudaraan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Merayakan 10 Tahun Cak Dlahom, Sosok Sufi yang Aneh dalam Buku Rusdi Mathari
Ulas Buku

Merayakan 10 Tahun Cak Dlahom, Sosok Sufi yang Aneh dalam Buku Rusdi Mathari

BUKU Rusdi Mathari berjudul Merasa Pintar, Bodoh Saja Tak Punya, genap berusia 10 tahuan. Buku Mojok, sebagai penerbit, merayakan ulang...

by Ahmad Hirzan Anwari
October 13, 2026
Bali Ketergantungan Kendaraan Pribadi
Esai

Bali Ketergantungan Kendaraan Pribadi

Pagi ini, Selasa, 13 Oktober 2026, saya ikut mengantre bensin. Bukan di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), melainkan di...

by Angga Wijaya
October 13, 2026
Arsip Visual Ada, Arsip Pemikiran Tiada
Esai

Panggung Megah, Akar Goyah — Ketika Festival Seni Tidak Cukup Hanya Menjadi Tontonan, Tetapi Harus Meninggalkan Ingatan, Identitas, dan Pertanyaan Tentang Masa Depan Kebudayaan

SAYA merindukan sebuah festival seni dan budaya. Bukan semata-mata karena kemeriahannya, kerinduan saya justru tertuju pada sesuatu yang mungkin semakin...

by I Gusti Made Darma Putra
October 12, 2026
Jangan Jadikan Tinggal Kelas sebagai Hukuman —Menguji Keseriusan Negara Memperbaiki Kualitas Pendidikan
Esai

Jangan Jadikan Tinggal Kelas sebagai Hukuman —Menguji Keseriusan Negara Memperbaiki Kualitas Pendidikan

ADA satu pertanyaan mendasar yang seharusnya diajukan sebelum pemerintah memutuskan bahwa mulai 2027 siswa tidak lagi otomatis naik kelas: ketika...

by I Ketut Suar Adnyana
October 12, 2026
“Garbha Wedana: A Story Before It Begins”, Menelusuri Ruang Penciptaan Sebelum Kelahiran
Pameran

“Garbha Wedana: A Story Before It Begins”, Menelusuri Ruang Penciptaan Sebelum Kelahiran

"GARBHA Wedana: A Story Before It Begins" menjadi pameran perdana Dyurupa, komunitas seniman rupa berbasis di Bali. Pameran yang melibatkan...

by Nyoman Budarsana
October 12, 2026
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh
Esai

Dalang di Antara Dirinya dan Tokohnya: Sebuah Pembacaan Teatrikal Atas Dialog dengan Sanghyang Kala

ADA sebuah momentum dalam kisah Sapuh Leger yang bagi saya selalu terasa ganjil, menegangkan, sekaligus sangat teatrikal yaitu ketika sang...

by I Gusti Made Darma Putra
October 12, 2026
Wartawan Kehabisan Bensin
Esai

Wartawan Kehabisan Bensin

ADA cerita tentang wartawan yang kehabisan bensin di tengah perjalanan meliput berita. Sepeda motornya berhenti di pinggir jalan. Ia memeriksa...

by Angga Wijaya
October 12, 2026
Tiga Kali ke Ambon, Tiga Cara Membaca Indonesia
Tualang

Tiga Kali ke Ambon, Tiga Cara Membaca Indonesia

SUDAH cukup lama saya ingin menuliskan kembali tiga kali perjalanan saya ke Ambon, Maluku. Setiap perjalanan memiliki tujuan yang berbeda....

by Ahmad Sihabudin
October 12, 2026
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?
Esai

Menara Gading Yogyakarta yang (Tidak Boleh) Lupa Rumahnya Sendiri

YOGYAKARTA tak pernah sekadar menjadi nama di peta. Ia adalah sebuah janji. Sejak Ki Hadjar Dewantara mendirikan Perguruan Taman Siswa...

by S. Bekti Istiyanto
October 12, 2026
Sapta Timira dan Godaan Seorang Pemimpin
Esai

Sapta Timira dan Godaan Seorang Pemimpin

KEPEMIMPINAN sejati bukan sekadar kemampuan memerintah, melainkan kesanggupan mengendalikan diri. Sebab, tantangan terbesar seorang pemimpin sering kali bukan datang dari...

by Raka Prama Putra
October 10, 2026
Pameran Kolektif, Masih Pentingkah?
Ulas Rupa

Pameran Kolektif, Masih Pentingkah?

KITA yang terlampau serius atau memang ongkos sebuah industri adalah kekakuan kreatifitas. Barangkali unek-unek semacam ini yang berputar-putar di kepalaku...

by Made Chandra
October 10, 2026
“De Liunan Lala-Lele!” — Efektivitas Orang Bali dalam Berbicara
Esai

“De Liunan Lala-Lele!” — Efektivitas Orang Bali dalam Berbicara

"De Liunan Lala-Lele!" Kalimat itu sering saya dengar sebagai orang Bali, terutama ketika maksud lawan bicara dianggap kurang jelas, berputar-putar,...

by Angga Wijaya
October 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co