26 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Bagaimana Rasanya Menjadi Seorang yang “Ga Enakan” atawa “People Pleasure”? — Perspektif Teori Reflektif

Ketut Citra Kurniawan by Ketut Citra Kurniawan
February 16, 2025
in Esai
Bagaimana Rasanya Menjadi Seorang yang “Ga Enakan” atawa “People Pleasure”? — Perspektif Teori Reflektif

Foto ilustrasi: Citra Kurniawan

KETIKA kamu hidup dalam bayang-bayang kewajiban yang mengharuskan untuk menjaga perasaan orang lain, agar orang lain tidak kecewa dengan keputusan dan tindakanmu, bagaimana perasaanmu?

Dalam kehidupan yang penuh dengan lolongan, ada satu suara yang nyaris selalu terabaikan, yaitu “suara hati” yang selalu berbisik:

“Aku harus setuju, atau mereka bakalan kecewa!”

“Bagaimana kalau mereka menganggap aku egois?”

“Lebih baik aku saja yang mengalah!”

“Aku harus menjaga perasaan mereka!”

Dan masih banyak suara hati yang harus terabaikan demi kenyamanan orang lain. Dimana setiap senyum dipaksakan dan setiap kata “ya” adalah beban internal, rasanya seperti terperangkap dalam labirin tanpa pintu keluar.

 Ibarat berada di tengah konser, tapi lagu yang dimainkan bukanlah favoritmu, dan sayangnya kamu tak bisa keluar.  Setiap senyuman yang dipaksakan, setiap kata yang ditahan, seolah menjadi beban yang semakin berat, bak membawa ransel penuh batu di punggungmu.

Hidup menjadi serangkaian kompromi tak berujung. Seakan dunia ini panggung besar dan kamu adalah aktor yang selalu memainkan peran yang bukan milikmu. Bagaimana rasanya menjadi orang yang “ga enakan”?

Apakah itu seperti menjadi pahlawan yang melindungi perasaan orang lain, atau justru terjebak dalam lingkaran rasa bersalah yang tak pernah berujung? Apakah kamu salah satu orang yang ga enakan?

Kepribadian ga enakan atau “people pelasure” dalam bahasa Inggris merupakan suatu kondisi dimana seseorang merasa bahwa kebahagiaan orang lain adalah tanggung jawabnya; orang yang selalu berusaha menyenangkan orang lain; rela mengorbankan perasaan, kenyamanan, dan kebahagiaan mereka hanya demi menjaga perasaan orang lain.

Berdasarkan literatur yang ada, salah satu penyebab yang mendominasi orang menjadi ga enakan adalah karena pengalaman masa kecil yang mana sebuah pujian dan penghargaan hanya datang ketika mereka memenuhi harapan orang lain (ekspektasi) sampai di sini coba kamu ingat kembali dan pikirkan bagaimana pengalaman masa kecilmu yang membuatmu menjadi orang yang ga enakan?

Penyebab berikutnya adalah rasa takut dan cenderung tidak ingin mendatangkan konflik akibat dari tindakannya dan ketakutan adanya penolakan dari orang lain, sebagian besar dari mereka juga disebabkan oleh pengalaman bullying atau perundungan serta penolakan di lingkungan sosial (berusaha keras menghindari konflik untuk mendapatkan penerimaan dan merasa bahwa dengan menyenangkan orang lain akan mengurangi risiko dibully sehingga sebisa mungkin akan mengatakan “ya” meskipun bathinnya sebenarnya tidak setuju akan lisan yang sudah dilontarkan.

Ibaratkan sebuah pohon yang terus menerus ditiup angin kencang, tumbuh dengan akar yang lemah yang akan terombang ambing. Begitu pula seorang yang ga enakan memiliki kelemahan dalam mental dan cenderung tidak punya pendirian yang tegas.

Mereka terbiasa mengorbankan diri ibarat lilin yang meleleh untuk menerangi ruangan yang pada akhirnya akan perlahan-lahan mengikis keberadaan mereka sendiri.

Dampak jangka panjang menjadi seorang yang gak enakan atau people pleasure:ibarat sungai yang terus-terusan mengalir ke hulu, mereka yang mengutamakan orang lain akan berujung pada rasa lelah melawan arus keinginan dan kebutuhan mereka sendiri.

Mereka akan terjebak dalam lingkaran kebiasaan yang sama sekali tidak memberikan keuntungan baginya, kesehatan mental akan terkikis bak batu yang selalu dihantam oleh ombak. Senantiasa merasa depresi dan cemas bahkan frustasi yang berpotensi meledak kapan saja.

Analoginya seperti sebuah balon yang terus menerus diisi udara yang sisa menunggu untuk meledak. Perasaan rendah diri, merasa tidak berharga daripada orang lain dan selalu membandingkan serta bertolok ukur pada penilaian orang lain. Bak lilin yang meleleh, menerangi namun perlahan menghilang dan meninggalkan bayangan dari siapa mereka sebenarnya.

Tentunya, kamu ingin keluar dari zona ini lalu bisa berdiri di atas kaki mu sendiri kan? Mau sampai kapan seperti ini? 

Terkadang kita dihadapkan oleh keadaan antara ga enakan dan profesionalitas yang menjadi sebuah keharusan. Sifat tidak enakan ini harus kita singkirkan ketika kadarnya berdampak negatif bagi kita (nyusahin diri sendiri). Coba ingat lagi apa tujuan kamu berlari sampai detik ini? Ada cita-cita dan tujuan hidup yang harus kamu kejar. Sehingga kamu harus fokus terhadap apa yang menjadi tugasmu.

Tugas kita bukanlah mengkhawatirkan penilaian orang lain terhadap kita, berhentilah memikirkan validasi orang lain untuk kita, ingat sekali lagi jalankan apa yang menjadi tugas kita.

Di dunia ini, kita tidak bisa mengontrol semua orang untuk menyukai kita, sehingga dengan “berani tidak disukai” merupakan sebuah keputusan yang baik untuk keluar dari zona ini. Teori lain menyatakan, universe (dunia) ini terdiri dari berbagai tingkatan frekuensi, ketika frekuensinya sama, maka posisinya akan sejajar dan cenderung akan berkumpul.

Lalu apa hubungannya? Jangan paksakan orang yang tidak sefrekuensi dengamu untuk tetap berada denganmu, biarkan frekuensimu menemukan orang-orang yang sefrekuensi denganmu yang memiliki motto hidup yang sekiranya sejalan dan mendukung kamu untuk bertumbuh.

Dimisalkan ada teman yang memintamu untuk menemani ke suatu tempat sedangkan kamu punya kerjaan yang lebih penting yang tidak bisa ditinggalkan, di sini lah kebijaksanaan kamu diuji, sehingga perlu mempertimbangkan skala prioritas mana yang harus kamu utamakan. Pikirkan dampak dan kemungkinan jika kamu meninggalkan pekerjaanmu demi menyetujui ajakan temanmu tadi.

Di posisi ini kamu wajib tegas dan kesampingkan dahulu prasangka buruk terhadap respon temanmu ketika kita menolaknya. Jelaskan penolakanmu dengan kalimat yang baik, menyejukkan yang sekiranya mereka dapat mengerti akan keadaan mu.

Kesimpulannya adalah, kesampingkan rasa tidak percaya dirimu, kamu berharga dan setara, berhenti mengharapkan validasi positif semua orang, berhenti berharap untuk bisa diterima oleh semua orang, mungkin hal ini kesannya egois tapi inilah nyatanya dunia, karena orang-orang yang tepat dan sefrekuensi denganmu akan menerima kamu apa adanya tanpa harus mengorbankan perasaanmu.

Sayangi dirimu, keluarlah dari circle jika kamu merasa circle itu sudah tidak worth it dan toxic bagi dirimu.

Ingatlah, kamu berharga, kamu punya tujuan hidup yang harus dicapai. Meski tidak mudah, kamu harus bisa berdiri di kakimu sendiri, sekalipun akan banyak hal-hal yang tidak kamu harapkan dari respon mereka. Selagi tidak merugikan orang lain maka bersikaplah “bodo amat”.

Jadikan pengalaman sebagai guru berharga dalam hidup. Jadilah versi terbaik dari dirimu, apapun masalah yang terjadi ingatlah bahwa “sebuah pelaut hebat tidak lahir dari laut yang tenang” Tetap menjadi baik sesuai dengan porsi yang seimbang karena sesuatu yang berlebihan itu tidaklah selalu bagus. The last but not least: kesempurnaan hanya milik Tuhan. [T]

Penulis: Ketut Citra Kurniawan
Editor: Adnyana Ole

Buku, Gaya Hidup, dan Keterasingan…
Meninggalkan “Ngayah”, Melupakan Identitas
Berlari, Sebuah Filsafat Hidup
Tags: gaya hidupmilenial
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Senandung “Gas Blues” untukMu Tuhanku

Next Post

Atletnya Berprestasi, Sarana Panjat Tebing Buleleng Diperbaiki dengan Hibah 1 M

Ketut Citra Kurniawan

Ketut Citra Kurniawan

Lahir di Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Tinggal di Denpasar. Hobinya membaca, menulis dan mendengarkan musik.

Related Posts

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails
Next Post
Atletnya Berprestasi, Sarana Panjat Tebing Buleleng Diperbaiki dengan Hibah 1 M

Atletnya Berprestasi, Sarana Panjat Tebing Buleleng Diperbaiki dengan Hibah 1 M

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi
Khas

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

RATUSAN krama Desa Adat Kusamba berjalan beriringan dari Pura Puseh menuju Pura Segara, Minggu (25/10/2026). Mereka mengikuti tradisi mapeed, mengiringi...

by Wahyu Mahaputra
October 25, 2026
Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau
Puisi

Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau

Perempuan Rantau ---buat Satya Rakasiwi Purbowati Seperti gagak di langit hitamkelana menembus malamdihantam badai selatandan mendung langitmenghapus segala arahyang ingin...

by Rusdy Ulu
October 25, 2026
Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co