14 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Senandung “Gas Blues” untukMu Tuhanku

Ahmad Sihabudin by Ahmad Sihabudin
February 16, 2025
in Esai
Syair Pilu Berbalut Nada, Dari Ernest Hemingway Hingga Bob Dylan

Ahmad Sihabudin

SECARA lahiriah, doa terlihat seperti komunikasi satu arah, di mana manusia berbicara dengan zat besar yang tak terlihat dan tak berwujud. Namun, dalam ajaran Islam, setiap doa diyakini pasti dijawab oleh Allah.

Hakikatnya manusia berkomunikasi dua arah dengan Tuhan, manusia meminta, Allah selalu membalas pintanya. Hal ini tertuang dalam Alquran surah ke-2, Al baqarah ayat 186, “apabila hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.

Sudah dua minggu masyarakat banyak yang bersenandung: ”wahai penguasa tolong kami dengan 3 kg gas elpiji; ”gas melon” warna hijau, agar kami dapat terus melanjutkan kehidupan ini dengan sedikit lebih tenang”. Drama ”Gas Blues” ini kembali hadir di tengah kita.

Apa penyebabnya, saya tidak tahu, semua masih menduga-duga. Ada yang berpendapat pengalihan isu dari ”pagar laut” yang sedang ramai dan hangat dibincangkan  oleh semua kalangan. Ada juga yang berpendapat akan ada kebijakan baru ”gas melon” diganti ”gas pink”, tabungnya ganti warna, dan kemungkinan akan ditarik subsidinya. Demikian kabar burungnya.

Buat masyarakat saat ini yang penting dalam senandung ”Gas Blues”-nya, segera hadir LPG 3 kg-nya. Masyarakat kita  rasanya patuh, dan akan patuh berapa pun harganya mereka harus membeli. Masyarakat akan mengikuti yang penting kehidupan dapat terus berlangsung.

Berdoa terus kami panjatkan, sebaris, sederet doa-doa harapan, keluh kesah kepiluan, rintihan, kepersembahkan senandung ”Gas Blues” doa kami kepadaMu. Dalam kegalauan, kami mengingat-Mu. Dalam duka lara kami berjuang menyebut nama-Mu tak henti, semoga ”badai gas ini segera berlalu”.

Ada rindu terpendam laksana malam merindukan pagi. Laksana anak burung menantikan induknya kembali, atau padang pasir merindukan turunnya hujan. Itulah hasrat jiwa kami pada-Mu, ya Allah ya Robbi, lindungilah kami dari dari segala hal buruk yang ada, itulah ratapan blues kami kepadaMU  zat yang Mahasempurna. Agar tidak lagi ”orang-orang pintar”, pengamat sosial saling hujat lagi di media membahas nasib ”Senandung Gas Blues” kami.

Kami masyarakat tidak butuh pod cast–pod cast, acara dialog a, dialog b, yang membuat kami semakin bingung dalam meratapi ”Gas Blues” ini. Kami hanya butuh kepastian ketersediaan pasokan LPG hadir di tengah-tengah kami setiap kami membutuhkan, dan membelinya. Bukan dialog-dialog tingkat dewa yang kami butuhkan.

***

Diksi senandung blues dalam tulisan ini merujuk pada sejarah masyarakat Negro di Amerika masa perbudakan. Senandung blues dengan penuh ratapan dan doa, menurut para sejarawan, berasal dari tradisi masyarakat kulit hitam (Negro) Afrika Barat,  sekitar 30 persen yang dipekerjakan secara paksa masa perbudakan di Amerika itu adalah Muslim. Penderitaan yang sangat dahsyat yang merampas hak azasi manusia.

Namun banyak budak dari Afrika itu tetap menjalankan agama Islam serta kebudayaan asalnya.  Mereka tetap melantunkan ayat-ayat Alquran, doa-doa setiap hari. Ratapan dan rintihan para budak Negro ini sesungguh adalah doa-doa yang sekarang kita kenal sebagai musik Blues. Secara khusus, Prof Kubik menulis sebuah buku tentang relasi musik Blues dengan peradaban Islam di Afrika Barat berjudul, Africa and the Blues, yang diterbitkan University Press of Mississippi pada 1999 (https://republika.co.id/berita/38904/blues-musik-yang-berakar-dari-tradisi-islam)

Saya tidak bermaksud menggambarkan kesulitan yang terjadi saat ini perihal LPG sama dengan kesulitan orang Negro pada masa lalu di Amerika. Yang ingin saya sampaikan hanyalah masyarakat kiita orang-orang yang sabar menghadapi berbagai ujian, apalagi hanya sesaat ini. Mereka tetap istiqomah, bersama pemerintah, dan terus berdoa.

Orang yang berdoa artinya orang yang memanjatkan pinta kepada Tuhan, baik untuk meminta, bersyukur, maupun untuk memuji Sang Khalik.  Kalangan antropolog menyebut konsep doa memiliki kaitan yang sangat erat dengan konsep menyerahkan diri kepada zat yang lebih besar daripada dirinya.

Doa juga memiliki makna umum, yakni bahwa doa yang ditujukan kepada Allah sering dimaknai sebagai kalimat permintaan manusia kepada Sang Pencipta. Muslim menganggap doa sebagai bagian dari tindakan ibadah, Rasulullah saw. menyebutkan bahwa doa adalah inti dari ibadah. Itu artinya, doa bukan sekedar komunikasi biasa (https://www.uin-antasari.ac.id/bukan-pseudo-komunikasi/).

Perihal permohonan, Paulo Coelho berpendapat, ”saat kami membuka mulut, semoga kami bukan hanya berkata-kata dalam bahasa manusia, melainkan juga bahasa malaikat, yang menyatakan mukjizat tidak bertentangan dengan hukum-hukum alam; kita menganggapnya demikian, sebab kita tidak memahami hukum-hukum alam.”

Dalam kehidupan muslim, doa menjadi bagian hidup. Dari bangun tidur, ke kamar kecil, mengganti pakaian, makan, bepergian, hingga doa untuk tidur kembali selalu dipanjatkan setiap hari. Doa selamat, doa memohon berkat atau keselamatan baik dari musibah, bahaya, penyakit, kepada Allah SWT merupakan doa yang paling populer di kalangan Muslim. Dalam hal ini doa dan jawaban doa sangat tergantung dengan keyakinan seseorang kepada Allah dan keyakinannya akan kebesaran pengetahuan Allah.

Ada anekdot lucu percakapan Gus Dur dan Cak Nun mengenai diterima atau tidaknya doa yang dipanjatkan untuk orang yang telah meninggal dunia. Suatu hari Cak Nun bertanya kepada Gus Dur: “Gus, doa untuk mayit itu sebenarnya sampai, tidak?”, Gus Dur menjawab dengan sangat penuh keyakinan: “Sampai lah, Cak”.

Karena tidak yakin dan masih penasaran Cak Nun bertanya kembali, “Apa buktinya, Gus, kalau doa itu sampai?”, Gus Dur menjawab dengan enteng, “Coba saja diperhatikan, Cak, ketika sampean mendoakan orang yang sudah mati, apa doanya kembali ke sampean?, kalau tidak balik, berarti nyampe, Cak.”

Humor tersebut menyiratkan bahwa setiap doa yang dipanjatkan tentu akan diterima Tuhan, dan ini sekali lagi bermakna doa tidak hanya sekadar meminta dan ucapan yang bersifat pseudo (https://www.uin-antasari.ac.id/bukan-pseudo-komunikasi/).

Jadi jangan letih berdoa, dan mendoakan para pemimpin kita, agar dapat membawa kita pada kebahagiaan dan kesejahteraan. [T]

  • BACA artikel lain dari penulis AHMAD SIHABUDIN
Mungkinkah Bumi Tanpa Konflik? Jawabnya Bersama Angin | Dari ”Blowing in The Wind” Bob Dylan
Syair Pilu Berbalut Nada, Dari Ernest Hemingway Hingga Bob Dylan
Tags: gasgas blues
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ketika Wisatawan Menikmati Masakan Bali dengan Konsep “Bali Medulang” di Griya Santrian Hotel Sanur

Next Post

Bagaimana Rasanya Menjadi Seorang yang “Ga Enakan” atawa “People Pleasure”? — Perspektif Teori Reflektif

Ahmad Sihabudin

Ahmad Sihabudin

Dosen Komunikasi Lintas Budaya, Fisip, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Banten

Related Posts

STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang

by Wayan Gde Yudane
September 13, 2026
0
STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang

Ada sesuatu yang ganjil pada jalan-jalan Bali hari ini. Mereka semakin ramai, semakin lebar, semakin terang, semakin mahal. Tetapi entah...

Read moreDetails

Penyakit Autoimun, Ketika Salah Satu Musuh Paling Berbahaya Adalah Diri Sendiri

by Putu Arya Nugraha
September 13, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

SAINS tak menjawab semua pertanyaan manusia. Di bidang medis misalnya, apa penyebab penyakit autoimun, seperti penyakit lupus? Sains belum memberikan...

Read moreDetails

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

by Sugi Lanus
September 12, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

Read moreDetails

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

Read moreDetails

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

Read moreDetails

Kita Salah Menghitung Kesunyian

by Angga Wijaya
September 10, 2026
0
Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

Read moreDetails

Tubuh yang Saya Suruh Begadang

by Angga Wijaya
September 9, 2026
0
Tubuh yang Saya Suruh Begadang

SELAMA kira-kira sepuluh tahun terakhir, saya punya kebiasaan yang barangkali tidak terlalu baik bagi tubuh, yakni, begadang. Saya menulis pada...

Read moreDetails

Hari Olahraga Nasional: Dari Lapangan ke FYP, dari Medali ke “Endorse”

by Chusmeru
September 9, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

SEPULUH hingga dua puluh tahun silam perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tanggal 9 September identik dengan kegiatan senam di lapangan....

Read moreDetails

Kepemimpinan Feminis sebagai Strategi Rekonsiliasi Sosial di Tengah Polarisasi Politik

by Jerry Indrawan
September 8, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

POLARISASI politik yang menguat dalam konteks demokrasi kontemporer telah memicu fragmentasi sosial yang sangat mengkhawatirkan di berbagai belahan dunia, termasuk...

Read moreDetails

Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

by Wayan Gde Yudane
September 7, 2026
0
Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

SELAMAT datang di era di mana kedalaman berpikir resmi digantikan oleh kecepatan reaksi. Sebuah masa yang sangat efisien, di mana...

Read moreDetails
Next Post
Bagaimana Rasanya Menjadi Seorang yang “Ga Enakan” atawa “People Pleasure”? — Perspektif Teori Reflektif

Bagaimana Rasanya Menjadi Seorang yang “Ga Enakan” atawa “People Pleasure”? --- Perspektif Teori Reflektif

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

SPEEDY!, Film Anak-Anak yang Mengajak Orang Tua Berkaca —Catatan Minikino Film Week 12
Ulas Film

SPEEDY!, Film Anak-Anak yang Mengajak Orang Tua Berkaca —Catatan Minikino Film Week 12

PERKEMBANGAN teknologi yang pesat di era globalisasi menyita perhatian publik dari berbagai aspek, mulai dari ekonomi, transportasi, hiburan, hingga lembaga...

by Arya Dhamma Nanda
September 13, 2026
Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi
Cerpen

Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

MATAHARI kian meninggi di atas cakrawala, tetapi pelataran sekolah masih terasa lengang. Jarum jam sudah menunjukkan pukul delapan pagi, sementara...

by Dodik Suprayogi
September 13, 2026
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar
Puisi

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

0,63 dolar pada siapa kami percayakan cintasaat kemiskinan menjelma komoditas digitaldiperdagangkan antar-platform dan benuadalam kardus air mata paling banal? negara...

by Selendang Sulaiman
September 13, 2026
STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang
Esai

STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang

Ada sesuatu yang ganjil pada jalan-jalan Bali hari ini. Mereka semakin ramai, semakin lebar, semakin terang, semakin mahal. Tetapi entah...

by Wayan Gde Yudane
September 13, 2026
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali
Panggung

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter
Esai

Penyakit Autoimun, Ketika Salah Satu Musuh Paling Berbahaya Adalah Diri Sendiri

SAINS tak menjawab semua pertanyaan manusia. Di bidang medis misalnya, apa penyebab penyakit autoimun, seperti penyakit lupus? Sains belum memberikan...

by Putu Arya Nugraha
September 13, 2026
Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali
Khas

Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali

BAHASA Bali telah melintasi perjalanan sejak abad IX hingga XXI. Selama rentang waktu itu, bahasa Bali berubah, menyerap pengaruh bahasa...

by Dede Putra Wiguna
September 13, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

by Sugi Lanus
September 12, 2026
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Ulas Buku

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak
Panggung

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co