25 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Seni Menjawab Pertanyaan Kapan Nikah Ala Imlek

Julio Saputra by Julio Saputra
January 29, 2025
in Esai
Seni Menjawab Pertanyaan Kapan Nikah Ala Imlek

Ilustrasi tatkala.co | Satya Saputra

PERAYAAN Tahun Baru Imlek menjadi momen penuh kebahagiaan. Keluarga berkumpul bersama seteah lama tidak berjumpa, makan bersama setelah lama tidak makan makanan khas hari raya, bagi-bagi angpau warna merah meski isinya tidak selalu warna merah tapi ya okelah, sama-sama pakai baju baru branded dengan gambar shio yang menjadi pusat perhatian di tahun yang baru, sambil diwarnai dengan suasana merah yang diyakini penuh keberuntungan.

“Banyak ong. Merah ong, emas lagi ong. Saya suka, saya suka,” kata Meimei di Upin Ipin.

Namun suasana suka cita tersebut harus diusik dengan salah satu tradisi yang tak pernah absen setiap tahunnya, yaitu pertanyaan wajib keluarga besar: “Kapan nikah?”

Bagi sebagian orang, pertanyaan tersebut bisa saja terasa biasa-biasa aja. Namun bisa juga sangat menganggu. Seketika kata Haiyaaa berubah menjadi Haissuuuu. Tapi jangan khawatir. Pertanyaan tersebut bisa dianggap sebagai sebuah tantangan, sehingga menjawabnya memerlukan seni dengan sentuhan khas hari raya yang tetap sopan, dan bisa saja menghibur.

Gunakan Angpao sebagai Jawaban

Angpao menjadi salah satu elemen yang selalu dinantikan saat perayaan Tahun Baru Imlek. Amplop merah yang didalamnya berisikan sejumlah uang tersebut menjadi simbol kepedulian dan rasa saling mengasihi antar sesama, di samping melambangkan kemakmuran. Ya, semakin makmur, semakin banyak juga jumlah uang yang ada di dalamnya. Yang wajib memberikan angpao adalah orang yang sudah menikah.

Biasanya angpao diberikan oleh para orang tua kepada anak-anaknya, oleh Om dan Tante kepada keponakan-keponakannya. Harapannya, setiap anak yang mendapat angpao dapat melewati tahun dengan selamat, dengan lancar jaya, tanpa kesulitan, tanpa hambatan.

Nah, elemen angpao ini bisa digunakan sebagai bahan candaan ketika mendapat pertanyaan “Kapan nikah?” Misalnya begini:

“Nikahnya nanti aja de, kalau dapat angpao yang banyak dari Om/Tante!”

“Nunggu angpao dulu nih dari Om/Tante buat modal nikah!”

“Mau nabung angpao dulu Om/Tante. Makin banyak angpao, makin cepet nikah. Sini angpaonya!”

“Nanti nikah Om/Tante mau ngasi angpao berapa hayoooo?”

“Gimana nih kalau aku nikah nanti, Om/Tante siap ngasi angpao spesial, nggak?”

“Nunggu angpao dari Om/Tante buat DP gedung dulu nih. Jadi bantu dipercepat prosesnya ya!”

Jawaban ini dapat meringankan suasana setelah mendengar pertanyaan yang barangkali terasa berat tanpa perlu merasa terpojokan. Siapa tahu, Om dan Tante justru memberi lebih banyak angpao lagi. Mantap itu. Banyak angpao, banyak ong laaahhhh.

Ajak Berdoa Bersama

Perayaan Tahun Baru Imlek selalu tentang doa-doa baik. Karena itulah, ucapan-ucapan saat Imlek bukan sekadar kata-kata, tapi juga menyisipkan harapan-harapan positif agar diberkati keberuntungan, kemakmuran, kebahagian, dan kesejahteraan lahir batin. Namun, jika yang didapat adalah pertanyaan “kapan nikah?” ketimbang doa dan harapan baik, maka pertanyaan tersebut dapat dijawab dengan meminta doa dan restu kepada mereka-mereka yang bertanya. Sederhana sih, “Doain aja ya”. Jawabannya bisa jadi begini.

“Doain ya Om/Tante supaya cepat dapat pasangan yang terbaik!”

“Nah mumpung Imlek boleh nih Om/Tante sekalian berdoa supaya jodohku cepet nyampenya!”

“Semoga tahun ini ya Om/Tante mohon dibantu doanya!”

Jawaban-jawaban tersebut secara sederhana memang terkesan “Doain aja ya”, namun dapat menjaga makna dan suasana perayaan Tahun Baru Imlek yang penuh suka cita. Tidak ada salahnya meminta doa kepada para kerabat dan sanak famili. Siapa tahu doanya cepat dikabulkan oleh para dewa dewi dan leluhur di atas sana.

Gunakan Filosofi Shio dan Keberuntungan

Tidak semua shio beruntung setiap tahunnya. Tahun Baru Imlek hanya menjadi momen spesial bagi beberapa shio tertentu, terutama dalam urusan jodoh dan cinta.

Mereka-mereka yang beruntung diyakini akan mengalami peningkatan relasi pertemanan menuju lebih intens, dari teman menjadi lebih dari seorang teman, yang awalnya dekat kemudian semakin rapat dan semakin hangat, sampai kemudian berujung di pelaminan dan menjadi pasangan hidup. Ada juga yang diyakini memiliki daya tarik yang semakin meningkat, sehingga orang-orang sekitar semakin terpikat, banyak yang berminat, dan jodoh pun akhirnya didapat.

Nah, filosofi shio dan keberuntungan ini bisa dicoba untuk menjawab pertanyaan “Kapan nikah?” yang dilontarkan saat perayaan Tahun Baru Imlek. Bisa jadi begini:

“Shioku tahun ini masih belum beruntung Om/Tante. Jadi masih disuruh nunggu dulu. Tahun depan mungkin tahunku ya!”

“Kata shioku sih tahun ini jodohku masih tersesat di tulang rusuk orang lain Om/Tante. Jadi harus sabar dulu!”

“Katanya sih shioku hokinya tahun depan cocok Om/Tante. Nah tahun depan semoga cocok buat aku ya!”

Meski sangat jarang shio menjadi topik pembicaraan saat berkumpul bersama di Tahun Baru Imlek, namun tidak ada salahnya dicoba, berhubung jawaban-jawaban di atas kental dengan nuasanya Imleknya. Siapa tahu, kekuatan shio benar adanya, dan jodoh kita akan datang sesuai tahunnya.

Jawab dengan Simbol-simbol Imlek

Perayaan Tahun Baru Imlek juga dikenal dengan simbol-simbol yang khas dan autentik, mulai dari dekorasi, hiasan-hiasan, warna dan ornamen, hingga makanan-makanan tertentu yang menyiratkan makna dan doa. Simbol-simbol tersebut juga bisa digunakan untuk menjawab pertanyaan “Kapan nikah?” saat berkumpul bersama. Jawabannya tentu akan terkesan kreatif karena tidak semua orang bisa terpikirkan untuk menjawab dengan cara seperti itu. Nah, seandainya nanti ada yang menanyakan tentang rencana pernikahan, silakan dijawab seperti ini:

“Santai dulu Om/Tante. Lampion merah masih menerangi jalanku menuju jodoh terbaik!”

“Jodohku kaya jeruk mandarin nih Om/Tante. Manisnya ada, tapi masih di pohon orang lain!”

“Ini lagi nyari jodoh yang mirip kue keranjang Om/Tante, yang manis, lengket, dan nggak bisa lepas!”

“Jodohku kayanya lagi nari barongsai Om/Tante. Jadi harus sabar nunggu dia selesai keliling!”

“Jodohku mirip lampion, Om/Tante. Menyala dengan terang tapi diterbangin angin kenceng banget. Jadinya masih nyasar sampai sekarang.”

Jawaban-jawaban seperti di atas selain kental dengan suasana perayaan Tahun Baru Imlek, tentu saja dapat membuat suasana menjadi lebih cair dan penuh tawa bersama, entah sambil mengupas jeruk mandarin, atau menikmati kue keranjang.

Jawab dengan Candaan Seputar Imlek

Bercanda juga dapat menjadi cara untuk menjawab pertanyaan “Kapan nikah?” yang dilontarkan saat perayaan Tahun Baru Imlek. Namun agar tetap menjaga suasana hari raya, ada baiknya candaan yang dikeluarkan masih berkaitan dengan Imlek, atau berkaitan dengan orang-orang Tionghoa. Misalnya begini:

“Jodoh itu kaya isi angpao Om/Tante, susah ditebak!”

“Lagi sama-sama nyari yang bisa diajak Imlek, Om/Tante. Kalau saya sendiri yang Imelek tapi dia Imerem kan ga sejalan.”

“Tunggu aku kaya raya mirip pengusaha Cina dulu ya, Om/Tante. Baru nikah, biar istriku bahagia terus.”

Cara-cara seperti di atas juga dapat mencairkan suasana tanpa mengurangi makna dari perayaan Tahun Baru Imlek. Obrolan bisa berlanjut tanpa beban.

Pertanyaan “Kapan nikah?” adalah tradisi kecil dari perayaan Tahun Baru Imlek. Percayalah, pertanyaan tersebut dilontarkan sebagai bentuk perhatian dari anggota keluarga dan sanak famili. Tidak perlu meras baper atau terpojok, jawablah dengan santai sambil berkelakar soal imlek untuk mencairkan suasana. Ingat, momen perayaan Tahun Baru Imlek adalah untuk bersenang-senang dan berbagi kebahagian.

Selamat Imlek 2025. Gong Xi Fa Cai. Semoga jodoh dan angpao datang di waktu yang tepat. [T]

Penulis: Julio Saputra
Editor: Adnyana Ole

Menabur Doa pada Ramalan Ular Kayu   |   Cerita Imlek dari Klenteng Ling Gwan Kiong Singaraja
250 KK Hindu Bali Asli di Desa Kayuputih Punya Tradisi Imlek | Ceritanya Mirip Dongeng
Perayaan Imlek di Klenteng Ling Gwan Kiong: Kelincahan Barongsai, Sukacita Warga Singaraja
Gong Xi Fa Cai | Di Singaraja, Imlek Terasa Hening, Makna Terasa Melimpah
Tags: Hari Raya ImlekImlek
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Belajar dan Jalan-jalan: Dari Bandung ke Palu, Dari Internet ke Ragam Kuliner

Next Post

Demokrasi dan Tantularisme

Julio Saputra

Julio Saputra

Alumni Mahasiswa jurusan Bahasa Inggris Undiksha, Singaraja. Punya kesukaan menulis status galau di media sosial. Pemain teater yang aktif bergaul di Komunitas Mahima

Related Posts

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails
Next Post
“Tajen”:  Dari I Pudak, Marakata, hingga  Geertz

Demokrasi dan Tantularisme

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau
Puisi

Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau

Perempuan Rantau ---buat Satya Rakasiwi Purbowati Seperti gagak di langit hitamkelana menembus malamdihantam badai selatandan mendung langitmenghapus segala arahyang ingin...

by Rusdy Ulu
October 25, 2026
Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co