15 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Seni Menjawab Pertanyaan Kapan Nikah Ala Imlek

Julio Saputra by Julio Saputra
January 29, 2025
in Esai
Seni Menjawab Pertanyaan Kapan Nikah Ala Imlek

Ilustrasi tatkala.co | Satya Saputra

PERAYAAN Tahun Baru Imlek menjadi momen penuh kebahagiaan. Keluarga berkumpul bersama seteah lama tidak berjumpa, makan bersama setelah lama tidak makan makanan khas hari raya, bagi-bagi angpau warna merah meski isinya tidak selalu warna merah tapi ya okelah, sama-sama pakai baju baru branded dengan gambar shio yang menjadi pusat perhatian di tahun yang baru, sambil diwarnai dengan suasana merah yang diyakini penuh keberuntungan.

“Banyak ong. Merah ong, emas lagi ong. Saya suka, saya suka,” kata Meimei di Upin Ipin.

Namun suasana suka cita tersebut harus diusik dengan salah satu tradisi yang tak pernah absen setiap tahunnya, yaitu pertanyaan wajib keluarga besar: “Kapan nikah?”

Bagi sebagian orang, pertanyaan tersebut bisa saja terasa biasa-biasa aja. Namun bisa juga sangat menganggu. Seketika kata Haiyaaa berubah menjadi Haissuuuu. Tapi jangan khawatir. Pertanyaan tersebut bisa dianggap sebagai sebuah tantangan, sehingga menjawabnya memerlukan seni dengan sentuhan khas hari raya yang tetap sopan, dan bisa saja menghibur.

Gunakan Angpao sebagai Jawaban

Angpao menjadi salah satu elemen yang selalu dinantikan saat perayaan Tahun Baru Imlek. Amplop merah yang didalamnya berisikan sejumlah uang tersebut menjadi simbol kepedulian dan rasa saling mengasihi antar sesama, di samping melambangkan kemakmuran. Ya, semakin makmur, semakin banyak juga jumlah uang yang ada di dalamnya. Yang wajib memberikan angpao adalah orang yang sudah menikah.

Biasanya angpao diberikan oleh para orang tua kepada anak-anaknya, oleh Om dan Tante kepada keponakan-keponakannya. Harapannya, setiap anak yang mendapat angpao dapat melewati tahun dengan selamat, dengan lancar jaya, tanpa kesulitan, tanpa hambatan.

Nah, elemen angpao ini bisa digunakan sebagai bahan candaan ketika mendapat pertanyaan “Kapan nikah?” Misalnya begini:

“Nikahnya nanti aja de, kalau dapat angpao yang banyak dari Om/Tante!”

“Nunggu angpao dulu nih dari Om/Tante buat modal nikah!”

“Mau nabung angpao dulu Om/Tante. Makin banyak angpao, makin cepet nikah. Sini angpaonya!”

“Nanti nikah Om/Tante mau ngasi angpao berapa hayoooo?”

“Gimana nih kalau aku nikah nanti, Om/Tante siap ngasi angpao spesial, nggak?”

“Nunggu angpao dari Om/Tante buat DP gedung dulu nih. Jadi bantu dipercepat prosesnya ya!”

Jawaban ini dapat meringankan suasana setelah mendengar pertanyaan yang barangkali terasa berat tanpa perlu merasa terpojokan. Siapa tahu, Om dan Tante justru memberi lebih banyak angpao lagi. Mantap itu. Banyak angpao, banyak ong laaahhhh.

Ajak Berdoa Bersama

Perayaan Tahun Baru Imlek selalu tentang doa-doa baik. Karena itulah, ucapan-ucapan saat Imlek bukan sekadar kata-kata, tapi juga menyisipkan harapan-harapan positif agar diberkati keberuntungan, kemakmuran, kebahagian, dan kesejahteraan lahir batin. Namun, jika yang didapat adalah pertanyaan “kapan nikah?” ketimbang doa dan harapan baik, maka pertanyaan tersebut dapat dijawab dengan meminta doa dan restu kepada mereka-mereka yang bertanya. Sederhana sih, “Doain aja ya”. Jawabannya bisa jadi begini.

“Doain ya Om/Tante supaya cepat dapat pasangan yang terbaik!”

“Nah mumpung Imlek boleh nih Om/Tante sekalian berdoa supaya jodohku cepet nyampenya!”

“Semoga tahun ini ya Om/Tante mohon dibantu doanya!”

Jawaban-jawaban tersebut secara sederhana memang terkesan “Doain aja ya”, namun dapat menjaga makna dan suasana perayaan Tahun Baru Imlek yang penuh suka cita. Tidak ada salahnya meminta doa kepada para kerabat dan sanak famili. Siapa tahu doanya cepat dikabulkan oleh para dewa dewi dan leluhur di atas sana.

Gunakan Filosofi Shio dan Keberuntungan

Tidak semua shio beruntung setiap tahunnya. Tahun Baru Imlek hanya menjadi momen spesial bagi beberapa shio tertentu, terutama dalam urusan jodoh dan cinta.

Mereka-mereka yang beruntung diyakini akan mengalami peningkatan relasi pertemanan menuju lebih intens, dari teman menjadi lebih dari seorang teman, yang awalnya dekat kemudian semakin rapat dan semakin hangat, sampai kemudian berujung di pelaminan dan menjadi pasangan hidup. Ada juga yang diyakini memiliki daya tarik yang semakin meningkat, sehingga orang-orang sekitar semakin terpikat, banyak yang berminat, dan jodoh pun akhirnya didapat.

Nah, filosofi shio dan keberuntungan ini bisa dicoba untuk menjawab pertanyaan “Kapan nikah?” yang dilontarkan saat perayaan Tahun Baru Imlek. Bisa jadi begini:

“Shioku tahun ini masih belum beruntung Om/Tante. Jadi masih disuruh nunggu dulu. Tahun depan mungkin tahunku ya!”

“Kata shioku sih tahun ini jodohku masih tersesat di tulang rusuk orang lain Om/Tante. Jadi harus sabar dulu!”

“Katanya sih shioku hokinya tahun depan cocok Om/Tante. Nah tahun depan semoga cocok buat aku ya!”

Meski sangat jarang shio menjadi topik pembicaraan saat berkumpul bersama di Tahun Baru Imlek, namun tidak ada salahnya dicoba, berhubung jawaban-jawaban di atas kental dengan nuasanya Imleknya. Siapa tahu, kekuatan shio benar adanya, dan jodoh kita akan datang sesuai tahunnya.

Jawab dengan Simbol-simbol Imlek

Perayaan Tahun Baru Imlek juga dikenal dengan simbol-simbol yang khas dan autentik, mulai dari dekorasi, hiasan-hiasan, warna dan ornamen, hingga makanan-makanan tertentu yang menyiratkan makna dan doa. Simbol-simbol tersebut juga bisa digunakan untuk menjawab pertanyaan “Kapan nikah?” saat berkumpul bersama. Jawabannya tentu akan terkesan kreatif karena tidak semua orang bisa terpikirkan untuk menjawab dengan cara seperti itu. Nah, seandainya nanti ada yang menanyakan tentang rencana pernikahan, silakan dijawab seperti ini:

“Santai dulu Om/Tante. Lampion merah masih menerangi jalanku menuju jodoh terbaik!”

“Jodohku kaya jeruk mandarin nih Om/Tante. Manisnya ada, tapi masih di pohon orang lain!”

“Ini lagi nyari jodoh yang mirip kue keranjang Om/Tante, yang manis, lengket, dan nggak bisa lepas!”

“Jodohku kayanya lagi nari barongsai Om/Tante. Jadi harus sabar nunggu dia selesai keliling!”

“Jodohku mirip lampion, Om/Tante. Menyala dengan terang tapi diterbangin angin kenceng banget. Jadinya masih nyasar sampai sekarang.”

Jawaban-jawaban seperti di atas selain kental dengan suasana perayaan Tahun Baru Imlek, tentu saja dapat membuat suasana menjadi lebih cair dan penuh tawa bersama, entah sambil mengupas jeruk mandarin, atau menikmati kue keranjang.

Jawab dengan Candaan Seputar Imlek

Bercanda juga dapat menjadi cara untuk menjawab pertanyaan “Kapan nikah?” yang dilontarkan saat perayaan Tahun Baru Imlek. Namun agar tetap menjaga suasana hari raya, ada baiknya candaan yang dikeluarkan masih berkaitan dengan Imlek, atau berkaitan dengan orang-orang Tionghoa. Misalnya begini:

“Jodoh itu kaya isi angpao Om/Tante, susah ditebak!”

“Lagi sama-sama nyari yang bisa diajak Imlek, Om/Tante. Kalau saya sendiri yang Imelek tapi dia Imerem kan ga sejalan.”

“Tunggu aku kaya raya mirip pengusaha Cina dulu ya, Om/Tante. Baru nikah, biar istriku bahagia terus.”

Cara-cara seperti di atas juga dapat mencairkan suasana tanpa mengurangi makna dari perayaan Tahun Baru Imlek. Obrolan bisa berlanjut tanpa beban.

Pertanyaan “Kapan nikah?” adalah tradisi kecil dari perayaan Tahun Baru Imlek. Percayalah, pertanyaan tersebut dilontarkan sebagai bentuk perhatian dari anggota keluarga dan sanak famili. Tidak perlu meras baper atau terpojok, jawablah dengan santai sambil berkelakar soal imlek untuk mencairkan suasana. Ingat, momen perayaan Tahun Baru Imlek adalah untuk bersenang-senang dan berbagi kebahagian.

Selamat Imlek 2025. Gong Xi Fa Cai. Semoga jodoh dan angpao datang di waktu yang tepat. [T]

Penulis: Julio Saputra
Editor: Adnyana Ole

Menabur Doa pada Ramalan Ular Kayu   |   Cerita Imlek dari Klenteng Ling Gwan Kiong Singaraja
250 KK Hindu Bali Asli di Desa Kayuputih Punya Tradisi Imlek | Ceritanya Mirip Dongeng
Perayaan Imlek di Klenteng Ling Gwan Kiong: Kelincahan Barongsai, Sukacita Warga Singaraja
Gong Xi Fa Cai | Di Singaraja, Imlek Terasa Hening, Makna Terasa Melimpah
Tags: Hari Raya ImlekImlek
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Belajar dan Jalan-jalan: Dari Bandung ke Palu, Dari Internet ke Ragam Kuliner

Next Post

Demokrasi dan Tantularisme

Julio Saputra

Julio Saputra

Alumni Mahasiswa jurusan Bahasa Inggris Undiksha, Singaraja. Punya kesukaan menulis status galau di media sosial. Pemain teater yang aktif bergaul di Komunitas Mahima

Related Posts

Korupsi, Kekuasaan dan Keserakahan —Ketika Alam Sedang Bersih-Bersih

by Agung Sudarsa
July 15, 2026
0
Korupsi, Kekuasaan dan Keserakahan —Ketika Alam Sedang Bersih-Bersih

"Power tends to corrupt, and absolute power corrupts absolutely." Kalimat legendaris dari Lord Acton itu kembali terasa relevan ketika bangsa...

Read moreDetails

Dari Sekolah Sepi Menuju Sekolah Rakyat: Pendidikan Bukan Sekadar Transfer Informasi, tetapi Transformasi Kesadaran

by Agung Sudarsa
July 15, 2026
0
Sekolah Rakyat Vs Sekolah Reguler   

Ironi Pendidikan di Tengah Semangat Membangun Masa Depan Berita tentang SDN 6 Bhuana Giri di Bali yang selama empat tahun...

Read moreDetails

Membaca Hiper-Femininitas Melalui Lensa Politik Tubuh di Era Digital

by Surfian Rahmat AP
July 15, 2026
0
Membaca Hiper-Femininitas Melalui Lensa Politik Tubuh di Era Digital

DALAM beberapa tahun terakhir, lanskap media sosial seperti Instagram dan TikTok didominasi oleh proliferasi estetika “baddie”. Secara visual, seorang baddie...

Read moreDetails

Membaca Made Budhiana dari Sebuah Puisi

by Angga Wijaya
July 15, 2026
0
Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

SAYA tidak mengenal Made Budhiana pertama kali melalui sebuah pameran lukisan. Bukan pula dari buku sejarah seni rupa Bali. Saya...

Read moreDetails

Hari Pertama Sekolah, Awal Membangun Budaya Sekolah yang Aman dan Inklusif

by Lailatus Sholihah
July 15, 2026
0
Hari Pertama Sekolah, Awal Membangun Budaya Sekolah yang Aman dan Inklusif

Pagi itu, gerbang-gerbang sekolah kembali dipenuhi wajah-wajah penuh harap. Ada anak yang dengan antusias mengenakan seragam baru, ada yang menggenggam...

Read moreDetails

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
0
Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

Read moreDetails

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

by Sugi Lanus
July 12, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

Read moreDetails

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

by I Wayan Artika
July 12, 2026
0
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

Read moreDetails

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

by Agung Bawantara
July 12, 2026
0
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

Read moreDetails

Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

by Wayan Gde Yudane
July 11, 2026
0
Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

ADA perpisahan yang datang dengan perlahan, seolah memberi kita waktu untuk bersiap. Ada pula yang, meskipun telah lama kita nantikan...

Read moreDetails
Next Post
“Tajen”:  Dari I Pudak, Marakata, hingga  Geertz

Demokrasi dan Tantularisme

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Korupsi, Kekuasaan dan Keserakahan —Ketika Alam Sedang Bersih-Bersih
Esai

Korupsi, Kekuasaan dan Keserakahan —Ketika Alam Sedang Bersih-Bersih

"Power tends to corrupt, and absolute power corrupts absolutely." Kalimat legendaris dari Lord Acton itu kembali terasa relevan ketika bangsa...

by Agung Sudarsa
July 15, 2026
Sekolah Rakyat Vs Sekolah Reguler   
Esai

Dari Sekolah Sepi Menuju Sekolah Rakyat: Pendidikan Bukan Sekadar Transfer Informasi, tetapi Transformasi Kesadaran

Ironi Pendidikan di Tengah Semangat Membangun Masa Depan Berita tentang SDN 6 Bhuana Giri di Bali yang selama empat tahun...

by Agung Sudarsa
July 15, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Lelang Bank dan Kepastian Hukum: Antara Peluang Investasi dan Risiko Lapangan

BARANG lelang bank sering dipandang sebagai peluang mendapatkan aset murah dengan potensi keuntungan besar. Rumah, tanah, ruko, kendaraan, hingga aset...

by I Made Pria Dharsana
July 15, 2026
Nyoman Suma Argawa, Penjaga Rupa Utara —Menelusuri Jejak Maestro yang Setia pada Karakter Buleleng
Khas

Nyoman Suma Argawa, Penjaga Rupa Utara —Menelusuri Jejak Maestro yang Setia pada Karakter Buleleng

RUMAH itu kembali ramai, tetapi bukan karena bunyi pahat atau aroma cat yang biasa mengisi ruang-ruangnya. Sabtu, 11 Juli 2026...

by Komang Puja Savitri
July 15, 2026
Membaca Hiper-Femininitas Melalui Lensa Politik Tubuh di Era Digital
Esai

Membaca Hiper-Femininitas Melalui Lensa Politik Tubuh di Era Digital

DALAM beberapa tahun terakhir, lanskap media sosial seperti Instagram dan TikTok didominasi oleh proliferasi estetika “baddie”. Secara visual, seorang baddie...

by Surfian Rahmat AP
July 15, 2026
Kajian 100 Tahun Kepariwisataan Budaya Bali (1927–2027)
Khas

Kajian 100 Tahun Kepariwisataan Budaya Bali (1927–2027)

Tema: Menelusuri Jejak Awal Kepariwisataan Budaya Bali dalam Perspektif Sejarah dan Kebudayaan Focus Group Discussion (FGD) Kajian 100 Tahun Pariwisata...

by Nyoman Mariyana
July 15, 2026
Kitab yang Ditulis Alam —Membaca “The Sacred Text of Padma” karya Sumino dan Sarah Kasuhardi
Ulas Rupa

Kitab yang Ditulis Alam —Membaca “The Sacred Text of Padma” karya Sumino dan Sarah Kasuhardi

TIDAK semua pengetahuan lahir dari buku. Jauh sebelum manusia mengenal aksara, alam telah lebih dahulu menjadi ruang belajar. Pohon mengajarkan...

by Angga Wijaya
July 15, 2026
Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka
Esai

Membaca Made Budhiana dari Sebuah Puisi

SAYA tidak mengenal Made Budhiana pertama kali melalui sebuah pameran lukisan. Bukan pula dari buku sejarah seni rupa Bali. Saya...

by Angga Wijaya
July 15, 2026
Hari Pertama Sekolah, Awal Membangun Budaya Sekolah yang Aman dan Inklusif
Esai

Hari Pertama Sekolah, Awal Membangun Budaya Sekolah yang Aman dan Inklusif

Pagi itu, gerbang-gerbang sekolah kembali dipenuhi wajah-wajah penuh harap. Ada anak yang dengan antusias mengenakan seragam baru, ada yang menggenggam...

by Lailatus Sholihah
July 15, 2026
Ketika Kisah CEO Menyamar ala Drama Korea Hadir dalam Lawak Bali
Panggung

Ketika Kisah CEO Menyamar ala Drama Korea Hadir dalam Lawak Bali

KISAH CEO yang menyamar lazimnya identik dengan drama Korea yang dipenuhi ketegangan, romansa, dan konflik keluarga. Namun, cerita yang akrab...

by Nyoman Budarsana
July 15, 2026
“Unity in Harmony”Orkestra Brass Band ISI Bali dan Crescendo, Energi Baru di Festival Seni Bali Jani 2026
Panggung

“Unity in Harmony”Orkestra Brass Band ISI Bali dan Crescendo, Energi Baru di Festival Seni Bali Jani 2026

Gemuruh tiupan saksofon, dentuman drum, dan lengking gitar listrik memenuhi Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Bali, Senin (13/7/2026) malam. Melalui pertunjukan...

by Nyoman Budarsana
July 15, 2026
Bali Megarupa VIII: Saat Spiritualitas, Tradisi, dan Seni Kontemporer Bertemu dalam Satu Ruang
Pameran

Bali Megarupa VIII: Saat Spiritualitas, Tradisi, dan Seni Kontemporer Bertemu dalam Satu Ruang

MEMASUKI Gedung Kriya, Taman Budaya Provinsi Bali, pengunjung seolah diajak melintasi beragam dunia. Di satu sudut, akar kayu menjelma simbol...

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co