4 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Seni Menjawab Pertanyaan Kapan Nikah Ala Imlek

Julio Saputra by Julio Saputra
January 29, 2025
in Esai
Seni Menjawab Pertanyaan Kapan Nikah Ala Imlek

Ilustrasi tatkala.co | Satya Saputra

PERAYAAN Tahun Baru Imlek menjadi momen penuh kebahagiaan. Keluarga berkumpul bersama seteah lama tidak berjumpa, makan bersama setelah lama tidak makan makanan khas hari raya, bagi-bagi angpau warna merah meski isinya tidak selalu warna merah tapi ya okelah, sama-sama pakai baju baru branded dengan gambar shio yang menjadi pusat perhatian di tahun yang baru, sambil diwarnai dengan suasana merah yang diyakini penuh keberuntungan.

“Banyak ong. Merah ong, emas lagi ong. Saya suka, saya suka,” kata Meimei di Upin Ipin.

Namun suasana suka cita tersebut harus diusik dengan salah satu tradisi yang tak pernah absen setiap tahunnya, yaitu pertanyaan wajib keluarga besar: “Kapan nikah?”

Bagi sebagian orang, pertanyaan tersebut bisa saja terasa biasa-biasa aja. Namun bisa juga sangat menganggu. Seketika kata Haiyaaa berubah menjadi Haissuuuu. Tapi jangan khawatir. Pertanyaan tersebut bisa dianggap sebagai sebuah tantangan, sehingga menjawabnya memerlukan seni dengan sentuhan khas hari raya yang tetap sopan, dan bisa saja menghibur.

Gunakan Angpao sebagai Jawaban

Angpao menjadi salah satu elemen yang selalu dinantikan saat perayaan Tahun Baru Imlek. Amplop merah yang didalamnya berisikan sejumlah uang tersebut menjadi simbol kepedulian dan rasa saling mengasihi antar sesama, di samping melambangkan kemakmuran. Ya, semakin makmur, semakin banyak juga jumlah uang yang ada di dalamnya. Yang wajib memberikan angpao adalah orang yang sudah menikah.

Biasanya angpao diberikan oleh para orang tua kepada anak-anaknya, oleh Om dan Tante kepada keponakan-keponakannya. Harapannya, setiap anak yang mendapat angpao dapat melewati tahun dengan selamat, dengan lancar jaya, tanpa kesulitan, tanpa hambatan.

Nah, elemen angpao ini bisa digunakan sebagai bahan candaan ketika mendapat pertanyaan “Kapan nikah?” Misalnya begini:

“Nikahnya nanti aja de, kalau dapat angpao yang banyak dari Om/Tante!”

“Nunggu angpao dulu nih dari Om/Tante buat modal nikah!”

“Mau nabung angpao dulu Om/Tante. Makin banyak angpao, makin cepet nikah. Sini angpaonya!”

“Nanti nikah Om/Tante mau ngasi angpao berapa hayoooo?”

“Gimana nih kalau aku nikah nanti, Om/Tante siap ngasi angpao spesial, nggak?”

“Nunggu angpao dari Om/Tante buat DP gedung dulu nih. Jadi bantu dipercepat prosesnya ya!”

Jawaban ini dapat meringankan suasana setelah mendengar pertanyaan yang barangkali terasa berat tanpa perlu merasa terpojokan. Siapa tahu, Om dan Tante justru memberi lebih banyak angpao lagi. Mantap itu. Banyak angpao, banyak ong laaahhhh.

Ajak Berdoa Bersama

Perayaan Tahun Baru Imlek selalu tentang doa-doa baik. Karena itulah, ucapan-ucapan saat Imlek bukan sekadar kata-kata, tapi juga menyisipkan harapan-harapan positif agar diberkati keberuntungan, kemakmuran, kebahagian, dan kesejahteraan lahir batin. Namun, jika yang didapat adalah pertanyaan “kapan nikah?” ketimbang doa dan harapan baik, maka pertanyaan tersebut dapat dijawab dengan meminta doa dan restu kepada mereka-mereka yang bertanya. Sederhana sih, “Doain aja ya”. Jawabannya bisa jadi begini.

“Doain ya Om/Tante supaya cepat dapat pasangan yang terbaik!”

“Nah mumpung Imlek boleh nih Om/Tante sekalian berdoa supaya jodohku cepet nyampenya!”

“Semoga tahun ini ya Om/Tante mohon dibantu doanya!”

Jawaban-jawaban tersebut secara sederhana memang terkesan “Doain aja ya”, namun dapat menjaga makna dan suasana perayaan Tahun Baru Imlek yang penuh suka cita. Tidak ada salahnya meminta doa kepada para kerabat dan sanak famili. Siapa tahu doanya cepat dikabulkan oleh para dewa dewi dan leluhur di atas sana.

Gunakan Filosofi Shio dan Keberuntungan

Tidak semua shio beruntung setiap tahunnya. Tahun Baru Imlek hanya menjadi momen spesial bagi beberapa shio tertentu, terutama dalam urusan jodoh dan cinta.

Mereka-mereka yang beruntung diyakini akan mengalami peningkatan relasi pertemanan menuju lebih intens, dari teman menjadi lebih dari seorang teman, yang awalnya dekat kemudian semakin rapat dan semakin hangat, sampai kemudian berujung di pelaminan dan menjadi pasangan hidup. Ada juga yang diyakini memiliki daya tarik yang semakin meningkat, sehingga orang-orang sekitar semakin terpikat, banyak yang berminat, dan jodoh pun akhirnya didapat.

Nah, filosofi shio dan keberuntungan ini bisa dicoba untuk menjawab pertanyaan “Kapan nikah?” yang dilontarkan saat perayaan Tahun Baru Imlek. Bisa jadi begini:

“Shioku tahun ini masih belum beruntung Om/Tante. Jadi masih disuruh nunggu dulu. Tahun depan mungkin tahunku ya!”

“Kata shioku sih tahun ini jodohku masih tersesat di tulang rusuk orang lain Om/Tante. Jadi harus sabar dulu!”

“Katanya sih shioku hokinya tahun depan cocok Om/Tante. Nah tahun depan semoga cocok buat aku ya!”

Meski sangat jarang shio menjadi topik pembicaraan saat berkumpul bersama di Tahun Baru Imlek, namun tidak ada salahnya dicoba, berhubung jawaban-jawaban di atas kental dengan nuasanya Imleknya. Siapa tahu, kekuatan shio benar adanya, dan jodoh kita akan datang sesuai tahunnya.

Jawab dengan Simbol-simbol Imlek

Perayaan Tahun Baru Imlek juga dikenal dengan simbol-simbol yang khas dan autentik, mulai dari dekorasi, hiasan-hiasan, warna dan ornamen, hingga makanan-makanan tertentu yang menyiratkan makna dan doa. Simbol-simbol tersebut juga bisa digunakan untuk menjawab pertanyaan “Kapan nikah?” saat berkumpul bersama. Jawabannya tentu akan terkesan kreatif karena tidak semua orang bisa terpikirkan untuk menjawab dengan cara seperti itu. Nah, seandainya nanti ada yang menanyakan tentang rencana pernikahan, silakan dijawab seperti ini:

“Santai dulu Om/Tante. Lampion merah masih menerangi jalanku menuju jodoh terbaik!”

“Jodohku kaya jeruk mandarin nih Om/Tante. Manisnya ada, tapi masih di pohon orang lain!”

“Ini lagi nyari jodoh yang mirip kue keranjang Om/Tante, yang manis, lengket, dan nggak bisa lepas!”

“Jodohku kayanya lagi nari barongsai Om/Tante. Jadi harus sabar nunggu dia selesai keliling!”

“Jodohku mirip lampion, Om/Tante. Menyala dengan terang tapi diterbangin angin kenceng banget. Jadinya masih nyasar sampai sekarang.”

Jawaban-jawaban seperti di atas selain kental dengan suasana perayaan Tahun Baru Imlek, tentu saja dapat membuat suasana menjadi lebih cair dan penuh tawa bersama, entah sambil mengupas jeruk mandarin, atau menikmati kue keranjang.

Jawab dengan Candaan Seputar Imlek

Bercanda juga dapat menjadi cara untuk menjawab pertanyaan “Kapan nikah?” yang dilontarkan saat perayaan Tahun Baru Imlek. Namun agar tetap menjaga suasana hari raya, ada baiknya candaan yang dikeluarkan masih berkaitan dengan Imlek, atau berkaitan dengan orang-orang Tionghoa. Misalnya begini:

“Jodoh itu kaya isi angpao Om/Tante, susah ditebak!”

“Lagi sama-sama nyari yang bisa diajak Imlek, Om/Tante. Kalau saya sendiri yang Imelek tapi dia Imerem kan ga sejalan.”

“Tunggu aku kaya raya mirip pengusaha Cina dulu ya, Om/Tante. Baru nikah, biar istriku bahagia terus.”

Cara-cara seperti di atas juga dapat mencairkan suasana tanpa mengurangi makna dari perayaan Tahun Baru Imlek. Obrolan bisa berlanjut tanpa beban.

Pertanyaan “Kapan nikah?” adalah tradisi kecil dari perayaan Tahun Baru Imlek. Percayalah, pertanyaan tersebut dilontarkan sebagai bentuk perhatian dari anggota keluarga dan sanak famili. Tidak perlu meras baper atau terpojok, jawablah dengan santai sambil berkelakar soal imlek untuk mencairkan suasana. Ingat, momen perayaan Tahun Baru Imlek adalah untuk bersenang-senang dan berbagi kebahagian.

Selamat Imlek 2025. Gong Xi Fa Cai. Semoga jodoh dan angpao datang di waktu yang tepat. [T]

Penulis: Julio Saputra
Editor: Adnyana Ole

Menabur Doa pada Ramalan Ular Kayu   |   Cerita Imlek dari Klenteng Ling Gwan Kiong Singaraja
250 KK Hindu Bali Asli di Desa Kayuputih Punya Tradisi Imlek | Ceritanya Mirip Dongeng
Perayaan Imlek di Klenteng Ling Gwan Kiong: Kelincahan Barongsai, Sukacita Warga Singaraja
Gong Xi Fa Cai | Di Singaraja, Imlek Terasa Hening, Makna Terasa Melimpah
Tags: Hari Raya ImlekImlek
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Belajar dan Jalan-jalan: Dari Bandung ke Palu, Dari Internet ke Ragam Kuliner

Next Post

Demokrasi dan Tantularisme

Julio Saputra

Julio Saputra

Alumni Mahasiswa jurusan Bahasa Inggris Undiksha, Singaraja. Punya kesukaan menulis status galau di media sosial. Pemain teater yang aktif bergaul di Komunitas Mahima

Related Posts

Sebelum Dunia Merayakan Wayang, Bali Sudah Memuliakannya

by I Gusti Made Darma Putra
October 4, 2026
0
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh

ADA sesuatu yang sedikit menggelitik ketika kita berbicara tentang “Hari Wayang”. Seolah-olah wayang membutuhkan satu tanggal tertentu agar kita kembali...

Read moreDetails

Penyair Kelas Teri

by Arief Rahzen
October 4, 2026
0
Penyair Kelas Teri

AKU menyebut diriku penyair kelas teri. Sebutan ini muncul karena sadar posisi di samudera literasi yang begitu luas. Aku menulis...

Read moreDetails

Menara Gading di Pasar Kerja

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
0
Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

Read moreDetails

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

by Angga Wijaya
October 3, 2026
0
Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

Read moreDetails

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
0
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

Read moreDetails

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

Read moreDetails

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails
Next Post
“Tajen”:  Dari I Pudak, Marakata, hingga  Geertz

Demokrasi dan Tantularisme

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali
Opini

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

AJEWERA pada dasarnya merupakan mekanisme kehati-hatian dalam memperlakukan pengetahuan, khususnya pengetahuan yang memiliki dimensi sakral, filosofis, dan esoteris. Dalam tradisi...

by IM Gede Nesa Saputra
October 4, 2026
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?
Opini

Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

INDONESIA patut berbangga dengan jumlah perguruan tinggi kita yang terus bertambah di berbagai daerah, dan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi...

by S. Bekti Istiyanto
October 4, 2026
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh
Esai

Sebelum Dunia Merayakan Wayang, Bali Sudah Memuliakannya

ADA sesuatu yang sedikit menggelitik ketika kita berbicara tentang “Hari Wayang”. Seolah-olah wayang membutuhkan satu tanggal tertentu agar kita kembali...

by I Gusti Made Darma Putra
October 4, 2026
Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian
Bahasa

Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian

DAHULU, kata dungu rasanya terlalu tabu dan kasar untuk diucapkan dalam percakapan sehari-hari. Namun, bahasa itu hidup, bergerak, dan selalu...

by I Made Sudiana
October 4, 2026
Penyair Kelas Teri
Esai

Penyair Kelas Teri

AKU menyebut diriku penyair kelas teri. Sebutan ini muncul karena sadar posisi di samudera literasi yang begitu luas. Aku menulis...

by Arief Rahzen
October 4, 2026
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih
Panggung

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

by tatkala
October 4, 2026
Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co