24 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Lukas dan Tuk Kecil yang Baik Hati | Dongeng dari Papua

Gody Usnaat by Gody Usnaat
December 8, 2024
in Dongeng
Lukas dan Tuk Kecil yang Baik Hati | Dongeng dari Papua

Ilustrasi tatkala.co | Rusdy | Diolah dari Canva

SEBUAH kampung dengan lima puluh rumah, dan kampung itu dipagari gunung-gunung batu.

Rumah-rumah itu berdinding kulit kayu, beratap daun sagu dan berlantai belahan kayu yang diikat dengan tali rotan. Rumah-rumah itu, berdiri melingkari bangunan sekolah.

Sekolah itu punya 90 murid; pada tahun-tahun awal—banyak guru yang datang dan betah tinggal di sana: mereka ajar anak-anak menulis, membaca dan berhitung.

Namun pada suatu waktu guru-guru pergi dan tak ada yang pulang. Mereka memang bertugas di sekolah, tapi  tak ada guru yang betah tinggal—mereka seperti kelelawar yang hanya datang saat tiba musim buah.

Pada suatu saat, seorang ibu guru datang ke kampung itu. Ia datang dan anak-anak membuat pertanyaan saat masuk ke kelas di hari pertama: “Ibu guru, berapa lama tinggal dan mengajar di sini?”

“Saya akan tinggal bersama kalian, selama dua semester,” jawab ibu guru.

Sebab sudah berkali-kali ditipu, anak-anak tak percaya dengan jawaban ibu guru.

Ibu guru itu datang pertama kali, pada suatu sore dan selain membawa bahan makanan yang dipikul lima orangtua murid. Mereka menempuh perjalanan selama sembilan jam. Begitu tiba di kampung—hujan deras mengguyur kampung.

Begitulah selalu terjadi di kampung ini: setiap tamu yang datang, akan datang hujan beberapa jam. Ini pertanda bahwa tamu yang datang itu diterima oleh tanah, pohon dan udara.

Selain bahan makanan ibu guru  juga  membawa satu buah buku dongeng. Buku dongeng H.C Andersen: di sampul buku itu ada tulisan: Buku Kumpulan Dongeng Andersen. Ibu guru selalu membawa buku ini ke mana-mana. Ia membawanya ke dapur, ia membawanya ke kali, ia membawanya ke kamar tidur: dan saat tidur, ia selalu memeluk buku itu.

Ibu guru punya satu kebiasaan baik lain: ia membacakan cerita-cerita itu kepada anak-anak. Anak-anak senang dengar cerita-cerita Andersen; sambil dengar—mereka membayangkan itik yang buruk rupa itu atau tuk kecil yang baik,  juga seorang gadis dan korek api.

Sudah dua semester ibu guru tinggal dan mengajar anak-anak. Ia tak pernah pulang ke kota untuk libur atau membeli makanan saat ia kehabisan makanan—saat itulah ia dibantu oleh anak-anak menyediakan kepadanya makanan lokal: sagu, petatas, keladi dan buah merah. Ia makan apa yang diberikan anak-anak dan orangtua murid: ia makan sagu bakar, ia makan papeda, ia makan pisang rebus.  

Suatu sore, ibu guru kumpulkan anak-anak. Ia hendak mengatakan sesuatu—yah, ia hendak pindah tugas. Anak-anak melarang.

“Sebab ini perintah kepala dinas pendidikan, ibu guru mesti pergi,” kata ibu guru.

Ia pergi—tapi ia tinggalkan buku dongeng itu dengan pesan kepada Lukas. “Lukas, tolong jaga baik ini buku. Saat tidur—Lukas harus peluk buku ini!”

Lukas mengangguk dan tak terasa air mata jatuh. Ibu guru peluk Lukas. Satu persatu, anak-anak datang ucapkan salam perpisahan dengan ibu guru. Orang tua antar ibu guru ke ibu kota distrik. Di sana, sebuah mobil membawa ibu guru pergi ke tempat tugas baru.

Sejak kepergian ibu guru, Lukas-lah yang menjadi guru bagi teman-temannya dan juga bagi adik-adik kelas.

Malam pertama, Lukas peluk buku itu dan Lukas dapat mimpi; ia bertemu gadis kecil penjual korek api. Mereka dua bercerita banyak tentang negara Denmark, tentang dingin salju, tentang pohon natal, tentang korek api.

Lukas kini tahu; kenapa ibu guru bilang, kalau dia tidur, ia wajib peluk ini buku.

Namun sesuatu terjadi pada suatu malam, di luar rumah Lukas seekor tikus jalan keliling rumah—sesekali ia melihat jangan sampai saat tidur Lukas lepas buku. Si tikus ini berencana—ia hendak membawa lari itu buku ke hutan dan sembunyi di lubang batu.

Nah, suatu malam karena Lukas pulang dari kebun dan ia cape, ia langsung tidur tanpa memeluk buku dongeng itu. Tikus itu pun datang lalu membawa buku itu. Di sarang tikus itu—buku itu disimpan berbulan-bulan.

Buku itu mulai memudar dan sebagian besar kertasnya sobek tetapi halaman yang berkisah tentang Tuk Kecil yang baik hati itu tak pernah luntur tintanya, atau pun sobek kertasnya. Tikus heran kenapa bisa terjadi; ia  lalu mengundang rayap untuk datang dan makan kertas itu tapi rombongan rayap tak kuat untuk memotong kertas itu dengan gigi mereka yang tajam.

Suatu saat, seekor burung pembawa kabar datang dan hinggap di salah satu dahan matoa dekat rumah Lukas. Burung itu mengabarkan bahwa buku itu telah lama dibawa oleh seekor tikus. Burung pembawa kabar itu siap untuk membantu Lukas memberi tahu alamat dan ia nekat untuk membawa pulang buku itu.

Lukas dan burung pembawa kabar berjalan selama enam hari. Mereka menemukan rumah tikus,  tapi bagaimana mau masuk?

Pintu rumah itu sangat kecil. Burung pembawa kabar pergi bertemu dengan ratu semut. Ia meminta bantuannya agar mereka bisa masuk ke sana. Permintaan mereka direstui oleh ratu semut, Lukas dan burung pembawa kabar diberikan sebuah ranting gaharu.

Ranting itulah sebagai kunci rumah. Dengan ranting itu, Lukas mengetuk batu dan terbukalah pintu rumah. Waktu itu, tikus sedang  pergi dan ini adalah kesempatan baik untuk membawa pulang buku dongeng Andersen. Tentu saja, mereka hanya membawa sisa-sisa buku itu: kisah Tuk Kecil yang Baik Hati.

Kisah itu dibawa Lukas pulang sampai di kampung. Di sana setiap malam kisah itu seolah hidup dalam satu layar: anak-anak dapat bertanya jawab dengan Tuk Kecil. Mereka pun diajarkan menulis dan membaca juga berhitung. Orang tua para murid heran—kenapa anak-anak mereka pandai membaca dan berhitung dan menulis.

Hingga suatu hari Lukas mengatakan bahwa ada seorang guru, ia bernama Tuk. Guru itulah yang mengajari mereka layaknya seorang guru.[T]

  • KLIK untuk BACA dongeng lainnya
Dongeng | Anak Kecil dan Pohon Pemali
Dongeng | Si Jangkrik Kalung yang Terlalu Percaya Diri
Aya, Seekor Anak Buaya Tak Lagi Makan Daging

Tags: dongeng
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Nyanyian Kehilangan dari Sonia | Ulasan Buku Puisi “Prihentemen”

Next Post

Ucapan yang Tepat untuk Seseorang yang Memasuki Purnabakti

Gody Usnaat

Gody Usnaat

Penyair tinggal Umuaf, Papua. Salah satu buku puisi "Mama Mengayam Noken"

Related Posts

Tangisan Rinai, Derita Bumi │ Dongeng Lingkungan

by Dede Putra Wiguna
February 27, 2026
0
Tangisan Rinai, Derita Bumi │ Dongeng Lingkungan

DI langit biru yang luas, hiduplah kawanan awan yang lembut dan setia. Pemimpin mereka bernama Rinai, awan tua berwarna kelabu...

Read moreDetails

Sekar dan Tujuh Cahaya | Cerita Anak

by Jaswanto
February 8, 2026
0
Sekar dan Tujuh Cahaya | Cerita Anak

SEKAR masih menangis ketakutan dengan badan kuyup. Badai telah reda. Tapi Kakek dan orang-orang desa tak kunjung kelihatan. Di ujung...

Read moreDetails

Adik dan Katak | Dongeng Lingkungan

by Dede Putra Wiguna
January 18, 2026
0
Adik dan Katak | Dongeng Lingkungan

DI sebuah desa kecil yang dikelilingi sawah hijau dan sungai yang jernih, hiduplah seorang anak lelaki bernama Adik. Ia dikenal...

Read moreDetails

Jalak Bali dan Beringin Tua | Dongeng Lingkungan

by Dede Putra Wiguna
October 12, 2025
0
Jalak Bali dan Beringin Tua | Dongeng Lingkungan

DI sebuah desa kecil bernama Desa Kerta Harum, berdiri sebuah beringin raksasa berusia ratusan tahun di pinggir jalan dekat Pura...

Read moreDetails

Bob & Ciko | Dongeng Masa Kini

by Pitrus Puspito
May 11, 2025
0
Bob & Ciko | Dongeng Masa Kini

MENJELANG sore, seekor beruang madu ditangkap oleh para pemburu dan dibawa ke kebun binatang Zoole. Kebun binatang Zoole merupakan tempat...

Read moreDetails

Gery dan Sangkarnya  |  Dongeng dari Papua

by Teddy Koll
January 26, 2025
0
Gery dan Sangkarnya  |  Dongeng dari Papua

DI satu gedung Gereja hiduplah seekor burung yang bahagia. Ia tidur di tempat yang nyaman dan sering keluar bermain dan...

Read moreDetails

Ulat Mengkhianati Pohon Apel  |  Dongeng Pendidikan

by Wayan Purne
January 25, 2025
0
Ulat Mengkhianati Pohon Apel  |  Dongeng Pendidikan

“Tolong-tolong!!! Aku diburu! Diburu! Tolong aku!” teriakan seekor ulat ketakutan. Terlihat seekor ulat menggeliat merayap di antara dedaunan mati yang...

Read moreDetails

Toweli dan Tongkat Saktinya | Dongeng dari Papua

by Teddy Koll
January 12, 2025
0
Toweli dan Tongkat Saktinya | Dongeng dari Papua

DI satu kampung yang dikelilingi gunung batu: Gunung Batu Kulbi di timur dan Gunung Batu Wandel di barat dan Gunung...

Read moreDetails

Kuda Laut Jatuh Cinta | Dongeng Pendidikan

by Wayan Purne
January 11, 2025
0
Kuda Laut Jatuh Cinta | Dongeng Pendidikan

LAUT menyambut senyum mentari pagi. Taman terumbu karang mengiringi nyanyian riang canda tawa ikan-ikan. Ada ikan warna-warni bermain petak umpet...

Read moreDetails

Capung dan Daun Teratai | Dongeng dari Papua

by Teddy Koll
January 5, 2025
0
Capung dan Daun Teratai | Dongeng dari Papua

ADA satu danau  berbentuk hati. Danau itu punya air biru jernih. Di sekitar danau tinggallah seekor capung bersama keluarga serangga:...

Read moreDetails
Next Post
Ucapan yang Tepat untuk Seseorang yang Memasuki Purnabakti

Ucapan yang Tepat untuk Seseorang yang Memasuki Purnabakti

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi
Esai

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil
Lingkungan

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

by Son Lomri
April 21, 2026
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan
Persona

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co