23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ucapan yang Tepat untuk Seseorang yang Memasuki Purnabakti

I Ketut Suar Adnyana by I Ketut Suar Adnyana
December 8, 2024
in Bahasa
Ucapan yang Tepat untuk Seseorang yang Memasuki Purnabakti

Ilustrasi tatkala.co | Rusdy | Diolah dari Canva

MOMEN purnabakti adalah peristiwa yang penuh makna, terutama bagi seseorang yang telah mengabdikan hidupnya untuk negeri ini. Namun, tidak jarang terjadi kekeliruan dalam menyampaikan  ucapan kepada seseorang yang telah memasuki masa purna bakti.

Purnabakti atau masa pensiun sering kali dianggap sebagai babak baru yang penuh kebebasan, namun tidak semua individu dapat menghadapinya dengan mudah. Bagi sebagian orang, masa ini justru menjadi masa penuh tantangan, terutama jika muncul gejala post power syndrome (PPS). PPS adalah  sebuah kondisi psikologis yang sering dialami oleh individu yang kehilangan peran atau kekuasaan yang sebelumnya mereka miliki.

PPS ditandai dengan kesulitan menerima perubahan status, peran, atau rutinitas yang sebelumnya memberikan rasa identitas, kontrol, dan kekuasaan. Kondisi ini dapat dialami oleh siapa saja yang memasuki masa pensiun, terutama mereka yang memiliki posisi penting, seperti dosen, pejabat, atau profesional dengan peran signifikan dalam kehidupan profesionalnya. Gejala umum post power syndrome meliputi:

  1. Perasaan kehilangan: Merasa tidak berguna atau tidak lagi dihargai.
  2. Depresi dan kesedihan: Merasa sedih berkepanjangan tanpa alasan yang jelas.
  3. Kesulitan beradaptasi: Tidak tahu bagaimana mengisi waktu luang atau kehilangan arah hidup.
  4. Kecenderungan untuk mengisolasi diri: Menghindari interaksi sosial karena merasa tidak relevan.
  5. Kemunduran kesehatan fisik: Stres psikologis sering kali berdampak pada kesehatan fisik.

Mengapa masa purna kakti rentan terhadap PPS? Ada beberapa penyebab mengapa seseorang mengalami PPS pada saat memasuki masa purnabakti. Seseorang yang memasuki masa purnabakti mengalami perubahan identitas. Misalnya seorang dosen yang dengan jadwal padat melaksanakan tri dharma perguruan tinggi, ketika memasuki masa purnabakti, mereka tidak lagi melakukan kegiatan tri dharma.

Hal ini tentu berpengaruh secara psikologis karena dengan tidak adanya aktivitas seperti pada saat masih aktif sebagai dosen, mereka merasakan adanya perubahan identitas. Bagi mereka yang memegang jabatan, tentu mempunyai kewenangan dalam memutuskan berkaitan dengan kebijakan. Mereka tentu mempunyai bawahan  yang selalu siap membantu dalam melaksanakan kebijakan yang diambil. Namun, setelah memasuki purnabakti, mereka tidak lagi mempunyai power dan mereka tidak lagi mempunyai bahawan. Kondisi ini sangat berpengaruh kepada psikologis mereka.

Banyak orang yang akan memasuki purnabakti lebih fokus mempersiapkan aspek finansial, tetapi mengabaikan persiapan mental dan emosional. Seseorang yang memasuki masa pensiun, dari segi finansial mungkin sudah mencukupi tetapi mereka lupa yang paling penting adalah bagaimana seseorang mempersiapkan aspek psikologis. Hal ini perlu diperhatikan agar seseorang  tidak mengalami PPS.

PPS menghantui apabila seseorang tidak mempersiapkan kesiapan psikologisnya. Pada saat masa purnabakti intensif komunikasi kita dengan teman sekantor perlahan-lahan tidak seintensif sebelumnya. Apabila tidak dipersiapkan untuk memasuki komunitas baru (berbaur dengan lingkungan) tentu seseorang akan mengalami permasalahan dalam sosialisasi dengan lingkungannya. Ketika masih aktif kemungkinan seseorang kurang aktif bersosialisasi di lingkungannya ketika memasuki masa purnabakti perlu dibangun komunikasi intensif dengan lingkungan.

Dalam masyarakat yang cenderung menilai seseorang berdasarkan peran dan kontribusinya, purnabakti sering kali dianggap sebagai akhir dari masa produktivitas. Hal ini tentu merupakan pandangan yang kurang tepat. Masa purnabakti bukan halangan untuk berproduksi. Dengan berproduksi, seseorang mempunyai aktivitas. Aktivitas inilah merupakan aktivitas pengganti pada saat masa aktif. Dengan cara ini, seseorang akan terhindar dari PPS.

Dengan memperhatikan analisis tersebut apakah tepat seseorang yang sudah memasuki masa purnabakti diberikan ucapan selamat memasuki purnabakti? Kata selamat dalam KBBI bermakna selamat /se·la·mat / 1 a terbebas dari bahaya, malapetaka, bencana; terhindar dari bahaya, malapetaka; bencana; tidak kurang suatu apa; tidak mendapat gangguan; kerusakan, dan sebagainya: ia — dari pembunuhan; 2 a sehat; 3 a tercapai maksud; tidak gagal; 4 n doa (ucapan, pernyataan, dan sebagainya) yang mengandung harapan supaya sejahtera (beruntung, tidak kurang suatu apa, dan sebagainya): ketika ia kawin, banyak handai tolannya yang memberi ucapan — kepadanya; 5 n pemberian salam mudah-mudahan dalam keadaan baik (sejahtera, sehat dan afiat, dan sebagainya): — datang; — jalan; — malam (pagi, siang); — tahun baru; — tinggal;

Momen purnabakti kemungkinan untuk sebagian besar merupakan momen yang menyedihkan sehingga PPS sering menghantuinya. Mereka awalnya mendapatkan penghasilan, setelah masa purnabakti, mereka hanya menikmati  gaji pensiunan. Hal ini berarti pendapatan yang diterima berkurang. Sebagian besar orang tidak gembira dalam memasuki masa purnabakti.

Profesor yang sudah memasuki masa purnabakti, banyak yang bersedia dikaryakan lagi. Ini membuktikan bahwa orang yang sudah purnabakti ingin berkaktivitas seperti sebelumnya. Pensiunan dosen (PNS) banyak berkeinginan dikaryakan lagi dengan status dosen NIDK (Nomer Induk Dosen Khusus). Ini mengindikasikan bahwa masa pensiun adalah bukan kondisi yang menyenangkan.

Oleh karena itu, kurang tepat ucapan selamat pensiun ya diucapkan kepada seseorang yang sudah memasuki  masa purnabakti. Ucapan ini sering ditemui di grup whatshapp. Sekilas tidak ada yang salah dari ucapan tersebut. Namun,  ucapan itu kurang tepat karena masa purnabakti bagi sebagian orang merupakan masa yang membawa perubahan identitas baginya. Tidak jarang, perubahan identitas ini menyebabkan orang tersebut mengalami PPS.

Lalu kata ucapan yang mana yang bisa disampaikan kepada seseorang yang telah memasuki masa purnabakti?

 Ucapan itu diantaranya adalah: 1) tetap semangat, dan terus berkarya, 2) semoga sehat selalu, dan 3) Terima kasih  atas bimbingannya selama ini. Ketiga contoh ucapan tersebut intinya memberikan motivasi kepada seseorang yang telah memasuki masa purnabakti dan memberikan penghargaan kepadanya atas segala bimbingan selama aktif bertugas. [T]

Kata Grodog  dan Onomatope | Ini Cerita Tentang Lemari
“Ketika Memberi”, Bagaimana Memadankannya ke Bahasa Bali?
Benarkah “bertujuan untuk” itu Lewah?
Tags: Bahasapensiunpurnabakti
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Lukas dan Tuk Kecil yang Baik Hati | Dongeng dari Papua

Next Post

Bercermin Pada Sastra: Membaca Pesan Kakawin Nitisastra dan Sang Hyang Kamahayanikan

I Ketut Suar Adnyana

I Ketut Suar Adnyana

Dr. I Ketut Suar Adnyana, M.Hum. adalah Wakil Rektor I Universitas Dwijendra, Denpasar

Related Posts

Calistung: Membaca, Menulis, dan Berhitung

by I Made Sudiana
August 18, 2026
0
Calistung: Membaca, Menulis, dan Berhitung

PERNAHKAH Anda berhenti sejenak di depan papan nama sebuah lembaga pendidikan atau kursus dan memperhatikan semboyan mereka: "Membaca, Menulis, dan...

Read moreDetails

Trilogi Cinta Puspadiana: Refleksi Kebahasaan tentang Nama dan Harapan

by I Made Sudiana
August 15, 2026
0
Trilogi Cinta Puspadiana: Refleksi Kebahasaan tentang Nama dan Harapan

 “Kenapa nama anakmu keindia-indiaan banget? Agak aneh rasanya.” Pertanyaan dan pernyataan itu terlontar dari seorang teman yang penasaran saat mendengar...

Read moreDetails

Sekali Lagi tentang Dirgahayu

by I Made Sudiana
August 13, 2026
0
Sekali Lagi tentang Dirgahayu

SETIAP menjelang bulan Agustus, ruang publik kita dipenuhi oleh baliho, spanduk, dan ucapan digital dengan berbagai variasi kalimat selamat hari...

Read moreDetails

Amuk, Briuk Siu, dan Bayang-Bayang Solidaritas Kolektif di Bali

by I Made Sudiana
August 11, 2026
0
Amuk, Briuk Siu, dan Bayang-Bayang Solidaritas Kolektif di Bali

Peristiwa tragis yang baru-baru ini terjadi di Tabanan—saat seorang terduga pencuri tewas diamuk massa dan meninggalkan duka mendalam bagi anaknya—kembali...

Read moreDetails

Timbulan Sampah dan Timbunan Sampah dalam Istilah Lingkungan

by I Made Sudiana
August 9, 2026
0
Timbulan Sampah dan Timbunan Sampah dalam Istilah Lingkungan

PERNAHKAH Anda membaca berita lingkungan dan merasa bingung dengan dua istilah yang mirip: timbulan sampah dan timbunan sampah? Sekilas keduanya tampak sama, tetapi...

Read moreDetails

Merawat Harapan Optimistis Lewat Kalimat Adjektival

by I Made Sudiana
June 29, 2026
0
Merawat Harapan Optimistis Lewat Kalimat Adjektival

SETELAH melewati rentetan perawatan medis yang panjang dan melelahkan, pernahkah Anda berbisik pada diri sendiri, "Apakah tubuh ini akan kembali...

Read moreDetails

Semantik Logistik Modern: Kargo, Ekspedisi, dan Paket

by I Made Sudiana
June 25, 2026
0
Semantik Logistik Modern: Kargo, Ekspedisi, dan Paket

BAGI orang awam di bidang kargo seperti saya, kata kargo selalu memantik imajinasi tentang gudang yang pengap, deru mesin, aroma...

Read moreDetails

Duri Akar dan “Sungga”

by Komang Berata
June 24, 2026
0
Duri Akar dan “Sungga”

SAYA bukan tukang panen umbi yang cakap. Memanen umbi gembili, dua kali ujung linggis yang saya ayunkan justru menghunjam dan...

Read moreDetails

Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia

by I Made Sudiana
June 23, 2026
0
Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia

PERNAHKAH Anda merenung sejenak, bagaimana sebuah kata tentang olahraga yang dicintai seantero jagat ini bekerja di dalam kepala kita? Sungguh menarik mengamati...

Read moreDetails

Logika Angka Kuno di Pesta Kesenian Bali

by I Made Sudiana
June 18, 2026
0
Logika Angka Kuno di Pesta Kesenian Bali

PESTA Kesenian Bali (PKB) tahun 2026 ini telah memasuki tahun ke-48. Atmosfernya sudah tampak lewat berbagai atribut luar ruang yang...

Read moreDetails
Next Post
Bercermin Pada Sastra: Membaca Pesan Kakawin Nitisastra dan Sang Hyang Kamahayanikan

Bercermin Pada Sastra: Membaca Pesan Kakawin Nitisastra dan Sang Hyang Kamahayanikan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PWI Bali Gelar OKK, Perkuat Profesionalisme dan Etika Pers
Pendidikan

PWI Bali Gelar OKK, Perkuat Profesionalisme dan Etika Pers

SEBANYAK 102 anggota dan calon anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bali mengikuti Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) di Gedung PWI...

by Dede Putra Wiguna
August 23, 2026
Ironi Pemalakan dalam Dunia Pendidikan   
Opini

Ironi Pemalakan dalam Dunia Pendidikan   

IRONI yang sulit diterima ketika seseorang yang berdiri di puncak lembaga pendidikan justru berhadapan dengan hukum karena dugaan praktik yang...

by I Ketut Suar Adnyana
August 23, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Wajah Indonesia Bopeng

SIDANG pembaca yang budiman, kemarin saya melihat di medsos, di daerah Banjarbaru, Kalimantan Selatan, seorang ibu bernama Riri Jayanti membagikan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
August 23, 2026
Sastra Tuli: Kesusastraan dari Komunitas Tuli yang Selama Ini Dilihat Semata sebagai Disabilitas
Kritik Sastra

Sastra Tuli: Kesusastraan dari Komunitas Tuli yang Selama Ini Dilihat Semata sebagai Disabilitas

ADA satu kesalahpahaman yang terlalu lama mengiringi cara kita memandang Tuli: seolah-olah Tuli hanya dapat dibicarakan dari apa yang tidak...

by Bagja Wiranandhika Prawira
August 23, 2026
Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud
Panggung

Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud

KETIKA musik itu dimainkan, nadanya terasa enak, liriknya menyentuh hati, dan langsung terbayang cerita drama seri yang sangat populer. Melodinya...

by Nyoman Budarsana
August 23, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co